Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab 27 Season Dua


__ADS_3

Zahra telah dipindahkan keruang perawatan. Yudha duduk disamping tempat tidurnya menunggu Zahra bangun.


Bumi mengatakan jika Zahra bukan pingsan, tapi ia tidur karena kelelahan sehabis melahirkan. Bumi menyarankan agar Zahra jangan diganggu tidurnya karena itu dapat memulihkan tenaga nya kembali.


Memang ada mitos disebagian masyarakat yang mengatakan ibu yang habis melahirkan jangan diizinkan tidur karena itu dapat merusak penglihatan atau darah putih bisa naik.


Yudha sudah menanyakan hal itu pada Bumi. Dan ia mengatakan itu hanyalah mitos belum ada bukti secara ilmiah, bahkan seharusnya ibu yang habis melahirkan dibiarkan tidur untuk pemulihan tenaganya lagi.


Zahra mulai membuka matanya dan tersenyum. Yudha senang melihat itu. Ia langsung mencium tangan Zahra.


"Sayang... sudah bangun "


"Mas.. mana bayi kita.. "


"Itu lagi tidur. Terima kasih sayang karena telah berjuang untuk melahirkan bayi kita. Aku tak tahu harus berkata apa untuk mengucapkan rasa bahagia dan bersyukur aku karena kamu telah dapat melahirkan dengan selamat dengan bayi yang juga sehat"


"Mas.. aku juga sangat berterima kasih dan bersyukur pada Tuhan karena memberikan aku jodoh seperti kamu dan aku juga ingin mengucapkan banyak terima buat mama yang telah melahirkan seorang putra hebat seperti Yudha"ucap Zahra pada mama yang berdiri disamping tempat tidurnya


"Mama.. juga berterima kasih pada kamu dan juga Alya.. yang telah memberikan mama cucu cucu yang ganteng dan cantik juga sehat sehat. Kalian berdua juga telah banyak memberikan kebahagiaan buat mama dan juga untuk putra putra mama, kalian menantu mama yang hebat hebat.. "


Alya memeluk mama mertuanya yang telah seperti mama kandung baginya.


"Zahra kamu mau lihat putramu "ujar Alya


"Ya.. kak. Apa boleh"


"Tentu saja boleh.. Yudha... tolong bantu dudukan Zahra"


Yudha membantu Zahra bangun dan duduk bersandar dengan bantal yang ada dikasur.


"Apa kamu sudah mempersiapkan nama buat bayi kamu Zahra"tanya mama


"Sudah ma... "


"Apa mama boleh tahu sekarang siapa nama cucu mama yang ganteng ini"ucap mama sambil memberikan putra nya kepangkuan Zahra.



"Ini putra kamu.. sangat ganteng kan"ucap mama


"Ma.. ini apa benar putra kami."ucap Zahra melihat putra nya yang sangat sehat dan ganteng


"Iya sayang... mirip dengan mas kan gantengnya"

__ADS_1


"Iya sangat mirip dengan mas Yudha"ucap Zahra mencium pipi putranya


"Jadi siapa nama putra kamu, Zahra"kali ini Alya yang bertanya


"BARRA RAFEYFA ZAYAN MAULANA yang artinya berkah Tuhan yang menjadi pelopor karena memiliki hati bersih, berpikir cemerlang dan sikap yang selalu melindungi orang lain"


"Nama yang bagus dan juga memiliki arti yang sangat bagus"ujar Alya


"Semoga nama yang kami berikan menjadi doa buatnya agar menjadi seperti yang kami harapkan "ucap Yudha dan mengecup dahi Zahra lalu dahi putranya.


"Mas.. aku tak pernah membayangkan dan memimpikan dapat menggendong bayi dari rahim aku sendiri, karena aku pikir Tuhan tak akan memberikan kepercayaan padaku untuk menitipkan seorang malaikat kecil seperti ini"


"Kita tidak boleh berburuk sangka pada Tuhan.. karena Apapun yang diberikan Tuhan pasti yang terbaik buat kita.. "


"Ya mas.. aku merasa sangat berdosa pernah berburuk sangka akan takdir Tuhan. Padahal Tuhan selalu saja memberikan semua yang terbaik dalam hidupku selama ini"


Barra anak Yudha dan Zahra tampak gelisah dan akhirnya menangis didalam gendongan ibunya.


