
Letta sedikit menegang. Merasa pipinya merona. Letta mengerabn menatap Bara yang makan es krim dengan semangat, sesekali menawarkan menyuapi Letta. Letta hanya menggeleng dan terus menatap Bara. Melihat bara senang seperti ada hal yang merasuki hatinya, seperti kebahagiaan?
Haha apa boleh bahagia?
Sepuluh menit motor Diki memasuki karangan sekolah temoat menunggu kanak kanak. Bara pun segera bergegas keluar dengan letta yang menatap bara.
Bara menatap Letta tersneyum.”Makasih yah moms. Bara sayang moms cup.”Lagi, dia mencium pipi Letta. Melangkah berlari
”Jangan berlari..!” Trgas Letta. Bara terkekeh melihat mobil ibunya melaju. Bara terdiam tak lai berlari, melihat mobil menjauh. Benarkan katanya jika Letta itu adalah manusia baik,. Hanya saja kadang caranya aja yang kurang tepat. Bara saja tidak tau jika Letta melakan semua itu karena itu adalah yang paling tepat.
Yang bara tau ibunya punya alasan yang pasti. bara berharap Letta akan terbuka suatu hari nanti dan tidak melakukan sesuatu secara pikiran sendiri.
“Barra... “ teriakan menyadarkan Bara. Melihat kedepam ternyata Diki mendekat sembari memegang helm., Diki menghela nafas.”Kenapa enggak tunggu di sekolah aja? Disini bahaya loh, kalo kamu di culik atau ditabrak gimana...!.”ujarnya menggandeng Bara menyebrangi jalan menatap sekeliling. Motornya ada di dalam perkarangan sekolah.
Bara menggeleng.”tadi Bara makan es krim om.” Bara menjawab jujur tapi Diki tak banyak bicara. Hanya mengangguk.
”lain kali jangan keluar yah. tunggu aja om atau yang lain jemput, atau kamu bisa pakek bis sekolah untuk pulang. Bahaya loh.” Tegas Diki. Bara mengangguk. Tubuh Bara diangkat keatas motor. Merekapun melaju. Bara tersenyum tipis dibalik bajunya. Ah senangnya bertemu Letta.
Letta sudah berada di area apartemen miliknya, menaiki lift untuk ke lantai kamar. Letta kembali berjalan meksipun tidak terlalu benar dan menyeret kakinya ia sudha berada di apartemen miliknya, disana ada Carmon yang duduk di depan pintu menutup matanya sembari duduk dan memeluk lutut, wajahnya dibenamkan antara kaki miliknya.
Letta mengerjab pelan berdehem pelan. memegang bahu Carmon. carmon membuka matanya menatap letta dengan mata sayunya. Letta menatap mata Carmon yang sayupun diam saja. Carmon bangkit memeluk letta. Letta diam merasa pelukan Carmon. Carmon terlihat rapu dan kunyu.
“Kenapa?” suara Letta sangat serak dan berat. Itu karena dirinya yang tidak banyak bicara.
Carmon menangis dibahu Letta. Letta menghela nafas membuka apartemennya. ”Nanti dulu. Kita masuk bicaralah di dalam saja.”Ujar Letta menahan tangan Carmon. Tapi Carmon terlihat tak melepaskan pelukannya. Letta terpaksa menyeretnya dan Carmon pun membuka matanya tanpa minat melepaskan pelukan keduanya.
Letta menutup pintu apartemen, menahan tubuh Carmon yang oleng. Carmon sangat rapu dan lemah. Letta diam sampai Carmon merasa puas memeluknya. Letta Berusaha membawa carmon duduk di sofa. Carmon menarik ingusnya dan mengusap air mata rapunya. Letta berdehem mengambil air soda dibawah meja miliknya, memang sudah di siapkan dan disana ada kukas kecil sebagai alternatif miliknya.
“ada apa?”Tanya Letta pelan.
Carmon menangis terseu sedu. “ aku tidak tau harus memulai dari mana Letta. Tapi mulai harii ini kamu kami pecat karena tidak lagi mampu membayarmu.” Ujar Carmon pelan menatap letta lirih. Yang dikatakan memang benar,. Mereka tidak lagi mampu membayar letta dengan gaji fantastisnya.
