Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 16. Tian yang lebih perhatian.


__ADS_3

Alya masih bertanya tanya sakit apa ia sebenarnya. Punggungnya yang terluka sudah sedikit mengering. Tapi Tian masih ingin ia di rawat.


Kebetulan hari ini Tian datang siang. Kemaren ia mengatakannya agar Alya tak menunggunya untuk makan siang. Seminggu dirawat Alya selalu makan siang ditemani Tian.


"Dok.... mengapa saya belum diizinkan pulang. Punggung saya udah terasa membaik"tanya Alya ketika dokter siang ini memeriksanya


"Bu Alya... pak Tian masih menginginkan anda dirawat, agar kandungan anda tidak ada masalah nantinya. Pak Tian takut jika sakitnya anda mempengaruhi kandungan"Dokter


"Maksud dokter.... apa. Siapa yang hamil"Alya


"Apa pak Tian tak memberitahukan anda.... kalau anda sedang hamil sekarang"dokter


"Apaaa..... saya hamil"Alya bertanya dengan kaget


"Ya bu Alya... untung kandungan anda tak apa apa... padahal anda banyak mengeluarkan darah"dokter


"Saya hamil... "gumam Alya


"Anda harus menjaga kehamilan anda. Karena hamil diusia muda sangat rentan dengan keguguran. "dokter


"Baik dok... terima kasih"Alya


"Kalau begitu... saya permisi bu Alya"dokter


"Pantas ia sikapnya berubah. Ternyata hanya karena anak yang kukandung ini. Ku pikir semua karena ia memang telah menyadari sikapnya yang salah. Aku terlalu berpikir banyak. Dia pasti hanya menginginkan anak yang lagi ada di rahimku"pikir Alya


###############


Setelah beberapa hari dirawat akhirnya Alya diizinkan pulang. Tian menjemput Alya dan mengantarnya ke villa.


"Mulai hari ini kau tidur di kamar bersama ku"ucap Tian ketika di dalam mobil


"Jangan Tian... biar aku tidur dikamar pelayan aja seperti biasa"Alya


"Ini perintah bukan permintaan... "Tian


"Baiklah Tian... "Alya


"Kau pasti takut aku mencelakai dan melukai anakmu kan. Aku belum gila tuan... anak dalam rahim ku ini bukan hanya anakmu, tapi anakku juga. Tanpa kamu minta aku pasti akan menjaganya juga"bathin Alya


Sesampainya di villa Tian memerintahkan bi Sum memindahkan pakaian ku ke kamar Tian.

__ADS_1


"Istirahatlah.... biar nanti makan mu diantar ke kamar sama bi Sum"Tian


"Baik Tian.... "Alya


"Aku mungkin pulangnya telat... atau jika kerjaan belum selesai mungkin aku tak pulang. Ingat jangan mengerjakan apapun. Cukup istirahat saja"Tian


Alya hanya menganggukan kepalanya tanda setuju.


"Pergilah ke kamar... istirahat. Aku harus segera kembali ke kantor"Tian


"Ya... hati hati... "gumamku pelan.


"Hhmmmmm...... "Tian


##################


Bi Sum tak mengizinkan ku keluar kamar. Ia takut nanti Tian marah jika melanggarnya.


Aku hanya bisa memandang keluar dari balkon kamar. Setelah hari beranjak malam aku masuk.


Jam telah menunjukan pukul sembilan malam... Tian belum juga pulang.


"Mengapa aku menanti kepulangannya. Bukankah selama ini ia juga jarang pulang. Apa karena selama di rumah sakit aku telah terbiasa dengan kehadirannya"pikir Alya.


Karena rasa lelah dan ngantuk akhirnya Alya tertidur. Tengah malam... ia menggeliat merasakan ada sesuatu yang berat menimpa perutnya. Alya melihat kesamping dan tampak Tian tidur sambil memeluk perutnya.


Alya ingin menurunkan tangan Tian yang memeluknya. Tapi ia takut pergerakannya akan membangunkan Tian. Akhirnya Alya kembali memejamkan matanya.


Pagi pagi Alya bangun dan tak mendapati Tian disampingnya. Ia mendengar suara air dari kamar mandi. Pasti Tian yang mandi pikir Alya


"Kamu udah bangun... mau mandi"tanya Tian


Alya kaget karena tak menyadari Tian yang telah berada di hadapannya.


"Ya... aku mau mandi... gerah "ucapku sambil menyibak selimut dan turun dari ranjang tergesa karena malu melihat Tian yang hanya di balut handuk dari perut ke tengah paha.


"Pelan pelan.... jangan terburu buru. Nanti jatuh"ucapnya sambil memegang kedua lenganku


"Maaf.... "ucapku gugup


"Maaf buat apa.... mengapa kamu selalu mengucap maaf. "Tian

__ADS_1


"Eh.... "ucap Alya tak bisa berkata. Ia masuk ke kamar mandi, tanpa membawa pakaian ganti


Alya lama berdiam di kamar mandi ketika menyadari ia tak membawa pakaian ganti dan handuk.


Tian yang menunggu Alya mandi. mulai tak sabaran"Ngapain sih dia dikamar mandi. Lama banget. Atau ia nermaksud bunuh diri lagi"pikir Tian


Tian mengedor pintu kamar mandi dengan keras.


"Alya... kamu ngapain didalam. Mengapa lama betul mandinya"Tian mengedor pintu


"Bentar lagi... "Ucap Alya


"Aduh gimana nih. Aku tak mungkin keluar tanpa sehelai benangpun. Pakaian ku yang tadi mana basah pula"pikir Alya


"Alya.... cepat keluar... atau aku dobrak paksa pintunya"Tian...


"Ya... ya... aku lupa bawa handuk dan pakaian ganti"ucap Alya membuka pintu kamar mandi sedikit dan menyembulkan kepalanya


"Astaga Alya... jadi kamu mendekam di kamar mandi dari tadi karena itu. Lagian mengapa kamu malu. Aku juga udah sering melihatnya"Tian


"Ih.... dasar mesum... "gumam Alya


"Kamu bilang apa... "tanya Tian


"Nggak ada... "Alya


"Nih handukmu... baju pakai di kamar aja... aku tak tahu kamu mau pakai baju apa"Tian


Alya mengambil handuk yang diulurkan Tian dan keluar dengan malu malu karena handuk hanya dapat menutupi sampai separuh paha Alya


Tian memperhatikan setiap gerakan Alya dari memilih pakaian dan memakainya.


"Ternyata setelah lama diperhatikan kamu sangat cantik Alya dan juga seksi dengan tubuhmu yang putih bersih"bathin Tian


*****************


Jangan lupa like.... koment dan vote


Biar author semangat berkarya


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2