
Alya terbangun dari tidurnya ketika merasakan panas dari sinar matahari yang masuk melalui sela jendela.
"Sayang... gimana tidurnya... nyenyak"
"Kak Tian... kakak nggak kerja"
"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu dalam keadaan seperti ini"
"Aku sudah lebih baik kak... aku mandi dulu ya kak"
"Mau kak Tian bantuin... "
"Nggak perlu... nanti kepala kak Tian pusing lagi"
"Kak Tian sudah nggak sabar nunggu seminggu lagi pernikahan kita... agar kak Tian nggak harus pusing lagi. Mandilah.. kak Tian tunggu. Nanti kita makan siang bersama"
"Kak... Aku sayang kakak.. "Alya mengecup bibir Tian dan langsung berlari ke kamar mandi sebelum Tian sempat membalasnya.
"Alya... Kamu nakal ya sekarang... "teriak Tian yang dapat didengar Alya,ia tersenyum mendengar teriakan Tian.
Alya membuka seluruh pakaiannya. Ketika ia mau membersihkan dadanya,ia melihat jejak gigitan Satria di dadanya. Alya mencoba menghilangkannya, tapi tak bisa. Alya terus menggosoknya sampai dadanya perih karena terluka.
Alya menangis, ia teringat kejadian kemaren. Hampir saja Satria melecehkannya..
Alya tak mau keluar dari kamar mandi, ia takut Tian melihat luka dan bekas gigitan Satria..
Tian yang masih menunggu Alya mandi, merasa heran karena Alya sudah hampir satu jam didalam kamar mandi tapi tak juga keluar.
Tian ingat dulu Alya pernah mencoba bunuh diri di kamar mandi. Tian tampak mulai panik.
"Alya... kamu sudah selesai mandinya. Mengapa lama betul... Alya... Alya... kamu ngapain didalam... Alya... jawab aku... kalau nggak pintu kamar mandi ini aku dobrak... "teriak Tian
Alya belum juga berani membuka pintu kamar mandi. Ia masih menangis sambil memegang dadanya. Tian yang kuatir, langsung mendobrak pintu kamar mandi. Tian langsung masuk dan melihat Alya yang duduk dilantai menutupi dadanya sambil menangis.
"Alya... kamu kenapa... "Tian memeluk Alya yang menangis. Ia membalut tubuh Alya dengan handuk dan menggendongnya meletakan diatas kasur.
"Alya... ceritakan apa yang terjadi... mengapa kamu menangis... buka tanganmu... mengapa kamu menutupi dadamu terus"Tian menarik tangan Alya agar lepas dari dadanya. Tian melihat luka didada Alya.
"Ini kenapa.. mengapa dadamu terluka. Apa yang kamu lakukan... "
"Kak... Aku malu... aku takut kak Tian melihatnya"
"Melihat apa... memang kenapa dadamu.. "
"Kak.... Satria menggigit dada ku, ia mau melecehkanku kemaren"
"Apaa.... Satria ..beraninya bajing*n itu melecehkanmu"teriak Tian
"Sekarang kamu harus ceritakan apa yang terjadi kemaren malam... kak Tian mau tahu semuanya. "
Alya sambil terisak menceritakan semua kejadian malam kemarin. Di mulai dari Sari yang menjemputnya di kampus.
__ADS_1
"Dasar bajing*n...adik kakak sama saja... minta mati rupanya mereka... "Tian langsung pergi meninggalkan Alya dan menghubungi Andi asisten nya untuk membawa Sari. Ia akan memberi pelajaran buat wanita itu.
Setelah ia menghubungi Andi dan bawahannya,ia kembali ke kamar sambil membawa obat buat luka Alya.
"Sini... biar aku obati lukamu... aku masih ada urusan.. habis ini kamu harus makan. Menjelang pernikahan kamu tak boleh kerja dan kuliah.. kakak akan meminta izin ke kampusmu. Kamu tinggal di sini sampai hari pernikahan"
"Kak Tian mau kemana... apa kak Tian mau pergi kerja"
"Ya... kamu hati hati dirumah. Jangan terlalu naif jadi orang... jangan mau dibodohi... kamu itu model internasional tapi masih aja mudah ditipu dan dibohongi. Jangan terlalu baik jadi orang... "
"Kak Tian... kakak marah ama aku"
"Ya... kamu harus bisa jaga diri Alya... kamu wanita.. cantik. Banyak lelaki yang akan berniat jahat.. jadi jangan terlalu naif jadi orang... "
"Kak... maafkan aku... karena selalu menyusahkan kak Tian.. aku memang bodoh... bisanya cuma nyusahin orang"ucap Alya sambil menangis.
Melihat Alya yang menangis,Tian memeluk Alya, merasa bersalah karena ucapannya yang kasar.
