Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 24 Season Dua


__ADS_3

Tian masih tampak kesal ketika memasuki mobil. Yudha lalu meminta izin agar ia yang menyetir, ia tak ingin Tian menyetir dalam keadaan marah.


Sepanjang perjalanan semua hanya diam dalam pikiran masing masing. Si kembar yang sudah mengantuk, tertidur didalam mobil.


Sampai dirumah, Tian menggendong putri kesayangannya menuju kamar,dan putranya digendong Alya.


Setelah meletakkan anak anaknya diranjang, Tian mengecup dahi putri dan putranya.


"Aku tak akan membiarkan siapapun berani menyentuh kamu dan anak anakku. Aku sudah bilangkan.. kalau kalian adalah hartamu yang paling berharga "gumam Tian


Alya mendekat kearah Tian yang duduk ditepi ranjang. Ia memeluk bahu Tian dari belakang.


Dan mengecup pucuk kepala Tian.


"Aku tahu kakak sangat menyayangi kami, tapi kak Tian juga tidak boleh terlalu emosi, kakak harus menyelidiki dulu"


"Aku hanya mencegah hal yang tak diinginkan terjadi"


"Tapi belum tentukan kak.. jika Sari ingin berniat buruk dengan Alexa"


"Apakah kamu mau, kita bertindak setelah terjadi sesuatu dengan Alexa. Aku tadi hanya spontan, aku tak mau hal serupa terjadi dengan anakku lagi.. "


Tian lalu berdiri, dan meninggalkan kamar anaknya menuju ke kamar tidur dirinya.Tian langsung tidur tanpa menunggu Alya, ia kesal karena Alya yang tak menyetujui tindakannya tadi.


Alya tahu Tian pasti marah karena ia tadi tak membelanya. Alya mandi dan sengaja memakai lingerie untuk menggoda Tian.


Alya tidur disamping Tian dan memeluk pinggang Tian yang tidur membelakangi dirinya. Alya sengaja tak memakai selimut agar Tian melihat pakaian tidur seksi yang dipakainya.


Tian masih saja diam tak mengacuhkan Alya. Ia lalu mengecup tengkuk Tian menggodanya.


"Daddy kenapa.. marah ya"tanya Alya. Tapi Tian tetap diam.


Alya menggoda Tian dengan mengelus perutnya. Tian memang biasa tidur tanpa baju. Hanya memakai boxer aja.


Karena usahanya tidak berhasil, Alya lalu berdiri dihadapan Tian beralasan ingin menyelimutinya.


"Daddy, pakai selimut tidur tuh. Nanti masuk angin"ucap Alya mengambil selimut dibawah kaki Tian.


Tian yang hanya pura pura tidur membuka sedikit matanya dan melihat Alya dengan lingerie yang sangat tipis.


Alya kembali tidur disamping Tian, ia tahu Tian tadi mengintip. Alya sengaja tidur membelakangi Tian.


Tian membalikkan badannya dan sekarang Tian yang memeluk pinggang Alya dan mengecup punggung Alya.


"Mommy sekarang nakal ya.. "ucap Tian dan menyingkap baju Alya.


Alya menahan tawanya,ia masih diam pura pura tidur. Tian membalikan badan Alya menghadap dirinya dan mengecup mata Alya.


Alya tidak bisa diam lagi, ia membuka matanya dan memandangi Tian dengan tersenyum.


"Siapa yang mengajari mommy seperti ini. Sudah pandai menggoda sekarang "


"Daddy yang mengajari"

__ADS_1


"Kapan Daddy mengajari mommy ,menggoda daddy dengan pakaian seperti ini"ucap Tian menarik pinggang Alya hingga tubuh mereka beradu.


"Ih... daddy cepat banget sih bangunnya"ucap Alya merasakan junior Tian yang sudah bangun.


"Ini karena siapa.. mommy harus bertanggung jawab, jangan salahkan nanti jika daddy membuat mommy tak bisa berjalan dengan sempurna"


Tian menarik dengan kuat lingerie yang dipakai Alya hingga sobek.


"Daddy... sobekan.. "


"Daddy lebih suka lihat mommy tidur hanya dengan pakaian dalam seperti saat ini"


"Bisa masuk angin dong... "


"Nggak akan masuk angin.. paling adik kecil daddy yang masuk"


"Ih... daddy ngomongnya vulgar banget sih"


Tian langsung menaiki tubuh Alya dan mengecup dahi, mata, hidung dan berakhir dibibir Alya.


