Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
44


__ADS_3

Ketika semuanya usai Letta hanya tersenyum kepada Ziko yang menatapnya nanar. Ziko merasa sangat bersalah karena dirinya lengan Letta terluka. Namun disana Letta malah melepaskan bajunya dan menyelimuti baju pada Bara. Ziko ingin menangis, Ziko baru tau jika Letta punya hati yang sangat tulus. Ando pun sama disana. Ia ingin menangis karena tau jika ia selama ini salah sangka. Mereka diliputi rasa bersalah yang liar biasa menghantam hatinya.


Letta menutupi semua sangat rapat hingga tak ada yang mampu melihatnya, bahkan secuilpun. Padahal dia adalah manusia batu.. Yah manusia robot juga.


“Sinikan tanganmu..!” Ujar Letta disana kepada Ando. Ando memberikan telapak tangannya gemetar karena menahan diri untuk tak meledakkan tangis nya, tangannya terlihat membiru dan terbakar tu.


Nampak Letta dengan telaten mengambil salep disisi lengan bajunya.”Aku selalu membawa ini.. karena hal ini sudah biasa bagiku sedari kecil.”Ujarnya Letta karena paham tatapan Ziko dan Ando yang menatapnya bertanya, itu membuat Ando diam menatapnya nanar.” Kalian jangan mengkhawatirkan ku. Ini hal bukan hal yang besar.”Ujarnya menenangkan disana.


“ Bukan Hal yang besar?''Tanya Ziko bergetar.


Letta disana mengangguk.”Dulu setiap bulannya aku ditembak dibagian tubuhku. Jadi ini sudah tak begitu berarti, beda dengan kalian yang tidak pernah kena tembak.”Ujarnya Letta disana dengan santai.


“Maksudmu?”Tanya Ando. Letta disanapun membuka lengannya dan ternyata benar, disana ada banyak luka, luka sayatan, tembakan bahkan luka cambukan membuat mereka kembali merasakan dada mereka sakit. Letta disana kembali mengoleskan salep dilengannya Ando membuat Tangan Ando bergetar disana mengusap pipi basahnya lagi,


Bara disana tak melepaskan Ziko. Ia menangis sesegukan sampai tertidur. Ia tak tega melihat luka dilengannya Letta yang mengalir sedari tadi, hanya diberi tali dibagian sebelahnya supaya darahnya tak mengalir, di pelipis dan hidung Letta. Sangat mengerikan.


Beberapa saat setelahnya ada Puluh motor datang dengan dua mobil. Itu Diki dan juga anak geng motor Tiger. Bukan geng motor tapi gangster organisasi saja kok.


“Letta..!!!” Teriak Diki disana nanar mendekati Letta yang kacau. Diki disana sangat panik dengan lainnya. Semuanya pun segera menghampiri Letta dan lain segera membantu. Mereka memang dipinggiran jalan dekat mobil. Cukup rindang karena dedaunan,.


Letta disana Nampak mukanya pucat sekali, Diki segera menggendong Letta dan membawanya ke dalam mobil, Ando dan Ziko masih tetap menangis karena tak percaya. Kenapa sesakit ini tau jika Letta sangat menderita.


Sesakit ini tau fakta buruk hidup milik Letta, rasanya sangat sakit, hidup Letta sangat menguras emosional didiri mereka.


Awalnya Ziko dan Ando merasa tak di hargai sebagai teman tak dianggap, tak pernah direspon dan tak pernah diceritakan apapun tentang hidup milik Letta. Itu hal yang menyakitkan mereka rasakan.


Tapi sekarang yang lebih sakit adalah menjadi manusia tak berguna dalam hidup Letta. Hidup dalam tekanan, kekangan, penyiksaan fisik dan batin. Hidup diatur oleh orang lain

__ADS_1


Benar benar robot, Letta apakah kamu benar-benar manusia?


Saat ini mereka sangat bertekat untuk membawa Letta keluar dari penderitaannya. Mereka ingin Letta bahagia .


Yahhh semoga saja...


“Ini gimana bisa? Kalian enggak guna...!!!” Bentak Diki kepada Ziko dan Ando.. keduanya hanya menunduk disana. Letta disana Nampak sudah sangat lemah, namun tak ada ringisan, ia bahkan masih hanya diam dengan menatap kedepan.


“Mereka tidak salah, yang salah itu aku, masih membiarkan kalian didekatku. Maaf.” Gumam Letta memotong Diki.


Ziko dan Ando menatap lain Letta. Jujur mereka memang lelaki, tapi lelaki juga punya hati, mau sekuat apapun mereka mereka tetap punya hati dan empati.


Ditambah selama ini mereka selalu menganggap Letta tak menganggap mereka teman, menyalahkan Letta dan sebagainya. Ternyata mereka yang jahat selama ini. teman macam apa yang tidak tahu apa-apa tentang temannya? Mereka telat tau padahal mereka kenal sedari SMP..!!! Mereka gagal.


