
Setelah dari rumah sakit Yudha langsung menuju ke rumah Tian. Karena tadi mama mengatakan ia lagi ada di rumah Tian.
Sepanjang perjalanan Yudha selalu tersenyum dan tangannya tak lepas menggenggam tangan Zahra.
Sesampainya di rumah Tian, Yudha masuk dengan semangat sambil memeluk pinggang Zahra.
"Selamat siang semuanya... "teriaknya dengan lantang. Kebetulan semuanya lagi mengumpul di ruang keluarga sambil menonton.
"Kamu dari mana... nggak kerja"tanya mama
"Mulai hari ini aku pergi ke kantor jika ada meeting saja. Aku kerja dari rumah aja kayak kakak Tian.. "
"Memangnya dah banyak duit simpanan Lu.. "tanya Tian
"Memang nggak sebanyak Kak Tian tapi cukup buat menghidupi Zahra.. "
"Mengapa kamu kerja dari rumah saja nak"
"Paling takut Zahra kabur.. "ujar Tian datar
"Zahra nggak mungkin kabur dari aku Kak.. ia sudah cinta mati sama aku"
"Dan kamu cinta sampai ****** dengan Zahra.. "
"Kak Tian kalau ngomong jangan sembarangan "ucap Alya
"Kan betul kata Kak Tian sayang... Kalau Yudha mencintai Zahra sampai ia ******.. "
"Kamu dari rumah sakit ya Yud"
"Iya.. Al"
"Pasti dapat berita baik.. karena dari datang tadi wajahnya berseri banget.. "
"Kamu dukun ya Al.. kok bisa nebak begitu"
"Kelihatan kok wajah yang lagi gembiranya "
"Berita apa nak... "
"Dengarkan baik baik ya ma... Kak Tian dan Alya... saat ini Zahra sudah berbadan dua.. "
"Apaa... kamu nggak salah Yud"
"Nggak ma.. saat ini Zahra sedang hamil enam minggu"
"Selamat sayang.. "ucap Mama dan memeluk Zahra yang duduk disamping mama
"Selamat ya Zahra... semoga kandungannya sehat sampai waktunya lahiran"ucap Alya
"Terima kasih ma.. Kak Alya"
"Jadi Lu pengin kerja dari rumah saja karena Zahra hamil.. baguslah,biar bisa Lu jaga Zahra langsung"
__ADS_1
"Kak Tian... bantu aku dong.. "
"Bantu apa lagi... "
"Tambahkan modal di perusahaan aku"
"Katanya simpanan Lu cukup buat hidupin Zahra"
"Iya sih.. tapi jika buat tambahkan ke modal usaha bisa habislah tabungan aku.. "
"Malas gue.. "
"Kak Tian... dari pada kakak investasikan ke orang lain mending keperusahaan gue.. tambah pahala.. "
"Maunya Lu.. "
"Betul Tian.. dari pada duit kamu di simpan aja tambahkan ke modal adikku, biar tambah maju perusahaan nya.. apalagi ia sebentar lagi sudah akan memiliki anak"
"Gue pikir dulu deh.. "
"Betul ya Kak.. "
"Gue pikir dulu kata gue.."
"Zahra... kamu harus menjaga kehamilan kamu. Karena kamu tidak mudah untuk hamil. Jangan kecapean"
"Iya. ma"
"Kamu juga Yudha.. istri sedang hamil muda dan kandungan lemah kayak Zahra jangan Lu minta jatah terus tiap malam.. sekali atau dua kali saja seminggu "
"Iya.. kalau perlu sebulan ini kamu jangan menyentuh Zahra"
"Bisa berontak dong junior aku ma.. "
"Kasihan deh Lu harus puasa sebulan ini"ledek Tian
"Tapi Kak Bumi nggak ada ngomong begitu"
"Mungkin ia lupa mengatakannya, nak.. "
"Coba saja telepon Yud... biar lebih jelas. "ujar Alya
Yudha langsung mencoba menghubungi Bumi. Beberapa kali tak ada jawaban.