"Zahra.. coba kamu beri ASI mu... nak"


"Ya ma.. "ucap Zahra dan mencoba memberikan ASI nya, walau sedikit kesulitan, tapi ia yang telah sering membantu ibu ibu melahirkan dan memberi kan ASI sedini mungkin tahu caranya agar ASI bisa keluar.


Dengan sedikit kesulitan, tapi akhirnya Barra bisa mendapatkan ASI dari Zahra.


Setelah Barra merasa kenyang,ia kembali tertidur. Alya membantu meletakan Barra ketempat tidurnya kembali.


Terdengar langkah kaki mendekat ke kamar tempat perawatan Zahra, pintu kamar dibuka paksa dari luar, tampak si kembar berlari kearah tempat tidur Zahra


"Aunty mana dedek bayinya.. Alexa mau lihat"


"Axel juga mau lihat"teriak keduanya.


"Hhuuusss.... jangan ribut. Tolong kecilkan suara anak anak mommy karena dedeknya lagi tidur"


"Mana dedeknya tidurnya mommy"tanya Alexa


"Itu dedeknya lagi tidur"tunjuk Alya.


Alexa dan Axel langsung berlari ke arah tempat tidur bayi.


"Hai... jangan berisik sayang... "ujar Alya


"Alexa tak tampak dedeknya"ucap Alexa sambil berjinjit ingin melihat wajah bayi Zahra

__ADS_1


"Iya biar mommy gendong.. tapi gantian ya.. "ujar Alya lagi


Tian dan Yudha tersenyum melihat antusias nya si kembar yang ingin melihat adik kecilnya.


Tian lalu mendekat ke arah tempat tidur bayi dan menggendong Axel. Karena Alexa yang digendong Alya tak mau gantian. Ia ingin terus melihat adik bayi yang ganteng.


"Mommy... mau gendong dedek "


"Nggak boleh.. Alexa masih kecil"


"Alexa bisa gendong.. di rumah ada boneka Alexa yang lebih gede tapi Alexa bisa gendong"ujarnya


"Beda sayang... kalau boneka itu tidak hidup, ia tak bisa menangis jika terasa sakit. Tapi kalau dedek nanti bisa menangis jika Alexa salah gendong dan ia merasa sakit"


"Boneka Alexa juga bisa menangis.. Itu yang daddy beliin"ujarnya lagi


Tian yang mendengar ucapan anaknya hanya tersenyum. Alexa anaknya memang sedikit cerewet beda dengan Axel anaknya lebih menerima. Dan tak akan membantah jika dilarang.


"Sayang.. mommy benar, anak sekecil Alexa belum boleh gendong dedek bayi"


"Daddy jahat.. Alexa udah gede.. betulkan aunty.. "tanya Alexa pada Zahra


"Ia.. Alexa sudah gede.. kan sekarang adiknya Alexa sudah dua.. Axel dan Barra. Jadi cece Alexa mulai hari ini nggak boleh cengeng dan juga nggak boleh marah marah. Apa lagi sekarang Cece udah sekolah, nanti malu dengan bu guru jika cece marah marah"ucap Zahra sambil tersenyum


"Cece nggak akan menangis dan marah lagi aunty "


"Anak pintar.. kalau begitu cece tambah cantik."


"Cece Alexa.. cucu Oma yang paling cantik.. nggak ada saingan"ucap mama


"Betul Oma.. cece yang paling cantik"ucap Alexa senang


"Tentu saja..sayang Kan cece Alexa, cucu Oma satu satunya yang cewek"ujar Tian


"Daddy jelek.. "


"Hai.. katanya nggak akan marah marah lagi. Nanti nggak daddy belikan boneka yang bisa bicara dan berjalan.. "


"Mommy... "ucap Alexa akhirnya menangis


"Katanya cece udah gede... tak mau menangis lagi"ujar Alya. Akhirnya Alexa diam.


Yudha yang telah selesai menyuapi Zahra lalu membersihkan wajah Zahra dengan handuk basah.

__ADS_1


**************************


Terima kasih untuk semua pembaca yang tetap setia. Mampir juga ya ke novel terbaru aku berjudul SAHABATKU MADUKU (air mata Melati)


__ADS_2