
Sore hari mama menjemput Alya buat mencari baju kepesta pertunangannya Raymond sepupu Sandra yang juga teman Tian sewaktu di sekolah menengah pertama.
Raymond juga berteman dengan Bumi dan Satria.
"Tian... mama bawa Alya dulu ya ke butik sekalian ke salon, kamu tunggu dirumah saja ya."
"Mengapa harus ke butik segala sih ma... kan baju pesta Alya banyak, nanti Alya nya kecapean"
"Sebentar saja kok... baju nya sudah mama pilihkan. Mama rasa pasti pas di badan Alya, buat kamu juga sudah mama pilihkan. Jadi kamu tunggu mama pulang,baru berpakaian "
"Ribet banget sih ma... yang tunangan Raymond apa Tian sih... kok mama yang repot "
"Sebastian.... mama ingin kamu dan Alya tampil yang terbaik... kamu nggak keberatan kan Alya... "
"Nggak ma...terserah mama saja, Alya ngikut saja"
"Itu Alya saja nggak keberatan..."
"Mama... Alya itu mana pernah berkata tidak, apa lagi jika itu menyakiti perasaan orang, ia tidak akan sampai hati... lagi pula Alya pakai baju apa saja cantik kok... apalagi kalau tak pakai baju... tambah cantik"
"Huss... pikiranmu mesum saja... apa kamu mau Alya tak pakai baju ke pesta"
"Mana boleh ma... tubuh Alya itu hanya boleh aku yang lihat.. "
"Makanya jangan ngawur kalau bicara. Sudah ah.. ayuk Alya kita jalan. Kalau ngeladeni Tian nggak akan selesai, telat kita jadinya"
"Kak Tian... aku pamit dulu ya.. "
"Ya sayang... hati hati"Tian mengecup pipi dan bibir Alya,membuat pipi Alya memerah karena malu dilihat mama Mega.
"Kenapa pipi mu memerah... malu ya dilihat mama. Nggak usah malu sayang... cuma ciuman bibir saja kok... "
"Kak Tian... idih nggak ada malunya"
Tian dan mama Mega tersenyum melihat Alya yang salah tingkah.
Mama Mega membawa Alya ke butik langganan nya. Ia meminta baju yang telah ia pesan sebelumnya. Mama mega meminta Alya mencoba gaun itu.
Setelah memakainya, Alya keluar dari ruang ganti menuju tempat mama duduk
"Sayang... kamu cantik banget dengan pakaian itu... cocok banget dengan tubuh mungilmu. Apa mama bilang, kamu pasti pas dengan pakaian yang mama pilihkan. Bagaimana menurutmu... kamu suka"
"Ya ma... Alya suka banget"
"Kalau begitu... setelah dari sini kita langsung ke salon.. mama nanti ganti pakaiannya disalon saja"
"Baik ma... Alya langsung saja ya pakai gaun ini ke salon"
__ADS_1
"Iyalah... ngapain di ganti lagi, buat repot "
Mama Mega pamit dengan pemilik butik setelah meminta pakaian buat Tian.
Alya dan mama Mega pergi kesalon langganannya mama Mega. Alya hanya dirias tipis, karena wajahnya yang sudah sangat cantik tidak memerlukan polesan yang berlebihan. Alya juga lebih senang make up yang natural.
Setelah dari salon mereka pulang. Karena jam sudah menunjukan pukul enam. Mereka harus berangkat pukul tujuh dari rumah agar tak telat.
Mama memberikan Alya cemilan, agar Alya nanti tidak merasa lapar. Alya memakan cemilan yang diberikan mama di mobil selama perjalanan pulang.
Sampai dirumah mereka telah dinantikan Tian. Ia mondar mandir diruang tamu menunggu istri dan mamanya...
