Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 62 Sehari Di Kediaman Tian


__ADS_3

Setelah Alya selesai berpakaian mereka berangkat menuju kediaman Tian. Bibi menyambut Alya dengan senyuman.


"Aku mau mandi dulu. Kamu mau menunggu di mana, ....dikamarku, diruang keluarga atau di taman dekat kolam renang... "Tian


"Mana mungkin Alya menunggu dikamar... Alya menunggu di taman aja kak... "Alya


"Siapa tahu kamu pengen nunggu aku mandi sambil tiduran di kamar... "goda Tian lagi


"Ogah.. "Alya berjalan menuju taman yang berada dibelakang rumah itu.


"Non Alya mau bibi buatkan minum apa... "Bibi


"Nggak usah bi.. aku nggak haus. Nanti kalau pengen sesuatu biar aku ambil sendiri... "Alya


"Kalau gitu bibi permisi dulu non Alya... "bibi


"Silakan bi... "Alya duduk di kursi taman sambil bermain ponsel.


Ia membuka buka galeri yang ada di ponselnya. Terdapat banyak foto ia bersama Azka.


"Azka mengapa kamu pergi begitu cepat. Aku masih belum dapat membahagiakan kamu. Selama ini kamu selalu ada saat aku kesulitan... saat ini aku tak tahu sama siapa aku bisa mengadu jika nanti ada masalah... "lirih Alya


Tanpa Alya sadari Tian telah berdiri dibelakangnya. Tian memperhatikan apa yang lagi Alya pandang.


"Apa sampai saat ini kamu belum bisa melupakan Azka. Aku juga belum tahu pasti apa sebenarnya yang terjadi dihari itu. Aku ingin bertanya takut kamu jadi sedih... "bathin Tian


"Hhmmm...... "deheman Tian membuat Alya kaget


"Kak Tian... ngagetin aja.... untung nggak jantungan.. "ucap Alya sambil memperhatikan penampilan Tian yang sangat berbeda dengan pakaian casualnya.


"Napa lihatin aku terus... mau bilang aku ganteng... "ucap Tian sambil menaikan alisnya


"Ih narsis amat.... "Alya


"Lagi liatin apa... kok serius amat... "ucap Tian pura pura nggak tahu sambil duduk disebelah Alya


"Nggak ada kak.... cuma lihatin foto foto waktu Alya jadi model... "ucap Alya bohong


"Napa sedih gitu wajahnya... kamu pengin jadi model lagi... "Tian

__ADS_1


"Nggak kak... jadi model akan mengingatkan aku akan sosok Azka... "jawab Alya sendu


"Kamu belum bisa lupain Azka.... "akhirnya Tian bertanya


"Azka lah tempat aku selama ini mengadu. Ia selalu menolong saat aku dalam kesulitan. Saat kecelakaan itu... sebenarnya Azka baru aja melamarku buat jadi istrinya. Kami berencana menikah setelah pulang dari puncak. Tapi takdir berkata lain... "lirih Alya


"Kamu mencintai Azka.... "Tian


"Saat itu Alya akui belum mencintainya, tapi Alya berjanji akan belajar mencintainya. Tak sulit buat orang jatuh cinta kepada Azka... ia lelaki yang baik. ...."Alya


"Azka pasti sangat mencintaimu... "Tian


"Ya... Azka sangat mencintai Alya.. ia tak pernah sekalipun menyakiti hati Alya... Alya yang selalu mengecewakan Azka... tak pernah membalas cintanya... "Alya


"Kamu jangan sedih lagi... jika Azka orang baik pasti ia telah berada ditempat yang terindah di sana.... "Tian


"Semoga... karena yang selalu Alya sesali sampai saat ini karena Alya belum sempat membalas semua kebaikannya... "Alya


"Oh ya... kita makan di luar atau dirumah aja... sekalian kamu istirahat... katanya kamu pengin istirahat di hari libur... "Tian mengalihkan pembicaraan agar Alya tak sedih mengingat Azka


"Kalau dirumah aja... apa kakak nggak keberatan.... "Alya


"Apa kak... kakak ngomong apa tadi... "Alya


"Nggak ada... kita nonton di ruang keluarga aja ya... "Tian


"Kak... aku boleh bantu bibi masak buat makan siang... "Alya


"Kamu bisa masak... "tanya Tian


"Bisalah... masakan kampung....kak Tian lupa kalau dulu aku sering masakin kakak. "Alya


"Kamu mau masakin buat aku.... biar aku ingat lagi rasa masakan kamu... "Tian


"Tapi Alya nggak janji ya kalau kak Tian nanti ketagihan.... "Alya


"Kalau ketagihan aku tinggal menculik kamu tiap aku pengen masakan kamu... "Tian


"Itu pemaksaan namanya... "Alya

__ADS_1


"Kamu kan senang aku paksa... "Tian


"Ah kak Tian... kalau ngomong tak mau kalah... Alya kedapur dulu masak... . nanti keburu lapar... "Alya berjalan ke dapur diikuti Tian


Tian duduk di kursi makan sambil memperhatikan Alya masak.


"Kak Tian... tunggu di ruang keluarga aja... nanti kalau udah masak Alya panggilkan..."Alya


"Napa kalau aku disini... kamu grogi kalau aku lihatin... "Tian


"Hhmmmm..... "Alya


"Oke... dari pada ntar semua masakan gosong... biar aku pergi aja... "Tian pergi keruang keluarga. Ia menunggu sambil tiduran di sofa.


Setelah masakan semuanya selesai dihidangkan, Alya memanggil Tian buat makan siang. Tian duduk bersebelahan dengan Alya seperti sepasang suami istri.


"Ada yang bisa bibi bantu... "Bibi


"Nggak ada bi... sini ikutan makan ama kami... "Alya


"Terima kasih non... bibi nanti makan ama yang lainnya.. kalau gitu bibi permisi dulu... "Pamit bibi takut Tian marah karena merasa terganggu


"Sepertinya aku akan sering menculik kamu untuk masakin aku... "Tian berucap sambil menyantap makanannya dengan lahap


"Kalau keseringan nggak boleh kak... sesekali nggak apalah ...kak Tian juga sudah banyak membantu Alya selama ini... "senyum Alya


"Jangan sering senyum gitu... nanti aku tambah jatuh cinta... "goda Tian


Alya langsung terdiam mendengar ucapan Tian.


Sehabis makan mereka duduk disofa ruang keluarga sambil menonton...


Alya yang merasa lelah dan kantuk akhirnya tertidur. Tanpa ia sadari kepalanya bersandar dipundak Tian.


"Alya sepertinya aku benar benar telah jatuh cinta padamu... aku akan membuatmu jatuh cinta juga padaku... aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku lagi... "lirih Tian sambil membelai rambut Alya


*******************************


Terima Kasih karena telah membaca novel ini. Mampir juga di novel ku yang berjudul CINTA TAK PERNAH SALAH

__ADS_1


Jangan lupa like dan koment


__ADS_2