Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Gembel


__ADS_3

“sebenarnya aku sudah tidak lagi peduli dengan kematian keluargaku Letta, aku lebih tertarik membunuh semua orang yang berpotensi mengambil kamu dari ku satu persatu, hemm sepertinya itu lebih menarik dan terdengar menyenangkan.”jawab Ragiel diluar dugaan Letta. Ragiel emang gila, benar benar gila, diluar nalar dan diluar prediksi.


Obsesi mengerikan.


Ragiel terkekeh mengangguk pelan. “Tapi aku juga ingin tau bagaimana cara kau membalas dendamu kepada peter itu? Kau tau? Bahkan aku sendiri tidak tau dia siapa. Hal yang paling fatal saat ini adalah, Jika masalah Samuel dan keluarga ini sudah ditangan Peter, kemungkinan besar bukan lagi Peter yang menjdi incarannya tapi dirimu sendiri Letta.” Lanjut Ragiel rumit kepada Ragiel. Yang artinya bukan hanya Letta yang akan terlibat.


Letta mengangguk. Wajahnya biasa saja seakan hal itu bukan hal buruk. Tapi hatinya benar bnenar buruk. “ Itu resiko, aku sudah memprediksinya dengan baik, jika aku sudah diketahui sekarang bukankah itu jauh lebih baik? Aku hanya tinggal menunggu mereka menyerangku. Tenang saja aku sudah menyimpan semua rencana secara baik dan matang.” Jawab Letta rumit. Tidak ada yang tau apa yang dipikirannya.


Ragiel berdehem. Menghela nafas sejenak menatap letta. “ kau tidak berniat bunuh diri kan?”Tanya Ragiel dingin.


Letta diam menatap Ragiel tersenyum miring. “aku membesarkanmu belasan tahun bukan untuk melihat kau mati, kau harus membalas semua jasa kepadaku, jika kau mati sebelum membalasnya ku pastikan semua orang didekatmu juga habis ditanganku.” Ujar Ragiel dingin.


Letta menjadi menatap ragiel marah. Benar benar panas di dadanya sekarang.” Dengar kek, aku tidak akan mati sebelum membunuhmu dengan kedua tanganku.,”jawab Letta santai tapi terkesan serius. Siapapun juga tau itu ucapan sangat serius.


Rragiel malah terbahak mendengar ucapan letta, seperti lelucon yang benar benar menggaruk perut.” Oh ayolah Letta. Kau benar benar kejam kepada kakekmu yang sudah memebsarkanmu ini.” Ragiel terkekeh geli menatap Letta remeh.


Letta memutar nola mata malas.” Lebih mau kau pergi kek. Dan ingat jangan mencari masalah apapun, aku tidak lagi berdekatan dengan siapapun. Jangan menghabisi siapapun lagi. jika tidak aku akan benar benar marah dan menghancuri makam keluargamu itu.” tegas Letta.


Ragiel mengangguk pelan.” Yahhh ancaman adalah perintah.. baik cucuku tersayang, kakekmu ini akan pulang tanpa tawaran minum ataupun makan,. Apartemenmu benar benar menjadi gurun yang miskin air atau makanan yah.” ujarnya.


Letta memutar bola mata malas mendengarnya. Tidak peduli perkataan Ragiel. Ragiel berdiri merapikan jas miliknya, menatap letta lagi.” Aku tunggu pertunjukan selanjutnya cucuku tersayang. Aku menyayangimu.” matanya dikedip satu dan letta malah menatapnya daytar nak menatap kuman luar bniasa najisnya.


Ragiel malah terbahak lagi. ragiel suka sekali terbahak tanpa tau apa yang lucu. Ragiel spesies manusia receh atau manisa gila?


Letta menghela nafas melihat kepergian Ragie. Hari ini benar benar melelahkan seklai. Letta butuh istirahat jika begini. Ngomong ngomong letta jadi merindukan bara. Apa yah kabar anak itu?? letta harap dia baik baik saja.


Letta bergegas menuju ke kamar mandi, membersihkan diri. Tidak suka berlama lama Letta segera keluar dan memoleskan wajahnya skincare. Mengecek HPnya sejenak tak ada notip apapun kecuali berkas yang harus ia tanda tangani dan besok Nio akan mengantarnya ke apartemen. Letta meletakkan Hpnya dan tertidur. Yah mari tidur sejenak melupakan hari buruk,.


,


...----------------...


Carmon dan keluarga sudah melangkah jauh dari rumah yang sudah mengusirnya itu, tapi belum ada arah dna tujuan baik. Tujuan mereka adalah rumah Vano, dan baru saja sampai digerbang rumah vano carmon dan keluarga dicegat oleh satpam.


“ Maaf pak. Kami telepon dulu tuan yah.” ujar satpam. Vano mengangguk dan menunggu di depan gerbang.


