
Axel berangkat menuju Bandung pagi hari. Ia ingin mengajak Bunga pulang ke Jakarta. Sudah dua minggu Bunga tidak pulang.
Menjelang siang Axel sampai di kost Bunga,ia memegang satu kunci kost Bunga sehingga Axel bisa langsung masuk ke dalam.
Axel merasakan perutnya yang lapar ia lalu memesan makanan. Tak berapa lama Axel mendengar suara motor depan rumah.
Axel mengira suara motor yang mengantar makanan, ia pun keluar. Dilihatnya ternyata Bunga yang diantar seorang cowok.
"Kak Axel.. kapan sampai"
"Sudah cukup lama"jawab Axel ketus.
"Oh ya kak, kenalkan ini temanku Jino. Jino kenalkan ini kakakku.. "ujar Bunga. Axel dan Jino lalu saling berjabat tangan.
"Baiklah Bunga.. aku pamit dulu ya. Sampai bertemu senin di kampus"
"Oke.. terima kasih ya... hati hati "ucap Bunga sambil tersenyum.
Axel yang melihat itu menjadi sedikit cemberut, ia terus memandang sampai Jino berlalu.
"Siapa Jino.. "
"Tadi sudah aku kenalkan dengan kak Axel kan. Ia teman sekampusku"ucap Bunga masuk ke dalam kostnya.
Ketika Axel akan melangkah datang motor yang membawa pesanan makanannya. Axel mengambil dan membawa masuk.
"Wuih... sepertinya makanan enak nih, dari baunya saja sudah pasti ini lezat banget "
"Kamu lapar.. mau makan "
"Ialah.. siapa yang bisa menolak makanan lezat begini"ucap Bunga membuka semua bungkusan makanan itu.
Tampak gurami bakar, udang goreng mentega, cumi goreng tepung, dan kepiting saos Padang. Semua makanan kesukaan Bunga.
"Kak Axel memang yang terbaik, tahu aja kesukaanku "ujar Bunga dan mulai memakannya. Ia mengambil nasi buat dirinya dan Axel.
"Kamu belum makan.. apa temanmu nggak mengajak kamu makan"
"Belum.. aku dari kampus langsung pulang. Memang tadi Jino ngajak makan sih, tapi aku tak mau karena aku tahu kak Axel pasti akan membeli makanan. Nanti jika aku sudah makan, siapa yang akan habiskan semua makanan lezat ini.. "ucap Bunga dengan tetap mengunyah makanan.
"Kamu tuh kalau makan semangat aja, badan kecil makannya banyak"
__ADS_1
"Bagus dong.. orang aja susah diet buat kurusin badan. Aku nggak perlu diet, bisa makan enak terus tapi nggak gendut gendut "
Axel mengacak rambut Bunga yang duduk di lantai masih asyik dengan makanannya.
"Kamu nggak boleh pacaran ya.. "
"Memangnya kenapa.. aku sudah delapan belas tahun loh kak. Anak SD aja ada yang pacaran"
"Bunga.. . kamu hanya boleh pacaran dengan kak Axel. Sini duduk dekat kakak, sudah kan makannya"
Setelah Bunga membersihkan tangannya ia lalu duduk di samping Axel. Axel membalikan badan Bunga agar menghadap ke arahnya.
"Bunga.. kakak mau menjalani hubungan yang lebih serius denganmu, kakak mau kamu mengisi hari hari kakak. Kakak baru sadar jika kamu sangat berarti bagi kakak. Kak Axel tak mau kamu pergi lagi dari kehidupan kakak.Mau kan kamu jadi kekasih kakak... "ucap Axel sambil menggenggam tangan Bunga
"Mengapa kakak ingin menjadikan Bunga sebagai kekasih kak Axel"
"Tidak ada alasan dalam cinta, karena cinta datang dari hati.. "
"Tapi Bunga tidak bisa menerima kakak.. "
"Mengapa.. kamu tidak mencintai kak Axel"
"Kenapa.. apakah kamu sudah ada kekasih"
"Bukan aku.. tapi kak Axel. Aku tak mungkin menerima kak Axel, saat seseorang lebih membutuhkan kak Axel sebagai pendampingnya. Aku tak boleh egois "
"Maksud kamu apa... "
"Kak Cindy lebih membutuhkan kakak saat ini sebagai pendampingnya.. "
"Kak Axel tidak ada hubungan apa apa lagi dengan kak Cindy"
"Tapi Kak Axel tidak boleh memutuskan hubungan dengan kak Cindy saat ia lagi hamil"
"Kamu tahu dari mana Cindy hamil"tanya Axel kaget.
