Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 48 Season Dua


__ADS_3

Cindy masih menunggu kedatangan Axel di apartemen milik Axel yang sudah ditempatinya hampir enam bulan terakhir ini.


Ia melihat jam di dinding. Hari sudah menjelang malam, tapi Axel tak ada muncul. Dan tak ada kabar apa pun dari lelaki itu.


Cindy telah beberapa kali menghubungi Axel, tapi tak diangkat Axel panggilan teleponnya.


"Apa sebenarnya Axel mengetahui semua berita yang sedang beredar saat ini. Itu sebabnya ia terlihat agak aneh tadi. Ia tampak sedikit dingin. Walau teman temannya banyak mengatakan Axel orang yang cuek tapi biasanya ia akan berubah perhatian jika kami sedang berduaan. Apa Axel tadi ingin menguji kejujuran dariku. Ia ingin aku berkata yang sebenarnya sebelum ia bertanya. Tak mungkin satu orangpun dari temannya yang tak membaca itu dan memberitahukan Axel. Buktinya saat ini ia tak datang "


Cindy mondar mandir di apartemen memikirkan tindakan apa yang akan ia lakukan. Ia tak ingin melepaskan Axel.


"Aku harus jujur, walaupun Axel belum mengetahui saat ini, suatu saat ia pasti akan mendengar berita itu. Aku tak mau Axel meninggalkan aku. Aku harus bisa meyakinkan Axel jika berita itu adalah berita bohong. Ada seseorang yang tak menyukai aku menyebarkan berita itu. Jika Axel mempertanyakan foto aku itu aku bisa mengatakan jika kami sedang memebicarakan tentang pemotretan. "


Cindy akhirnya kembali menghubungi Axel. Ia harus bertemu Axel malam ini juga. Tak mungkin Axel masih rapat sampai malam begini, pikir Cindy.


Begitu ponselnya tersambung, Cindy langsung berpura pura menangis.


"*Sayang.. kamu dimana.Masih rapat ya.. mengapa dari tadi tak menghubungi aku dan tak jadi datang"


"Aku baru saja pulang... "


"Mengapa tak langsung ke apartemen aku"


"Aku lupa... "


"Sayang... kamu sebenarnya kenapa. Jujur denganku. Aku merasa kamu sedikit berubah hari ini"


"Mungkin karena aku lagi banyak pikiran mengenai proyek yang aku tangani, tapi aku rasa tidak ada yang berbeda dari sikapku.. "


"Buktinya kamu tak jadi kesini. Padahal aku menunggu kedatangan kamu dari tadi. Aku sampai nggak makan karena ingin makan bersama kamu"


"Maaf ya sayang.. ini karena aku terlalu memikirkan pekerjaan. Aku ingin membuktikan pada daddy jika aku sudah bisa dipercaya memegang perusahaan tanpa bantuan "


"Bagaimana jika kita keluar saat ini. Aku lapar banget sayang...Kamu juga pasti belum makan"


"Kemana kita makan.. kamu nggak takut nanti ada wartawan... "


"Kamu mendengar atau membaca sesuatu tentang aku ya"


"Memangnya ada berita apa tentang kamu sayang"


"Nanti sekalian aku akan cerita semuanya"


"Aku jadi penasaran sayang.. ada apa ya. Apa yang ingin kamu ceritakan"

__ADS_1


"Kita ketemu dulu, nanti baru aku cerita "


"Okelah... kita direstoran biasa saja ketemunya. Kamu duluan saja. Seperti biasanya kita bertemu diruang privat aja"


"Baiklah sayang.. sampai bertemu. I love you*"


Axel mematikan sambungan ponselnya tanpa membalas ucapan Cindy yang terakhir. Cindy heran melihat sambungan yang telah diputuskan.


"lihatlah.. Axel tak membalas ucapan cinta dariku. Ini tak seperti Axel yang biasanya"


Cindy lalu masuk ke kamar, ia memakai baju terbaiknya,dan ia berdandan agar tampak lebih cantik untuk membuat Axel tertarik dan tak bisa berpaling. Ia akan merayu Axel agar percaya dengannya.


Setelah merasa puas dengan penampilannya, Cindy lalu berangkat menggunakan mobil yang dibelikan Axel.


Uang yang selalu diberikan Anthony disimpan Cindy buat kebutuhan pribadinya yang cukup berkelas.


Cindy masuk ke restoran biasa ia bertemu. Di restoran ini privasi pengunjung cukup di jaga. Tak ada yang bisa masuk kok bukan member.


Cindy langsung masuk ke ruang VIP. Pemilik restoran sudah mengenal dirinya karena selalu di bawa Axel ke tempat ini.


Setelah setengah jam menunggu tampak Axel berjalan memasuki ruangan. Cindy langsung memberikan senyum, dan memeluk Axel.


