
Tingg... Letta mendnegar ada yang mengetuk pintu, yakin itu suruhan dokter. Letta keluar dan benar disana ada yang mengantar obat.
Letta kembali masuk dan duduk dipinggiran kasur Carmon. Carmon merintih menekuk tubuhnya memegang perut terasa nyilu. Letta mengeluarkan obat obat dan membukanya. Mengambil air dan menyuruh Carmon untuk bangun. Carmon ikut, ia duduk dan meminum obat yang letta suruh..
" Ini yang kau lakukan!!!Menangis dan merengek, Cuih....!" Draco Letta malas.
.
.
.
Carmon kembali tidur , nafas Carmon tersendat-sendat akibat sakit yang diderita. Letta diam di sisinya menatap Carmon lakukan. Carmon membuka bajunya gemetar. Letta disana menatapnya heran. " Kamu ngapain???" Tatapan Letta bisa diartikan semacam pertanyaan tersebut.
Carmon menatap Letta gemetar dan matanyang sayu, kepala Carmon seperti berputar-putar.”To tolong buka bajuku. Panas..!! panas.. Ini sangat panas!!”
Letta diam mengangguk paham, memang efek nya adalah panas seperti terbakar. Letta membantunya membuka baju milik Carmon. Carmon mulai mengipasi tubuhnya.” suhu AC tolong naikkan..!! dingin..!!!”
Letta mengangguk, tapi ia tak mengindahkan, ia hanya me,megang remote AC. Tak tau apa yang letta lakukan tapi remot itu tidak berfungsi. “ini sepertinya rusak...” gumam letta. Carmon mengerang mengusap wajahnya. Perutnya melilit dan tubuh masih terasa panas,
Carmon membuka celana panjang miliknya,, menyisakan boxer dan juga kaus putih. Letta diam menatap apa yang dilakukan Carmon secara tergesa-gesa tersebut
Carmon masih merasa panas hingga membuka bungkusan kaos terakhir miliknya, menampilkan tubuh kekar dan putih susu miliknya. Melirik letta sayu dan juga nanar.
Perutnya sangat sakit. Ia tak kuat. ia gemetar merasa dingin bercampur menyatu menjadi sayu membakar tubuh dan jiwanya. Carmon rasa ia akan mati.
Letta diam tak bergerak pun mulai kekulkas mengambil air dingin, mulai mengambil kain lap yang masih bersih di tolet. Ia merendam kain lap dan ingin menaruh di bagian perut Carmon. Tapi betapa kagetnya saat ia menemui Carmon ia sudah tak mengenakan sehelai pun benang. Letta mengerjab merasa terkejut dan juga kaget. Letta bukan wanita liar yang sering melihat tubuh lelaki. Tapi.. ia ia menjadi gugup.
Letta berdehem melihat Carmon. Carmon tidak peduli, tubuhnya berkeringat padahal suhu masih dingin bagi letta. Letta menaruh kain itu diperut bagian atas Carmon. Carmon memegang tangan Letta gemetar.”sakit..” bibirnya bergetar. Carmon menangis lirih pada Letta.
Letta berdehem mengangguk, memalingkan wajah dari benda pusaka milik Carmon, mengumpat pada Carmon tidak punya malu. Tak pula melihat wajah sedih milik Carmon yang menangis. Tidak luluh juga diam
.
Letta memilih duduk di kasurnya membiarkan Carmon menikmati rasa sakitnya. Toh Letta tak juga bisa melakukan apapun. Letta kembali melihat video yang tekah ia download, video dari retasan hotel. Tapi semua sudah dihapus dan teriset. Letta diam menatap laptopnya yang menjadi eror. Letta memencet enter dan bugh.
Letta mengerjab menatap laptopnya mengeluarkan asap., letta menjauhkan laptopnya dan membuangnya sembarang arah. Laptopnya rusak. Letta mengerjab pelan, ini bukan pertama kali Letta rasakan, biasanya perangkatnya diserang virus karena sudah terlalu banyak laptop Letta tak mampu menanganinya hingga memakan perangkat lunak, mangkanya meledak itu adalah perangkat lunak laptop milik Letta bukan bagian fisik. Itu artinya laptop letta tak akan bisa diperbaiki alias mati total.
__ADS_1
Siall m Itu pasti karena tadi Letta tinggalkan saat Carmon mendatanginya dan mengajaknya ribut, tiba tiba Carmon mengerang kesakitan. Jadi laptop Letta tidak ada yang mengendalikan saat diserang virus.
Andai Letta bisa melawan sudah pasti tidak begini. Letta mengerang merasa kesal kepada Carmon. Karena Carmon jadi begini! iya kan?
Carmon melihat kelakuan Letta dalam diam, ia dilanda sakratul maut yak bisa bersua apapun selain menikmati sakit nya saja.
