Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Teman


__ADS_3

Dipta terkekeh mendengarnya, menepuk bahu Letta dua kali.”Baiklah. jika begitu aku akan mengirim pesan kepadamu kelak nona, sekarang aku harus pergi dulu yah. Selamat siang, jangan lupa makan.” Ujar Dipta dengan lembut.


" Hati hati dijalan tuan...!" Letta mengangguk dan Carmon melotot mendengarnya. Hey hey,. Apaapaan tadi? Mengapa Dipta sangat perhatian? Apa mereka memiliki hubunghan?


Dipta merapikan jasnya sedikit menatap Carmon.” Saya juga pamit tuan, semoga dipertemuan berikutnya kita bisa berbicara lebih santai dan diluar pekerjaan. selamat siang.” ia memberikan sapaan pelan sebagai rasa sopan lalu pergi meninggalkan Carmon yang tersenyum culas.


Eko dibelakang mengikuti Dipta melirik Letta dengan gugup lalu berjalan dengan pelan mengikuti tuannya. Letta semakin heran melihat Eko.


' Apa kamu pernah bersengketa??' Batin Letta melihat gerik Eko yang seakan dirinya adalah kuman yang harus ia jauhi.


Letta menghela nafas saat Dipta sudah menjauh, ia mulai melangkah meninggalkan Carmon.


" Kalian terlihat sangat akrab..." Gumam Carmon kepada Letta. menatap Aletta dengan ekor mata nya karena tidak ingin terlihat sedang penasaran.


Letta melirik Carmon beberapa detik malas. " Menurut anda??"


" Aku kan bertanya. jadi kalian punya hubungan apa??" Tanya Carmon datar.


Letta terkekeh pelan. " Yang pasti kami bukan kekasih." Gumamnya pelan, entah mengapa Carmon seperti memiliki ketenangan tersendiri mendengar jawaban Letta. " Tapi entah besok atau lusa. mungkin bisa jadi." Lanjut Letta sinis.


Letta melangkah meninggalkan Carmon


Carmon menahan Letta sejenak.”belikan aku nais Padang sayur rendang dan dendeng yah. pakai kuah gulai tapi jangan terlalu banyak. Beli juga es buah.. lima belas menit dari sekarang..!” Carmon melangkah menjauh tanpa mndengar jawaban letta. Tapi siapa saja bisa lihat jika wajahnya memerah dengan aura amarah yang cukup mengerikan, apa si yang membuat ia kesal?


Letta mendengus melangkah menuju rumah makan, rumah makan biasa ia beli makanan, tak terlalu jauh hanya sepuluh menit ia memilih menaiki motor dari satpan agar lebih cepat. Saat sudah sampai ia membelikan semua yang Carmon pesan, ia juga memesan nasi sayur ayam sambal dan beberapa sayur lain. Letta mnelangkah lagi menjauh dari rumah makan.


Letta menaruh makanan diatas meja Carmon dan Carmon yang duduk di kursinya menatap letta tajam.” Telat lima menit.. akukan sudah bilang lima belas menit...!!!!” Tegasnya kesal.


Apa Letta menemui Dipta Dipta itu lagi yah? ingin sekali Carmon menanyakan hal itu.


Letta menghela nafas pelan.” ngantri dulu, “ tegas Letta malas menjelaskan. Carmon mengambil kresek kesal, Cemberut kesal menaruh makan diatas piring, sayur dan nasi dipisah dari sana maklum nasi Padang persi mahalnya. Batrulah ia makan dengan letta juga membuka makananya. Letta makan dengan Carmon didalam ruangan. Letta tidaklah punya ruangan sendiri. Carmon sendiri senang senang saja. Dan mereka juga terbiasa begini makan diruang yang sama tapi beda meja.


Carmon mengangguk pelan.” Ini makananya lebih enak dari biasanya. Dimana kau membelinya?”Tanya Carmon dengan kernyitan dahi.


Letta berdehem.,”ditempat ku biasanya.”jawab letta makan dengan tenang malas melirik Carmon yang bertanya padanya.


Carmon menatap letta mengangguk.”Jika begitu kau harus membelikan aku makanan setiap jam makan siang,”Ujarnya tegas.


Letta menghentikan tangannya yang menyuapi dirinya, mendongak.”Jangan lupa transfer uang makan siang kali ini, tadi anda tidak bayar,.!” Tegasnya.

__ADS_1


Carmon tersedak mendengar perkataan letta, ia meminum mineral kaget. Menatap letta mendleik “Kau perhitungan sekali. Nanti aku ganti,” Tegasnya kesal disana. memakan nasi dalam porsi jumbo karena kesalnya membeludak.


Letta berdehem.”bagus, berikutnya juga begitu. Bukan pelit tapi aku punya anak yang harus dibiayai, memangnya harus membiayai anda bos saya?”Tanya letta malas. Carmon menaruh wajah lempeng mengambil hpnya.


“Tuh udah saya transfer makan siang ini.”


