Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)

Aku Bukan Simpanan (Season Satu & Dua)
Bab. 40...Kembali ke tempat ini...


__ADS_3

Tian melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir rumah sakit. Alya hanya duduk diam di jok belakang. Walau Tian memintanya duduk di depan Alya tak mengindahkannya.


"Tuan Tian... apa kamu tahu tempat tinggalku... "tanya Alya karena dari tadi Tian tak bertanya alamat rumahnya.


"Hhmmm..... "Tian


"Tuan Tian saya rasa anda salah jalan. Ini bukan jalan menuju tempat tinggalku... "ucap Alya begitu menyadari jalan mana yang ditempuh Tian


"Tiannnn..... kamu dengar nggak aku bicara. Ini bukan jalan ke apartemenku. Kita sudah hampir keluar kota... "Alya


"Siapa yang mengatakan kita akan ke tempat tinggalmu... "Tian


"Jadi maksud anda kita akan kemana Tuan Tian... "Tian


"Ke tempat tinggalku.... "Tian


"Aku tak mau.... hentikan mobil ini. Turunkan aku disini.... "Alya mencoba membuka pintu tapi rupanya Tian telah menguncinya..


"Tuan Tian buka kunci pintunya.... atau aku akan berteriak... "Alya


"Silakan... apa pun yang akan kau lakukan... "Tian


"Kamu tidak bisa memaksaku harus ikut kamu.... "Alya


"Bukankah kamu bilang... Kamu ingin pulang.... sekarang apa maumu lagi... "Tian


"Aku mau pulang ke apartemen ku bukan ke tempat tinggalmu... "Alya

__ADS_1


"Aku tidak pernah bilang kita pulang ke apartemenmu kan.. "Tian


Alya merasa sangat kesal atas perbuatan Tian yang semaunya. Alya pun pindah duduk ke depan dan memegang tangan Tian yang lagi mengemudi...


"Hentikan Tian.... aku mau turun.... "Alya


"Lepaskan tanganmu dari tanganku... aku tak bisa mengemudi dengan benar... "Tian


"Aku tak akan melepaskan sebelum. kamu menghentikan mobil ini"Alya


"Oh... jadi kamu mau kita mati bersama... okr kalau itu maumu... "Tian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Alya terpaksa melepaskan tangannya di tangan Tian yang lagi mengemudi. Ia berpegangan dengan erat karena Tian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Ini kan maumu.... kamu pikir aku takut mati"Tian


"Tiaannn..... hentikan.... "Alya berteriak frustrasi


"Kamu memang gila Tian.... "ucap Alya sambil menarik nafasnya.


"Sekarang kamu turun baik baik... jangan coba kabur kalau tak ingin aku berbuat hal yang lebih gila... "Tian


Alya dengan langkah gontai mengikuti Tian memasuki Villa yang dulu pernah mereka tempati.


"Baiklah Tian... seperti nya tak ada gunanya melakukan perlawanan. Karena jika aku memberontak... kamu akan melakukan hal yang gila. Sekarang aku akan ikuti permainanmu... Kita lihat siapa yang akan bertahan... "Alya


"Tidurlah di kamar atas... "Tian

__ADS_1


"Aku tidur di kamar pelayan aja... seperti dulu... "Alya


"Jadi kamu masih mengingat semua kejadian di sini... "Tian


"Tentu saja aku ingat... semua kepedihan yang aku alami berawal dari tempat ini... "Alya


"Apa maksudmu... "Tian


"Jadi apa maumu... aku mengingat hal indah yang terjadi disini... Aku tak pernah merasakan sesuatu yang indah sejak tinggal di sini... "Alya


"Kamu jangan memancing kemarahanku Alya... "Tian


"Apa kamu bisa menyebutkan hal indah apa yang harus kuingat dari tempat ini... "Alya


"Apa kamu memang tak pernah menginginkan anak yang pernah kamu kandung... "Tian


"Oh... kamu berharap aku mengingat kehamilanku dulu... Itu juga hal terburuk yang harus aku lupakan... karena kehamilanku yang membuatku dituduh seorang pembunuh... padahal aku tak pernah terniat sedikitpun membunuh calon bayiku... "Alya


"Jangan memancing keributan Alya... ini sudah hampir pagi... sebaiknya kau istirahat. Aku akan kembali ke kota. Aku harus bekerja. Jangan coba coba melarikan diri sebelum kamu benar benar sembuh... "Tian


Tian melangkah meninggalkan villanya. Ia takut jika menginap disini, ia tak dapat mengontrol emosinya karena terus menerus berdebat dengan Alya.


"Alya... apa kamu benar benar tak pernah merasakan sedikitpun kebahagiaan selama hidup bersamaku. Apa kamu begitu benci dan takutnya padaku... Alya kali ini sebenarnya aku telah jatuh cinta padamu... aku tak tahu caranya agar kamu juga dapat mencintaiku... Aku ingin kita memulai lembaran baru dan melupakan semua kenangan pahit diantara kita... "Tian


"Aku tak pernah bermimpi akan menginjakan kakiku dirumah ini lagi... semua kenangan di tempat ini terlalu menyakitkanku.... Dan yang paling menyakitkan ketika ia menuduhku sengaja menggugurkan kandunganku.... Walau aku belum mencintaimu saat itu... tapi aku tak mungkin membunuh calon bayiku. Aku juga calon ibunya.... "Alya membatin


***********************

__ADS_1


Jangan lupa like... koment dan vote


Terima Kasih


__ADS_2