Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 83. Jebakan Sari


__ADS_3

Seminggu menjelang pernikahannya, Alya masih disibukan dengan kegiatannya menjadi pemimpin salah satu agensi model dan malam harinya Alya harus kuliah.


Sudah seminggu Alya mulai kegiatan kuliahnya. Setiap hari ia selalu diantar jemput oleh Tian.


Seperti biasanya Alya akan menunggu Tian menjemput di pintu gerbang kampusnya. Malam ini kuliah Alya sedikit lebih cepat selesainya... Tian belum datang menjemput.


"Malam Alya... apa kabar.. "ucap Sari mengagetkan Alya


"Sari... kabarku baik. Ada perlu apa kamu di kampus ini. Kamu kuliah di sini juga... "


"Nggak... aku kesini karena ada perlu denganmu... "


"Denganku... "Alya memegang dada menunjuk kedirinya..


"Ya... ada yang ingin aku sampaikan.. dan katakan padamu... "


"Dari mana kamu tahu aku kuliah disini... "


"Aku tanya dengan Tony... . Bolehkan aku bicara ama kamu.. "


"Boleh... tapi aku minta izin kak Tian dulu ya"


"Mengapa harus izin Tian... kamu bukan istrinya kan.. lagi pula Tian pasti nggak izinkan karena ia masih marah padaku"


"Sari... Aku selalu dijemput kak Tian... jika aku tak memberitahu kak Tian.. nanti kak Tian pasti akan susah mencariku... dia akan kuatir.. "


"Kamu bisa hubunginya setelah kita sampai di tujuan"


"Nggak bisa begitu Sari... aku hubungi kak Tian dulu ya... "Alya menghubungi nomor Tian. Tapi ponsel Tian tak dapat dihubungi karena lagi sibuk..


"Bagaimana... Tian tak mengangkatnya... Nanti aja hubungi lagi setelah sampai tujuan.. Mari kita berangkat... nanti tambah malam... "Sari membuka pintu mobilnya meminta Alya masuk.


Alya yang tak menaruh curiga apapun langsung masuk kedalam mobil Sari.


Sari melajukan mobilnya menuju ke luar kota.


"Kita mau kemana Sari... ini sudah jauh banget... sudah keluar kota... kak Tian pasti nanti akan kuatir jika aku tak ada dikampus... aku hubungi kak Tian lagi ya... "Alya mengambil ponselnya akan menghubungi Tian.


Sari langsung merampas ponsel Alya, membuat Alya kaget


"Sari... sini ponselku. Mengapa kamu merampas ponselku"


"Aku mau ada urusan denganmu... aku tak mau Tian menggangu"


"Sari... kamu ini aneh... mengapa kak Tian tidak boleh tahu... kemana kamu mau membawaku... Turunkan aku disini"ucap Alya mulai curiga


"Kamu harus ikut denganku... "Sari menambah laju kecepatan mobilnya


"Sari.. jangan ngebut.. kita bisa kecelakaan "


"Kalau kamu tidak mau kita kecelakaan... makanya kamu diam.. "


"Bagaimana aku bisa diam... aku tak tahu kemana kamu mau membawaku... "


Sari memasuki kawasan sebuah villa. Ia memarkirkan mobilnya disalah satu halaman villa.


"Mengapa kita harus kesini... kembalikan ponselku... "Alya ingin mengambil ponselnya... tapi Sari melemparnya keluar dengan keras sehingga ponsel Alya pecah.


Alya keluar dari mobil dan mengambil ponselnya... mencoba menghidupkannya, tapi tak bisa.


"Sari... kamu keterlaluan... apa maumu sebenarnya"ucap Alya sedikit emosi.


Tiba tiba muncul dua lelaki dan langsung membekap mulut Alya dengan sapu tangan yang telah dibius membuat Alya tak sadarkan diri...


"Bawa masuk ke kamar utama.. .."perintah Sari


Alya digendong oleh salah seorang lelaki itu dan menidurkannya di kamar utama.


"Kak Satria mana... apa ia sudah datang..."

__ADS_1


"Ia ada di kamar atas... "


"Apa kamu sudah memberi obat yang aku berikan ke dalam minumannya"


"Sudah... "


"Bagus kamu boleh pergi. Biarkan pintu kamar yang ada wanita itu terbuka. "


"Baik non... kami permisi"Kedua lelaki itu meninggalkan Sari


Sari menaiki tangga menuju lantai atas tempat Satria berada...


