Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 40 Season Dua..


__ADS_3

Sudah satu minggu sejak Axel membuat Bunga menangis, ia memang tak pernah datang. Seperti biasanya setiap sabtu Bunga selalu menginap, sampai malam hari Bunga tidak juga datang. Alya jadi bertanya.


"Kak Tian.. apa Bunga benar benar marah ya, mengapa sabtu ini ia tak menginap"


"Itu lebih baik, dari pada ia selalu menangis dibuat Axel. Setahun belakangan ini ia selalu kasar dan membuat Bunga menangis"


"Tapi aku jadi tak enak dengan Bumi dan Ani"


"Mereka pasti mengerti.. "ucap Tian dan membawa Alya ke kamar untuk tidur.


Setelah Tian tidur, Alya diam diam turun kelantang bawah menuju ruang keluarga menunggu Axel pulang.


Axel yang baru pulang dari pesta temannya sekitar jam 11 malam melihat mommynya masih duduk diruang keluarga.


"Mommy belum tidur... "ucap Axel dan duduk disamping Alya sambil memeluknya.


"Apa yang kamu katakan terakhir kali Bunga ke sini. Mengapa sudah seminggu ia tidak mau main lagi kerumah"


"Aku tak ada mengatakan apa apa mom"


"Jika kamu tidak ada mengatakan sesuatu yang menyakiti hatinya, tak mungkin hari itu ia pergi dengan menangis dan sampai haribini tak pernah muncul lagi"


"Maksud mommy.. siang haripun ketika aku kerja, Bunga tidak ada berkunjung"


"Ya..biasanya sepulang sekolah ia akan menyempatkan kesini. Karena jarak sekolahnya lebih dekat ke rumah ini. "


"Mungkin Bunga lagi sibuk mom.. bukankah ia akan ujian kelulusan "


"Semoga saja memang karena kesibukannya belajar, bukan tersinggung karena kata katamu "


"Mommy.. sekarang mommy tidur.. aku yakin besok pasti Bunga akan datang"


"Axel.. sabtu depan hari ulang tahun mommy, mom mau semuanya hadir termasuk Bunga, jika salah satu tak hadir, mommy tak mau ada acara. Lebih baik dibatalkan.. "


"Mom.. aku pastikan Bunga akan hadir. Percaya denganku.. "


"Mommy pegang janjimu.. "

__ADS_1


"Ya mom.. sekarang mommy tidur. Sudah larut, nanti jika daddy terbangun, mommy tak ada bisa terjadi keributan.. "


"Baiklah sayang.. kamu juga tidur ya.. "


"Oke..mom.. "


Axel termenung dibalkonnya memikirkan perkataan mommynya.


"Apa aku sudah keterlaluan waktu itu. Ya.. aku memang berkata kasar. Aku tak bermaksud membuat ia benar benar menjauhi aku dan keluargaku. Aku hanya ingin ia sedikit menjaga jarak dengan diriku. Tapi perkataan pasti menyakiti hatinya. Aku juga melihat ia menangis terisak saat itu. Tapi aku tak pernah mengira jika ia benar benar menjauhi diriku.Mengapa aku jadi memikirkan dirinya"


########################


Bunga memang seperti menghilang, sudah hampir dua minggu ia tak pernah datang kerumah ini lagi. Axel sudah mencoba menghubungi Bunga, tapi ponselnya tak aktif.


Besok perayaan ulang tahun mommy nya. Mommy sudah setiap hari mengingatkan dirinya jika mommy tak mau ada pesta keluarga jika Bunga tidak hadir.


Axel juga sudah mencoba menghubungi Cindy. Tapi kekasihnya juga tidak dapat hadir karena kerjanya di Singapura diperpanjang hingga satu minggu ke depan.


Axel yang lagi marah karena Cindy tidak bisa kembali bertambah pusing dengan permintaan mommynya yang ingin Bunga hadir pada pesta ulang tahunnya.


Axel mendatangi sekolah Bunga di sore jumat. Ia menunngu Bunga di gerbang sekolah. Ia sudah menyuruh supir Bunga pulang ketika ia melihatnya tadi.


Axel lalu keluar dari mobilnya dan menghampiri Bunga. Bunga sangat kaget melihat Axel. Ia ingin berlari, tapi tangannya keburu dipegang Axel.


