
Pagi pagi Tian dan Alya sudah berangkat dari rumah menuju Marina Ancol. Tujuan mereka ke pulau macan.
Dari Marina ancol ke pulau macan dapat ditempuh dengan transportasi laut, menggunakan kapal dengan lamanya perjalanan sekitar dua jam.
Di pulau macan,tersedia fasilitas resort atau penginapan. Pihak pengelola menggunakan konsep eco resort, dimana listrik dipulau ini menggunakan sinar matahari.
Jam sepuluh pagi Tian dan Alya telah sampai dipulau macan. Melihat air yang sangat jernih Alya tak sabar ingin bermain air. Karena ini Weekend banyak pengunjung lainnya yang juga berada di pulau macan.
Tian membawa Alya menaiki banana boat. Mereka menaikinya dengan sangat gembira.
Ada satu banana boat yang dinaiki oleh tiga orang anak remaja cewek,dan didampingi satu pendamping dari pekerja di Pulau macan ,banana boat itu berada tak jauh dari banana boat Alya dan Tian.
Salah satu dari gadis remaja itu berkata
"Mbak... suaminya atau pacarnya itu... ganteng banget"
"Mas... aku rela jadi yang kedua deh"ucap cewek yang satunya lagi
Tian hanya menanggapi dengan tersenyum, Alya yang melihat Tian tersenyum dengan gadis gadis itu, mencubit pinggang Tian kuat, membuat Tian mengaduh kesakitan.
"Aduh... sakit sayang"
"Ngapain senyum senyum... senang ya digodain gadis remaja"bisik Alya
"Mbak.. nggak boleh galak dengan suaminya... kami bertiga siap lho jadi yang kedua.. ketiga dan keempat"ucap salah satu dari mereka.
"Udah ah kak... Alya ke kamar aja... jadi malas, lihat gadis sekarang pada ganjen banget"
"Sayang... mereka cuma bercanda... jangan dimasukin ke hati... memangnya menurut kamu, suamimu ini ganteng banget ya... sehingga membuat gadis gadis itu rela dipoligami"goda Tian
"Nggak tahu... "jawab Alya ketus karena hatinya yang panas melihat gadis gadis itu masih memandangi mereka sambil tertawa.
Tak lama kemudian terdengar suara orang berteriak. Ternyata mereka kecebur kelaut. Dua diantaranya mau tenggelam..
Tian yang melihat ke arah itu langsung turun dari banana,meninggalkan Alya dengan pekerja yang bertugas menjalankan banana boat nya.
Ia berenang menolong salah satu dari gadis yang tenggelam. Tian menolongnya karena melihat petugas yang hanya satu orang tak mungkin akan bisa menyelamati dua orang sekaligus.
Alya yang melihat Tian meninggalkannya untuk membantu gadis itu merasa cemburu, ia meminta petugas itu menepikan banana boat menuju resort yang ditempatinya.
Alya yang kesal langsung mengganti pakaiannya dan meninggalkan resort ketempat yang agak jauh. Alya duduk ditepi pantai sambil melihat laut.
"Coba aja kalau nanti malam minta jatah... tak akan aku beri. Biar tahu rasa... dasar buaya darat"gerutu Alya
__ADS_1
Ia bermain pasir ditepi pantai. Alya merasa sangat kesal karena Tian meninggalkannya sendiri diatas banana boat tadi.
Setelah menolong gadis itu, Tian langsung berenang mencari banana boat yang ditumpangi Alya. Tapi tak ada satupun banana yang nampak dinaiki Alya. Tian menuju resortnya. Melihat pakaian renang Alya yang berserakan di kamar mandi, Tian tahu Alya pasti telah berganti pakaian.
Setelah mengganti pakaiannya, Tian mencari Alya sekitaran resort yang ditempatinya.. tapi Alya tak tampak. Tian mulai kuatir. Mau menghubungi Alya tak bisa karena ponselnya ditinggalkan.
Tian menyusuri pantai itu mencari keberadaan Alya. Setelah cukup jauh berjalan ia melihat Alya yang berdiri sambil memandangi laut..
Tian mendekati istrinya dan melingkarkan tangannya diperut Alya.
Alya yang tahu pasti siapa yang memeluk pinggangnya langsung menepis tangan Tian.
"Kenapa sayang... nggak boleh ya kak Tian peluk"
"Nggak... peluk aja gadis yang kak Tian tolong"ucap Alya sambil manyun
"Kalau kak Tian memeluk gadis gadis itu apa. sayangku nggak cemburu "goda Tian sambil kembali memeluk pinggang Alya dan meletakan kepalanya dibahu Alya
"Siapa yang cemburu... peluk aja gadis gadis itu"ucap Alya sambil mengusap sudut matanya yang mengeluarkan air mata.
