
Mata Samuel menatap nyalang kepada Jastin yang baru saja bangun itu, ia sudah sadar semalam membuat ia segera bertanya.” Papa kenapa si? Keknya marah banget sama aku?”tanyanya disana. kakinya diperban dan juga keadanya sangat parah..
Samuel disana mendengus, marah sekarang memang tidak tepat sekali membuat ia menjawab.,”Perusaan kita ada yang berkhianat. Thomas menyeludupkan data kita dan menjual salah satu perusahaan terbesar kita di New York. Dan kita kehilangan 30%saham kita.”Ujarnya.
“Apa..?!! “Tanya Jastin menatap horor.”Bagaimana bisa kita kebobolan?”Tanyanya disana heran.
Samuel disana menggeleng,” Disekitar kita ada pengkhianat. Hanya itu yang papa tahu.”Ujarnya disana.”Dan segera akan papa cari dimana pun Thomas berada akan kita hajar.”Ujarnya disana tajam..
Namun setelahnya mereka dikagetkan dengan suara bodyguard dan beberapa orang yang rebut diluar. “Ada apa itu?”Tanya Jastin disana dengan tatapan horor.
Dan disana pula Samuel menatap kedepan tepat disana bodyguardnya datang dengan nafasnya yang tersengal senggal. ”Ada apa?”Tanyanya.
“ Tu tuan.. maaf. Ada kabar penting.”Ujarnya disana. Sam diam menunggu lanjutan.” Tuan Thomas dan juga Jordan juga ditemukan tewas disalah satu panthouse nya tuan, Itu terletak dekat hutan timur tempat Dimana ia menjamu tuan untuk. melakukan kerja sama dulu. Panthaousenya terbakar dan juga diduga meledak.”Ujarnya disana membuat Sam membulatkan matanya.
“Bagaimana bisa?”Teriaknya disana. Ia mengusap kepalanya kasar.”Terus bagaimana dengan saham dan juga gedung yang dia jual? Bagaimana perusahaan kita?”Tanyanya disana membentak. Penjaga nya hanya diam tak mampu menjawab.
“Arrrrgh.. sialan..!!” Teriaknya lalu memukul penjaga itu membabi buta. Jastin disana menatapnya dengan memijit pelipis saja dibuatnya. Ayahnya sangat emosian dan juga tak kenal siapa salah dan siapa yang harus disalahkan. Ia menatap penjaga yang dihajar itu prihatin dan juga miris. sakit sekali eppribadi...
Hinga penjaga yang ia hajar itu pingsan barulah Samuel diam karena sudah menuntaskan amarahnya. Ia menatap Jastin lagi dan menghela nafas. Ia mengusap kepalanya kasar dan berkata “Kita harus cari tahu...” Ujarnya lalu pergi meninggalkan Jastin yang meringis disana. Ia sakit malah diberi pertunjukan begini. Sedangkan Carmon? Tadi ia sudah ditanya namun ia saja juga tak tahu menahu tentang apapun.
Dilain tempat ada sosok wanita yang menatap berita yang ada didepan TV itu dengan tatapan tajamnya. Senyumnya tak terbit disana namun ia bisa tebak jika itu sudah masuk ke telinganya.
Samuel dan sekarang Samuel sedang pusing-pusingnya memikirkan perusahaanya. Ia menyeruput coklat panasnya disana. Oh jangan harap jika coklat miliknya sama dengan coklat orang lain. Ketika yang lain memilih manis yang dia tidak, ia memilih rasa yang tak manis namun tak hambar, tak kental dan juga tak cair. tapi bagi orang miliknya tak ada rasa dan hambar...
__ADS_1
“Mama...!!” Teriakan sosok mungil yang memeluknya dari belakang membuat ia terkejut. Itu sosok Bara yang mengenakan baju serba putih dan juga dasi coklat, serta mengenakan topi yang bundar. Ia sangat tampan disana.
Letta disana cukup kaget namun ia disana menatap Bara bingung.” Dari mana kau?”Tanyanya disana melihat penampilan anaknya, lalu matanya melirik ke Diki yang masih mendiaminya dibelakangnya Bara. Disana juga ada Ando dan Ziko. Entahlah kenapa mereka masih bersama.
