Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 63 Phobia akan petir


__ADS_3

Alya membuka matanya dan terkejut menyadari kalau ia berada di kamar tidur Tian.


"Mengapa aku bisa sampai tertidur di sini. Seingatku tadi aku nonton televisi bersama Tian"lirih Alya


Terdengar langkah kaki mendekati pintu dan membukanya...


"Bagaimana tidurnya... kelihatan kamu cocok dengan kamarku... tidurmu sangat nyenyak"Tian


"Maaf kak... aku kok bisa sampai ketiduran di kamar kak Tian. Bukankah tadinya kita lagi nonton... "Alya


"Kamu bermimpi sambil berjalan menuju kamarku. Sepertinya pikiran alam bawah sadarmu sangat mengingat letak kamarku... "Tian


"Kak Tian... Alya serius... "Alya


"Sudahlah jangan bahas itu lagi... kita makan lagi. Perutku udah lapar menunggumu bangun"Tian


"Makan apa kak... tadi sudah makankan... "Alya


"Makan malam Alya... kamu lihat sekarang sudah jam berapa... "Tian


Alya melihat kearah jam yang ada didinding...


"Astaga... sudah jam delapan malam ya... nyenyak banget tidurku.. Itu tidur apa pingsan... "gumam Alya


Tian yang mendengarnya tertawa..


"Kak Tian Alya makan dirumah aja... takut kemalaman pulangnya... kak Tian makan aja. Alya bisa pakai taksi... "ucap Alya sambil bergegas berjalan menuju lantai bawah.


Tian mengejarnya dan memegang pergelangan tangannya...


"Kamu tak boleh pulang.... temani aku makan malam. Aku sudah menunggumu sampai kelaparan... seenaknya aja mau pulang... "Tian


"Alya minta maaf kak... tapi Alya harus pulang. Kak Tian lihat sepertinya akan turun hujan... "Alya melangkah keluar rumah.


Tiba tiba suara petir terdengar. Alya yang phobia dengan petir langsung berbalik dan memeluk Tian.


"Kak.... Alya takut.... "Alya memeluk erat pinggang Tian.


Tian yang mengingat kalau Alya phobia akan petir menuntunnya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


"Sekarang kamu bisa lepaskan pelukanmu... kita sudah berada di dalam rumah... "Tian


Alya melepaskan pelukannya. Terdengar lagi suara petir yang membuat Alya jongkok. Ia menundukan kepalanya sambil menutup telinga. Air mata sudah membasahi wajahnya...


"Alya takut.... "ucapnya pelan


"Ayo kita ke kamar aja... kamarku kedap suara... "Tian membawa Alya menuju ke kamarnya


"Duduklah di sofa itu... . nanti biar aku minta bibi bawa makanan ke kamar aja.. "Tian


"Ya kak... terima kasih... "ucap Alya


Setelah makan malam di kamar.... Alya diminta buat tetap di kamar aja... Tian menemani Alya sambil bercerita


"Mengapa kamu takut sekali akan petir... "Tian


"Orang tua Alya meninggal ketika hujan dan petir yang saat itu bersahutan di langit. Kami lagi pergi tamasya ketika hujan turun deras mengakibatkan jalan licin dan mobil kami mengalami kecelakaan... "Alya


"Maaf.... apa kamu sendiri yang selamat... "Tian


"Ya karena mama melindungi Alya dengan memeluk tubuhku... "Alya


"Berapa orang di dalam mobil saat itu... "Tian


"Usia berapa kamu saat itu... "Tian


"Enam Tahun... semua harta kami habis untuk biaya rumah sakit mama... Aku selalu berharap mama sembuh... tapi Tuhan berkehendak lain... sejak kecelakaan mama tak pernah sadar lagi walau sudah berbagai cara pengobatan nenek lakukan.... "Alya


"Jadi sejak saat itu kamu sangat phobia akan hujan dan petir... "Tian


"Kalau hujan Alya tak begitu takut... tapi suara petir selalu mengingatkan Alya akan kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Alya... "Alya


"Maaf... ketika tak ada seorangpun di rumah biasanya apa yang kamu lakukan jika ada petir... "Tian


"Alya akan bersembunyi dibawah selimut sambil menutup telinga rapat rapat... "Alya


"Malam sudah semakin larut... sebaiknya kamu tidur disini aja... karena hujan belum juga reda... "Tian


"Maaf kak... lagi lagi Alya merepotkan..... "Alya

__ADS_1


"Sudahlah... aku tak pernah merasa kamu repotkan... sekarang lebih baik kamu tidur... Besok sebelum ke kantor kita ke apartemen mu buat kamu ganti pakaian... "Tian melangkah keluar dari kamar...


##################


Alya merasakan tubuhnya berat.... seakan ada yang menghimpitnya. Alya mencoba membuka matanya perlahan dan kaget melihat Tian memeluk tubuhnya seperti guling...


"Arggghhh..... "teriak Alya sambil melepaskan pelukan Tian. Tian terbangun mendengar teriakan Alya..


"Kenapa kak Tian tidur disini.... "Alya


"Karena ini kamarku....."jawab Tian datar


"Kak Tian kan tahu Alya lagi nginap disini... mengapa kak Tian tak bangunkan Alya meminta agar Alya pindah ke kamar lain... "Alya


"Tidurmu sangat pulas... aku nggak tega membangunkannya.. sudah jam berapa sekarang... "ucap Tian


Alya melihat ke jam dan langsung kaget...


"Apaa.. ...sudah jam delapan pagi.... "Alya langsung bangun dan menyambar tas nya yang terletak di nakas.


"Kak Alya pulang dulu ganti pakaian..


maaf mungkin agak telat ke kantor... "Alya berlari meninggalkan kamar


"Tunggu Alya.. kita sama aja ke kantornya... "Tian


"Akan tambah telat kalau harus nunggu kak Tian mandi baru Alya pulang... "teriak Alya yang telah sampai di lantai bawah.


Alya berlari menuju ke luar rumah. Disana telah menunggu supir Tian du depan mobilnya.


"Maaf bu Alya... pak Tian baru aja hubungi saya... meminta agar saya mengantar anda pulang... "Supir


"Baiklah pak... terima kasih... "Alya tak mau menolak, karena ia memang ingin pulang segera..


"Apa aku sudah gila... mengapa aku selalu ketiduran jika di kamar Tian... apa kasurnya terlalu empuk atau kamarnya yang sangat nyaman... gila... kamu sudah gila ya Alya... "lirih Alya sambil memukul kepalanya


****************************


Terima Kasih sudah membaca novel ini

__ADS_1


Mampir juga di novel karyaku CINTA TAK PERNAH SALAH


Jangan lupa like dan koment


__ADS_2