"Kak Satria... sudah lama kakak sampai "


"Buat apa kamu mengajak kak Satria ke sini"


"Aku hanya ingin menolong kak Satria. Sejak Tian melamar Alya aku lihat kakak selalu murung. Sekarang kak Satria lihat siapa yang ada dikamar utama... turunlah"


"Emangnya ada siapa... "Satria mulai merasakan sekujur tubuhnya panas dan ia merasakan sesuatu yang lain ditubuhnya.. Ia merasakan gairah seksu*lnya meningkat. Satria tak menyadari kalau minumannya telah diberi obat perangsang atas suruhan Sari.


"Kakak lihat saja... oh ya aku pamit dulu. Aku titip temanku itu ya.. "Sari berlari menuruni tangga dan meninggalkan villa.


Satria masuk ke dalam kamar utama. Ia melihat Alya yang tertidur.


"Alya... mengapa ia ada di sini... apa Sari yang membawanya"Satria mendekati Alya dan membelai pipinya. Ia mengecup pipi dan dahi Alya.


"Alya.. kamu cantik banget... sayang kamu tak mencintaiku... padahal aku akan mencintaimu dan membahagiakan kamu seumur hidupku jika kamu menerima cintaku"


Satria mengunci pintu kamar, ia naik keranjang dan tidur disamping Alya..


Rasa panas ditubuhnya mulai susah ia kendalikan. Satria mulai mencumbu Alya... ia perlahan membuka kancing baju Alya.


Alya yang mulai sadar... merasakan kepalanya pusing. Ia membuka matanya perlahan dan merasakan ada yang menciumi dadanya.. Alya mendorong tubuh Satria dan langsung bangun dan duduk. Satria kaget melihat Alya yang terbangun.


"Satria... apa yang kamu lakukan... "Alya menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


"Alya... mengapa kamu tidak bisa mencintaiku... apa kurangnya aku dari Tian"ucap Satria dengan mata berkabut manahan gairahnya.


"Alya...kamu bisa mencintaiku jika kamu memberi aku kesempatan buat lebih dekat denganmu. Aku akan membuatmu jatuh cinta denganku"


"Satria... masih banyak wanita yang lebih baik dari Alya... kamu bisa mendapatinya nanti"


"Aku maunya kamu... Alya"Satria mendekat ke Alya dan memaksa Alya membuka tangannya yang menutupi dada.


Alya meronta dan berlari secepatnya menuju pintu. Ia mencoba membuka pintu. Tapi ternyata pintu di kunci.


Satria mendekati Alya..


"Alya... biarkan malam ini saja... kamu menjadi milikku"ucap Satria yang sudah semakin tak bisa menahan nafsunya


"Satria sadar... ini sama saja kamu memerkosa ku... kamu akan masuk penjara nantinya... kamu tak bisa memaksaku mencintaimu dengan cara ini"


"Aku tak peduli Alya... kamu harus jadi milikku"Satria mendekat Alya dan ingin menciumnya.


Alya mendorong Satria dan berlari menuju meja yang terdapat sebuah gelas. Alya memecahkan gelas... dan meletakan diurat nadi tangannya..


"Satria... jika kamu masih mendekat... Alya akan bunuh diri... "ancam Alya


"Alya... apa sejijik itu kamu melihatku... sehingga kamu lebih rela mati dari pada ku sentuh"


"Satria...Aku tahu... kamu sebenarnya baik... jangan kamu kotori dirimu dengan perbuatan bejat ini. Aku mohon Satria... sadarlah..."ucap Alya sambil menangis.


Satria yang mendengar tangisan Alya... mulai tersadar atas perbuatannya..Ia menjambak rambutnya sendiri menyadari atas perbuatannya.


Ia mengambil kunci kamar yang ada di saku celananya dan membuka pintu itu. Ia melangkah keluar.. Satria berhenti sejenak dan berkata


"Alya... maafkan aku... aku khilaf. Aku terlalu mencintaimu sehingga aku ingin memilikimu dengan cara yang salah... sekali lagi maafkan aku. Aku akan menghubungi Tian buat menjemputmu"Satria pergi meninggalkan Alya sendiri.


Satria menghubungi Tian melalui pesan singkat. Ia memberi alamat villa dan setelah itu ia pergi meninggalkan villa itu.