"Sayang... kamu menangis ya.. "
Alya hanya diam.. ia tak mau menatap mata Tian.. karena takut pertahanannya bobol, ia pasti akan terisak jika memandangi wajah suaminya.
"Sayang... mengapa menangis. Kak Tian salah apa"ucap Tian yang belum mengerti mengapa Alya menangis
"Kak Tian jahat... baru saja menikah.. lihat gadis remaja langsung tergoda... Alya ditinggalkan saja"pertahanan Alya akhirnya bobol, ia menangis didada Tian
"Sayang maafin kak Tian.. tadi itu kak Tian ikut membantu karena tak mungkin satu penjaga itu bisa menolong dua orang gadis secara bersamaan"
"Itu hanya alasan kak Tian untuk mendekati mereka kan.. "
"Sayang... kak Tian tak bohong... buat apa kak Tian mendekati gadis lain jika disamping kak Tian ada wanita yang jauh lebih cantik dan seksi "ucap Tian sambil mengusap punggung Alya agar ia tenang dan menghentikan tangisnya.
Alya tampak mulai tenang dan tangisnya pun sudah tak terdengar. Tian menjauhkan kepala Alya dari dadanya, agar ia dapat melihat wajah istrinya.
"Sayang.. percaya dengan kak Tian... seribu gadis yang jauh lebih cantik dari gadis gadis tadi tidak akan bisa menggantikan kamu, tak mungkin kak Tian mau melepaskan berlian demi sebongkah batu"ucap Tian dan mengecup bibir Alya.
"Kak Tian malu... dilihat orang"
"Mengapa malu mencium istri sendiri. Sekarang kita kembali keresort ya... sudah jam dua... kamu belum makan. Sini naik kepunggung kakak... biar kak Tian gendong.. "ucap Tian berjongkok didepan Alya
"Nggak usah kak... Alya jalan saja.. "
__ADS_1
"Mau gendong dipunggung atau kak Tian paksa bopong kamu... "ancam Tian
"Iya.. Alya gendong dipunggung kak Tian saja"Alya naik kepunggung Tian dan menyembunyikan wajahnya dibahu Tian
Sesampainya diresort Tian langsung memesan makanan. Mereka makan menghadap ke laut..
"Sini kak Tian suapin ya... "
"Nggak perlu kak.. Alya bisa sendiri... "
"Kamu masih marah dengan kak Tian.. maafin kakak ya... "
"Sedikit... "ucap Alya sambil manyun
"Jangan menggoda kak Tian... masih siang... nanti dilum*t habis bibirnya mau"
"Nggak mau. .. "Alya yang telah selesai makan. langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Tian mengikuti Alya, berbaring disebelah Alya dengan posisi miring dan tangan yang menopang wajahnya..
"Ternyata kamu kalau cemburu tambah cantik... "Goda Tian sambil tangannya yang satu mengusap pipi Alya
"Siapa yang cemburu.. . aku kan sudah bilang kak... kalau aku nggak cemburu. Aku tuh kesal karena kak Tian tinggalin aku di banana boat sendiri, jika aku yang tenggelam berarti yang nolongin dan bantu gendong ke darat penjaga itu dong.. "
"Awas saja kalau ia berani menyentuh tubuhmu"
"Berarti kak Tian lebih rela aku tenggelam dari pada di bantu penjaganya"
"Bukan begitu maksud kak Tian.. sayang. Kak Tian pasti akan segera menolongmu"
"Kalau kak Tian lagi bantu gadis itu... mana tahu kalau aku tenggelam "
"Sudah ah sayang... jangan bahas itu lagi, nggak penting. Lebih baik kamu tidur sekarang, nanti malam kamu harus lembur"ucap Tian sambil cengengesan
"Nggak ada lembur... nggak ada jatah... nggak ada main kuda kudaan... kak Tian puasa malm ini. Itu hukuman buat kak Tian"
"Jangan gitu dong sayang. Kita sengaja kesini biar main kuda kudaan nya lebih asyik dan menantang, kamu boleh deh hukum kak Tian dengan apapun... tapi jangan buat kak Tian puasa dong malam ini.
"Hhmmm....."gumam Alya sambil tersenyum karena melihat wajah memelas suaminya.
Tian membawa kepala Alya ke lengannya sebagai bantal.. ia mengecup seluruh bagian wajah Alya sebelum akhirnya mereka tertidur sambil berpelukan.
*********************
__ADS_1
Terima kasih karena masih setia membaca novel ini.
Mampir juga ya dinovel terbaruku.. ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA. Bantu like dan koment. Karena itu novel ikut kontes.