Carmon kembali menangis sesenggukan dihadapan Letta. “ Keadaan perusahaan sangat kacau, penurunan saham sangat pesat hingga papa yang harus mennjual barang barang berharga milik kami untuk menyelesaikan sengketa. Ini terlalu mengejutkan kami Letta.. perusahaan miik kami sudah di ambang kehancuran.”Lirih Carmon pelan. Perusahaan milik Carmon dulu di tunjangi orang dalam, tapi sebesar apapun mereka menunjang jika belum ada ganti atau penunjang sama saja mereka tidak bisa bertahan. Mereka bahkan sudah bertahan selama dua bulan saja itu sudah jauh lebih baik
__ADS_1
Biasanya jika perusahaan lain mendapatkan krisis begini, Samuel bukan ketua organisasi gelap, dia hanya anggota. Apalagi penunjangan dari organisasi dirinya sudha diambang batas dna limit. Mereka tetap bangkrut. Carmon kembali menangis mengingat hal itu. “Kami hanya punya beberapa rumah dan juga usaha pribadi, selebihnya semua harus kami jual.. “ Ujar Carmon lirih.
Letta mendengarnya menatap Carmon prihatin. Mengangguk pelan.”Mengapa tidak jual saja perusahaan kalian? Kalian bisa membuat usaha lain.” Ujar letta bertanya kepada Carmon.
Carmon menggeleng.,” perusahaan ini tidak bisa dijual, sebab sertifikatnya tidak ada. Sertifikatnya telah hilang.” Bohong. Letta tau itu semua bohong, sebab itu perusahaan milik ayahnya. Wajar saja jika mereka tidak punya. Hahaha. Letta ingin muntah darah rasanya,
Letta mengangguk paham, “ Setidaknya kalian punya rumah dan kendaraan untuk peristirahat kalian kan? jadi tenanglah. Semua pasti akan baik baik saja nanti.”ujar Letta pelan. Carmon mengangguk diam. Carmon tidak paham nada sarkasme atau kalimat sarkasme yang diberi Letta. Iya sebab Letta memang menyindir Carmon.
Dulu saat keluarganya dihancurkan dan diporak-porandakan . Nereka tak punya lagi rumah untuk ditinggali, mereka juga tidak punya kendaraan untuk kesana kemari. Jangankan rumah dan kendaraan, makan saja mereka tidak kenyang. Kenyangpun syukur syukur makan nasi. Ini kenyangnya mereka itu karena minum air. Haha letta ingin menangis mengingat hari hari kesengsaraan itu.
Letta memilih mengambil makanan yang di lemari es, mengambil minuman.”makan dan minumlah. Tenangkan pikiranmu. Aku tak masalah jika tidak bisa bekerja dnegan kalian sebab aku tidak semiskin itu untuk menangis. Aku maish memiliki cukup banyak uang.,” tegas Letta.
Carmon mengangguk paham, sangat paham alasan letta, siapa yang tidak mengenal Ragiel? Sang orang terkaya nomor lima setelah keluarga lainnya. Tapi sepertinya sekarang nomor satu.
Eh tunggu nomor lima? Jangan jangan selama ini Letta adalah mata manta Ragiel??
Letta menyeringai dan memilih memasuki kamar. Semua sudha diatur., letta memang menunggu nunggu kabar buruk keluarga Samuel. Letta tersenyum tipis dan memilih kembali kepada misi. semua harus usai dengan sempurna. Samuel harus merrasakan apa rasa menjadi dirinya atau keluarga damian dulu. Sedikit demi sedikit apa yang harus dimiliki akan kembali kepada sang pemilik, dan sang pemilik tak perlu khawatir. Sebab miliknya akan kembali bagaimanapun keadaannya.
Letta kembali dengan nampan berisikan makanan. Carmon diam mnatap makanan yang letta hidangkan. Ayam goreng yang dipakai bumbu cabai merah. Nasi dan juga salad. “makan. Kamu pasti belum makan, jangan hanya ditatap.|"tegasnya lalu kembalai pergi.
Letta menatap HP miliknya, menelpoin seseorang dan benar langsung diangkat.” Halo Let. Ada apa?”tanyanya pelan letta berdehem pelan.
” perusahaan Cemong sudah bangkrut. Apa kau sudah membuatnya atas namaku?”Tanya letta pelan.
dia eberang sanapun terdengarlah helaan nafas,.” mereka ingin menjual sangat mahal dan masih sombong padahal perusahaan sudah bangkrut. Kami belum selesai negosiasi apalagi seperti nya sertifikat nya sedikit di sabotase oleh mereka. Dan lagi aku ingin perusahaan itu atas namaku. Aku ingin karena ada alasan tertentu.”tegasnya kepada Letta.
Letta berdehem.” Baik. Terserah kau saja,” tegas Letta menutup telepon.
Diseberang menatap HP miliknya tergegun. Apa tadi? Ia bahkan nenyiapkan mental membicarakan hal ini kepada letta. Apalagi ini menyamgkut masalah uang dan harta. Akan sangat sulit agar orang lain mengaklah dan paham. Tapi Letta? Ia bahkan langsung menyetujuinya. Apakah letta punya plant lain.