__ADS_1


Tian yang sudah sangat panik dan cemas karena Alya tak dapat dihubungi sangat kaget mendapati pesan dari nomor yang tak ia kenal. Satria memang sengaja memakai nomor nya yang satu lagi buat menghubungi Tian.


Tian melajukan mobilnya menuju alamat yang didapatnya. Sedangkan Alya yang ditinggal sendiri, mengunci pintu kamar itu. Takut Satria kembali lagi.


Ia melihat ke jam dinding yang menunjukan pukul dua malam . Ia ingin meninggalkan villa tapi takut masih ada Satria. Ia juga tidak menemui tas nya,entah dimana berada.


"Kak Tian... tolong.. aku takut"lirih Alya sambil menangis.


Tian sampai di villa pukul empat pagi.. ia langsung masuk ke alamat yang diperolehnya. Pintu utama villa tak terkunci, Tian masuk dan meneriaki nama Alya


"Alya... apa kamu ada didalam... Alya jawab aku... "teriak Tian


Alya mendengar suara yang memanggil namanya.


"itu seperti suara kak Tian... "Lirih Alya


"Kak Tian... apa itu kamu"teriak Alya dari kamar


"Alya... ya ini aku Tian... kamu dimana... "Tian membuka pintu kamar yang dia yakini suara Alya berasal dari sana


"Alya... buka pintunya.. "teriak Tian lagi


Alya meyakini itu suara Tian.. ia membuka pintu kamar dan melihat Tian berdiri didepan pintu.. Alya langsung memeluk Tian.


"Kak Tian... Aku takut"


"Mengapa kamu sampai kesini... siapa yang. membawamu"tanya Tian emosi.


"Kak... nanti saja ceritanya. Kita harus pergi dari sini... aku takut disini"


Tian memeluk bahu Alya dan membawanya masuk ke mobil. Alya langsung menangis sambil memeluk Tian.


"Sudah sekarang kita pulang dulu ke villa kak Tian... lebih dekat dari sini.. aku tahu sekarang siapa yang membawamu... aku ingat ini villa siapa"ucap Tian sambil meninju setir mobilnya


Alya masih menangis terisak. Tian menyetel jok agar Alya bisa tidur.


"Sekarang lebih baik kamu tidur. ..."Tian mengecup dahi Alya memberinya kekuatan agar tak takut lagi.


Alya mencoba memejamkan matanya agar dapat melupakan kejadian tadi.


Sesampai di villanya Tian, Alya sudah tertidur. Tian menggendong Alya membaringkannya di ranjang kamar villanya.


Tian menyelimuti tubuh Alya. Ia tidur disebelah Alya... memeluk tubuh Alya yang masih sedikit bergetar karena rasa takutnya yang belum hilang.


"Sari... ataupun Satria... kalian akan menerima balasannya. Beraninya kalian menyentuh milikku... "ucap Tian penuh emosi.


Alya mengigau dan berteriak..


"Jangan... jangan lakukan itu... jangan sentuh aku.. "ucap Alya di igauannya.


"Alya... apa yang mereka lakukan padamu... "Tian membelai wajah Alya dan mengelap keringat didahinya.


"Tidak... kalau kamu mendekat Alya akan bunuh diri.. "ucap Alya mengigau


"Alya... bangun... sadar sayang... "ucap Tian kuatir mendengar ucapan Alya yang ingin bunuh diri


Alya membuka matanya dan melihat Tian yang memeluk tubuhnya. Alya menangis didada Tian..


"Kakak... "hanya itu yang Alya ucapkan.


"Sekarang kamu jangan takut lagi... ada aku disini.. apa mereka melakukan sesuatu padamu.."


"Nggak kak ,mereka tidak melakukan apa apa.. .. kak nanti saja aku ceritanya. Aku mau tidur sebentar dipelukan kak Tian... "


Tian membawa Alya ke pelukannya. Ia membenamkan kepala Alya di dadanya sambil mengecup kepala Alya..


"Tunggu saja Sari... kamu harus tahu berhadapan dengan siapa . kamu tidak bisa main main denganku... aku akan membalasmu jauh lebih kejam dari apa yang kamu lakukan pada Alya... jika aku tahu kamu sudah menyakiti dan melakukan hal buruk pada Alya... aku akan membunuhmu"bathin Tian .


**********************

__ADS_1


Terima kasih karena sudah tetap setia membaca novel ini.


Jangan lupa mampir juga dinovelku CINTA TAK PERNAH SALAH


__ADS_2