"Lama banget sih ma... aku kan kuatir... sayang kamu juga nggak angkat telepon ku... mengapa"
"Ponsel kan aku tinggalkan kak"
"Besok kemana mana jangan lupa bawa ponselnya"
"Aku nggak membawanya karena pergi dengan mama... kak Tian kan bisa menghubungi mama"
"Sudah kak Tian hubungi... tapi mama sengaja tidak mengangkatnya... aku tahu itu"
"Ha.. ha... ternyata kamu tahu ya"
"Iyalah... aku kan anak mama... aku bisa tahu isi pikiran mama... "
Tian langsung memperhatikan istrinya...
"Nggak cantik... aku nggak mau Alya pakai gaun ini... mengapa harus memperlihatkan bahu Alya ma... apa nggak ada gaun yang tertutup"
"Ada... daster"jawab mama kesal
"Ma... aku serius.. ini seksi ma. Aku nggak suka orang melihat bahu Alya nantinya"
"Kamu... ini mana seksi... gaun pesta ya kayak gini... "
"Sayang... kamu ada gaun yang lebih tertutupkan.. ganti saja ya.. "
"Kak... ini juga nggak terbuka kali. Cuma bahunya yang terlihat. Lagipula mana ada waktu buat ganti pakaian... jam tujuh kita sudah harus pergi... "ucap Alya
"Betul Alya... mana ada waktu buat ganti... sekarang kamu cepat ganti pakaianmu... ini baju buatmu... cepat gantinya"mama menyodorkan paper bag
"Awas ya ma... kalau Alya masuk angin.. itu salah mama.. "ucap Tian sambil berlalu
Mama dan Alya tersenyum melihat wajah kesal Tian. Setelah mengganti pakaiannya Tian keluar dari kamar menuju ruang tamu dengan wajah yang masih masam.
"Lihat... kalian pasangan yang serasi... "ucap mama
__ADS_1
Tian yang memakai setelan jas warna merah maroon dan Alya dengan gaun warna dusty pink tampak sangat serasi.
Tian memeluk bahu Alya dengan lengannya untuk menutupi bahu Alya yang terekspos.
"Kamu... nggak harus memeluk Alya seperti itu juga lah... "ledek mama
"Suka suka Tian dong ma... Alya kan istri Tian"ucap Tian sambil mencibir
"Dasar bucin... takut banget istrinya dilihat orang. Kamu seharusnya bangga melihatkan pada semua orang kecantikan istrimu... bukannya malah takut"
"Tentu saja aku takut melihatkan kecantikan Alya pada semua orang... nanti ada pula yang naksir... Kecantikan Alya hanya boleh aku saja yang lihat"
"Sudah ngomongnya.. mari jalan lagi... nanti telat sampainya... jalanan pasti macet di malam minggu seperti ini"
Mereka bertiga pergi kepesta diantar supir. Karena sejak kecelakaan, Alya tidak mengizinkan Tian menyetir.
Sampai di ballroom hotel tempat berlangsungnya pesta pertunangan Raymond, tampak tamu undangan yang telah memenuhi ruangan itu.
Tian berjalan dengan menggenggam tangan Alya masuk ke ruang pesta. Banyak mata memandang ke arah mereka. Karena mereka memang tampak sangat serasi.
Di sudut ruangan sebelah kiri tampak Bumi sedang berbincang dengan Satria dan adiknya Sari.
"Itu Tian baru datang... wah Alya tampak tambah cantik walau sedang hamil"ucap bumi
"Apaa... Alya hamil"tanya Sari
"Ya... sudah dua bulan... bayinya kembar lagi.. "ujar Bumi
"Dari mana kamu tahu... Bum"tanya Satria
"Apa kamu lupa... aku ini kan dokter kandungan, kebetulan Alya adalah pasienku..."
"Jadi sekarang Alya lagi mengandung anaknya Tian... dan kembar lagi"gumam Sari dalam hati
****************************
Terima kasih karena tetap setia membaca novel ini...
Mampir ya ke novel terbaruku
-ANTARA AKU, KEKASIHKU DAN SAHABATNYA
-ELEGI CINTA LANGIT DAN PELANGI
__ADS_1