Letta mengerjab melirik Carmon yang berkeringat dingin, tubuhnya kepanasan itu masih sangat mengerikan, kulitnya memerah seperti terbakar. Letta mendekati laptopnya kesal.”sialan, siapa yang melakukan ini.”Gumamnya heran. Ia kembali menghela nafas dan memilih keluar drai ruangan, menyuruh Baron untuk menjaga Carmon.
Keluarnya Letta berbarengan tong sampah di depan kamar sana bergerak dan letta menangkap Virgo yang berdiri gugup disana hampir menumpahkan isi tong sampah.
Seperti baru saja hendak berlari kabur dari sana. Letta menatap dingin Virgo yang menggaruk tengkuknya.” Duh hampir jatuh, kaget aku nona...”gumamnya dengan cengengesan, tapi bibirnya terlihat pucat.
Letta menatap Virgo dari atas sampai bawah, tak lama ia memilih pergi dari sana. Virgo dari tadi yang mati matian menahan tubuh agar tidak gemetar menjadi lemas, terduduk di lantai.
“Tatapannya. Bukan main.”Gumam pelan Virgo mengusap dada terasa panas.
Letta masih mendengar, ia pergi entah kemana meninggalkan Carmon yang didalam kamar meringis kepedihan. Menatap pintu saat dimana Letta keluar. Carmon mengepalkan tangannya marah,. Sialan, gadis itu meninggalkannya dikala sekarat.
Kebencian Carmon menumpuk seakan cinta. Ia pastikan nanti letta akan menyesal telah melakukan hal ini padanya. Tapi tunggu, bukannya letta juga sudah melindunginya berkali kali termasuk beberapa jam yang lalu?
...----------------...
Purnama yang ditatap sang suami menjadi gugup.”itu Vio kata dia menginap dengan teman. Dia punya tugas dedline, harus diselesaikan padahal itu proposal penelitian lapangan. “ Ujarnya dengan gugup. Itu alasan yang Viona anak bungsunya berikan kemarin.
Samuel mendelik curiga, tapi karena alasan yang diberi masuk akal, ia mengangguk paham,. Tak berselang lama, sosok yang dibicarakan masuk dalam keadaan yang cukup kacau. Wajahnya terlihat Kunyu dan berjalan tak enak dipandang. Apa yang terjadi pada anak gadisnya itu?
Samuel yang berprasangka tak enak bertanya.” Vio mengapa?”
Viona yang dipanggil ayahnya mendongak gugup terlihat bahunya yang bergetar seakan ia kaget.., ia menggaruk rambut bagian belakang” itu yah, laptop temanku mati, jadi aku harus pulang mengambil laptop ku. Mana tugasnya terakhir nanti sore.”ia berkata gugup mengusap kepalanya kesal.
Smauel berdehem menatap sang anak yang berdiri di dekat meja makan. Penampilannya cukup lusuh seperti kurang tidur, kantong matanya terlihat jelas, wajah yang terlihat lelah.
” Mengapa jalanmu negitu?” alih alih menanyakan tugas Samuel menanyakan hal diluar dari apa yang dipikirkan Viona.
Viona berusaha terlihat tenang, bedehem pelan.” kemarin aku jatuh ditoilet umum pa, disana sangat licin. Kakiku sampai biru dibuatnya.”Gumamnya pelan.
Samuel memicingkan mata tak senang.”kau yakin tidak menyembunyikan sesuatu Vi? Seperrti tidur dengan seorang lelaki menyerahkan mahkotamu begitu?”Tanya Samuel dingin.
__ADS_1
Viona menatap ayahnya tak percaya.”papa menuduhku seperti itu?”Tanya Viona terlihat gugup tak menyangka.
Samuel berdehem.” Sebab bukan tanpa alasan, jalan mu seperti ibumu pertama kali berhubungan denganku. Jadi apa benar Vio??” Tanya Samuel agi. Purnama tersedak saat Samuel membicarakan hal tersebut. Wajahnya memerah malu melirik beberapa pelayan yang menunduk mendengar nya
Pasokan udara viona terasa menipis. Ia menatap ayahnya bengis.” Papa benar benar keterlaluan menuduhku begitu. Aku bikin tugas kampus bukankah sudah aku bilang dengan mama?”ia melirik Purnama meminta bantuan.
Purnama juga menatap Samuel tak senang.”benar, yang dikatakan Vio kan sudah aku sampaiklan kepadamu mas, mengapa malah menuduh anakku hal yang tidak tidak. Vio tidak mumngkin melakukan hal menjijikan sebelum menikah tersebut. Anak kita anak baik pa.” jelas Purnama tak senang pada Samuel yang mencurigakan anaknya. Harga diri purnama sedikit tergores ,mendengar nya. Bukankah jika Vio melakukan hal salah itu artinya ia tak becus jadi seorang ibu?