Satpam pergi menghubungi Vano, Carmon tidak mendengar apapun tapi dirinya terfokus pada jendela kamar Vano yang terlihat ada yang mengintip, mata Carmon menyipit dan sadar itu Vano.. Vano iya itu Vano. saat Carmon hendak menyapa bayangan itu sudah tidak ada dan satpam mendekat.

__ADS_1


” Maaf tuan. Tuan muda Vano sedang lembur diluar dan tidak memperbolekan siapapun masuk, dia tidak ada dirumah.” Ujar satpam sopan.


“tidak aku melihatnya tadi mengintip, itu pasti Vano klan? Katakana jika aku yang hendak datang.” Ujar Carmon mengelak.


" Maaf tuan tapi tuan Vano memang sedang tidak ada dirumah dan tidak bisa diganggu kata sekretaris nya tadi. Jadi mohon pergi dari sini secara baik baik. " Ujarnya tegas kepada Carmon dan keluarga yang kekeh Vano ada disini.


" Tadi aku melihat nya mengintip di sana, itu kamar Vano kan? lagi pula mana ada Vano sibuk jam sekarang, sekarang sudah jam 1 malam. " Ujar Carmon kekeh kepada satpam. Memang manusia waras mana yang bekerja jam segini? lembur? Vano kan pemilik perusahaan.


Satpam terlihat bingung dan terdiam beberapa detik.” Maaf tuan, tapi tolong paham, kami hanya pekerja dan hanya menuruti apa yang ditugaskan kepada kami, saya benar benar minta maaf pak.” Ujar satpam sopan pada Carmon. Carmon mengepalkan tangan melirik lagi bayangan di kaca. Sialan. Dirinya harus kemana jika begini? Hari sudah malam dan tidak ada tempat untuk berlabuh,


Samuel hendak menangis dibuatnya mengemis dengan orang lain, meminta bantuan sana sini. Kemana semua orang selama ini yang dirinya bantu? Samuel menarik tangan Carmon yang masih ingin membujuk dan meminta bantuan pada temannya.


“ sudah ayo kita pergi.” Bisik Samuel pada sang anak. Carmoon menolak menatap sang ayah. Tapi Samuel dnegan tegas menggeleng dan membawa Carmon pergi dari sana.


Mereka tidak membawa banyak barang. Hanya satu tas yang dibawa dibahu milik carmon. Sebba memang mereka tak punya apapun. melirik lagi ke atas carmon bisa melihat ada yang mengintip. Air mata carmon jatuh, ini benar benar sakit, lebih sakit dari di khianati oleh pacar. Haha carmon salah, terlalu berharap kepada Vano padahal mereka menghabiskan berjalan kaki selama empat jam datang kemari.


Di sisi lain Vano melihat dari balik kaca jendela kamarnya mengepalkan tangan. Vano tidak punya pilihan lain saat ini. vano tidak bisa membantu Carmon, jika tidak ia akan terlibat juga seperti sebelumnya. Sekarang saja ia mendapatlan kerugian yang benar benar besar. Maaf Vano masih takut bangrut ketimbang kehilangan temannya. Ia belum mau jatuh miskin


Malam ini Samuel duduk menatap langit, anak anaknya sudah tertidur di halte bus, Viona yang diikat menggunakan tali, carmon dan Jastin yang tidur di beberapa sisi kosong. Samuel sangat dingin menatap langit. Tidak bisa tidur malam ini dan Samuel berharap akan ada informasi dan bantuan darri Peter besok hari.


...----------------...


Samuel yang tertidur sembari bersanfar di parkir. Carmon dan jastin yang tidur seadanya. Viona yang diikat dengan tali dan diikat juga ditangan Samuel bak hewan peliharaan. Letta melipatian tangan dan memfoto keadaann mereka.


Letta terkikik geli dna mengirimkan file tersbeut ke Nio untuk dijadikan berta yang menghebohkan. Bayangkan. Keluarga Samuel yang terkenal kaya raya termausk lima besar di dunia ditemukan tidur di halte bus dalam keadaan yang sangat buruk. Atau beritanya begini ‘ ditemukan keluarga Samuel yang menjadi gembel dan tidur di jalanan.’


Letta menggeleng pelan dan tersenyum, melangkah lagi menjauh dari sana untuk melanjutkan jalannya. Mereka belum ada yang bangun, letta mengelilingi jalanan dengan nafas yang tersengal-sengal, sampai berbelok lagi menuju apartemen miliknya. Sudah pukul setengah enam dan ia menemui keluarga Samuel yang sudah bangun dan duduk di halte.


Letta tetap melangkah dan mendekati keluarga Samuel, memang ia sengajakan. Carmon sudah bangun menatap nanar jalanan, “ Kalian ngapain di sini?”Tanya Letta pelan carmon kaget melirik Letta yang menatap mereka bingung.


Carmon menatap Letta dengan tatapan sendu. “ Letta” panggilnya serak. Carmon tidak tau harus bilang apa sekarang.


