Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
45


__ADS_3

.


.


“Bagaimana keadaan dia dok?”Tanya Diki. Diki membawa Letta kerumah sakit akibat Letta yang tak sadarkan diri. Tadi letta sempat kehabisan darah membuat ia membutuhkan golongan darah. Untungnya Diki golongan darahnya sama dengan Letta membuat ia menyumbangkan darahnya eh salah.


Mendonorkan darahnya maksudnya..


Dokter itu menatap Diki dengan tatapan lembutnya dan berkata.” Pasien tidak apa-apa, hanya menunggunya pulih beberapa jam lagi. mungkin ia akan segera sadar sebab dia sangat kuat.”Ujarnya disana. Diki disana hanya mengangguk tersenyum mendengarnya.


“Jika begitu terimakasih yah dok. Saya boleh masukkan? Saya mau melihat adik saya dulu.”Ujar Diki disana dengan sendu.


Dokter itu mengangguk.”Boleh, tapi tunggu dipindahkan di ruangan nya saja yah supaya lebih enak. Dan tunggu beberapa saat dan arahan dari perawat yang ada.”Ujarnya. Diki disana mengangguk saja.


“Baik dok. Terimakasih.”Ujarnya. Dokter itu hanya mengangguk dan pergi meninggalkan Diki. Diki disana sudah tau ceritanya. Ia tau Letta menyelamatkan Ziko dan Bara. Ia tau yang melakukan Ragiel membuat ia kepikiran apa yang dikatakan Letta. Berarti ragiel memang seberbahaya itu dan sangat berbisa. Ia tak bisa diremehkan barang sedikitpun.


Dimana Bara, Ando dan Ziiko mereka dirawat diruang UKS karena luka mereka, Bara juga dirawat dan disuruh istirahat dituang anak-anak. Sekarang hanya Diki yang menjaga Letta hingga membantu Letta dan suster memindahkan ruangannya.


Sudah seharian mereka dirumah sakit Letta tak sadar juga. Mereka menginap diruangan Letta hingga tengah malam Ziko merasakan serak dan juga sakit tenggorokan akibat menangis seharian ini. ia bangun dari tidurnya. Namun bertapa kagetnya ia tak menemukan letta diatas kasur.


Ia panik mau membangunkan yang lain, namun ia tak mau membangunkan yang lain. Ia takut mengganggu kelelahan mereka ia memilih pergi mencari dimana letta berada.


Ia mengelilingi ruangan itu namun tak bertemu.. ia memilih pergi mencari diruangan lain namun ia tak juga bertemu membuat ia panic dan juga takut.”Letta loe dimana..?!!”Teriaknya kuat disana namun tak juga bertemu.


“Ziko? Loe liat Letta?”Teriak Diki diarah berlawanan yang ternyata juga terbangun. Disana ia kelihatan sangat cemas dna juga takut.


Ziko disana meringis dan menggeleng”Gue lagi cari dia ini soalnya tadi gue bangun gue enggak ketemu dia,”Ujarnya disana.


“Kenapa loe enggak bangunin kita?!!!” Teriaknya disana. Ziko disana menggeleng.,”Gue fikir Letta Ke Wc doang. Mana gue tau dia ngilang gini.,”Ujarnya. Sampai para Diki mengusap kepalanya. Tadi saat ia bangun ia juga berfikir Letta pipis namun ia tak bertemu di WC membuat ia panic dan mencarinya sampai disini. Tapi tak juga bertemu.

__ADS_1


“Kita cari keatas yuk. Mencar..!” Ujarnya Diki memberi arahan. Ziko disana mengangguk dan mulai mencari dilain tempat. Ziko kearah barat dan Diki kearah timur. Mereka sama-sama mencari dimana letaknya Letta berada sekarang. Mereka sanat panik dan takut. Takut mereka ada dua. Satu letta diculik Ragiel dan dua Letta disiksa kakaknya.


.....


Dilain sisi sosok wanita yang dicari itupun menatap kedepan dengan helaan nafas dalam. Dinginnya malam menyengat ditubuhnya tak membuat ia merasa itu halangan. Ia menyukai udara ini sembari menatap kota yang bergemerlap ditengah malam. Ada banyak kendaraan yang mondar mandir menambah keindahan malam.


Nafasnya terasa berat memegang dadanya. Tangannya dikainkan membuat ia terdiam, sangat sakit. Berkali-kali lipat sakitnya ketimbang ia ditembak tadi siang. Kepalanya tidak sakit. Hanya saja ia sendiri tak merasakan adanya kepada ditubuhnya saking ringan tubuhnya.