"Jadi benar Kak Cindy hamil. Dan kak Axel tahu itu. Aku tak mengira kak Axel pengecut begini. Kak Axel memutuskan hubungan dengan Cindy karena ia hamil.Apakah kak Axel sadar,jika anak itu juga anak kak Axel. Kakak harus bertanggung jawab atas perbuatan kak Axel"ucap Bunga melepaskan genggaman tangan Axel dan berlari ke kamar.
Axel lalu mengejar Bunga dan memeluknya dari belakang.
"Lepaskan aku kak. Aku capek. Aku mau istirahat.. "ucap Bunga sambil meronta.
__ADS_1
"Kakak tak akan melepaskan kamu. Kita belum selesai bicara.. "
"Apa lagi yang perlu kita bicarakan. Aku harap mulai hari ini jangan pernah temui aku. Aku tak suka lelaki pengecut seperti kak Axel"
"Bunga.. kamu harus dengar penjelasan dari Kak Axel"ucap Axel langsung menggendong Bunga dan mendudukan Bunga di tepi tempat tidur. Axel berlutut didepan Bunga dengan kedua tangannya berada dipahanya sambil menggenggam tangan Bunda.
"Sekarang jawab kakak dari mana kamu tahu kak Cindy hamil"
"Ini.. semua Indonesia juga tahu jika ia kekasih kak Axel, dan kak Axel memutuskan hubungan dengannya karena ia lagi hamil saat ini"ucap Bunga melihatkan satu artikel berita online dari ponselnya.
Di sana terpampang foto foto Axel yang lagi berdua dan berpelukan dengan Axel. Dalam berita Cindy mengatakan jika saat ini hubungannya dengan aku putus karena aku tahu ia lagi hamil. Axel berdiri dengan tangan yang terkepal.
"Dasar wanita gila.. ia mau mempermalukan dirinya sendiri. Ia tak tahu lagi berhadapan dengan siapa.. "ucap Axel geram.
Baru saja Axel mau bicara lagi dengan Bunga, ponselnya berdering dari mommynya. Axel langsung menerimanya.
"*Ada apa mom.. "
"Apa maksud berita itu nak. Apakah benar kamu menghamili Cindy.. "
"Mom.. aku tak pernah berhubungan badan dengan Cindy. Itu bukan anakku. Itu anak kekasih gelapnya. Aku bisa mengirimkan mommy video saat Cindy lagi berdua dengan pria lain di hotel. Mommy harus percaya denganku "
"Tapi berita ini telah menyebar. Daddy kamu bisa marah jika membaca berita ini"
"Mommy.. aku akan menyelesaikan segera. Aku bersumpah, jika itu bukan anakku. Mommy cukup percaya denganku. Aku tutup dulu ya mom... aku mau urus masalah ini dulu*"
Axel mematikan sambungan ponselnya dan duduk di samping Bunga. Ia menangkup kedua wajah Bunga dan menghadapkan kewajahnya.
"Bunga.. dengarkan kata kak Axel. Kak Axel bersumpah jika itu bukan anak kak Axel.Sekarang yang kak Axel pinta kamu hanya percaya kata Kak Axel. Maaf.. Saat ini kak Axel harus pergi. Kak Axel harus selesaikan masalah ini dulu. Kamu jangan berpikir yang macam macam. Kak Axel tak mungkin lari dari tanggung jawab jika itu memang darah daging kakak. Kamu sekarang istirahat, jangan banyak pikiran. Kakak akan segera kembali ke sini setelah menyelesaikan masalah ini."ucap Axel dan mengecup bibir Bunga. Bunga hanya bisa terdiam sambil memandangi wajah Axel.
"Kakak pamit dulu. Jangan kemana mana. Atau kamu ikut saja dengan kak Axel ke Jakarta. Ya itu lebih baik. Ayo, ikut kak Axel. Kita berangkat aja langsung. Pakaian kamu tak perlu bawa kan"
"Nggak kak... "
Axel lalu menarik tangan Bunga yang masih aja bengong. Axel membuka pintu mobil dan meminta Bunga masuk ke mobil. Axel menjalankan mobilnya segera. Bunga masih tak mengerti akan semuanya.
"Ya Tuhan.. aku harus bagaimana. Aku sebenarnya percaya dengan ucapan kak Axel .Tapi aku masih kaget melihat foto foto keakraban kak Axel dan Kak Cindy. Bagaimana mungkin kak Axel bisa secepat ini melupakan kak Cindy padahal hubungan mereka selama ini begitu dekatnya. Aku takut kak Axel hanya menjadikan aku sebagai pelariannya saja"
*************************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1