Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 37 Season Dua


__ADS_3

Tian dan Alya duduk di ruang keluarga menunggu kedatangan Axel yang akan membawa pacarnya.


"Mengapa sih mom, cece harus pulang juga.Cece sudah kenal dengan Cindy tuh.. "


"Ini hanya untuk sopan santun ce. Jika ada tamu yang akan mengunjungi rumah, kira semua tuan rumah harus menyambutnya"ujar Alya


"Cece nggak suka dengan cewek tuh"gumam Alexa


"Cece ngomong apa.. "tanya Tian, padahal ia mendengar ucapan Alexa.


"Nggak ngomong apa apa. Cece cuma ngedumel sendiri. Dad.. kapan kapan undang om Andi dong makan malam"ucap Alexa merayu sambil memeluk lengan daddy nya.


"Buat apa mengundang om Andi makan malam, daddy sudah bosan, sudah sering makan dengan om Andi"ucap Tian pura pura tak mengerti dengan maksud Alexa.


"Daddy ih.. nggak peka banget sih orangnya"ucap Alexa manja.


Alexa memang sangat manja dengan daddy nya. Apa pun yang ia mau pasti langsung di beri Tian. Sampai usia saat ini, jika sakit Alexa masih suka tidur dengan memeluk daddy nya.Ia tak akan bisa tidur jika tak ada daddy nya.


"Nggak peka gimana.. maksud cece apa"


Alya yang tahu Tian hanya pura pura tersenyum mendengar pembicaraan mereka.


"Undang om Andi sekalian Rendi juga, daddy "


"Oh.. jadi maksud cece sebenarnya, daddy mengundang Rendi bukan om Andi"


"Daddy... daddy pasti pura pura tak mengerti. Cece tahu itu"ucapnya merajuk


Tian lalu membawa kepala Alexa kedadanya, dan mencium pucuk kepala putrinya.


"Cece menyukai Rendi.. "


"Cece baru suka dan kagum aja.. Dad. Cece masih mau mengenali pribadinya dulu, jika cece rasa cocok, baru vcr cece membuka hati untuk mencintainya. Tapi itu juga jika daddy dan mommy setuju"


"Daddy akan setuju aja jika ia berasal dari keluarga baik baik dan yang terpenting pribadinya juga baik. Kamu putri kesayangan daddy, untuk daddy tak akan dengan mudah melepaskan kamu dengan lelaki lain jika daddy tak yakin dia lelaki yang bertanggung jawab"


"Daddy.. cece akan mendengar apa pun yang daddy bilang. Walau pun cece sangat mencintai seseorang jika daddy tak menyukainya ,Cece akan mundur dan melupakannya walau hati cece akan terluka "


"Kamu memang putri daddy yang terbaik"


Alya yang mendengar ucapan Alexa jadi memikirkan Axel, apakah Axel mempunyai pemikiran yang sama dengan Alexa.


"Aku sangat berharap Axel memiliki pemikiran yang sama dengan Alexa, ia akan mundur jika orang tuanya tidak menyukai kekasihnya. Tapi aku takut Axel akan membantah semuanya, dan lebih mengutamakan pacarnya "


Tak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki mendekat, ternyata Axel dan Cindy yang datang.

__ADS_1


"Ih ...malas banget"lirih Alexa


"Selamat malam om.. tante.. cece Alexa.. "


"Selamat malam, silakan duduk"ucap Alya


Tian hanya diam tak menjawab salam dari Cindy.


"Jangan panggil cece, aku masih muda dari kamu.. panggil nama saja"ujar Alexa


"Cece.. Cindy kan menghormati,karena kamu cece aku"


"Tapi Cindy belum jadi istri kamu, jadi nggak perlu terlalu formal begitu "


"Nggak apa Axel.. cece benar.. aku bukan istri kamu jadi jangan terlalu formal memanggilnya. Jadi aku hanya panggil nama aja, bukan begitu Alexa"ucap Cindy


"Jika nanti aku jadi istri Axel.. aku juga tak mau menghormati kamu.. kamu itu jauh dibawah aku umurnya begitu juga Axel, kita beda hampir empat tahun, aku mengecilkan umurku dua tahun lebih muda"


"Terserah kamu saja Cin, jika kamu nyaman panggil nama, ya panggil nama saja "ucap Axel sambil tersenyum dan menggenggam tangan Cindy.


