
Tian memindahkan Alya ke rumah sakit yang lebih lengkap fasilitasnya. Itu ia lakukan untuk penyembuhan Alya agar berjalan cepat dan juga menghindari Yudha.
Untuk saat ini Tian lebih memilih tak bertemu Yudha, ia takut akan emosi jika terus menerus berdebat dengan adiknya itu.
"Andi..... aku di rumah sakit mana ini. Tak seperti rumah sakit tempat aku pernah di rawat "Alya
"Ya non Alya, ini rumah sakit di kota. ..."Andi
"Andi... aku pulang ke villa aja. Aku tak mau lama di rawat, pasti rumah sakit ia biayanya mahal. Aku takut hutangku bertambah banyak"Alya
"Non Alya jangan takut Tuan Tian tak mungkin memasukan biaya rumah sakit ini ke hutang anda"Andi
Tian yang akan masuk keruang rawat inap Alya menghentikan langkahnya. Ia ingin mendengar semua percakapan Alya dan Andi.
"Aku takut hutangnya bertambah banyak Andi. Jika hutang ku bertambah terus kapan aku bisa bebas darinya. Aku juga ingin menikmati hidup. Aku tak bisa jadi tawanan selamanya"Alya
"Non Alya.... apa selama ini non Alya merasa Tuan Tian menawan anda. Bukankah ia tak pernah mengurung anda"Andi
"Bukankah sama saja ia mengurung aku, ia tak membolehkan aku keluar dari villa. Aku terkadang juga merasa bosan jika hanya di villa"Alya
"Mungkin Tuan Tian melakukan semua itu untuk kebaikan anda juga... sebenarnya Tuan Tian itu orang baik... "Andi
"Mengapa anda selalu mengatakan Tuan Tian orang baik.... mungkin ya baik sama semua orang tapi sama aku ia tak pernah bersikap baik. "Alya.
"Hhhhmmmmmm........ "deheman Tian menghentikan pembicaraan antara Andi dan Alya.
"Tuan.... anda telah sampai. Kalau gitu saya bisa pamit..... "Andi
__ADS_1
"Jangan lupa rapat nanti kamu aja yang pimpin..... "Tian
"Baik Tuan......permisi"pamit Andi meninggalkan ruang inap Alya
"Kamu sudah makan belum... .... "tanya Tian.
Alya hanya terdiam memandang Tian, ia merasa heran dengan pertanyaan Tian. Sejak kapan ia perduli aku makan apa belum.... pikir Alya
"Hei.... aku bertanya ama kamu"Tian melambaikan tangannya di wajah Alya mengagetkan Alya dari lamunannya.
"Belum.. ...."jawab Alya
"Kamu nggak keberatan dengan menu makanan di rumah sakit ini. Atau kamu pengen makanan yang lain"Tian
Alya kembali memandang heran kearah Tian.
Ia hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak... tidak... jangan Tuan. Saya bisa sendiri"jawab Alya gugup
"Ayo makan kalau kamu ingin cepat sembuh. Atau kamu lebih betah disini dari pada di villa"Tian
"Baik Tuan... ..."Alya
"Mengapa kamu memanggilku Tuan sedangkan sama andi kamu hanya memanggil nama"Tian
"Karena Andi yang meminta saya hanya memanggil namanya saja Tuan"Alya
__ADS_1
"Kalau begitu... mulai hari ini kamu jangan memanggilku dengan sebutan Tuan Tian... .. cukup namaku saja.... Tian"Tian
"Jangan Tuan... itu tak sopan jika saya hanya menyebut nama anda"Alya
"Mengapa tidak sopan... bukankah kamu istri saya.... yang harus dipertanyakan jika kamu memanggil Tuan"Tian
Alya kembali menatap heran ke arah Tian
"Ada apa denganmu hari ini tuan.... apa kamu salah minum obat. Atau kamu lagi mabuk. Mengapa kamu berbeda hari ini. Ini bukan tuan Tian yang ku kenal. Kamu biasanya amat arogan padaku. Apa sebenarnya yang terjadi,aku jadi tambah takut. Apa ada yang kamu sembunyikan"Alya
"Biar saja saya terus memanggil anda Tuan... saya lebih nyaman memanggil anda dengan Tuan Tian"Alya
"Ini perintah Alya.... kamu harus mematuhinya"Tian
"oh.... ternyata kamu tahu juga namaku ....Alya. Aku kira kamu tak tahu namaku"batin Alya
"Hei.... baru beberapa menit aku disini kamu udah melamun berapa kali... Jangan sering melamun nanti kesambet"Tian
"Tuan... bisa aja"senyum Alya
"Tuan..... aku udah bilang jangan memanggilku Tuan... jika kamu masih menyebut Tuan.... aku akan menambah hutangmu"Tian
"Baik Tuan... eh Tian.. "gugup Alya.
"Kamu tambah cantik jika gugup begitu. Baru sekarang aku menyadari ternyata kamu sangat cantik.... apalagi jika dirias wajahmu itu. Kecantikan mu tersembunyi di balik wajah sedihmu"batin Tian
***********************
__ADS_1
Jangan lupa like... koment dan vote nya
Terima Kasih