Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab. 37. Kelicikan Tian


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Alya memimpin agensi. Ia sangat senang karena seluruh model dan karyawan dapat bekerja sama dengan baik.


Pagi ini sekretaris nya mengatakan akan diadakan rapat dengan pemilik agensi mengenai kinerja dan langkah untuk membuat model yang bernaung di agensinya menjadi terkenal.


"Pagi bu Alya... rapat akan diadakan pukul sembilan nanti... "Anna


"Pagi Anna... semua dokumen apa telah dipersiapkan. Aku nggak tahu kalau pak Alex ada disini... "Alya


"Pak Alex tak bisa hadir bu... "Anna


"Tapi kamu mengatakan kita akan rapat dengan pemilik agensi....bukankah agensi ini milik pak Alex"ujar Alya heran


"Bu Alya memangnya nggak tahu ya kalau agensi ini tidak lagi milik pak Alex. Ia telah menjualnya. Pak Alex hanya sebagai penasehat. ..."Anna


"Jadi... siapa pemilik nya Anna... "Alya


"Bu Alya nanti dapat mengetahuinya. Orangnya jauh lebih muda dan tampan dari pak Alex. Tapi sedikit angkuh... "Anna


"Orang kaya memang banyak yang angkuh... Tapi itu biasa Anna... yang tak biasa jika orang miskin tapi angkuh.... "Alya


"Bu Alya bisa aja... "Anna.


###########


Di ruang rapat..


"Anna... kamu bilang rapat akan dimulai pukul sembilan... ini sudah hampir jam sepuluh mengapa pemilik agensi ini belum hadir juga... "Alya


"Lagi diperjalanan bu Alya... sebentar lagi sampai. Barusan asistennya mengabari.... "Anna


"Aku paling tak suka orang yang tak disiplin dan menghargai waktu. Apa karena mereka atasan jadi seenaknya bertindak. Jika kita yang telat ,Mereka akan memarahi kita... "Alya mengomel tanpa menyadari kalau pemilik agensi itu telah berada diantara mereka.


"Mengapa kamu diam Anna... apa yang aku katakan tadi benarkan.... "Alya


"Hhmm.... saya mohon maaf jika membuang waktu anda dan membuat anda menunggu. Semua di luar prediksi saya... tadi aku hal yang mendesak yang tak dapat saya tinggalkan... "ucap lelaki itu datar.


Alya yang merasa sangat mengenal suara itu langsung mendongakan kepalanya.


"Kamu...jangan bilang Tuan Tian adalah pemilik agensi ini"Alya


"Anda benar bu Alya... saya lah pemilik agensi ini... "Tian


"Selamat pagi... pak Tian... "Anna


"Pagi... ini sudah hampir siang Anna... "Alya


"Baiklah untuk tidak lagi membuang waktu kita mulai aja rapat terbatas saat ini... "Tian

__ADS_1


"Baik pak Tian... ini rincian kegiatan di agensi dan nama model yang terlibat. Ini hasil pendapatan dan pemasukan agensi di bulan ini"Alya menyerahkan laporan itu


"Apakah anda tidak bisa membacakannya... "Tian


"Pak Tian... anda bisa membacanya sendiri bukan... dan jika ada yang kurang anda pahami.. bisa bertanya... "Alya


"Biar saya yang mempresentasikan pak Tian... "Anna mengambil laporan itu dan membacanya buat Tian


"Oke saya setuju dengan cara kerja anda bu Alya. Tampaknya sejak anda memimpin agensi ini... model model kita makin terkenal.. "Tian


"Terima kasih pak Tian... tapi ini bukan hasil kerja saya sendiri tapi kerja sama team. "Alya


"Saya rasa rapat sampai disini aja. ....terimakasih"Tian


"Maaf pak Tian... bisa kita bicara empat mata... "Alya


"Oh tentu... Andi...Anna... bisa kalian tinggalkan kami berdua... "Tian


"Baik pak... kami permisi... "jawab Andi dan Anna serempak.