Diki disana mengusap pipi Letta yang basah karena darah. Letta disana memejamkan matanya dan memegang tangan Diki. Diki terdiam hingga Letta mengusap kepalanya mengenakan tangan Diki. Diki yang pekapun mengusapnya pelan. Ia menatap wajah Letta penuh luka nanar. Ia tak tahu apa-apa dan ia akan mencari tau semuanya. Bersabarlah Letta..!


" Ayokkkks ke markas sekarang..!!


----------------


Disisi lain ada Carmon yang mendatangi rumah Ragiel dengan keadaan yang masih seperti kemarin. Tangannya masih digift dan sekarang ia mencari Letta. Cukup sulit mencari tau dimana rumah Ragiel, sebab Ragiel salah satu orang yang berpengaruh dengan dunia.


Tingtong.. untunglah ia orang kaya, jadi ia bisa masuk dengan uangnya, dan lihatlah sekarang. Ia sudah ada didepan rumahnya Ragiel dengan beberapa bodyguardnya. Matanya memerah menatap kedepan hingga ada sosok yang keluar dan itu membuat ia diam.


“Cari siapa tuan?”Tanyanya, oh dia pembantu. Lihatlah baju lusuh dan tatapan tulusnya itu.


Carmon pun bertanya.”Apakah Letta ada didalam ? jika dan yaa bilang kepadanya jika bosnya mau bertemu.”Ujarnya disana sinis.” Apakah dia tidak punya sopan santun ha? Keluar kerja seenak jidatnya saja, padahal disini aku BOSNYA..! Jika aku belum memecatnya mana bisa ia pergi begitu saja. Dasarr wanita barbar.”Ujarnya memaki disana.

__ADS_1


Pembantu itu pun diam menatap Carmon, ia menghela nafas dan menggeleng.”Maaf tuan, jika Tuan ingin marah-marah jangan disini, sebab nona Letta tidak tinggal dirumah ini sedari lima tahun yang lalu, dan hanya sesekali disini.”Ujarnya sopan.


Carmon mengerjab.” Terus kau punya alamatnya saat ini?”Tanyanya. sosok itu malah menggeleng datar membuat Carmon mengepalkan satu tangannya.. “Sialan.. lalu bagaimana ini Baron..!!” Teriaknya. Baronpun hanya menggeleng tak tau, kok malah dia yang disalahkan si?


Carmon menatapnya tajam.”Kau berbohong kan?!!! Pasti dia ada disini..!” Teriaknya Carmon disana dnegan tatapan tajamnya, sosok yang ditatap pun menghela nafas dan menggeleng. Carmon mendengus kesal ringan, ia mendengus keras dan kesal.


“Letta tak ada disini. Lebih baik kau pergi dari sini bawa pasukanmu..!!” Suara dari belakang tu membuat Carmon terdiam. Ragiel kakeknya Letta..!! ia bisa melihat ditangan Ragiel ada darah di baju depan bagian lehernya dan juga berpenampilan agak kusut.


Matanya Nampak tak bersahabat membuat ia tak bisa bicara apapun.”Dan aku ingatkan, jangan sampai jatuh cinta padanya. Jika tidak nanti kau sendiri yang hancur.”Ujarnya disana datar.


“Tapi Letta hamil anakku..!!” Ujar Carmon menantang. Setahunya Letta memang hamil membuat Ragiel disana tersenyum sinis.


”Cucuku tak sebodoh itu. Lebih baik kau bangun dari tidurmu dan gosok gigi.”Ujarnya membuat Carmon mengepalkan tangannya. Ia dihina. “Dan belajarlah kenakan baju dengan tanganmu sendiri baru bisa bicara membuat anak.”Ujar Ragiel dingin lagi,


Brak.. Carmon memukul pintu itu dengan tendangannya. Ragiel malah tertawa.”Bahkan tendanganmu masih kalah jauh dengan cucuku. Kencing saja masih lurus, sana pergi.”Ujarnya lalu pergi meninggalkan Carmon yang memerah marah disana.


“Kau mau mati tua Bangka..!!” Teriaknya mengacuhkan pistol dikepalanya Ragiel dengan satu lengan yang sehatnya, dan disaat itu juga para bodyguard memasang pistol satu sama lain sampai pada pelayan tadi mengajukan pistol dikepalanya Carmon. Ragiel disanapun menatap kesudut membuat Carmon melihatnya.


Terlihat disana ada sinar Leser dan juga senjata tajam mengarah kepadanya. Ia kalah telak. Ragiel tersenyum disana lalu masuk Carmon terdiam malu. Dan Bodyguard lainnya pun masuk meninggalkan Carmon dan penjaga-penjaganya.


“Sial..!” Teriak Carmon dikekehi oleh Ragiel dari dalam saja.. Carmon memilih pergi mencari Letta sendiri. Kenapa bisa ia hampir bertarung padahal tak punya masalah dengan keluarga Ragiel ini.


Carmon rasanya ingin pindah planet saja .. Kenapa keluarga Letta terlihat sangat kelam?


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yah


__ADS_2