
Alya segera mendapati perawatan sesampainya dirumah sakit.
"Bagaimana keadaannya dok... apa yang terjadi.. "Tian
"Sepertinya ia ketakutan... detak jantungnya sangat cepat... "Dokter
"Sekarang bagaimana dok... "Tian
"Kami sudah mengusahakan yang terbaik...bu Alya akan sadar dalam beberapa hari... "Dokter
"Terima kasih dok... "Tian berjalan masuk ke dalam ruang perawatan. Pagi sudah hampir menjelang. Karena rasa kantuk dan lelah akhirnya Tian tertidur duduk di sofa.
"Pagi Tuan Tian.... "ucap Andi begitu Tian membuka mata
"Sejak kapan kau di sini... apa kamu juga tidur disini... "Tian
"Saya pulang sebentar setelah anda tertidur tuan. Dan baru saja sampai... "Andi
"Apakah hari ini ada jadwal rapat.... "Tian
"Tidak ada Tuan... cuma ada undangan makan malam di kediaman nona Sandra, hari ini ibu nya ulang tahun... "Andi
"Aku hampir lupa... kamu kirimkan aja buket bunga ke rumahnya... "Tian
"Apakah anda tidak akan hadir Tuan... "Andi
"Saya belum bisa memastikannya... "Tian
"Tapi Tuan... nyonya sudah mewanti wanti saya dari tiga hari lalu... agar anda meluangkan waktu anda untuk dapat hadir... "Andi
"Membosankan... nanti aja saya pikirkan... kamu bisa ke kantor... jika tidak memerlukan tanda tangan saya... kamu bisa menghandle semuanya... "Tian
"Baik Tuan... saya akan ke kantor. Tuan mau sarapan apa.. biar saya belikan sebelum saya ke kantor... "Andi
"Nggak perlu...saya bisa cari sarapan sendiri... "Tian
__ADS_1
"Baiklah Tuan... saya permisi... "Andi
Dua jam sudah Tian duduk disamping tempat tidur Alya... Ia menggenggam tangan Alya.
"Pak Tian... "ucap alya yang telah sadar.
"Alya... kamu sadar... syukurlah... "ucap Tian gembira
"Pak Tian... mengapa saya sekarang ada dirumah sakit... "Alya
"Seharusnya saya yang bertanya... apa yang terjadi... mengapa kamu sampai pingsan... kamu melihat hantu... "ledek Tian
"Pak Tian.. saya tidak takut dengan hantu... saya lebih takut dengan anda... "Alya
"Apaaa.... kamu lebih takut sama saya... wajah seganteng ini membuat kamu takut.... kamu takut jatuh cinta ya... "Tian
"Pak Tian... saya lagi tidak bercanda... "Alya
"Siapa yang bercanda.... saya emang gantengkan... "Tian
"Maksud mu apa... "Tian
"Saya harap bapak tidak usah menunggu saya lagi. Saya tidak enak hati. Nanti apa kata orang... bapak sudah bertunangan. Saya juga mau pindah ke kamar yang biasa saja sesuai dengan keuangan saya... "Alya
"Saya membantu kamu karena kamu karyawan saya... "Tian
"Pak Tian... saya tidak akan mampu mengganti uang perawatan saya jika saya ada di kamar ini... sebaiknya saya pindah kamar saja... "Alya
"Saya atasanmu... jadi kamu harus mengikuti perkataan saya... bukan saya yang menuruti kamauanmu... "Tian
"Baiklah... terserah bapak saja... "Alya
"Sekarang kamu bisa jelaskan mengapa kamu pingsan.. apa karena jatuh dari kursi roda aja sampai membuatmu pingsan... "Tian
"Saya... saya... sebenarnya saya phobia ama petir pak... "Ucap Alya malu
__ADS_1
"Apaa... jadi karena kamu ketakutan akan petir yang membuatmu pingsan... "Tian
"Ya pak... "Alya
"Kamu harus sarapan.... "Tian membantu Alya untuk duduk.
Alya menyantap sarapannya... tanpa dia sadari Tian yang menatapnya intens.
"Ternyata kamu sangat ketakutan akan petir. Saya tidak tahu semua itu. Jika saya tahu, tak mungkin saya meninggalkan kamu sendiri. Untung tidak terjadi sesuatu yang berbahaya... jika kamu mengalami hal yang membahayakan... saya pasti akan menyesal sekali.... karena saya rasa ,saya memang telah jatuh cinta denganmu.. Saya sangat takut kamu terluka... saya takut kehilanganmu. Tapi saya akan mencintai dengan tulus... saya tidak akan memaksakan cinta saya lagi... jika kamu memang tak ingin bersama saya rela... saya akan bahagia jika kamu bahagia... saya tidak boleh egois lagi... "bathin Tian
"Pak Tian... pak Tian... pak... "ucap Alya sambil melambaikan tangannya didepan wajah Tian
"Eh.. apa... "Tian
"Kenapa bapak memandangi saya terus... apa yang sedang bapak pikirkan.. "Alya
"Saya lapar.... "Tian
"Oh... jadi bapak lapar... bapak ingin bubur ini juga. Saya panggilkan perawat ya.. jika masih ada.. saya akan minta semangkok buat bapak... "Alya
"Apa.. kamu pikir saya mau makanan rumah sakit... "Tian
"Tadi kan bapak yang bilang bapak lapar... "Alya.
"Ya... saya mau mencari sarapan dulu... "Tian. Ia keluar dari ruangan Alya dengan sedikit malu.
Setelah Tian pergi, Alya yang ditinggal sendiri jadi teringat akan Azka...
"Azka.... jika kamu ada disini... pasti kamu tidak akan membiarkan Alya sendiri. Kamu merawat Alya dengan sepenuh hati, tanpa ada rasa bosan dan lelah... Azka... aku baru menyadari arti kehadiranmu setelah kau benar benar meninggalkan Alya selamanya. Apakah ini hukuman buat Alya yang selama ini mengabaikan rasa cinta dan sayangmu... Azka... maafkan Alya... maafkan atas semua kesakitan yang pernah Alya berikan.... "lirih Alya
************************
Jangan lupa tinggalkan jejak... like dan koment
Terima kasih
__ADS_1