
Tak terasa pernikahan Yudha dan Zahra sudah memasuki bulan ke enam. Selama pernikahan Yudha dan Zahra selalu pergi berobat untuk mendapatkan keturunan.
Yudha selalu menemani istrinya setiap berobat. Sikembar sudah berusia hampir sepuluh bulan. Tambah besar, tampak sangat lucu.
Si kembar Alexa dan Axel menjadi pusat perhatian dan kasih sayang seluruh keluarga.
Terkadang Yudha dan Zahra membawa si kembar menginap di rumahnya. Walau kadang Tian tak mengizinkan, tapi Yudha tetap membawa nya pergi.
"Malam ini Alexa dan Axel menginap dirumah kami ya kak"ujar Yudha
"Nanti gue tak ada teman untuk bercanda jadinya"ucap Tian
"Kan nggak setiap hari si kembar nginap. Aku pinjam buat pemancing kehamilan Zahra"
"Lu pikir anak gue umpan"
"Kata orang orang tua dulu, biar bini cepat hamil kita harus ada pemancingnya, dengan membawa atau menjaga anak orang kak"
"Kata orang tua siapa"
"Orang orang tua zaman dulu kak"
"Memangnya Lu sudah hidup dari zaman itu"
"Itu kan mitos orang orang kak"
"Berarti cuma mitos kan, belum ada bukti nyata"
"Sudah banyak kok bukti nyatanya.. "
"Siapa contohnya... "
"Kak Tian sudah ah... ngomong sama Kak Tian aku bisa gila... mending aku minta izin Alya yang masih waras"
"Jadi Lu pikir gue gila... gue tarik nanti ya saham gue"
"Selain memberi ancaman apa yang bisa Kak Tian lakukan.. "
"Lu.. ya.. seandainya adik gue ada dua... gue bunuh lu"
"Beruntung aku jadi adik Kak Tian satu satunya... jadi kakak berpikir untuk membunuh adikmu yang gantengnya nggak bisa dibilang dengan kata kata.. kebaikan nya tak bisa disebut... dan tidak sombong yang semua orang mengakuinya.. "
"Narsis Lu... paling yang bilang Lu ganteng cuma Zahra.. "
"Bini kak Tian juga bilang gue ganteng "
"Kapan.. Lu jangan cari mati ya... masih ganggu bini gue"
"Siapa yang ganggu bini kakak. Mending ganggu bini gue sendiri, nanti ujung ujungnya berakhir dirancang.. "
"Cuuihhh... pikiran lu mesum aja"
"Emang Kak Tian nggak mesum.. "
"Hai... kalian sudah besar, sudah jadi bapak masih saja berantem. Kamu juga Tian... nggak ingat umur... umur kamu sudah kepala tiga.. dewasa sedikit.. "ucap mama melerai
"Tahu tuh Kak Tian.. udah tua juga... nggak tahu malu, masih saja sukanya berdebat"
"Lu ya... mentang ada mama.. tambah berani lu"
"Sama saja kalian berdua, untung saja menantu mama baik dan normal.. jadi mama nggak ikutan gila.. "
__ADS_1
"Apa... jadi mama mengira kami gila.. "ujar Tian
"Sedikit... mana Alexa Dan Axel.. mama mau ketemu, dah kangen"
"Daddy nya dibilang gila.. anaknya dikangenin juga... kalau nggak ada daddynya mana mungkin ada Alexa dan Axel"gerutu Tian sambil melangkah ke kamar si kembar.
Didalam kamar si kembar, tampak Alya dan Zahra yang lagi bercanda dengan Alexa dan Axel.
"Sayang nya uncle ....nanti malam menginap dirumah uncle ya.. "
Alexa Dan Axel tampak gembira melihat kedatangan Tian, Yudha dan mamanya.
