
Aleta mengingat kenangan tersebut. Tidak tau mengapa letta mengingat kenangan belasan tahun lalu. Letta tersenyum Miris mengingatkan dirinya dulu yang sebagai anak kecil polos dan lugu harus berunbah menjadi orang dewasa total untuk kakak kakaknya.
Malam ini Letta memilih menginap sejenak sebab daratan di depan memang tidak bisa dilewati tengah malam, Disana banyak begal yang ada di setiap kilometer, terlalu bahaya jika mereka menaruh pecahan kaca atau paku dijalanan. Jadilah diirnya duduk di dekat jendela menatap jalanan yang sudah berkabut akibat pagi sudah hampir muncul.
Letta mengerjab pelan. menatap HPnya yang bergetar. Itu dari perusahaan kerupuk miliknya.” Halo Nona.. saya hamdan igin bertanya. Apa bapak Carmon dan Samuel kemari adalah utusan anda? Sebab mereka berkata jika nona yang memerintahkan mereka kesini.” Ujar si atasan yang ada di pabrik miliknya.
Letta tersneyum miring.”Iya. beri mereka sebagai penjual kerupuk dan target. “ jawab letta. dis ebrang berdehem.
” Baik nona.. kami akan segera melakukannya.” Letta memngangguk dan telepon di tutup oleh letta sebelum utusanya mengucaplkan sama. sudah pasti dia akan memaki letta yang ada.
Letta mengambil jaketnya dan menatap diki yang masih terlelap di atas kasur. Letta menghela nafas dan berjalan keluar dari penginapan.
Saat diluar ia menuju resepsionis.” Ada yang bisa kami bantu mbak?”tanyanya ramah dan sopan.
Letta berdehem,.” nanti jika dari kamar 111 bertanya saya dimana bilang saya duluan, dan bawa saja mobil saya karena saya akan pergi sendiri.” Ujar letta.
si resepsionis mengangguk paham.” Baik kalk nanti akan saya sampaikan.” Letta berdehem melangkah pergi dulu. Ia harus mencari Putra sesegera mumngkin agar putra tidak menjadi korban salah satu milik Ragiel.
Langkah kaki letta memasuki mobil taksi yang ia pesan. Taksi itu menuju alamat yang ia tujukan, rumah ragiel, disana ia mencari dimana Ragiel berada. Selama dua jam berlalu ia sudah sampai dan segera keluar dari mobil taksi. Letta melaju ke ruang kerja Ragiel ditahan beberapa bodyguard.
” Cari siapa nona?”Tanya bodyguardnya.
__ADS_1
Letta menghempas tangan mereka.” Lancang..” tekan letta.
Mereka menunduk takut.” maaf nona tapi tuan sedang tidak ada di sini. Nona dilarang masuk jika tuan tidak mengizinkan.” Iujar bodyguard takut takut kepada Letta.
mereka takut Letta akan menghabisi mereka. Letta mendengus.” Dimana tua Bangka itu? Jangan berbohong..!” Bentuk Letta kuat.
Mereka saling lirik lalu menggeleng.” Maaf nona tapi tuan tidak pulang dua hari ini, dia sedang di luar kota.” Jawab bodyguard.
Letta mencekik salah satu kuat. mereka kaget salah satu mundur dan stau kesakitan.” KATAKAN DIMANA DIA ATAU KAU KU BUNUH..!” Bentak letta menggila. Aura membunuh Letta sangat menguar kuat.
Arggh yang dicekik menggeleng tidak bisa menjawab. Temanya menatap letta takut” Maaf Nona tapi demi Tuhan kami tidak tau tuan dimana, kami hanya diberi tau jika tuan sedang diluar kota karena tuan sedang menguurs bisnis disana. soal kami menjaga di sini kan memang sudah lama.” jawab si bodyguard gugup.
Letta menghempaskan bodyguard yang ia cekik. Mengeram kesal.” Sialan..” bentak letta. Letta pergi meninggalkan bodyguard yang jatuh dilantai merungis memegang lehernya yang berubah menjadi ungu padahal baru beberapa detik saja. Temannya mendekat dan segera membantu.
Bodoh.. letta melupakan hal ini karena terlalu panic kemarin. Letta segera membuka pintunya kuat sampai suaranya menggelegar, letta mengambil tempat di kursi mnatap monitor komputer ya. Letta memulai pencarian dan mencari dimana jejak Putra.
