Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 57. Kediaman Tian


__ADS_3

Alya diperiksa oleh dokter yang bertugas di klinik perusahaan.


"Ini sepertinya kaki ibu Alya yang sakit kebentur lagi... sehingga terjadi pembengkakan. Bu Alya harus istirahat... jangan dipaksa jalan... takut berakibat fatal... "dokter


"Baik dok... "Alya


"Bu Alya mau saya antar pulang... "Mira


"Tidak usah Mira, saya istirahat sebentar... kamu kembali aja bekerja. Tolong izinkan saya pada pak Andi...."Alya


"Baik bu... saya pamit dulu.... "Mira


"Silakan... terima kasih atas bantuannya Mira.. "Alya


Mira meninggalkan klinik menuju ruang kerjanya. Ketika mau memasuki ruang kerja, kebetulan Andi juga akan masuk.


"Siang pak Andi... saya mau minta izin atas nama bu Alya. Ia tidak bisa melanjutkan kerjanya karena lagi dirawat di klinik"Mira


"Apa yang terjadi dengan bu Alya. Mengapa ia harus dirawat... "Andi


"Bu Alya jatuh di kamar mandi. Kaki nya membengkak pak... jadi sulit buat jalan"Mira


"Baiklah... silakan kamu lanjutkan pekerjaanmu... "Andi


"Baik pak... permisi... "Mira


#################


Andi memasuki ruang kerja Tian. Ia ingin melapor mengenai Alya.


Sandra yang mendengar obrolan antara Mira dan Andi ,menguping pembicaraan Tian dan Andi dari balik pintu yang sengaja Sandra buka sedikit dengan kakinya.


"Siang tuan... bu Alya tadi terjatuh di kamar mandi dan sekarang lagi dirawat di klinik perusahaan... "Andi


"Apaa.. ...siapa yang memberitahu mu... "Tian


"Salah seorang karyawan yang mengantarkannya... "Andi


"Kamu selesaikan pekerjaan ini... saya mau melihat kondisinya dulu... "Tian


Tian berdiri dari kursinya. Sandra pun cepat cepat kembali ke meja kerjanya.


Setelah Tian berlalu, Sandra mengikutinya menuju klinik.


Tian langsung menuju ke kamar tempat Alya berbaring setelah terlebih dahulu bertanya dengan perawat yang berjaga.

__ADS_1


"Alya... apa kakimu masih terasa sakit... "Tian langsung bertanya begitu dihadapan Alya


"Pak Tian... "ucap Alya kaget dan mencoba duduk.


"Sekarang kita harus kerumah sakit... nanti takut makin memperparah keadaanmu... "Tian


"Udah nggak apa apa pak... cuma sakit dikit"Alya kembali mencoba duduk. Dan tanpa sadar ia merintih kesakitan.


"Ini yang kamu bilang tak apa apa... Hei mengapa bajumu basah dan kotor... "Tian


"Tadi saya jatuh... kebetulan dekat ember pel lantai ...tumpah ke baju saya... "Alya


"Kamu... harus diperiksa... "Tian menghampiri Alya dan menggendongnya ala bridal style


"Jangan gendong saya pak... nanti baju bapak basah dan kotor. Saya bisa gunakan kursi roda.. "ucap Alya


Tian tak mengindahkan semua perkataan Alya, tanpa ia peduli banyak mata karyawan melihat mereka, Tian menggendong Alya nenuju mobilnya.


Sandra yang memperhatian dari jauh tampak sangat geram.


"Sepertinya kamu terang terangan menyatakan perang denganku Alya. Kamu tak mengindahkan ancamanku... "Sandra


Tian membawa Alya ke rumah sakit tempat ia dirawat kemarin. Dokter menyatakan kaki Alya cuma terkilir,untung tidak mengenai tulang yang retak akibat kecelakaan.


Setelah dari rumah sakit Tian membawa Alya ke rumahnya.


Tian tak menjawab pertanyaan Alya, setelah sampai dirumahnya, Tian kembali menggendong Alya membawa masuk ke kamarnya.


