
Axel pulang kerja langsung menuju apartemen Cindy. Sebelumnya Axel membeli makanan dulu buat mereka santap malam.
Cindy yang tahu Axel akan ke apartemennya,langsung merias wajahnya agar tampak sedikit pucat.
"Aku harus bisa mempertahankan Axel untuk tetap berada disampingku. Aku tak akan bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari Axel."
Cindy langsung tidur dikamarnya karena tadi ia mengatakan sedang tak enak badan agar Axel mau ke apartemennya.
Axel langsung masuk ke apartemen Cindy. Ia tak memanggil nama Cindy.
"Cindy.. Cindy.. sayang.. kamu dimana.. "
"Sayang... aku di kamar.Masuklah.."
"Aku di sini aja.. kamu bisa ke luar dari kamar "teriak Axel
"Kepalaku pusing banget.. sayang. Kamu masuk aja. Kan nggak ada orang"rengek Cindy
"Tapi aku tak biasa masuk kamar orang lain, apa lagi kamu wanita.. "
"Aku ini pacar kamu sayang. Kita kan tidak melakukan apa apa. Apa kamu tega melihat aku yang sedang sakit harus berjalan keluar "
"Oke.. aku masuk"ucap Axel dan membuka pintu kamar. Ia melihat Cindy yang tidur dibawah selimut.
"Sayang.. kamu kenapa. Mukamu pucat banget"
"Aku hanya kecapean... "
"Aku sudah bilang, tinggalkan kerjaanmu. Aku akan memberi uang berapa yang kamu perlukan.. "
"Axel.. aku tidak mau nanti dikira cewek matre"
"Aku yang memberi bukan kamu yang meminta "
"Tapi.. aku tak mau sayang. Aku belum jadi istrimu. Jika aku sudah jadi istrimu baru aku mau pemberian darimu. Aku juga nggak bisa memutuskan kontrak yang masih berjalan "
"Aku akan membayar dendanya jika kamu mau memutuskan kontrak kerja mu"
"Jika orang tua kamu tahu, aku pasti bisa di cap wanita yang memanfaatkan hartanya"
"Aku kan juga di gaji sama daddy.. aku bisa pakai uang gajiku.. bukan uang orang tuaku"
"Sayang.. aku masih mau bekerja. Nanti jika kita sudah mau menikah baru aku berhenti ya"rayu Cindy sambil memeluk perut Axel yang duduk disamping ia tidur.
"Kamu janji tidak akan bekerja jika telah menikah"
"Ya.. sayang. Kamu tidur dong disini. Aku pengin peluk kamu"ucap Cindy menunjuk bantal disampingnya.
Axel tidak pernah tidur seranjang dengan wanita selain Bunga dan Alexa.
Dengan ragu Axel merebahkan dirinya. Cindy langsung memeluk Axel dan meletakan kepalanya di dada Axel.
__ADS_1
"Axel.. apa kamu benar benar mencintai aku"
"Tentu saja.. mengapa kamu tanyakan itu sayang"
"Bagaimana jika orang tua kamu tidak merestui hubungan kita.. "
"Aku akan berusaha semampuku sampai mereka merestui hubungan kita.. Aku bisa meninggalkan keluargaku jika mereka masih tidak merestui kita"
"Axel.. apa kamu pikir aku akan bisa menerima kamu jika orang tua kamu mengusirmu. Aku mau denganmu karena harta orang tuamu.. aku ingin nanti hidupku bergelimang harta.. aku tak mau miskin.. "
"Kapan kamu mengenalkan aku dengan orang tuamu"
"Kapan kamu siap,bukankah selama ini kamu yang tak mau aku kenalkan"
"Sayang.. jika dulu aku masih terlalu muda. Aku belum terlalu berpikir ke hubungan yang lebih serius. Tapi sekarang aku sudah siap untuk menikah, lagi pula usiaku aku sudah hampir dua puluh lima tahun."
"Jika begitu besok malam aku kenalkan kamu dengan keluargaku. Kita makan malam dirumahku"
"Sayang.. aku ini lebih tua darimu tiga tahun. Apa kamu tidak malu mengenalkan aku... "
"Mengapa harus malu.. kamu masih tampak seperti remaja.. tidak kelihatan usiamu diatas usiaku"
"Kamu terlalu memuji. Aku makin sayang denganmu"ucap Cindy sambil mengecup bibir Axel dan ketika Axel membalasnya, Cindy langsung bergairah. Ia ******* bibir Axel.
