
Siang harinya semua sudah berkumpul dirumah mama. Si kembar bermain dilantai beralaskan karpet. Semua mainan mereka berserakan di lantai tapi mama tak menghiraukan. Ia tak peduli rumah berantakan atau kotor di buat oleh si kembar.
"Mas.. mau minum apa.. biar aku buatkan. Kak Tian juga mau minum apa... "ujar Zahra
"Lu panggil apa sama Yudha... "tanya Tian
"Mas.. memang kenapa.. Kak Tian iri ya Zahra memanggil aku dengan suara yang merdu dan mendayu... masss.... "ucap Yudha sambil mendesah
"Jijik tahu gue mendengarnya... Lu tuh tak pantas dipanggil mas.. Lu tuh lebih pantas dipanggil perunggu atau perak... "
"Memangnya gue medali... "
"Ma.. mama tahu nggak... masa sih Yudha cemburu dengan Axel... sampai membuat Axel menangis karena ingin mencium Zahra... aku rasa Yudha menoyor kepala Axel deh.. "
"Jangan memfitnah Kak... gue nggak ada ya menoyor kepala Axel... "
"Dasar sableng.. sembarangan Lu menoyor kepala cucu mama.. "ucap mama menoyor kepala Yudha
"Ma... gue sudah punya istri... jangan main toyor sembarangan.. hilang harga diri gue.. "ucap Yudha kesal
"Memangnya hilang kemana... biar mama cari"
"Ha... ha.. kasihan deh lu"
"Dasar Tian.. umur saja yang tua.. tapi masih suka mengadu... "
"Apa Lu bilang... gue tua.. apa Lu nggak lihat sekali gue main mata sekelas Luna Maya sampai Syahrini bisa bertekuk lutut.. "
"Weeekkkk..... mau muntah gue... "
"Gue pitek juga kepala lu"
"Loh itu ada suara muntah... siapa tuh yang muntah.. "ucap mama mendengar ada suara wanita yang ingin muntah.
Tian dan Yudha langsung menuju dapur karena Alya dan Zahra istri mereka lagi berada di dapur.
"Siapa yang muntah itu sayang.. Kak Tian dengar ada suara orang yang mau muntah"
"Zahra Kak...."ucap Alya
"Zahra... mengapa ia sampai muntah.. "ucap Yudha panik
"Di mana Zahra nya sekarang Al"tanya Yudha lagi
"Tuh lagi di kamar mandi belakang"
Yudha berlari menuju kamar mandi dan mengedor pintu kamar mandi itu.
"Sayang... buka pintunya.. kamu kenapa sayang"
Zahra segera membuka pintu kamar mandi.
"Sayang ..kamu kenapa.. "ucap Yudha sambil memegang kedua pipi Zahra
"Nggak apa apa mas.. tiba tiba saja perutku mual"
__ADS_1
"Sekarang bagaimana... apa yang kamu rasakan"
"Sudah nggak apa... kamu jangan panik gitu deh"
"Tentu saja aku panik.. aku takut kamu sakit sayang"
Yudha memeluk pinggang Zahra mengajak duduk di ruang keluarga bersama mama.
"Sudah kamu jangan bantu masak.. duduk saja. Biar Alya dan bibi saja yang kerjakan. "
"Nggak apa mas... aku sudah baikan.. "
"Ini salah Kak Tian... Zahra sampai muntah"
"Kok salah gue sih... "
"Ialah... Zahra pasti muntah setelah mendengar perkataan Kak Tian tadi.. iyakan sayang.. Kak Tian memang terlalu narsis kalau bicara.. "
"Memangnya Kak Tian kenapa mas.. ngomong apa... "ujar Zahra
"Lihat tuh Zahra saja nggak dengar ucapan gue.. mengapa Lu bilang salah gue.. Lu tuh yang lebay... "
"Sudah ah.. kalian berdua nih kapan akurnya... mama punya dosa apa ya.. punya dua orang anak nggak ada yang beres otaknya.. untung punya menantu baik dan pintar duanya.. "
"Mas.. aku bantu Kak Alya biar cepat selesai masaknya.. "
"nggak usah Zahra... kamu istirahat saja.. udah mau selesai kok.. "ujar Alya yang datang membawakan cemilan buat kedua anak kembarnya.
Alya mendudukan keduanya diatas sofa. Kedua anak kembarnya langsung melahap camilan yang diberikan mommy nya.