Alya memperhatikan kamar yang luasnya tampak hampir sama besar dengan apartemennya.


Tian mendudukan Alya di sofa. Ia menuju kamar mandi dan membuka pintunya.


Tian menggendong Alya dan mendudukannya ditepi bathtub.


Ia segera membuka baju Alya. Tapi Alya menahan tangan Tian...


"Apa yang bapak lakukan... "ucap Alya gugup.


"Bajumu harus diganti... jika tidak kamu bisa masuk angin,jangan pikir yang macam macam. "Tian


Ia membuka atasan Alya. Dan menutup tubuh Alya dengan handuk yang ada di kamar mandi.


"Maaf... kamu bisa membuka bra mu... aku akan membersihkan tubuhmu... "Tian


Alya hanya menurutinya dengan perasaan yang tak menentu. Terus terang ia malu... walaupun dulu Tian sudah sering melihat tubuh telanj*ngnya...

__ADS_1


Tian membersihkan tubuh Alya dengan handuk basah... Tubuh Alya yang hanya menyisakan celana malam membuat sedikit gairah Tian memuncak. Walau Alya menutupi dadanya dengan handuk... tapi Tian masih dapat melihat tubuh Alya dengan kulit mulusnya.


"Hhuuhhhhhh...... "Tian menarik nafasnya dengan kasar. Ia memegangi kepalanya yang terasa sakit karena menahan nafsunya.


Ia mencoba menahan dirinya dari keinginan berbuat lebih pada tubuh Alya.


Alya menggigit bibirnya menahan malu.


"Kepala bapak sakit... "tanya Alya


"Sedikit... "ucap Tian dan menyudahi kegiatannya membersihkan tubuh Alya. Ia memakaikan kemejanya ke tubuh Alya.


"Sementara kamu pakai kemejaku aja dulu... Nanti Andi akan membawa pakaian ganti mu... "Tian. Ia kembali menggendong Alya menuju tempat tidur.


"Kamu mau makan atau istirahat dulu... "Tian


"Saya tadi siang sudah makan pak... nanti malam aja makan lagi... "Alya menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia tak ingin Tian memperhatikan tubuhnya yang memakai kemeja tanpa bra.


"Baiklah... sekarang kamu bisa istirahat... saya mau ke ruang kerja dulu... "Tian meninggalkan Alya di kamarnya.


Karena pengaruh obat yang diminumnya, mata Alya terasa kantuk,ia akhirnya ketiduran.


Alya tidak menyadari selimutnya yang jatuh kelantai karena dorongan kakinya ketika tidur.


Ia mendorong selimutnya karena mengenai kakinya yang sakit.


Tian masuk ke kamar dan melihat tubuh Alya yang hanya menutupi bagian atas tubuhnya.


Kemeja yang dipakai Alya hanya dapat menutupi sampai pangkal pahanya.


"Kamu memang ceroboh... seandainya kamu dirumah lelaki lain yang tak bisa menahan nafsunya... bagaimana... "lirih Tian


Ia kembali menutupi tubuh Alya dengan selimut, Alya kembali melemparkan selimut yang mengenai kakinya...


"Apa kakimu sakit tersentuh selimut ini... "Tian


"Dikit... lagi pula aku tak biasa tidur dengan memakai selimut "Jawab Alya belum sepenuhnya sadar. Alya pun kembali tidur.


Tian meninggalkan kamar,ia tak ingin khilaf lagi terhadap tubuh Alya.


"Kenapa aku tak bisa menahan nafsuku melihat tubuhnya. Dari dulu hingga sekarang tubuhnya begitu menggairahkan. Kepala ku terasa sangat pusing menahan hasratku untuk tidak menggaulinya.... "Lirih Tian.


Ia masuk ke kamar mandi yang ada di kamar tamu. Ia ingin mendinginkan tubuhnya dengan mandi... agar gairah ditubuhnya menurun dan hilang.


*******************************

__ADS_1


Terima Kasih telah membaca novel ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak like dan koment.


__ADS_2