"Aku masih kangen banget denganmu.. kita sudah hampir satu bulan berpisah, kamu nggak kangen ya"ucap Cindy dengan nada manjanya.


"Tentu saja kangen.. "ucap Axel dan segera duduk


"Sudah.. aku memesan semua makanan kesukaan kamu"


"Kamu tampak cantik malam ini"


"Memang biasanya aku tak cantik"ucap Cindy manja dan bersandar di bahu Axel


"Jika saja kamu wanita yang baik, yang tak dengan mudah mau ditiduri oleh lelaki lain, aku pasti akan merasa lelaki paling beruntung karena memiliki pacar cantik seperti kamu"


"Sayang ada yang ingin aku omongkan. Tapi kamu harus percaya denganku"


"Memang nya kamu mau ngomongin apa.. "


"Kamu lihat ini"ucap Cindy melibatkan berita tentang dirinya dan Anthony


"Apa apaan ini Cin. Jadi selama ini kamu telah membohongi aku, kamu berhubungan dengan lelaki lain dibelakang aku"ucap Axel dengan suara sedikit keras agar Cindy tak curiga


"Sayang, aku tahu kamu pasti marah melihat ini. Tapi percayalah sayang ini tak seperti yang ada diberita. "ucap Cindy mendekati Axel yang tadi menjauhi dirinya.Cindy memeluk lengan Axel.

__ADS_1


"Katakan apa maksud dari berita ini... "


"Sayang.. lelaki yang bersama aku itu namanya Anthony. Ia pemilik dari majalah yang sering menggunakan jasa aku sebagai modelnya. Aku bersumpah sayang. Aku tak ada hubungan apa apa dengannya. Ada model yang iri karena aku sering dipakai buat model majalah itu. Ia mengambil foto aku sedang makan ketika aku membicarakan kontrak kerja"


"Lalu foto kamu memeluk dirinya ketika memasuki kamar itu,apa maksudnya"


"Kemarin kepala aku pusing.. kamu tadi melihat sendirikan jika aku tampak kusut. Karena aku masih kurang sehat. Jadi Anthony hanya mengantar aku sampai ke kamar tempat aku menginap"


"Sepertinya ini hotel tempat aku juga menginap"


"Iya sayang.. aku menginap saja disitu, walau kamu telah pulang, karena aku kurang enak badan. "


"Cindy... jika aku tak melihat langsung, pasti aku akan percaya dengan semua ucapanmu "


"Aku tak mau kamu membohongi aku, jika aku tahu kebenarannya.. kamu tahu Cin, aku tak akan pernah memaafkan kamu"


"Aku bersumpah sayang, aku tak ada hubungan apa apa. Buat apa aku berhubungan dengan Anthony ia sudah berkeluarga. Kamu jauh lebih segalanya dari Anthony buat apa aku memilihnya. Kamu tahukan sayang, aku sangat mencintaimu. Kau ingin hidup bersamamu dan menua bersama.. aku tak akan mengkhianati kamu"


"Semoga apa yang kamu katakan memang benar.. "


"Sayang... kamu harus percaya denganku.. bukankah aku tak pernah membohongi kamu selama ini... "


"Maaf Cin, aku harus pergi. Aku tak ada selera makan lagi"


"Sayang ,kamu harus percaya padaku... "ucap Cindy menahan agar Axel tak pergi


"Cindy... saat ini aku igin sendiri. Aku akan memikirkan ini dulu"


"Sayang.. maafkan aku. Aku tak pernah mengkhianati kamu, aku mohon percayalah dengnku"ucap Cindy berlutut di kaki Axel


"Bangunlah... "ucap Axel memegang bahu Cindy dan membantunya berdiri


"Aku hanya ingin kamu beri waktu aku buat sendiri, aku terlalu mempercayai kamu selama ini. Aku tahu kamu tak berbohong tapi terus terang aku juga kaget melihat berita itu. Beri aku waktu ya... "


"Tapi kamu tidak akan memutuskan hubungan kita kan"


"Cindy... harus berapa kali aku berkata, tolong beri aku waktu untuk menyendiri. Kamu juga seperti nya perlu waktu istirahat, kamu juga pasti syok dengan berita ini kan"


"Iya, aku sangat kaget. Aku tak percaya ada orang yang tega memfitnah aku seperti itu. "


"Kalau begitu lebih baik kita tidak bertemu dulu, untuk menguji seberapa rasa cinta dan percaya kita. Aku pamit dulu"ucap Axel meninggalkan Cindy


"Aku tak mau berpisah denganmu. Aku harus bisa meyakinkan Axel jika itu semua berita bohong "

__ADS_1


**************************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini


__ADS_2