Ingatannya kembali pada masa tadi, dimana dirinya yang andai jika tidak cepat. Maka mereka semua mati. Ia menghela nafas berkali-kali ia diberi pilihan kembali dan diharuskan meninggalkan mereka lagi. ia tak mau mereka meninggalkannya dan ia juga tak mau ditinggalkan oleh mereka. Ia harus apa? Itu membuat ia mengusap dadanya berkali-kali.


“ Dengarlah matahariku.. suara tangisanku.


Kubersedih karena panas cinta menusuk jantungku..!!


Usapkan matahariku.


Puisi tentang hidupku, tentangku yang tak mampu menaklukkan waktu..”


Mata mereka bertemu membuat Letta diam. Lelaki itu diam menatap Letta membuat Letta mengalihkan pendangan kelain arah. Sosok itupun dnegan kurang ajarnya mendekat dan tersenyum duduk di samping nya.”Loe ngikutin gue yah karena suara gue yang Waw yang bisa ngalahin Jastin Beaber? Fans gue nih pasti.? ” Tanyanya disana menaik turunkan alisnya.


Letta disana pun meliriknya dengan tatapan aneh. Namun tak ada ikatan untuk menjawab.


“Dih enggak usah natap gue gitu..”Ujar lelaki itu dan Haaahh. Ia meniup tangannya dan mengelapkanya disisi bajunya.”Kenalan dong..”Ujarnya.


Letta disana diam mendengarnya. “kenalin nama gue Rangga. Bisa dipanggil Aa’ atau Abang. nanti bisa aa panggil adek Eneng deh.”Ujarnya genit disana.


Letta menggeser kan duduknya namun sosok itu kembali mendekat kepadanya. “Stop.. jauh-jauh dari gue.”Ujar Letta dingin.


Sosok Rangga malah mencibir.”Kan mau kenalan atuh. “Ujarnya. Letta malah mendengus keras.”Mau minta foto bareng juga enggak? Gue artis tau. Masa Loe enggak kenal gue? ”Tanyanya menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


“Mending loe nyanyi aja lagi deh ketimbang ngoce. Kepala gue sakit dengernya.”Ujar Letta ketus.


“Cie ngakuin suara gue bagus kalo nyanyi. Gue tau gue sekeren itu. Jangan muji gue, cape gue dipuji terus.”Ujarnya PD. Letta disana malah mendelik dibuatnya. Bisa-bisanya ada manusia OBnormal begini.


Jreng.... “Oy adek berbaju biru... Cantik manis cak ulat bulu.... “Ujarnya bernyanyi menatap Letta.


Letta menatap bajunya yang berewarna biru membuat ia melotot.” Dapat salam dari ayah ibu. Keluar dari sini jadi menantu.”Ujarnya mengedipkan satu matanya.


Letta disana mendelik”Woy.. ulat bulu pala lu. ”Ujarnya lalu memilih pergi.


”Mau kemana calon istriku?”Tanyanya disana kepada Letta.


Letta disana menatapnya datar.”Ke neraka. Mau ikut? ” Ujarnya lalu pergi.


“ Nama eneng teh saha? Nanti biar akang sebutin dalam doa-doanya akang atuh.|"Ujarnya membuat Letta mendelik tak suka.


”Sarap loe, gue belum mati yang mau didoain. Sana pergi..!! jauh jauh dari gue.”Ujarnya membuat lelaki itu menatapnya dengan tatapan tak terima.


“ Namanya dulu siapa?”Tanyanya dengan tersenyum manis. Letta terdiam, lelaki itu sangat tampan namun setelahnya ia menghela nafas dalam dan menatapnya datar.


” Mau mati?”Tanya Letta menatap kedepan.”Gue tinggal dorong loe si sampek jatoh terus mati mau?”Tanyanya. lelaki itu meneguk saliva kering dan menggeleng.”Mangkanya diem, jangan ganggu gue.”Ujar Letta.


Lelaki itu meneguk lagi liurnya yang keluar. Letta mengeluarkan pisau ditangannya.” Gue Lesbi jangan deket-deket.”Ujarnya membuat mata lelaki itu melotot. Letta memilih duduk lagi ditempat lain.


Lelaki itu meringis.”Kasihan yah bund. Cantik kok Lesby. Dimana mau nyoloknya coba? Lubang ketemu lubang.”Gumamnya. letta disana melotot dibuatnya. Kurang ajar memang..!!!!


.


.

__ADS_1


Jangan lupa jajak yah bund...


__ADS_2