Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Call me


__ADS_3

Carmon memegang erat bunga ditangannya, menatap pemakaman ibunya. Derai air mata sama sekali tidak bisa ia tahan, mayat yang ditemukan kemarin benar benar ibunya.


Carmon jatuh dan mengusap air matanya. sangat sakit. Dunianya seakan retak dihancur gempa. Sangat sulit diterima, ini sangat sakit. Yang menghadiri pemakaman hanya dirinya sebab ayahnya belum bisa kesini karena keadaannya yang tidak baik baik saja. Hanya Carmon yang setengah waras kali ini.


Semua orang pergi meninggalkannya yang memeluk makam ibunya, sampai seseorang mengusap pundaknya. Carmon mendongak dengan mata sembabnya, menatap sang pelaku. Disana ada sosok Letta yang membungkuk dan duduk dibelakangnya menggunakan baju hitam dengan kaca mata hitam yang bertengger dihidungnya.


“Letta.” Suara Carmon habis, hanya terserak serak akibat lelah dan juga menangis terlalu lama.


Letta berdehem. Carmon segra meraup tubuh letta untuk ia peluk. Tangisan Carmon sangat keras, lebih kencang dibanding sebelumnya. Carmoon mencari tempat untuk mengaduh dan letta menyambut pelukannya. Letta tak banyak bicara. Hanya diam dan tersenyum miring menatap makam milik Purnama.


” Semua akan mati, dan jika ada pertemuan pasti ada perpisahan.” Ujar letta. Carmon menangis tanpa bicara appaun. Kehilangan sosok ibu benar benar menghancurkan relung hatinya. Sudah satu jam disana dengan Carmon yang menangis Letta menghela nafas.


” kita pulang yuk.. sudah mau malam. Besok lagi ke sini.” Ujar letta.


Caron melepaskan pelukannya. Bahu letta basah akibat air matanya. Carmon menatap makam ibunya dan berkata.” Carmon pulang yah ma. Carmon janji bakal menemukan siapa dalang semua ini. bakal Carmon bunuh dia dengan kedua tangan Carmon.” Ujarnya dingin. Sangat dingin sembari mengusap nisan baru sang ibu...


Letta mendengarnya tersenyum miring. Keduanya beriringan ke mobilk milik Lteta, diikuti Baron yang sedari tadi memang berdiri di dekat mobil.” Kamu tau saya kesini dari siapa?” pertanyaan Carmon entah datang dari mana.


Letta melirik Carmon sampai dimobil, Carmon menatap leta curiga sebab dirinya belum memberitahu letta apa apa. Atau dari berita berita sampah di internet atau di televise? Letta berdehem melirik Baron, Carmon yang paham menatap Baron, Baron tersenyum sendu.”Maaf tuan., saya melihat tan sendirian sedari kemarin mengurus makamnya nyonya. jadi saya memutuskan memanggil nona Letta untuk menemani anda dan menenangkan anda. “ ujarnya. Carmon mendengarnya hanya mengangguk percaya saja.


Letta dan Carmon masuk, ini mobilk milik letta, Baron pun menjadi supir dari mereka. Letta menatap ke luar dan Carmon yang diam saja termenung dengan tatapan kosong.” Saya tau kehilangan orang yang paling berharga di hidup itu, itu sangat menyakitkan, tapi yang paling menyakitkan adalah tidak punya tujuan. Tidak punya rumah dan tidak punya sandaran.” Ujaran letta mengalihkan tatapan Carmon. Ia bisa melihat wajah letta darri samping. Terlihat pucat. Pucat?

__ADS_1


Carmon menyentuh kepala Letta., panas. Carmon mendadak khawatit dan Letta menjauhkan tangan dari Carmon dikepalanya.


“Kamu demam?” letta menghela nafas pelan. menatap arah jendela, memejamkan matanya. kepalanya masih hangat dan pusing tapi tadi pagi mendengar kabar Baron untuk memintanya kemari.. awalnya Letta enggan tapi mengingat ia harus melihat menderitanya wajah carmon jadilah ia kemari. Benar ia kegirangan dan bahagia, smeua dendamnya terbalaskan, satu persatu semua dibalas tuntas dengan baar cas no kredit kredit,


“Letta kamu dengar saya? Jika kamu sakit mengapa kamu kesini. Ayo kerumah sakit.” Ujar Carmon lirih kepada Letta yang tidak menjawab pertanyaannya.


Letta berdehem dan berkata,.” Aku hanya lelah.. diamlah.” Carmon diam menatap letta sendu. Letta baik sekali ditengah wajah datarnya, dengan kedaan sakit masih tetap pergi ke makam ibunya.


Carmon memeluk letta dari samping dan berkata.” Terimakasih..” letta tak menjawab tak juga menolak. Carmon semakin menangis lagi dibuatnya.


...----------------...


“ Dari mana aja kamu Putra?!! Kebapa baru pulang sekarang? bolos?!!!” Putra pulang di sambut dengan ibunya yang berdir di dean rumah sembari memegang sapu. Putra memarkirkan motornya di bagasi keil milik rumahnya. Menggeleng lemnah menatap ibunya yang menahannya.