Mata letta mengincar kemana pun posisi email dan juga beberapa kata sandi pelacak./l dan bam, ia menemukan lokasi. Letta mengeram kesal segera keluar lagi seusia memindahkan lokasi ke dalam HPnya. ia mulai pergi memasuki sembarang mobil yang mudah untuk keluar. Beberapa bodyguard pun menyapa sopan tapi tidak di indahkan,
Di sisi lain Putra memejamkan mata sedari kemarin mengerjab matamnya pelan, meringis merasa perih dibagian sudut matanya. iya sudut matanya biru akibat pukulan. Putra hendak mengusap matanya tapi tanganya diikat. Putra kaget membuka matanya secara cepat. Menatap dimana diirnya. Dirinya di sebuah ruangan yang luas namun tidak berisikan apapun. putra menatap sekeliling, tidak ada cahaya selain lampu kuning yang hidup dan mati beberapa kali.
Dimana dirinya sekarang
__ADS_1
Putra meringis ,merasa kepalanya sakit. Putra ingat dirinya diculik. Oleh kembali dimalam dimana dirinya bertemu dan menghabisi waktu dengan Letta sang poujaan hati. Putra dicegat ditengah jalan. Putra yang membawa motoir tidka berhenti, malah semakin menancap gasnya menerabas beberapa orang yang menghadangnya dijalan. Tetapi ternyata mereka sangat licik, mereka malah menarik tali yang sudah mereka siapkan dan membuat motornya mau tak mau berhenti dan juga terpelanting kebelakang. Puutra tersentak tak sempat menghindar terjatuh terpelanting dari motor. Kepalanya terbentur duluan di aspal dan motornya yang juga kap depannya rusak.
Putra meringis memegang lengannya yang terluka, mengeluarkan banyak darah,,. Kaki bagian mata kaki pun juga berdarahs eperti pecah, beberapa dari yang menghalangnya tadi tertawa menarik paksa Putra dari sana. Putra digebuk dan dipukul secara membabi buta. Berakhir dirinya tidak sadarkan diri seusai dipukul bisbal tepat bagian pelipisnya dna dirinya tak lagi tahan.
Siapa menculiknya? Apa komplotan mafia yang ingin mengambil ginjal dan jantungnya. Atau bola mata dan prgan dalam dirinya?
Putra merinding mengingat dan membayangkan hal tersebut, ditambah dirinya yang terlika maish lemas hendak memikirkan hal hal buruk.
“ dimana nih? oy ada orang enggak?” putra ingin berteriak tapi rasanya tubuhnya sangat lemas sekarang,
Pintu terbuka. Putra segera menutup matanya pura pura pingsan, seseorang yang masuk mendengus melihat Putra.” Apa dia belum juga sadar? Kenapa dia lemah sekali? Baru jatuh dari motir dan dipukul begitu sjaa sudah pingsna berhari hari. Jangan jangan dia sudah mati?!!!” Tanya sang ketua malas dan kesal melihat Putra yang maish dalam posisi sama.
Baru mata mu,,!! Batin putra. Baru jatuh dari motor, katanya baru?? Lalu apa tadi katanya?baru digebuk saja? Hoy hoy hoy...!! mereka pikir dirinya ini keturunan Samson..!! dirinya ini anak dari Hanes dan juga Bu Bulan. Gimana bisa mereka bilang hanya baru saja. Apa mereka semua ini orang orang kebal sakit mangkanya bicara begitu dengan mudah? Atau putra harus memberi pelajaran kepada mereka.
Plak.. tolong kok tangan loe bauk terasi..!! teriak batin Putra saat seseorang memegang hidungjya dna memeriksa hidungnya.
“masihh hidup bos.” Teriak nya.
“iya lah. Loe pikir gue udah mati?” teriak Putra membatin. Salah stau lagi dari mereka menarik rambut Putra kuat dan menatap wajah Putra dingin. Ia mengernyitkan dahinya pelan.” sepertinya dia lemah jadi gitu deh. Lukanya aja kemarin udah jadi ungu.” Ujarnya pelan ‘iya jadi ungu lah. Loe maunya ajdi apa? Warna kuning? Mata loe.!!” teriak Putra dari batin. Sangat kesal kepada manusia manusia bodoh ini.
Si bos menghela nafas.” coba siram sama air bensin aja. Siapa tau kan langsung bangun.” Uja bosnya santai.
__ADS_1
Putra melotot mendengar ucapannya. Si bos yang melihat Putra melotot pun kaget.” Wah rupanya kamu sudha bangun. Berani berbohong hm???”