Cindy memperhatikan setiap detail rumah Axel. Matanya melirik kiri kanan. Tian yang memperhatikan Cindy melihat semua gerak gerik Cindy.


"Kamu tinggal di mana ..."tanya Tian


"Oh.. bukankah kamu pernah membeli apartemen juga di sana,Axel"tanya Tian


"Oh.. iya dad.. dari mana daddy tahu"


"Tentu aja daddy tahu semua pengeluaran kamu, karena kartu kredit kamu masih daddy yang bayar tagihannya dan juga uang yang kamu pakai buat beli apartemen menggunakan rekening perusahaan "


"Daddy.. kita bisa bahas itu setelah inikan. Nanti Cindy jadi tak enak"


"Mengapa Cindy yang jadi tak enak, kamu tidak membeli apartemen buat Cindy kan"


Mendengar ucapan Tian, Cindy jadi terbatuk. Axel langsung memberikan minum yang disediakan bibi.


"Dad.. sekali lagi aku mohon, jangan bahas itu saat ini. Aku membawa Cindy untuk dikenalkan dengan keluarga, bukan membahas pengeluaran keuangan aku"


"Apa salah nya Axel.. Cindy harus tahu, jika kamu masih di gaji daddy. Perusahaan dan semuanya masih atas nama daddy "


"Daddy.. buat apa membahas ini didepan Cindy.,seolah Cindy akan morotin Axel. Cindy tak pernah meminta apapun denganku dad.. jika aku ada memberi hadiah kecil, itu hanya atas keinginanku bukan karena Cindy meminta. Ia juga memiliki penghasilan yang cukup besar.Jangan buat pertemuan pertama ini berkesan buruk terhadap Cindy"


"Kak Tian.. Axel benar, kita saling mengenal aja dulu. Cindy kamu disini tinggal dengan orang tua "


"Tidak tante.. aku tinggal sendiri. Orang tua aku membelikan aku apartemen agar aku bisa mandiri"

__ADS_1


"Pandai sekali kamu bicara, kamu pikir aku tak tahu jika apartemen yang kamu tempati saat ini, pemberian dari Axel"


"Siapa nama orang tuamu, apa pekerjaan nya, siapa tahu om mengenalnya"


"Orangtua aku cuma pengusaha kecil. Yang memiliki sebuah studio foto dan ibuku dulu model om"


"Boleh tante tahu nama orang tuamu, karena tante juga dulu seorang model, siapa tahu tante kenal"


"Papa aku bernama Hendri, ia seorang fotografer model terkenal dulunya dan mama aku Clarissa putri namanya tante"


"Oh tante kenal dengan kedua orang tuamu, kapan kapan bawa ya orang tuamu main kesini"ucap Alya basa basi menutupi kagetnya.


"Jadi benar Cindy anak Clarissa dan Alex.. berarti usianya saat ini sekitar dua puluh tujuh tahun.."


"Berapa usia kamu saat ini Cindy"


"Dua puluh lima tahun tante.. lebih tua dua tahun dari Axel "


"Axel dan aku masih dua puluh dua tahun, berarti jarak tiga tahun.. bukan dua tahun"ujar Alexa


"Cece.. memang nya kenapa jika usia aku dan Cindy berjarak tiga tahun, bukan halangan buat berhubungan bukan"


"Memang bukan.. cece cuma memberitahu ,karena Cindy salah hitung"


"Ya.. aku salah, karena aku kira Axel sudah berusia dua puluh tiga tahun"


"Oh ya tante ini ada puding dan bolu, aku tadi membuatnya buat tante dan lainnya"


"Ini kue kamu buat apa beli"


"Aku tadi membuatnya, Alexa"


"Kalau begitu kapan ada waktu bisa ajarkan aku ya.. "


"Aku juga tadi baru belajar,dibantu teman juga sih "


"Berarti yang buat teman kamu, kamu cuma bantu sambil belajarkan"gumam Alexa


Tian mengusap kepala Alexa yang selalu saja ucapannya ceplas ceplos, terkadang membuat orang tersinggung.


Setelah lama berbincang Alya membawa semuanya makan malam.


***********************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini

__ADS_1


__ADS_2