Samuel dan Jastin juga menatap kearah Letta yang sudah bsah keringat,. Samuel menatap Letta penuh kerumitan dalam pikiran nya, benar benar rumit dimatanya. Letta mengerjab dan menatap carmon lebih dekat, menentang kakinya agar tidak varises.


Carmon menghela nafas.” kami di usir di gubuk sialan itu.. mereka enggak ada punya hati sampek kami harus luntang lantung gini. Padahal udah kita bayar tiga bulan juga itu rumah yang artinya masih ada satu bulan lagi,” tegas carmon kesal.


Letta mendengarnya mengangguk pelan. enggan membaasnya lagi,.” terus kenapa disini? Mengapa tidak menginap dihotel saja?”Tanya Letta lagi.

__ADS_1


Carmon mendengus.” Boro boro ke hotel., nyewa gubuk buruk aja kita nggak mampu, kita neggak ada uang.” Tukas Jastin kesal mendengar pertanyaan letta yang begitu tidak memikirkan hatinya itu


Letta berdehem mengisap keringatnyua pelan, menatap jalanan yang sangat luas. “Aku hanya bertanya.” Ujar Letta.


Jastin mendengus menatap lain arah. Jastin kena penyakit mental. Emosinya naik turun saat ini, mungkin efek kehilangan anak, istri, serta orang yang ia cintai.


Letta kembali menghela nafas melambaikan tangan kepada sang anak yang sudah menjual minuman di dini hari ini. Sang anak mendekat. “aku pesan mineralnya. Berapa?”Tanya Letta pelan.


Sang anak menatap letta ramah.” Lima ribu buat air putih biasa dan sepuluh ribu buat yang ada rasa. Jawbanya imut. Letta mengangguk membeli semua minuman membuat sang anak sangat sangat lucu berterimakasih . berlari membawa uang seratus ribu yang Letta beri. Carmon melirik letta yang membagikan minum kepada mereka.


Carmon menerimanya dan membasha tenggorokannya. Sedari kemarin ia benar benar haus tapi tidak ada uang. Diikuti oleh yang lain dan Letta yang minum mineral biasa demi kesehatan dirinya yang baru saja berlari.


“ dulu aku pernah seperti anak kecil itu, menjual cancimeng dan juga menjadi tukang sol sepatu untuk melanjuti hidupku.” Ujar Letta pelan.


Samuel mengernyitkan dahinya.” Bukankah kau cucu orang kaya? Ngapain kamu kerja begitu?” Tanya Samuel heran.


Letta tersneyum miring.” Ragiel tidak pernah mengajarkan aku menjadi lemah. Cobalah bekerja begitu mungkin bisa membantu kalian hidup. Jangan mengharapkan uang dari yang sangat besar jika saat dibawah.” Ujar Letta.


Carmon meremas kuat botol plastiknya, yang dikatakan Letta seperti sedang menyinggung nya.


Letta bangkit dan menatap mereka semua.” Aku duluan.” Ujarnya lalu melangkah menjauh dari sana.


Samuel menatap letta yang menjauh menghela nafas.” Letta.” Jastin angkat suara menahan lengan letta.


Letta melirik jastin dengan alis yang terangkat.” Aku ingin bekerja, apa kau mau memberikan kami pinjaman dahulu? Lalu aku akan bekerja penuh denganmu.” Ujarnya gugup.


Jastin meremas tangan miliknya menekan rasa malu dan cemas.


Letta berdehem, mengangguk.” Aku tidak sedang membuka lowongan pekerjaan, tapi aku ada pabrik kerupuk yang bisa kalian jual kerupuknya secara keliling dan uangnya kalian hanya perlu bayar kerupuk harga pabrik dan jika tidak habis kalian bisa mengembalikan ke pabriknya. Bagaimana?” Tanya Letta dengan pelan dan santai pada Jastin,.


“kau..!!” teriak Jastin marah.


“maksud mu apa mau menjadikan aku tukang keurpuk keliling ha?? Kau menghinaku mentang mentang aku menjadi miskin?” jastin kembali berteriak menatap Letta sengit.. harga diri nya seperti diinjak injak kali ini.


Letta menatap jastin dari atas ke bawah.” oh ayolah jastin, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Lagi pula menjual kerupuk tidak seburuk itu, halal dan juga bersih di banding menjadi koruptor atau pencuri hak milik orang lain.” Tegas Letta. Entah mengapa Samuel merasa ytak nyaman di hatinya, dirinya speerti tersindir.


Letta mengibaskan tangannya.” Jika mau aku akan kasih kalian pinjaman satu juta tapi kalian harus mencicilnya setiap hari dan bekerjalah menjadi pekerjaku sebagai jaminan nya . jika tidak aku tidak bisa memberi.” Ujar Letta tegas.

__ADS_1


Tidak ada yang menyahut. Carmon, Samuel dan Jastin benar benar mempertimbangkan hal tersebut. Mau ditaro dimana muka Mereka.


sedangkan Letta tersenyum dalam, mengingat jika hal ini juga dulu ia rasakan.


__ADS_2