Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 72. Di kediaman Alya


__ADS_3

Di Apartemen Alya


"Mau minum apa kak Tian dan Satria"tanya Alya begitu mereka telah masuk ke apartemen Alya


"Kak Tian seperti biasa kamu buat aja Alya... "Ucap Tian sengaja agar Satria tahu kalau Alya sering membuatkan minum buat dirinya


"Kamu minum apa Sat... "Alya


"Es jeruk aja Al... "Satria


"Berarti selera kamu ama kak Tian sama... "Alya


Tian langsung melirik ke arah Satria,seolah tak senang karena mereka mempunyai selera yang sama.


"Minumlah... kemaren Alya buat kue. Cicipi dulu... enak nggak... "Alya


"Kalau kamu yang buat kak Tian yakin deh enak... karena setiap masakanmu yang kakak coba... enak semua "Tian


"Seperti yang sering makan masakan Alya aja... "lirih Satria namun di dengar Tian


"Emang aku sering makan masakan Alya... coba aja kamu tanya Alya kalau tak percaya... "Tian


"Paling juga cuma dibuatin kopi di kantor... "gumam Satria lagi


"Hei.... bukan cuma kopi. Aku sering makan lauk yang di buat Alya... "Tian


"Paling juga kamu ambil paksa bekalnya Alya... "gumam Satria lagi


"Kamu kira aku tukang palak..."Tian


"Sudah ah... kayak anak SD aja berdebat terus... "Alya pusing melihat tingkah kedua lelaki tersebut yang tampak kekanakan.


"Kamu mau coba masakan Alya juga... "Tanya Alya yang ditujukan ke Satria


"Mau dong... "Tian


"Bukan kamu yang Alya tanya... tapi aku.. "Satria


"Terserah aku mau jawab...kan mulutnya aku... "jawab Tian nyengir


"Ya Allah mimpi apa Alya tadi malam... harus ngadepin dua bocah gini... "Bathin Alya


"Oke... sekarang Alya masakin dulu ya buat kita makan malam... "Alya pergi meninggalkan kedua manusia aneh itu menuju dapur.


"Cukup sekali ini deh Alya pertemukan mereka berdua... pusing kepala aja ngadepin mereka... "Bathin Alya lagi.


Alya mengambil bahan yang tersedia di kulkas buat masak makan malam ini.


Ia mulai berkutat di dapur. Tapi tak lama kericuhan terjadi lagi


"Ada yang bisa ku bantu... "Tanya Satria mendekat ke Alya


"Aku juga mau bantu kamu masak, boleh nggak Alya... "Tian pun mendekat ke Alya


"Kak Tian ama Satria lebih baik duduk aja. Alya nggak biasa masak dibantuin... "tolak Alya


"Kak Tian bantu potongin sayur aja... "pinta Tian


"Aku bantu kupasin bawang saja Alya... "Satria

__ADS_1


"Ya sudah nih... bantuin... "Alya menyerahkan sayuran dan bawang.


Tiba tiba Tian bangun dari duduknya dan berdiri dibelakang tubuh Alya dengan jarak yang begitu dekatnya. Satria melihat dengan geram.


Tian mengambil sapu tangan dari kantong celananya


"Kak Tian mau apa... "tanya Alya sedikit gugup karena jarak yang begitu dekat


"Sini... kak Tian bantuin ngikat rambutmu... "Tian mengucir rambut Alya


"Modus banget... "gumam Satria


Setelah hampir satu jam didapur Alya menyelesaikan masakan nya dan mempersilakan tamunya makan..


"Enak banget masakin kamu.. "Satria


"Baru tahu ya... aku sudah tahu dari dulu... dan sudah sering mencicipi masakan Alya"lirih Tian


"Emang sudah berapa lama kamu kenal ama Alya.... "Satria


"Udah lama... malahan kami pernah tinggal seatap... "Tian


"Huks... huks... "Alya terbatuk mendengar ucapan Tian


Tian dan Satria menyodorkan minum buat Alya


"Terima kasih... "Alya mengambil minumnya sendiri karena tak ingin menyinggung salah satunya.


Sehabis makan Alya beralasan capek dan ingin istirahat agar ia tak menghadapi lebih lama lagi kedua lelaki yang tampak kekanakan ini.


#####################


Seminggu Tian di Singapura ia selalu datang melihat pemotretan Alya. Satria juga sering datang. Mereka berdua selalu tampak perang dingin. Alya merasa sangat pusing menghadapinya.