Carmon melanjutkan makanya. Letta mengambil HPNya dan tersenyum tiupis. Itu transfer Carmon empat tarus padahal harga makanan hanya seratus dua puluh ribu dua porsi ini, jika beginikan dia untung.


Carmon melihat senyum letta mendelik curiga.” Kau chat sama Dipta Dipta itu yah?”tanyanya dengan keras.


Letta mendongak menatap Carmon.” Apa si ..” Bisiknya kesal memakan makannya lagi.


Brak....


" Carmon...!"


" Bro..."


“ What App Bro..!!!” Car,on tersedak lagi karena pintunya dibuka keras bersamaan dengan sosok memanggilnya dengan berteriak. Ia buru buru mengambil minum dan minum, dua kali dirinya tersedak hari ini. beda dengan letta yanbg hanya kaget dan hanya dua detik saja selebihnya ia mengubah wajah kembali datar.


Carmon menatap sang pelaku melotot.” Kalian..!!!” Tegasnya kesal


Sosok yang ditatap tajam hanya cengengesan saja. Varo duduk di dekat letta karena Letta duduk di sofa. Cari melihat Letta tersenyum samar hendak menegur tapi suara lain sudah menyahut memotong ucapan dirinya.


Varo terkekeh.”sorry pren. Kentut gue nggak bauk kok. Wangi malah.”Tegas Varo.


Temannya memuntahkan angin menatap varo.” Dih dikira parfum. Bulshit. Yang benernya tu kentut loe bisa bikin mati anak orang.” ia sangat kesal. Mendelik tak senang pada Varo


Bayangkan bagaimana keadaan kalian jika teman kalian kentut didalam mobil. Itulah yang dirasakan mereka. Mereka sangat kesal kepada Varo, mereka hampir pingsan saat itu dan Varo malah kabur.


Carmon melihat ketiga temanya mendengus.” Kalian dateng dateng bahas kentut. Kalian nggak liat ada orang yang lagi makan? Bikin nggak selera makan aja si..” Tegasnya mendengus. Masih menyuapi makannya dengan tak sabaran menatap ketiga temannya datang kesal. Kesal sekali punya teman tidak beretika seperti mereka, harusnya datang dengan salam bukan datang dengan pembicaraan kotor.


Ketiga temannya terkekeh.”Yaampun bro sorry. Ini salah Varo. Btw apa kabar nih? Udah lama banget ngak ketemu btw.” Itu suara dari Hamdan, teman dari Carmon semasa sma dan kuliah, dan dia bekerja di tambang ikan, tepatnya dia anak bosnya jaid harus turun langsung, itu membuat kulitnya paling gelap drai yang lain, meksi begitu tidak mengurangi bauh uang dalam dirinya alias goodluking.


Btw dia dulu putih kok tapi karena tuntutan pekerjaan membuat ia tidak putih lagi seperti dulu.


“Iya nih. Berasa udah hampir dua bulan nggak ke club lagi. tu Melin nyari nyarin loe terus. Katanya kangen mainan ranjang loe..!” sahut Sandri bersiul menggoda temannya. Melin adalah salah satu wanita malam yang sering Carmon kenakan, karema Melin salah satu wanita malam yang bisa bermain tanpa mengelih sakit. Malah dia sangat pro.


Carmon menghela nafas. rasanya sudah tidak mood makan, ia menghabisi daging dendengnya dan menutup acara makan siangnya menatap teman temannya.”Sibuk.. nggak sempet kalian udah tau kan kasus kakak gue.”Ujarnya menghela nafas., Melirik Letta yang sama sekali tridak terganggu akan teman temannya, hanya diam dan makan.

__ADS_1


Varo menaruh wajah mengejek.”Baru tau si gue itu ngefek sama loe. Soalnya setau gue nih abang loe nikah aja lo ke club main bareng kita. apalagi abang loe masuk penjara. Apa hubungannya sama loe, kalo loe yang masuk penjara baru deh kita percaya.” Varo berkata benar. Dulu saat Jastin menikah Carmon hanya datang beberapa jam lalu pergi ke club dengan alasan suntuk di acara yang membosankan itu.


Carmon berdecak.”Lagian kalian kenapa baru sekarang kesini? " Ia melirik Sandri, pria yang menjual kapal pesiar.”Loe kapan pulang??”


Sandri itu biasanya di luar negri karena usahanya. Sangat jarang ditanah air. Jikapun kesini patsi ia akan selalu memberitahu agar bisa berkumpul bersama.


Sandri memutar bola mata malas.” Buta loe. Gue udah ngabarin di grub tapi loe sendiri yang nggak jawab. Gue kita akun loe mati.” Jawab sandri sewot.


Carmon menatap sandri mendengus.”Gue nanya doang. Nggak usah gitu amat pak." Tegasnya. sandri hanya menatapnya dengan malas. Melirik ke sisi orang yang terus makan tanpa mempedulikan mereka,. Sudah darri tadi ia lihat tapi tetap gadis itu tak bergeming.