“His moms jangan liat om Diki gitu. Moms kayak mau makan om Diki hidup-hidup.”Ujar Bara menarik pipi Letta “Liat Bara aja sini hehe.”Ujar Bara dan diangguk oleh Diki.
Bara disana pun kembali bicara. “ Kan Bara udah satu minggu tu dirumahnya om Diki sama keluarganya. Jadi yah gini masa Bara didandan terus terus difoto terus.. menyebalkan.”Ujarnya disana kesal.”Bara seperti model saja dibuatnya, bahkan Bara diterapkan menjadi model oleh temannya om Diki. Apa Bara setampan itu moms?”Tanyanya penuh binar.
Letta disana terkekeh.”Siapa yang mengajarimu se PD itu?”Tanyanya disana “Lagipula wajar saja keluarga Om Diiki suka denganmu, sebab mereka itu butuh cucu tapi om Dikimu belum juga menikah. “Ujarnya mengejek Diki.
“Hey jaga ucapanmu.”Ujar Diki tak terima.
“Memang kau punya calonnya?”Tanya Letta.
Letta disana mendelik. “Tidak mau. Kamu bau.”Ujar Letta menjauh.”Ih mom tidak boleh begitu hua.. Bara tidak bau.”Ujar Bara membuat Letta disana tak terasa malah tertawa melihat wajah polosnya Bara yang menangis, semua terdiam melihat tawa Letta yang sebentar. Letta yang tak sadar itupun bicara.”Yasudah sini.”Ujar Letta membuat Bara mendekat dan memeluknya. Letta disana memeluknya juga dan mengusap kepalanya.
Diki dan lainnya saling tatap dan mengerjab. Itu benar-benar Letta? Kok bisa? baru kali ini mereka melihatnya dan juga baru kali ini mereka melihat Letta tersenyum. Ternyata Letta memiliki senyum yang sangat manis, bahkan sangat-sangat cantik membuat mereka terpanah dan merasa ingin kembali melihatnya.
“Kau melihatnya Zik?”Bisik Ando sangat antusias, disana yang duduk disisinya Ziko yang masih menatap Letta dnegan tak teralihkan.”Letta tersenyum.. dia cantik banget sumpah enggak boong.”Ujarnya disana dengan berbisik sangat pelan, takut Letta mendengar.
“Ku rasa aku mimpi. Rupanya nyata.”Ujarnya Ziko menjawab membuat semua orang menatapnya.
Reflek Ando menepuk kepalanya keras.”Arghh. apa yang kau lakukan Do..”Ujarnya berteriak tak terima.
__ADS_1
“Sudah ngomong. Gue bisik-bisk loe bales kek pamer Toa masjid. Laknat memang lu jadi temen..!!” Ujarnya Ando tak terma dan memilih pindah tempat duduk menjauhi Ziko. Ziko yang tak paham pun mendengus mengusap kepalanya yang sakit.
Diki disana meliriknya tak terbaca. “Moms. Bara mau minum, bara ambil minum dulu yah.”Ujarnya Bara disana.
Letta disana menggeleng.’'Biar Mom yang ambil.”Ujarnya menahan Bara.. “No Mom. I ingin sendiri hehe i can alone moms.. “Ujarnya disana dengan terkekeh karena berfikir sebelum bicara mengenakan bahas inggris.
“Nanti kamu jatuh. Kamukan kecil.”Ujar Letta disana.
”No Mom. Bara sudah besar yang sudah bisa jagain Moms. Jadi biar Bara saja yang ambil. Bara bisa.”Ujar Bara dan memilih pergi. Letta mengalah saja membuat ia menggeleng melihat Bara. Bara keras kepala.
“Letta. Apa kepalamu tadi terbentur?”Tanyanya Ando memberanikan diri menanyakan hal yang menurutnya sangat aneh ini.
Letta disanapun menatapnya dingin membuat ia terdiam.”Tidak tidak. Kau tidak terbentur. Hanya saja kemasukan jin. Dan sekarang jinnya sudah keluar.”Ujarnya membuat gelak tawa Ziko terdengar.., letta hanya memutar bola mata malas.
Ando mengusap dada.”Nasib-nasib.” Gumamnya nyeri sekaligus ngeri.
.
.
.
.Jangan lupa tinggalkan jejak yah
__ADS_1
dan selamat berpuasa..