"Ma... doakan saja semoga di rahim Zahra segera tumbuh janin dari benih ku"ujar Yudha
"Mama selalu berdoa nak... karena mama ingin rumah ini penuh dengan suara tawa dan tangis cucu cucu mama... "
"Sayang... kalau makan harus duduk ya.. "ujar Alya melihat anaknya makan sambil berdiri.
"Permisi bu.. makanan nya sudah siap dihidangkan "ucap bibi kehadapan mama
"Baik bi.. terima kasih. Ayo kita makan lagi nanti keburu dingin makanan nya"ajak mama
Semua sudah siap dengan makanan masing masing dan menyantapnya. Alya menyuapi Alexa Dan Axel terlebih dahulu.
"Sayang.. biar kakak aja yang suapin... kamu makanlah.. "
"Nggak usah.. Kak Tian saja yang makan duluan.. nanti gantian jika kakak sudah selesai "
"Sayang... pelan pelan makannya "ucap Yudha melihat Zahra yang makan dengan cepat dan lahap
"He.. he.. "tawa Zahra malu
"Nggak ada yang rebut makanan kamu sayang... "
"Enak mas sambalnya.. "
__ADS_1
"Hhhaaaa... nggak salah tuh sayang.. kamu makan sambalnya banyak banget. Nanti sakit perut"
"Iya Zahra.. jangan makan sambal banyak nak"ucap mama
"Zahra lagi pengin makan yang pedas ma"
"Sejak kapan sih sayang kamu doyan sambal"tanya Yudha heran. Kerena setahunya Zahra nggak suka makanan pedas
"Nggak tahu mas.. sudah seminggu ini aku penginnya makan yang pedas pedas... "
"Pantas ya.. kamu selalu minta buatkan sambal dengan bibi. Ma... seminggu ini Zahra doyan makan deh.. mama lihat nggak pipinya Zahra.. sudah tambah chubby"ucap Yudha
"Masa sih mas.. aku gendut banget ya.. "
"Nggak kok Zahra.....kamu malahan tambah berseri wajahnya. "ucap Alya
"Sayang.. kamu tuh jangan pikirkan badan kamu.. mau kamu kurus atau gendut aku tetap sayang dan cinta sama kamu.. karena aku mencintai kamu karena sifatmu .. bukan melihat fisikmu"
"Alay banget sih lu"ucap Tian
"Yud... kamu sudah cek nggak bulan ini ke Kak Bumi"tanya Alya. Zahra memang masih terus menjalankan program kehamilan dengan Bumi.
"Aku malas cek sering sering. Kak Bumi suka pegang perut Zahra kalau lagi periksa... "
"Dasar oon Lu.. kalau nggak pegang perut Zahra bagaimana Bumi mau periksa kandungan dan rahim nya Zahra... "ucap Mama dan menoyor kepala Yudha yang duduk disamping mama
"Mengapa harus pegang perut sih ma.. "
"Kalau Bumi periksa kaki Zahra itu baru kamubperlu tanyakan... jangan buat mama malu ya.. nanti kamu coret nama kamu dari daftar anak mama. Cemburu banget. Dari pada dokter lain yang periksa dan pegang perut Zahra.. kamu mau... Mendingan Bumi... ia kakak kamu juga. Makanya jadi lelaki tuh jangan jadi bucin... disentuh dikit saja istrinya cemburu.. Axel yang kecil saja kamu masih juga bisa cemburu... "
"Dasar Lu... makanya kalau cinta tuh jangan sampai 100 persen harus disisakan buat diri sendiri... "
"Memang Kak Tian nggak seratus persen cinta dengan Alya... "
"Nggak... tapi dua ratus persen"
"Berarti lebih bucin Kak Tian... "
"Kalian berdua nih.. mama tahu kalian sangat mencintai pasangan kalian dan mama bangga punya anak yang menyayangi istrinya tapi harus pakai logika juga cemburu tuh.. ada tempatnya.. jangan cemburu buta.. "
"Ya deh ma. Memang kenapa Alya... kok tiba tiba kamu tanya tentang cek kesehatannya Zahra.. "
"Coba deh kamu periksa ke Kak Bumi besok.."
"Baiklah.. aku akan periksa besok. Sayang.. kita besok cek up lagi ya... "
"Terserah mas saja.. "
"Semoga apa yang aku pikirkan memang benar. Aku tak berani mengatakan jika aku curiga Zahra hamil... takut nanti Yudha kecewa jika ternyata hasilnya negatif.. tapi semoga saja semua benar adanya"
Alya memandangi Zahra yang menyantap makanan nya dengan sangat lahap.
*******************
Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini
__ADS_1