"Aku mau bicara.. "


"Nggak ada yang perlu kita bicarakan kak.. aku mau pulang"


"Aku antar kamu pulang, supir kamu sudah aku suruh pulang"


"Kalau begitu aku bisa pulang pakai taksi.. "


"Aku mau bicara Bunga.. apa kamu tak mendengarnya "


Bunga menyentak tangannya agar terlepas dari pegangan Axel.


"Aku tak mau dianggap sebagai perempuan murahan lagi."ucapnya dengan emosi. Beruntung seluruh siswa telah pulang. Hanya tinggal mereka berdua.

__ADS_1


"Aku minta maaf.. aku tahu ucapanku sudah keterlaluan "


"Sudah lah.. tidak ada yang perlu dimaafkan.. aku memang salah, selalu saja menempel pada lelaki yang jelas jelas sudah memiliki pacar. Sekarang lepaskan tangan kak Axel, nanti mama bisa kuatir jika aku pulang telat"


"Mommy besok ulang tahun. Mommy mau kamu hadir, jika kamu nggak hadir, mommy tak mau diadakan pesta seperti biasanya"


"Aku akan datang sebentar buat mengucapkan selamat besok. Sekarang lepaskan tangan kak Axel, jika tidak aku tak akan hadir"


Axel lalu melepaskan pegangan tangannya. Begitu tangannya terlepas Bunga langsung berlari dan menghentikan taksi yang lewat.


Axel hanya memandangi kepergian Bunga.


"Maaf Bunga.. aku tak tahu jika kamu sangat terluka dan marah dengan ucapanku. Aku juga tak menyangka jika aku bisa berkata kasar denganmu saat itu. Aku tahu aku salah"


Axel mengendarai mobilnya dengan perlahan sambil memikirkan Bunga.


"Mengapa sekarang aku merasa sangat bersalah dengan Bunga. Aku bisa melihat kesedihan dan sakit hatinya. Bunga... aku benar benar tak bermaksud membuat kamu terluka sebesar ini.. aku hanya tak tahu harus berkata apa agar kamu sedikit menjaga jarak dariku.. sehingga aku sengaja melontarkan kata kata itu agar kamu bisa menjaga jarak dari ku tapi bukan maksud aku menyuruhmu benar benar menghilang seperti saat ini"


Axel pulang dan melihat mommy nya termenung. Ia lalu mengecup pipi mommy nya.


"Mommy... mengapa termenung. "


"Kamu sudah pulang, biasanya malam baru pulang... "


"Mommy lagi mikirin apa... "tanya Axel lagi


"Biasanya jam jam begini, mommy ditemani Bunga sampai menjelang magrib baru ia pulang. Mommy tidak pernah merasa kesepian karena ia akan setia menemani mommy.Tapi sudah dua minggu ia tak pernah datang lagi. Setiap mommy tanya,selalu jawabannya sibuk belajar. Jika dulu, ia selalu mengerjakan tugas sekolahnya dirumah ini"gumam Alya


"Mommy.. pasti Bunga memang benar benar sibuk belajar. Ia minggu depan akan menghadapi ujian terakhirnya disekolah menengah atas. Setelah itu Bunga, putri kesayangan mommy akan masuk perguruan tinggi"


"Ia akan kuliah di luar negeri. Itu akan membuat mommy makin jarang bertemu"


"Dari mana mommy tahu, jika Bunga ingin kuliah di luar negeri Bukankah ia dulu selalu berkata akan kuliah disini saja, lagipula om Bumi tidak akan mengizinkan Bunga kuliah di luar negeri kan"


"Tante Ani yang mengatakan pada mommy kemarin. Om Bumi terpaksa mengizinkan karena Bunga sampai menangis memohon."


"Bunga.. apa ini karena aku yang meminta kamu agar menjauhiku. Bunga... jangan buat aku tambah merasa bersalah begini. Aku hanya meminta kamu menjaga jarak dariku, bukan dengan keluarga ku. Apa lagi kamu sampai harus berpisah dengan orang tuamu.Jika om dan tante tahu ini gara gara aku, mau dimana aku letakan muka aku ini. Bunga... aku tak mengira kamu akan benar benar menanggapi semua perkataanku.. "

__ADS_1


****************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2