Samuel menaruh alat makanya diatas meja, melirik Viona dan Purnama berulang kali.”Aku hanya bertanya. Bukankah wajar jika seorang ayah mengkhawatirkan anak perempuannya? Aku hanya tidak mau anak kita melakukan hal yang tidak tidak, aku juga menanyakan hal yang berdasar, jika dia anak laki-laki mau melakukan apapun diluar sana dengan wanita yah silahkan dia juga nggak akan hamil atau rusak. Beda dengan perempuan, jika sekali saja salah jalan maka masa depannya bakal kelam.”Ujar Samuel tak senang di marah kedua wanitanya.
“Tapi cara papa salah pa. anak kita nggak kayak gitu. Masa papa nggak percaya sama anak kita sendiri?”Purnama menatap bengis suaminya.
“Benar. Aku nggak gitu.” Viona menyahut dengan marah menatap sang ayah.
Samuel mengangguk.”Bagus. jangan sampai kau melakukan kesalahan begitu, jika tidak, kakimu akan ku potong jika kau memasuki rumah ini.”
“PAPA..!” Purnama menatap garang suami.
" Papa nggak main main!!! Yang rugi itu kamu sendiri Vio. dan kamu bakal ngerasain sendiri bukan orang lain!!!" Samuel berdehem meninggalkan ruang makan.
Purnama mendengus menatap Viona yang terlihat pucat.”Lihat papamu, dia hanya mengkhawatirkan kamu sebagai anak gadis, jangan dipikirkan. Lebih baik kau ambil baiknya saja. Jangan sampai tidur dengan lelaki sebelum menikah,. Jangan membuat keluarga malu Vio. Mama dulu juga nakal tapi mama tidak pernah sembarangan melangkah.” Purnama memilih pergi meninggalkan Viona yang meremas ujung bajunya. Tak terasa air mata miliknya jatuh tanpa diminta. Viona mengucek matanya terasa perih. Viona memilih masuk ke kamar.
...----------------...
Hahahaha... Tiger tertawa pelan menatap orang dihadapannya. Itu adala teman kampusnya dulu,” Kau sangat brutral semalam, sampai aku menjadi kasihan kepadanya..” ujar Tiger kepada sang teman.
Temannya mendengus.”Bahkan aku tidak melakukan banyak gaya. Sebab usulanmu yang sangat menyusahkan. Semalam kurang menggairahkan.” Tiger menggeleng. Bisa dikatakan temannya ini hyper,
Diki diam mendengar perkataan temannya didepannya dalam pikiran yang kemana mana. Diki tau apa yang dikatakan keduanya, yaitu Viona anak bungsu keluarga Samuel.
Yah semalam seharusnya tugas Ando untuk mendekati Viona dan menghancurkannya. Tetapi karena kasus kemarin digantikan dengan teman Tiger dan itu adalah tugas dari Letta secara langsung. Diki dan Ando jadi bungkam dan diam tak berkata apa apa lagi. Mereka seperti dibuang oleh letta.
Tiger melirik Diki dan ando yang diam saja.”Kalian mengapa diam saja??? Ayolah. Apa kalian ingin juga?”Goda Tiger.
Tapi Diki dan Ando tak bergeming. Diam menatap kedepan sendu. Mereka berharap kala itu Letta membela diri masih ingin mereka membantu Letta dalam balas dendamnya. Pasti, tapi lihat sekarang mereka dicampak begitu saja karena tak becus dalam tugas.
Tiger menghela nafas. paham apa yang mereka rasakan.”Kalian ini mengapa sih?”Tiger tidak ingin mengatakan apa yang ia ketahui. Tiger ingin kedua temannya terbuka atas apa yang mereka rasakan sampai mereka harus terdiam seperti tak memiliki gairah hidup.
__ADS_1
Diki menghela nafas meminum kopi miliknya.”perusahaan Letta, semua akses sudah diganti kata sandinya dan aku tidak lagi bisa mengaksesnya, “jawab Diki pelan menatap Tiger yang menanyakan hal ini.” Kemarin aku datang ke perushaaan milik Letta untuk menanyakan bagaimana kontrak dan perjanjian kerja, aku bahkan belum mengundurkan diri dari perusahaanya yang menjabat sebagai tangan kananya. Tapi yang aku dapatkan malah di usir oleh sekretarisnya. Dan mereka mengatakan jika sekarang aku digantikan oleh bos lain. Aku hendak marah, aku memaki Letta meminta siapa pengganti ku keluar. Ternyata yang menggantikan ku memiliki tubuh yang sangat kekar dan besar. Dia seperti raksasa yang tak memberiku luang untuk memukulnya.”Gumam Diki pelan.