Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 108. Rujak buah


__ADS_3

"Jadi itu yang Sari cerita dengan lu... ia tak mengatakan kalau seminggu sebelum gue nikah dengan Alya kemarin, ia menjebak Alya dan Satria"


"Lu serius... bukankah Satria kakak kandungnya.. dan juga apa maksudnya menjebak Alya dengan Satria...apa Satria juga menyukai Alya... "


"Buat apa gue bohong... ini ada Alya.. lu bisa tanya langsung, ia memberi Satria obat perangsang agar Satria menodai Alya... sebelumnya Alya telah dibiusnya sampai pingsan. Kalau gue tanya alasan ia berbuat begitu.. ia pasti mengatakan karena ingin menolong kakaknya... Satria sangat mencintai Alya jadi ia ingin menyatukan Alya dan Satria"


"Nggak gue kira... Sari sampai segila itu.. gue jadi ragu apa ia benar benar cinta lu atau hanya sekedar terobsesi dengan lu... "


"Gue nggak tahu... tapi gue sampai sekarang masih belum percaya dengannya... "


"Tapi ia meminta gue menyampaikan maaf dari nya buat Alya dan juga lu... "


"Entahlah... apa gue bisa memaafkannya... sayang.. maafin kakak ya... jika kak Tian masih belum bisa memafkan Sari, tapi kak Tian janji tak akan melakukan tindakan yang buruk lagi"ucap Tian sambil mengelus tangan Alya.


"Nggak apa apa kak, yang penting kak Tian tidak berbuat macam macam dengan Sari. Anggap saja kita tak pernah mengenalnya.. "


"Baiklah sayang... sekarang kita pulang lagi"


"Ya kak... tapi nanti beli rujak buah dulu ya kak. Alya pengin rujak buah yang pedes banget"


"Nggak boleh yang pedes banget nanti perutnya sakit.. sayang"


"Tapi aku pengin banget kak... "


"Bagaimana menurut lu... apa nggak masalah kalau Alya makan yang pedas pedas begitu"


"Nggak apa apa... asal jangan berlebihan saja.. "


"Itu nggak apa kan kak"


"Baiklah sayang... nanti kak Tian beliin dengan gerobak dan abang penjualnya"


"Kak Tian... aku nggak becanda... "


"Ini resep vitamin buat Alya... tetap makan walau sedikit. Makan sayur dan buah yang banyak. Karena semakin besar kandungan semakin banyak kebutuhan gizi buat janin didalam rahim.. "


"Terima kasih dokter Bumi"


"Jangan panggil gue dokter Bumi... panggil saja namaku Alya... atau bisa juga menyebutnya kak Bumi.. "


"Kepala lu... yang boleh dipanggil Alya kakak cuma gue.. "


"Apa salahnya Alya panggil gue kakak.. bukan kah kita seusia.. Alya paling seusia Yudha kan"


"Lebih kecil setahun dari Yudha... "


"Itu kan masih muda... berarti waktu nikah pertama dengan Tian usia berapa Alya"


"Baru tujuh belas tahun dokter eh kak... "ucap Alya


"Gila lu... lu bukan pedofil kan... "


"Kepala lu pedofil... gue normal ya... lagian tujuh belas tahun sudah mau masuk dewasa kan"


"Sayang... jangan panggil Bumi dengan kakak.. panggil nama saja ya... "


"Lu ya... Alya manggil gitu saja bisa cemburu. Alya masih kuliah... "


"Seharusnya ya... tapi gue minta ia cuti dulu.. karena gue nggak mau mengambil risiko jika ia kuliah dalam keadaan hamil, gue juga pasti tak tenang selama ia kuliah... "

__ADS_1


"Bilang saja memang lu... nggak mau Alya kuliah karena takut ada cowok yang naksir Alya"


"Itu salah satu alasannya... ha... ha.. "


"Sudah ya kak... kita pamit dulu. Pasien Bumi pasti sudah mengantri menunggunya"


"Baiklah sayang...Bum... gue cabut dulu ya... "


"Terima kasih Bumi... "ujar Alya


"Terima kasih kembali, semoga sehat sampai persalinan... jika ada keluhan cepat kabari gue"


"Ssiipp.... "


Tian menggandeng istrinya menuju apotik dirumah sakit untuk mengambil obat setelah itu ia dan Alya menuju mobil yang ada diparkiran. Supir telah menunggu di mobil.


"Pak kita ke jalan... cari rujak buah dulu ya.. "


"Baik Tuan... "


Mobil melaju dijalanan berhimpitan dengan mobil lainnya melawan kemacetan.. ini sudah hampir jam makan siang, membuat jalanan macet karena orang orang yang mencari santapan buat makan siang


Tian meminta pak supir berhenti disebuah restoran steak langganannya. Ia memutuskan makan siang terlebih dahulu sebelum mencari rujak buah. Alya mengatakan kalau ia pengin makan steak.