"Kak Tian lihat... Alexa dan Axel senang tuh dengar aku bawa mereka menginap dirumah"
"Nggak boleh..... "jawab Tian
"Kak Tian... aku sudah izinkan kok tadi dengan Zahra.. mereka mau bawa si kembar"ucap Alya
"Tuh dengar... Alya kamu memang kakak ipar aku yang terbaik dan tercantik"
"Lu tuh ya... didepan gue dan Zahra masih beraninya memuji Alya cantik"
"Memang Alya cantik... nggak mungkin gue bilang jelekan"
"Kalian kapan sih akurnya.. berdebat terus. Kalau begini biar Alexa dan Axel dengan mama saja"
"Nggak bisa... "jawab Tian dan Yudha serempak
"Tumben akur... "ucap mama
"Aku sudah memboking Alexa dan Axel buat menginap dirumah selama seminggu"
"Lu pikir anak gue hotel.. pakai bilang boking segala. Lagi pula siapa yang bilang Lu bisa bawa nginap seminggu, satu malam saja"
"Lu yang bayar ya.. "potong Tian
"Dengar dulu gue ngomong... jangan dipotong dulu Kak... mengenai biayanya bayar sendiri.. enak aja gue yang bayar.. Kak Tian yang liburan masa uang gue yang keluar "
"Kalau biaya dari uang gue sendiri... ngapain Lu susah susah mengatur kapan gue mau pergi... "
"Gue kan ngusulin siapa tahu Kak Tian mau"
"Tapi ide Lu bagus juga... Alya kita bulan madu lagi ya... seminggu"
"Mau kemana kak"
"Kita bulan madu ke Batam.. dari Batam ke pulau Bintan.. "
"Boleh juga... Aku belum pernah ke pulau Bintan "ucap Alya senang
"Kalau mau ke pulau Bintan,mama ikut ya... "ujar mama dengan wajah memelas agar dibawa ikut.
"Kalau mama ikut.. aku tuh bukannya bulan madu ma... "
"Mama janji nggak gangguin kamu... ntar kamar mama terpisah deh.. "
"Ya mana mungkin juga kita sekamar ma.. "ujar Tian
"Kak kalau ke pulau Bintan.. aku dan Zahra ikut juga ya.. "
"Kalau Lu dan Zahra ikut lalu si kembar dengan siapa"
"Ya ikut dengan kitalah... "
__ADS_1
"Berarti itu sama saja gue nggak jadi bulan madu berdua Alya.. "
"Nanti si kembar gantian deh tidurnya... satu malam sama kakak Tian.. satu malam berikutnya sama aku.. dan berikutnya sama mama. Kalau tiba giliran mama.. kita berdua bisa main kuda kudaan dengan istri kita"
"Itu namanya bukan bulan madu tapi liburan keluarga.. "
"Ide Yudha bagus juga tuh... mama setuju,kalian ..Alya dan Zahra bagaimana"
"Kalau Alya setuju saja ma... kapan lagi pergi liburan bersama "
"Zahra juga mengikut saja ma.. "
"Tuh semua setuju... bagaimana Tian kamu setuju juga kan. "
"Yang lain tentu saja setuju ma... aku yang kurang setuju.....nanti semua biayanya pasti aku yang tanggung... Yudha mana mau. Mana nanti gue liburannya pasti direcokin sama mama dan Yudha yang banyak maunya"
"Uang segitu saja perhitungan banget sih kak"
"Bukan perhitungan... gue mau liburan... tapi bawa bi Sum dan Bi Nah sekalian, biar tiap malam gue nggak ada gangguan dari si kembar.. "
"Kalau begitu aku makin setuju.. "
"Mama juga setuju, jadi nanti mama ada teman bicara jika kalian berempat sibuk dikamar melulu"
"Oke... tiga hari lagi berangkatnya.. "
"Betul ya Kak... kamar gue yang president suite ya ....."
"Lihat.. apa kata gue.. uang gue yang keluar, tapi yang banyak maunya Lu.. "
"Kak... nggak boleh setengah setengah kalau mau megajak liburan tuh... harus dengan fasilitas yang mewah sekalian"
"Enak sama Lu nggak enak sama gue namanya tuh... "
"Berapa sih buat sewa kamar president suite... bagi seorang CEO ternama seperti Tian"
"Rayuan Lu tidak mempan... "
"Betulkan Tian tiga hari lagi berangkatnya.... mama mau beli baju baru dulu buat liburan. Alya dan Zahra besok kita ke butik ya cari pakaian... "
"Boleh dong ma... sekalian beliin aku"ucap Tian
"Boleh.... "
"Aku juga boleh ikut ma buat beli pakaian baru... "
"Boleh juga... "
"Memang uang mama lagi melimpah ya mau bayarin dan beliin baju kami semua "ujar Tian
"Siapa yang bilang mama yang bayarin"
"Tadi katanya mama mau beliin sekalian buat aku dan Yudha"tanya Tian
"Beliin saja Tian... tapi pakai uang kamu"
"Astaga... kalau uang aku.. aku bisa beli sendiri ma.. "ucap Tian manyun
Semua tertawa melihat ekspresi wajah frustrasi Tian.
****************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini.
__ADS_1