Mereka saling berpagutan dengan penuh gairah. Saling membelit, menghisap dan memainkan lidah dengan bertukar saliva.
Cindy bergerak membuka kancing kemeja Axel dan mengelus dada bidang Axel. Ia melepaskan pagutan bibir mereka. Cindy mulai mengecup leher, dan dada Axel.
"Kamu akan menjadi milikku sentuhnya malam ini Axel... "
Cindy membusungkan dadanya dan menaikan atasannya hingga memperlihatkan dadanya.
Axel meremas pelan dada Cindy, sehingga ia melenguh. Axel mengecup leher dan dada Cindy.
Sedang asyik dengan permainannya, ponsel Axel berdering. Nada yang mendengarkan panggilan dari mommy nya.
Axel melepaskan kecupannya.. membuat Cindy kecewa.
"Sayang.. biarin saja. Memangnya siapa sih yang menghubungi kamu malam begini"ucap Cindy dengan suara manjanya. Ia tahu Axel pasti menurutinya jika sudah berkata dengan suara manja.
"Ini dari mommy. Aku angkat dulu"
"Ya.. mom..ada apa.. "
"Kamu dimana nak.. kamu masih dikantor ya."
"Nggak mom.. kenapa"
"Kamu dimana.. mengapa belum pulang jika kamu nggak dikantor"
"Aku dirumah teman mom... "
__ADS_1
"Pulanglah lagi.. jangan terlalu capek. Ini sudah hampir jam sembilan malam. Mommy tadi sudah banyak masak udang saus mentega kesukaan kamu.. "
"Mommy.. tapi aku sudah makan... "
"Baiklah.. kalau begitu mommy beri bibi saja..Lain kali jika kamu nggak bisa makan dirumah hubungi mommy, biar mommy nggak perlu masak makanan kesukaan kamu. Cece juga nggak bisa pulang makan malam tadi"
"Mommy.. baiklah.. aku pulang.. "
"Tapi kamu masih dengan teman kamu. Nanti mommy mengganggu.. "
"Nggak mom. Aku bisa pulang sekarang. Mommy tunggu ya.. "
"Baik sayang...mommy memang belum makan"
"Apa.. jadi mommy juga belum makan.. "
"Mommy menunggu kamu sayang. Biasanya kalau kamu lembur, kamu selalu beri kabar mommy.. jadi mommy kira kamu akan pulang"
"Maaf mommy.. aku segera pulang.. "
"I love you... "
"I love you too.. mom"
Axel mematikan sambungan ponselnya dan merapikan kembali bajunya.
"Sayang.. aku harus pulang. Kamu sudah agak baikan bukan. Jangan lupa makan ya makanan yang aku beli. Jangan diet terlalu ketat"
"Tapi aku masih mau bersamamu"
"Besok sebelum ke kantor aku mampir.Kasihan mommy menunggu aku pulang. Sampai mommy belum makan. Aku tak mau mommy sakit. Daddy bisa marah besar jika mommy sakit gara gara telat makan karena menunggu aku pulang"
"Baiklah.. jika itu mommy kamu, aku harus mengalah. Kamu memang harus lebih mengutamakan mommymu. Karena ia yang telah melahirkan kamu... "
"Sayang.. ini yang membuat aku makin mencintai kamu. Kamu selalu mengerti aku dan memahami semua mauku"
"Aku tak boleh merasa bersaing atau merebut perhatian kamu dari mommy kamu. Karena selagi kamu masih belum beristri, yang paling utama adalah mommy kamu"
"Terima kasih sayang... "ucap Axel dan mengecup bibir Cindy. Ia lalu mengusap kepala Cindy.
"Jangan lupa makan dan minum obatnya. Langsung tidur, jangan begadang"
"Iya sayang.. hati hati"
"Kamu juga hati hati ya.. "
Axel melangkah keluar dari kamar Cindy. Ia langsung keluar apartemen dengan langkah tergesa. Ia tak mau mommy nya menunggu terlalu lama.
"Dasar anak mommy. Jadi Axel begitu dekatnya dengan mommy nya. Itu berarti aku harus mengambil hati mommynya agar aku tambah dicintai Axel.. tambang emasku"
**************************
__ADS_1
Terima kasih