“What Up man. Udah lama nggak keliatan, Loe Letta kan?”


Sandri yang ingin menanyakan Letta, tapi didahului oleh Varo yang menepuk pundak letta seperti teman lama, bahkan tangannya dibahu letta merangkul bak teman lama. sandri dan Hamdan mengernyitkan dahi melihat hal itu.


Letta berdehem menyelesaikan makanan terakhirnya. Varo terkekeh tidak dijawab oleh Letta. Sudah tau tabiat Letta membuat ia tidak lagi heran atau marah.” Nggak berubah aja. Padahal bicara nggak bayar loe mbake.” Ia menepuk nepuk pundak Letta pelan sebagai tanda teman. Letta hanya menghela nafas kenyang. Menyender melirik Varo tatapan dalam.


“Iya... pertama dan terakhir di Club kemarin yah?” sindir Letta dingin, menandakan jika sebenarnya mereka tidaklah seakrab itu, dan mereka bukanlah teman, mereka hanya pernah bertemu satu kali bahkan itu sudah lama berlalu.


Varo yang dibicarakan begitu tidak paham perkataan letta yang sarkas, ia malah mengangap itu bahasa biasa, jadi ia menjawab dengan tenang.”Iya.. yang loe ngalahin Carmon minum bir yah hhaha. Loe keren.” Ujarnya dengan terkikik mengingat Carmon kalah.


Carmon yang dibawa bahwa namanya mendneggus menatap Varo mendelik tak senang. “ Nggak usah bawa nama gue."


Varo hanya memutar bola mata malas.”Kenyataan bro, nggak usah ngelak..!!!” Tegasnya Varo. Carmon menghela nafas memutar bola mata malas. Sial malas sekali rasanya ia berurusan dengan Varo si pria crewet satu ini, yang sayangnya temannya sejak SMA dulu.


“What What... gue ngelewatin apa nih??” Hamdan meneltangkan tangan menatap Carmon, Letta dan Varo secara bergantian.”Kalian ngomongin apaan si? Dan hubungan cewek ini sama Carmon apaan? Ngapain dia disini?Dan tadi apa kata kalian? Carmon kalah tanding minum Bir sama Nih cewek?”Tanyanya dengan heran. Pasalnya Carmon itu jarang sekali membawa perempuan untuk duduk di kantor miliknya. Apalagi Carmon terkenal peminum yang handal. Jika Carmon bisa dikalahkan lantas perempuan itu sekuat apa?


“loe nggak tau?”Varo membulatkan mata drastis, memegang lengan Hamdan seperti ini adalah kabar yang sangat menghebohkan.


Hamdan menggeleng.” Nggak, kalo gue tau gue ngak bakal nanya.!!!” Jawab hamdan ketus. Sandri yang di sampingnya terbahak akan kelakuam temannya. Benar juga kata Hamdan, jika ia tau tidak mungkin ia menanyakan hal ini kan?


Carmon melangkah mendekat arah sofa. “Nggak usah ngelebih lebihin deh Ver. Loe suka banget nambah nambahin ara jadi panas. Dasar lambetura loe..!!” Tegasnya melempar sang teman dengan kulit jeruk, itu pencuci mulut karena dia baru saja makan.


Varo mendengus menaikan satu alisnya.”Gue nggak ngelebih lebihin, gue nanya doang sama Hamdan dia tau atau nggaknya.” Elak Varo tidak senang.


“Tapi ekpresi loe berlebihan b4ngke..!!” Sandri menyahut mengeplak kepala belakang Vero kesal.


Vero mengusap kepalaya tak senang.”Gue Cuma berekspresi aja salah dimata kalian.” Dengusnya.


Carmon menghela nafas, ketiga temannya ini memiliki tiungkah manusiasi semua, tidak ada yang dingin banget, cool atau apapun itu, semuanya adalah manusia receh, bisa tertawa padahal bukan hal yang lucu, ketiganya juga orang yang punya usaha bisa dikatakan kaya raya. Dan terlebih lagi mereka sama sama suka main perempuan, kecuali Hamdan seorang yang paham agama dan kenal akan Tuhan, jadi baginya haram menyakiti perempuan.

__ADS_1


Sandri? Ia sebelas duia belas saja dengan Carmon, apalagi Varo, dia hidung belang, hanya saja Varo lebih suka menjatuhkan mental perempuan.


Iya menjatuhkan mental perempuan, seperti contohnya begini, ia akan membuat perempuan itu merasa dia mencintainya, ia akan mendekati perempuan sampai perempuan itu mencintainya, memberi apa yang Varo inginkan, seusainya ia akan tinggalkan tanpa hubungan pasti,. Kalian paham kan istilah PHP? S3brengsek br3ngseknya Carmon dan Sandri. Vero yang paling berbahaya dan juga sadis dalam peran dunia malam.


__ADS_2