"Tunggu sebentar lagi nak.. mungkin kakak kamu lagi banyak pasien.. "
"Awas aja kalau sengaja nggak mau angkat telepon aku"rajuk Yudha
"Kamu sudah makan Zahra.. makan sana.. tadi mama bawa rendang.. kamu suka kan"
"Pasti enak ya ma.. aku jadi lapar"
"Makanlah.. Yudha temani Zahra makan.."
__ADS_1
"Kamu yakin mau makan sayang.. "tanya Yudha
"Lu.. istri lapar masih saja ditanya.. "
"Bukan begitu Kak Tian... tadi Zahra sudah makan berapa piring dengan sup ikan dan ayam semur"
"Mas ini... kalau nggak mau temani ya sudah.. aku kan bisa makan sendiri.. aku mau makan dengan rendang buatan mama"ucap Zahra dengan mata menahan tangis.
"Kamu tuh ya.. istri lagi hamil pengin makan.. malah dibuat menangis.. "ujar mama
"Maaf sayang... mas kira kamu masih kenyang"
"Yudha... sekarang ada bayi yang juga makan bersama Zahra.. jadi pasti memerlukan banyak makan dari biasanya"
"Sayang.. ayo aku temani makan.. "
"Kamu mau dibuat minum apa Zahra.. biar kakak Alya buat kan sekalian. Mama dan Kak Tian mau jus apa.. "
"Mama sirsak aja nak, kalau ada"
"Ada ma... Kak Tian"
"Apa saja yang kamu buat.. pasti Kak Tian minum"
"Aku buatkan dulu ya ma.. "
Alya melangkah ke dapur dan meminta bibi menyiapkan bahannya terlebih dahulu karena ia ingin melihat si kembar dulu.. takut sudah bangun dari tidurnya.
"Mama merasa saat ini adalah saat paling bahagia di hidup mama.. seandainya papa kamu masih hidup pasti ia juga akan merasakan kebahagiaan seperti yang mama rasakan saat ini. Dimana mama dikelilingi menantu yang baik, cucu yang sehat dan lucu dan anak anak mama yang telah besar hidup dengan rukun. Terasa sangat sempurna hidup mama saat ini. Tak ada beban lagi.. "
"Syukur lah ma.. jika mama sudah bisa merasakan ketenangan. Tian juga merasa saat ini hidup Tian sudah sangat sempurna. Tak ada keinginan selain melihat Alexa dan Axel tumbuh dengan sehat. Semua yang Tian lakukan hanya buat Alya dan kedua anak Tian. Kebahagiaan mereka yang nomor satu"
Alya datang membawa minum dan sepiring kue. Setelah meletakan dimeja Alya kembali duduk disamping Tian.
Tian langsung memeluk pinggang Alya agar bertambah rapat duduknya.
"Mama tahu.. sejak kehadiran wanita ini dalam hidup Tian.. Tian merasakan perubahan.. dari yang kurang baik menjadi jauh lebih baik. Alya yang membuat Tian menjadi lelaki sempurna.. dulu Tian tak pernah percaya yang namanya cinta tapi sejak Alya menghilang barulah Tian tahu apa artinya cinta dan mencintai. Bersyukur wanita cantik ini mau menerima aku dengan segala kekurangan aku.. Aku merasa lelaki yang paling beruntung bisa mendapatkan cinta yang tulus darinya "ucap Tian dan mengecup bibir Alya
"Kak Tian malu ah dengan mama "
"Nggak apa sayang.. mama juga ngerti kok.. "
"Alya.. jika sekarang mama harus pergi selamanya.. mama sudah merasa tenang... karena ada kamu yang menjaga Tian disampingnya. Begitu juga Yudha.. sudah ada Zahra yang begitu cintanya dengan Yudha.. "
"Mama.. mama belum akan pergi. Mama masih harus melihat cucu cucu mama tumbuh sampai dewasa dan memberi mama cicit yang lebih lucu lagi"
"Semoga saja Alya.. "
"Sayang.. si kembar masih tidur ya.. "
"Masih Kak.. capek mungkin dari tadi berlari terus.. "
Mama, Tian dan Alya asyik mengobrol sambil menonton televisi. Yudha menemani Zahra yang makan dengan lahapnya. Yudha heran melihat selera makan Zahra yang bertambah saat ini.
__ADS_1
**************************
Terima kasih untuk semua reader.