”kamu kenapa? Ada masalah?”Tanya Bulan melunak an melembut kepada Putra.


Putra mendongak menatap sang ibu.,” salah yah Bun kalo Putra suka sama Letta?”Tanya Putra lirih. Bulan meringis. Dibilang salah sih enggak, tapi lebih ke enggak sadar diri gitu, tapi jika ia jawab begitu anaknya sakit hati nggak yah???


“Bukan salah sih nak, lebih ke kurang ajar.” Jawab Hanes dari belakang. Bulan melotot kepada sang suami yang tiba tiba datang dan menyelah ucapan keduanya.


Putra menatap sendu ayahnya yang menatapnya dengan tatapan polos.” Ayah kok gitu sih?”Tanya Bulan geram kepada suaminya.

__ADS_1


Hanes menatap istrinya tak terima.” Loh emang benar toh. Anak kita ini masih bauk kencur. Lah letta udah bauk jahe,. Udah dewasa. Dari umur aja mereka beda.” Jawab ayahnya serius,.


“Umur Cuma angkah Yah.” Jawab Putra memeluk ibunya sedih. Bulan mengggeleng tapi mengangguk setelahnya. Hatinya tak setuju tapi pikirannya menyetujui demi anaknyua agar tidak depresi.


Hanes mencebik dengan mata yang mengejek.” Duuuh Putra putra angka angka gitu yah harus diliat dong biar kamu nggak sakitnya kejauhan. Dia udah doctor alias s3, pinter, kuat dan keliatan kaya raya. Kamu mah apa atuh? Cuma anak petani, jangankan s3 SMA aja kamu nggak tau lulus apa enggak, “ ujar hanes meremeh kan anaknya yang galau.


Putra diam mencerna ucapan ayannya. Benar ia tak pantas untuk letta yang cantik, pintar. Kaya. Merka sangat berbeda kan. Putra menurunkan kedua sudut bibirnya kebawah.


Benar benar sakit rasanya. Bulan melihat ekpresi anaknya yang hendak menangis lagi menginjak kaki sang suami. Hanes berteriak sakit memegang kakinya.” Duh sayang ayah kamu lagi bercanda itu kok hehe. Mungkin Letta nya lagi engak mau serius gitu kan sama pasangan. Kamu jangan sedih dong.” Bulan mengusap pipi sang anak. Membujuk agar sang anak tidak menangis,.


Putra melirik Hans nanar dan Bulan melototi suaminya. Hanes berdecap memutar bola mata malas.”Iya iya. Ayah Cuma bercanda.” Ujar hanes berdiri melirik Putra yang mulai bersinar.” Tapi kalo letta sama kamu bagai langit dan bumi itu emang beneran nyata.”ia mencicit berlari menjauhi kedua anak itu dengan cekikikan jahil. Hhua.. putra menangis keras dan Bulan kelimpungan.


" YOHANES MALAM INI KAMU TIDUR DILUAR..!!!!”


Hanes yang baru saja didepan rumah mendadak berhenti mendengar ucapan istrinya.” Yaampun... “ mau balik lagi takut dipukul., tidak balik lagi ia tidur diluar. Hanes meringis memilih balik lagi meminta maaf kepada sang istri dan anak. Meminta agar anak semata wayangnya satu ini tidak lagi menangis. Yaampun Hanes tidak tau mengapa ia bisa memiliki anak letoy begini. Bisa bisanya, padahalkan dia tidak letoy atau anggunly. Ia strong dan coll.


“Duh sayang. Jangan nangis dong... kalo jodoh enggak bakal kemana.” Uja Bulan membujuk Putra yang terus menangis seperti ini. bulan seperti memiliki anak gadis yang sedang putus cinta bukan anak bujang jika begini.


Putra menangis pelan dan mengusap pipinya, “ iya soalnya kalo bukan letta jodohnya Putra paksa Tuhannya.., yakali jodoh sma orang lain. PUTRA NGGAK MAU. PUTRA MAU LETTA LETTA LETTA,,!!” Tekannya hendak pergi. Ia tidak mau dibantah.


Bulkan tersbeyum masam melihat anaknya pergi ke kamar, berselang beberapa wkatu Hanes datang dengan buket ditangannya, tersneyum mendekati sang istri.” Sayang ini buat kamu.” Ujarnbya manis. bulan mengambil bunga itu, meremasnya kuat. Hanes melotot menatap kelopak bunga berceceran.

__ADS_1


” Hanes... kamu tidur diluar,.,” tekan snag istri. Hanes hanya terdiam nanar ditempat. Bujukanya tidak berhasil. Susah paya ia minta saran dari pelayan agar sang istri tidak jadi marah. Eh malah tetap marah. Ia jadi menyesal membeli bunga jika begini. istrinya tetap marah marah dan dirinya tetap tidur diluar


" Yang jangan marah dong... Tadi cuma bercanda beneran...! " Hanes berlari mengejar sang istri.


__ADS_2