"Maafin kak Tian. Kakak hanya tak mau kamu selalu dibodohi dan dibohongi.. hidup ini tak semudah yang kamu bayangkan dan juga tak sesulit yang dipikirkan, kita harus bisa menyiasatinya.. Tak semua orang itu sebaik yang kamu pikirkan dan tak juga semua orang itu jahat... "
"Ya kak... maaf"cicit Alya
"Sini... kak Tian bantu pakai bajunya... dan setelah itu kamu makan. "
"Aku bisa sendiri kak... "
Terdengar suara ponsel Tian dari saku celananya... Tian mengangkatnya dan menjauh dari Alya
"Kak Tian harus pergi... jangan lupa makan... "Tian mengecup kepala Alya dan bibirnya.
"Kak... hati hati"
Tian tersenyum sebelum berlalu dari kamar itu dengan langkah tergesa.
################
Flashback
Sari yang tak tahu Satria melarikan diri dari villa dan tak jadi melecehkan Alya.. tetap tenang keluar rumah. Ia ingin pergi ke super market... tapi diperjalanan mobilnya di hadang oleh dua mobil, Sari turun merasa kesal mobilnya dihadang... ketika turun ia langsung dibekap dengan sapu tangan yang telah dibius dan dibawa ke gudang kosong ini. Ternyata semua itu perbuatan orang suruhan Tian.
############
Tian menendang tubuh Sari yang duduk dilantai bersandar tembok.
"Hei... jal*ng...bangun kau"
Sari yang kesadarannya mulai kembali membuka matanya dan melihat sekeliling. Ia melihat Tian yang berdiri dihadapannya dan dibelakang Tian ada enam orang lelaki bertubuh kekar.
"Tian... apa yang kamu lakukan... mengapa aku ada disini"
__ADS_1
"Aku yang seharusnya bertanya... apa yang telah kamu lakukan pada Alya... kamu ingin bermain main denganku rupanya... "
"Aku tidak melakukan apa apa... aku membawa Alya yang pusing karena lama menunggumu ke villa ku.."
"Apa kamu tidak ada alasan yang lebih masuk akal... mengapa harus di bawa ke villa yang letaknya sangat jauh dari kampus"
"Karena aku memang ingin bicara dengan Alya.. tanpa kamu ganggu "
"Dasar wanita jal*ng...kamu pikir aku bodoh... dimana Satria sekarang... "
"Aku tak tahu... "
"Baiklah... kalau begitu kita bermain berdua saja... "Tian mendekat kearah Sari dan menarik bajunya hingga robek.
"Tian... kamu mau apa... jika kamu berani menyentuh tubuhku... aku akan menuntutmu"
"Cuih... kamu kira aku sudi menyentuhmu....aku jijik melihatmu. Mana mungkin aku sudi mengotori tanganku dengan tubuhmu.. "
"Jadi kamu mau apa... aku akan melaporkan tindakan mu ini ke polisi... "
"Kamu pikir polisi akan percaya... jika tanpa bukti... mana yang akan diproses laporanmu apa laporanku tentangmu yang memberi obat penggugur kandungan dengan bukti video yang aku punya"
"Sekarang kalian buka seluruh pakaiannya dan ikat ia dikursi"
Anak buah Tian membuka pakaian Sari dan menyisakan hanya pakaian dalamnya..
"Tian... kamu tidak boleh melakukan ini... "teriak Sari
"Bagaimana... apa kamu mau permainan segera dimulai... "
"Tian... apa maumu... aku minta maaf . tolong lepaskan aku... "isak Sari ketakutan dan juga malu
"Kalian bisa bermain dengan tubuhnya... kalian boleh melakukan apa saja dengannya.. aku tidak bernafsu dengannya"
Tiga orang lelaki mendekati Sari dan mulai melakukan pelecehan ditubuhnya...
"Jangan... kalian menjauhlah... aku tak sudi kalian sentuh"teriak Sari
"Aku mau pergi kalian bisa melakukan apa saja dengannya... setelah puas bermain antar ia pulang... "
"Tian... kamu tidak boleh melakukan ini padaku... Tian lepaskan aku.. aku janji tidak akan mendekati Alya lagi... "
Tian mendekati bos dari mereka... dan berbisik..
"ingat cuma buat ia jijik dengan dirinya sendiri.. kamu hanya boleh melecehkannya saja tapi jangan sampai melewati batas... jangan kamu perkosa.. aku tak mau mendengar itu, jika kalian melakukan itu kalian akan berhadapan denganku.. Ingat cuma dilecehkan sampai ia ketakutan"
Tian melangkah pergi meninggalkan gudang itu. Ia tak mau orang orangnya memerkosa karena ia ingat ketika ia melakukan dengan Alya.. ia yang hanya melakukan sendiri saja membuat Alya frustrasi dan mencoba bunuh diri... apalagi jika dilakukan oleh banyak lelaki.
*********************
Terima kasih buat pembaca setia novel ini.
__ADS_1
Mampir juga dinovelku CINTA TAK PERNAH SALAH