Letta menghela nafas, mengambil putung rokok dan mulai menghisap pelan. Menatap langit yang sudah gelap. Lagi lagi dirinya merasa senang, ajkhhh dirinya tidak berfikir jika rencananya sangat sangat berjalan mulus, dan sialnya letta sedikit takut, takut jika nanti dirinya gagal, yang berdampak akan kepada kakak kakaknya. Jangan sampai kakak kakaknya,. Teman teman atau Bara akan terlibat.
Malam ini Carmon Letta suruh pulang. Carmon pikir Letta akan membiarkan dirinya menginap barang sehari. Letta tegas menyuruhnya pulang karena tidak ingin ada laki laki dirumahnya. “ayolah letta. Satu hari saja yahh?”Tanya Carmon pelan.
__ADS_1
Letta menghela nafas. mengangguk. Usahanya tidak membuahkan hasil. Berujung Carmon yang menang. Carmon terlihat girang dan mulai tidur dikamar tamu, dimana kamar milik Bara dulu. Letta sendiri menatap punggung Carmon enggan dingin. Oke malam ini dirinya bisa berekting menjadi baik, tapi tidak untuk berikutnya.
Jastin meminum alcohol terlalu banyak hari ini. kepalanya sudah pising dan linglung. Keawarannya sudah diraut paksa dari tubuhnya. Jastin seperti orang gila meminum sepuluh botol miras. “ Jesika hiks hiks.”tangisannya sangat pilu. Memukul dadanya sendiri.
Beberapa karyawan menatapnya kasihan sekaligus bingung. “ Satu lagi ceoat..” jastin mendongak untuk meminum minumannya lagi tapi sudah habis. Pelayan sudah tidak lagi mau memberikan, takut akan membahayakan pelanggan.
Jastin terlihat marah menatap kedepan.” Kalian beri aku satu lagi cepat...” teriaknya keras,. Tangan Jastin memukul meja kuat menandakan dirinya sangat marah
Pelayan saling lirik menggeleng, tak adda yang berani., tapi salah satu pria paling berani maju dan mendekati Jastin.”Maaf bapak. Sepertinya bapak sudah sangat mabuk. Jadi kami tidak bisa lagi menyediakan minuman untuk bapak. Lebih baik bapak pulang.”Tegasnya memegang bahu jastin untuk menenangkan.
Plas. Tangan pelayan ditepis keras oleh Jastin. Mata sayu dan sempoyongan Jastin menatapnya dingin.”aku ingin satu lagi. aku mamopu bauyar dan mamou minum. Cepat beri aku satu lagi,.” tegasnya lalu kembali menangis.” Jesika hiks hiks. Maafkan papa nak.,” semua menjadi semakin bingung. Harusnya pelanggannya ini pergi le rumah sakit jiwa bukan ke bar seperti ini.
Dasar pria gila!
Padahal tampan loh ..
Tubuhnya juga bagus, pasti sangat menggoda dan seksi. Bajunya lengan panjang saja ototnya masih terlihat waw gimana kalo ga pakek baju yah...
suara bisikin beberapa orang sekitar Jastin berbisik bisik melihat Jastin yang mengamuk, menggedor meja untuk segera di sediakan. lagi minuman haram tersebut
“Bagaiomana ini Rif?”Tanya teman perempuannya kepada teman laki laki bernama Arif.
Arif menggeleng.” Tapi aku tidak mau menanggung risiko. Sebab minuman dia diluar limit,. Jika tidak kita akan bermasalah.” Tegasnya sendu dan tidak bisa dibantah. Memang minuman dibatas oleh mereka, perorang tak boleh lebih 10botol, tapi tidak pernah ada yang habis 10botol selama ini. baru kali ini.
“ aku mau minum lagi. plas.|" Jastin mengambuk melenpar kaca ditangannya kedepan. Semua orang histeris menjauhi jastin.
Pelayan gelagapan menenangkan jastin.” Baik pak. Tapi bapak duduk dulu yah dan berikan kami kontak dihp anda.” Tegas pelayan.
Jastin yang sudah tengah sadarpun mengangguk paham meski tak sadar banget, memberikan HP miliknya.”telepon anakku hiks hiks anakku.,”gumamnya lagi. semua orang sangat takut dan para pelayan tadi mulai mencari kontak yang harus di hubungi.
Tapi hp milik jastin menggunakan kata sandi, mereka secara paksa menarik ujung jari Jastin untuk mengambil sidik jarinya.
Mencari dan mencari. Mereka menelpon beberapa nomor acak tapi tidalk di sahut. Sampai di satu nomor yang terlihat asing. Bodyguard Carmon. Ini saja kali yah batin mereka.”Udah belom?”Tanya temannya yang menahan jastin yang tidak mengamuk.
__ADS_1
Pelayan berdecap menjulit kepada temannya.” Sadar dong. Ga liat loe gue lagi usaha ini,.”ketusnya. temanya menatap datar sang teman.