"Maaf pak Tian mungkin mulai besok saya akan resign dari agensi ini. Surat pengunduran diri saya akan saya serahkan besok.... "Alya


"Apa anda yakin akan resign.... "Tian


"Ya pak Tian... saya yakin sekali.. "Alya


"Anda tahu isi kontrak kerja yang telah anda tanda tangani bukan. Saya berhak menuntut anda jika anda mengundurkan diri sebelum dua tahun masa kontrak kerja anda... "Tian


"Anda tahu... berapa yang akan saya tuntut jika anda resign... "Tian


"Berapa yang anda pinta akan saya bayar pak Tian... "Tian


"Oke... beaok kamu ke kantor saya... kita bicarakan tentang resign anda besok"Tian melangkah meninggalkan ruang rapat.


"Aku tak boleh bekerja lagi dengannya. Aku harus menjauhinya... aku tak mau terlibat masalah lagi dengan nya... "gumam Alya pelan.


Alya tidak sabar menunggu ke esokan harinya untuk mengantar surat pengunduran dirinya.


##############


Di Perusahaan Tian


"Pagi Tuan Tian... bu Alya telah datang... "Andi


"Suruh ia masuk dan tinggalkan kami berdua. Sebelum aku memintamu kembali... Ingat tak boleh ada yang masuk ke ruangan saya.... "Tian


"Baiklah Tuan Tian.... saya permisi"Andi

__ADS_1


"Bu Alya... silakan masuk.. Tuan Tian telah menunggu.... "Andi


"Terima kasih Andi... "Alya


"Pagi pak Tian... "Alya


"Silakan duduk... lebih baik di sofa biar lebih santai... "Tian berjalan menuju sofa diruangan itu


Alya mengikuti Tian duduk di sofa


"Ini pak Tian surat pengunduran diri saya... "Alya


"Sebaiknya anda baca dulu isi tuntutan saya.... "Tian


"Apaa.... anda ingin memeras saya. Mengapa begitu besar tuntutan anda... "Alya kaget membaca jumlah nominal yang di minta Tian


"Bukankah dikontrak kerja sudah dikatakan saya berhak menuntut anda jika anda resign dari perusahaan sebelum masa kontrak habis... "Tian


"Anda menjebak saya... Anda yang meminta pak Alex untuk menawarkan perkerjaan disini"Alya


"Buat apa saya menjebak anda dan meminta akan bekerja di agensi saya... Anda terlalu berpikir jauh... "seringai Tian


"Sebenarnya mau mu apa Tian... mengapa kamu mengukung saya... apa kamu ingin menjadikan saya budak mu kembali. Apa salah saya terhadapmu. Mengapa kamu merampas kebebasan saya.... "Alya tak dapat lagi membendung air matanya


"Saya tidak pernah mengukung anda... bukankah anda sendiri yang menerima tawaran bekerja di sini... "Tian


"Saya mohon Tian lepaskan saya... saya akan membayar denda... tapi saya meminta nilai nominal yang wajar... "Alya


"Saya sudah memberi nilai nominal yang cukup wajar... "Tian


"Itu bukan nilai yang wajar Tuan Tian... darimana saya mendapat uang sebanyak itu sekarang... Anda memang licik... KATAKAN APA SEBENARNYA YANG ANDA INGINKAN DARI SAYA... APAKAH ANDA INGIN NYAWA SAYA... MENGAPA ANDA TIDAK MEMBUNUH SAYA SAJA... "teriak Alya


"Tahan emosi anda bu Alya... ini di kantor...


Buat apa saya menginginkan nyawa anda. Saya bahkan memberi anda pekerjaan yang lebih layak... "Tian


Alya begitu emosi mengetahui semua ini jebakan dari Tian. Kalau ia tahu agensi tempat ia bekerja milik Tian mana mau ia menerima pekerjaan ini.


Alya melihat ada pisau diantara buah di meja... Alya segera mengmbilnya dan tanpa pikir panjang memotong nadi di pergelangan tangannya....


"Lebih baik aku mati dari pada jadi budakmu... "ucap Alya sebelum memotong nadi dipergelangan tangannya.


Tian begitu terkejut atas tindakan Alya yang nekat ia tak sempat merampas pisau itu.


"Alya... apa yang kamu lakukan.... mengapa kamu begitu bodohnya.... "Tian langsung menggendong Alya yang telah banyak mengeluarkan darah menuju klinik di perusahaan nya......


***********************

__ADS_1


Jangan lupa like koment dan vote


Terima kasih


__ADS_2