Ia mengecup pelan bibir Alya, melihat Alya membalas kecupannya, Tian jadi makin menuntut, ia langsung ******* bibir Alya dengan rakus. Membelit, menghisap dan terkadang menggigitnya pelan.


Setelah lama saling berpagutan,Tian yang melihat Alya kesulitan bernafas melepaskan pagutan bibir mereka. Tian tersenyum melihat Alya yang cemberut.


"Jangan menggoda daddy.. kamu harus menerima hukumannya"


Tian mengecup leher Alya. Menghisap dan menggigit nya meninggalkan jejak jejak merah keunguan. Setelah puas dileher Tian turun kedada dan terus hingga kebawah.


Setelah merasa puas menggoda Alya, baru Tian melakukan penyatuan tubuh mereka.


Sebelum tidur Tian berbisik ditelinga Alya


"Jangan pernah membangunkan singa yang tertidur"


Alya yang sudah lemas, hanya tertidur dalam pelukan Tian tanpa bisa berbuat apa apa lagi.


Pagi harinya Tian duluan bangun karena ia ada meeting dengan klien. Ia akan pergi ke kantor, karena klien ingin bertemu langsung tanpa perantara.


Tian membuat sarapan buat Alya dan dirinya. Ia tampak sangat bersemangat, mungkin karena malam sudah banyak dapat vitamin dari Alya



Alya bangun dan melihat kesampingnya, ia tak melihat ada Tian. Ia langsung mandi. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul delapan.


"Ini gara gara kak Tian, aku jadi ketiduran. Kak Tian kalau soal berhubungan, nggak ada capeknya"


Alya melihat ke kamar anaknya. Tak tampak lagi ada si kembar. Alya langsung turun ke lantai bawah, menuju dapur.


Ia melihat si kembar sudah duduk di dekat meja makan bersama Yudha dan Zahra.


"Enak banget nih sarapan... siapa yang buat. Kamu ya Zahra"ujar Alya melihat sarapan yang tersedia dengan berbagai macam menu


"Bukan kak.. tapi kak Tian"

__ADS_1


"Kak Tian.. sudah lama kakak nggak buat sarapan, tumben hari ini mau menyiapkan semua. "ujar Alya.


"Aku lagi bersemangat hari ini.. "ucap Tian tersenyum.


"Mommy.. leher dan dada mommy kenapa. Kok merah merah.. siapa yang gigit"ucap Alexa


Alya yang memakai baju tanpa lengan, lupa jika tadi malam Tian dengan ganasnya meninggalkan jejak jejak diseluruh bagian tubuhnya.



Alya memandangi tubuhnya dan menyadari banyak merah merah ditubuhnya.


"Ha.. ha.. tadi malam ternyata ada nyamuk yang ganas menggigit mommy kamu"canda Yudha


"Nyamuknya gede ya mommy... "tanya Axel


Alya hanya tettunduk malu, tanpa menjawab pertanyaan anaknya.


"Gede banget.. dan nyamuknya pasti sangat mesum"ujar Yudha lagi


"Nyamuknya suka bubur sumsum uncle"tanya Alexa


"Lebih suka tubuh mommy.. "ujar Yudha lagi


"Sekali lagi Lu ngomong, gue buat pecah tuh bibir"ucap Tian marah


Membuat Yudha tertawa terbahak. Zahra hanya bisa tersenyum.


"Alexa... Axel.. makan. Daddy nggak suka kalau lagi makan banyak ngobrolnya"


"Ya.. daddy "ucap mereka serempak


"Pantas semangat banget pagi ini.. pasti dapat banyak tadi malam"ucap Yudha


"Lu belum pernah makan centong nasi... "ucap Tian


"Iya.. iya.. gue diam nih.. kak.. kalau nanti menang tendernya bagi bagi ya.. "


"Giliran uang Lu baru mau ngomong baik baik"


"Kak.. bagi bagi dong bisnisnya"


"Iya iya... "


Setelah makan Tian pamit dengan mengecup pipi kedua anaknya. Alya mengantar Tian sampai ke mobil.


"Mommy cantik banget pagi ini.. "


"Nggak usah merayu.. daddy sudah buat mommy malu"


"Siapa yang suruh pakai baju terbuka. Dah.. mommy, doakan daddy berhasil ya.. "ucap Tian sebelum melajukan mobilnya menuju ke perusahaannya.


************************************

__ADS_1


Terima kasih....


__ADS_2