Setelah makan Tian membelikan rujak buah buat Alya.


"Sayang.. rujak buahnya mau di makan sekarang"tanya Tian melihat Alya yang langsung menuju kamar begitu sampai rumah


"Nanti saja kak... Alya mau tidur dulu, ngantuk"


Tian menyimpan rujak buahnya dikulkas, ia menyusul Alya ke kamar.


"Nggak lah kak... masa kak Tian yang mijitin kaki aku... seharusnya aku yang pijitin kaki kakak.. "


"Nggak apa apa... kamu kan lagi hamil, besok besok setelah kamu lahiran giliran kak Tian yang kamu pinitin terus.. tunggu kak Tian ambil minyak buat pijit dulu ya.. "


Tian meletakan kaki Alya dipahanya dan memijit kaki Alya..


"Bagaimana... sudah enakan... "


"Ya... terima kasih kak.. "


"Hanya ucapan terima kasih... "


"Maksud kak Tian apa... "


"Kak Tian mau lebih dari sekedar ucapan terima kasih... "Tian langsung mendekat wajahnya dan melum*t bibir istrinya.


Sampai ia merasa ALya yang kesulitan bernafas baru Tian melepaskan pagutan bibirnya.


Tian langsung membuka pakaian istrinya, dan juga pakaiannya, ia mengecup seluruh wajah dan tubuh istrinya sebelum melakukan penyatuan. Setelah selesai dengan penyatuan tubuh mereka, Tian membawa Alya tidur di dalam pelukannya masih dengan tanpa busana hanya ditutupi dengan selimut.


"Tidurlah... kamu pasti capek lagi kan"ucap Tian sambil mengecup bibir Alya


"Kak Tian... baru aja mijitin,udah buat aku capek lagi"ucap Alya cemberut


"Habis kalau dekat kamu.. kak Tian maunya memakan kamu saja"


"Kak Tian tuh pikiran mesum saja... makanya aku mikir kak Tian ajak untuk ke kantor tiap hari dengan kakak... "

__ADS_1


"Tapi kalau nggak ikut kak Tian nanti kamu bosan dirumah sendiri.. "


"Kalau aku lagi bosan.. minta antar supir saja ke tempat agensi main ya kak... boleh ya... atau kadang ke kantor kak Tian... cuma buat main, nggak kerja"


"Tapi kalau ke agensi kak Tian bolehnya cuma sebentar saja ya... "


"Ya kak.. janji... terima kasih ya kak"ucap Alya dan mengecup bibir Tian


"Sekarang tidurlah... "Tian membenamkan kepala Alya ke dada bidangnya.


Sore hari setelah mandi Alya dan Tian duduk ditaman.. ia mengambil rujak buah yang tadi Tian simpan di kulkas. Alya meminta bibi membuatkan jus jeruk.


Alya menyalin buah dan saos kacangnya kepiring. Ia mengaduk aduk rujaknya.


"Mengapa cuma diaduk aduk saja sayang"


"Nggak ada... kak Tian mau.. "


"Kak Tian mana pernah suka dengan rujak buah sayang.. "


Alya memasukan rujak buah sesendok kemulutnya... setelah itu ia kembali memandangi Tian.


"Ada apa... pedes ya... "tanya Tian melihat Alya yang terus memandanginya.


"Ya... lumayan pedes"


"Makanya.. tadi kak Tian kan sudah bilang jangan banyak banyak cabenya"


"Kak... "


"Ya... mengapa nggak dimakan juga... nggak sanggup ya pedesnya,tadi kamu maunya begitu"


"Bukan... "


"Jadi kenapa... "


"Aku mau kak Tian yang memakannya... "


"Apaaa.... nggak Alya... kak Tian nggak suka rujak apalagi pedes gitu"


"Tapi ini maunya anak anak kak Tian"ucap Alya sambil mengusap perutnya...


"Kamu serius... meminta kak Tian memakannya"


"Ya... aku mau lihat kak Tian yang memakannya... ini maunya anak kak Tian, kalau kak Tian nggak ingin mereka ileran, kak Tian harus memakannya"


"Hhhaaa.... "ucap Tian dengan wajah cengonya.


"Sabar Tian... sabar... ini maunya anakmu... kamu harus memakannya, kalau nggak mau anakmu ileran... atau apa kata Bumi ada benarnya ... ini balasan dari anak anakku buat sakit hati mommy nya yang pernah aku sakiti... "


Wajah frustrasi daddy Tian menghadapi ngidam mommy Alya




******************************


Terima kasih buat yang tetap setia membaca novel ini dan juga ucapan terima kasih buat dukungannya yang selalu memberi like, koment dan vote.

__ADS_1


Mampir juga ya kenovelku ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA juga novelku ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI


__ADS_2