"Alya ...aku akan menanti kamu kembali ke Jakarta. Aku sudah harus mengurus perusahaan di sana. Karena keluargaku akan kembali ke Jakarta lagi. Nanti kalau mereka telah di Jakarta aku akan mengenalkannya denganmu... "ucap Satria


"Kita pasti bertemu... Sekarang Tony harus menyelesaikan semua kerjaannya disini dulu... Tapi walau aku di Jakarta.. aku tetap akan kembali ke sini buat pemotretan jika ada jadwal.. "Alya


"Alya... aku masih mengharapkan kamu membalas perasaan ku... aku harap kamu mempertimbangkannya lagi. Aku ingin menjalin hubungan yang serius denganmu.. "Satria


"Aku masih belum bisa menjawabnya... karena seperti jawaban Alya dulu... untuk saat ini Alya belum bisa menjalin hubungan... "Alya


"Alya... "panggil Tian melihat Alya


"Kak Tian... berangkatnya jam segini juga. Jangan jangan satu pesawat ama Satria... " Alya


"Mungkin... Alya.. kak Tian harus kembali... jika ada waktu senggang.. bolehkan kakak mengunjungimu... "Tian


"Tentu boleh kak... asal nggak ngeganggu kerjaan kak Tian.. "Alya


"Alya... kak Tian masih menunggu sampai kamu membuka hatimu kembali buat kakak... "lirih Tian


"Terima kasih jika kak Tian mau menunggu... tapi Alya tak bisa menjanjikan apa apa..."Alya


"Jangan lama lama kembali ke Jakarta... kota Jakarta menanti kehadiranmu...Kak Tian pamit dulu"Tian


"Ya kak... hati hati... "Alya


"Boleh kak Tian memelukmu... "Tian

__ADS_1


"Boleh... "Alya merentangkan tangannya dan memeluk Tian. Melihat Satria yang memandang sinis... Tian mengedipkan sebelah matanya meledek Satria.


"Terima kasih.... kamu hati hati di sini. Jaga diri dan kesehatan... jika sakit kak Tian tak ada buat menjagamu seperti biasanya... "Tian


"Ya kak... "Alya


"Apa sedekat itu hubungan mereka. Apa memang mereka pernah tinggal seatap. Apa hubungan Alya dan Tian sebenarnya. Aku harus mencari tahu... "bathin Satria


"Sat.. hati hati ya... "Alya.


"Boleh aku memelukmu juga... "Satria


"Apaaa.. .. memeluk Alya... "Tanya Alya


"Ya seperti Tian memelukmu... "Satria


"Hei bung... Alya tak seakrab itu denganmu. Pasti ia canggung memelukmu..jika denganku Alya sudah dekat jadi nggak akan canggung. "Tian


"Sebagai pelukan perpisahan dan persahabatan... nggak apa apa kan... "Satria


"Boleh... "Alya merentangkan tangannya dan memeluk Satria. Gilirin Satria yang memberi senyuman kemenangannya kepada Tian.


"Da... hati hati... "ucap Alya sebelum mereka berdua masuk. Alya meninggalkan bandara dengan menggunakan taksi


"Kau tak akan bisa bersaing denganku Satria... "ucap Tian


"Kita lihat saja nanti siapa yang akan Alya pilih... apa Alya masih mau denganmu jika tahu kamu sudah sering membatalkan pertunangan... karena kurangnya rasa tanggung jawabmu.. kau yang tak pernah benar benar serius menjalin satu hubungan sampai jenjang pernikahan... "Satria


"Aku tak serius dengan adekmu... itu karena aku memang tak pernah mencintainya... kamu tahu kan jika kami dijodohkan... "Tian


"Tapi mengapa kau menerima perjodohan itu.... "Satria


"Karena aku mematuhi perintah orang tuaku... "Tian


"Tapi akhirnya kamu membatalkan juga pertunangan itu... dan mencampakan adekku seperti sampah... kau akan dapat karmanya suatu saat nanti Tian... "Satria


"Kesalahan bukan pada aku saja... adikmu juga bersalah... apa kamu pernah tanya mengapa aku membatalkan pertunangannya.... syukur aku tak menuntut adikmu"Tian


"Kau... jangan banyak bacot... kalau saja ini bukan di negara orang... sudah ku ajak duel kau... "Satria mengepalkan tangannya geram


"Ku tunggu saat itu... kapan kau akan menantangku... "gumam Tian dan meninggalkan Satria.


"Kita lihat saja Tian... apa Alya masih mau denganmu setelah tahu masa lalumu... "bathin Satria


Bonus Visual lagi...


Tian*



Satria



Alya



*********************

__ADS_1


Terima kasih karena telah membaca novel karyaku ini. Terima kasih juga untuk yang telah like... koment dan vote. Tetap jadikan Favorit ya...


Mampir juga di novelku CINTA TAK PERNAH SALAH


__ADS_2