Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Menyerah


__ADS_3

Hay...! Jangan lupa komen yah...


Letta mengangguk.”Tulis berapa dendanya akan ku bayar,” Balas Letta. Bambang mendengar terkaget. Memang ada beberapa perusahaan yang menahan ijaza untuk kontrak, sebagai jaminan bila suatu hari pekerja atau staff melakukan kesalahan-kesalahan mereka tidak pergi begitu saja dari perusahaan. Salah satu nya perusahaan Carmon, perusahaan Carmon bukan perusahaan kecil jadi pastilah memiliki banyak hal yang harus di pikirkan dan dipertimbangkan.


”Tapi ijazaku tertahan.”


“Jangan hiraukan. Akan ku ambil, sekarang siapkannn barang barangmu dan .” Letta memberikan kunci mpbil miliknya. Bambang tertegun melihatnya.” Didepan mobil BMW berwarna kuning, didalamnya ada anak berusia tujuh tahun sedang menunggu. Temui dia dan ajak ia pulang di apartemen angkasa Pura lantai 40 ruang 4. Nanti malam aku akan kembali apartemen, kau bisa menjaganya sejenak untuk hari ini, untuk gaji, hari ini akan aku kasih lebih.”Ujar Letta tegas tersirat tidak ingin dibantah pada Bambang sebelum pergi.


Bambang ingin menjawab, tetapi sosok itu sudah pergi meninggalkannya. Bambang mengernyit menatap kunco mopbil ditangannya.Berdecap sesaat berkata " Yakali mbak, manteb bener jadi orang kaya, nyuruh orang seenak jidatnya." Gumamnya pelan merasa tak senang. Tapi matanya melirik kunci mobil di tangannya


” Gilek. Baru kali ini naik mobil mewah, Apa gue ajak bini gue aja sekalian yah, siapa tau anak yang gue kandung bisa kecipratan jadi sultan juga.”Gummnya pelan,


Ia terkekeh sejenak lalu langsung pergi kearah peralatan miliknya memilih pegi cepat kearah mobil milik gadis didepanya. Ia tak tau mmengapa dipaksa begini, tapi entah kenapa hatinya saat ini sedang berpihak pada gadis aneh tersebut.


Bara yang menunggu Letta cukup cemas, melihat Letta tak kembali bali, setelah satu jam barulah pintu mobil dibuka. Bara kaget melihat sosok lelaki menggunakan baju satpam. Mengerjab melihat ia tersenyum pada Bara. “Hemmm mobil milik nona Letta kan? ini anaknya?”Tanya Bambang.


Bara mengangguk melihat pria tersebut ragu. Penjaga tersneyum.”Maaf tuan muda.. saya pekerka baru dan ditugas oleh nona Letta buat menjaga tuan, mengantar tuan pulang saat ini.” Bambang tersenyum memasuki mobil.


Bara diam menatap Bambang penuh penyidikan tetapi diabaikan oleh pria tersebut.


Bambang diam mulai mengendarainya mobil gugup, takut melakukan kesalahan, ini mobil mahal, bukan neko nelo harganya, cukup menyekik sudut hatinya jika nanti melakukan kesalahan. Sangat takut istrinya masih butuh suami kan? tai ngomong ngomong Bambang cukup senang mengetahui fakta jika gajinya naik. Itu artinya gajinya nanti cukup besar. Senangnya bisa memberi uang lebih pada orang tua dikampung nanti. Hemmm tapi gadis tadi bukan prsikopat kan?


Bara diam meremas tangan miliknya, merasa cemas, sejujurnya Bara ingin membela ibunya, tetapi melihat bagaimana raut angkuhnya Letta bersama mereka tadi, mengatakan hal kasar Bara menjadi sedikit sakit dan tidak enak, rasa dimana ia tak menyukai Letta,.

__ADS_1


Btw ia tidak dijualkan oleh Letta saat ini?


Langit semakin kelam, Letta memilih melangkahkan kaki menusuri jalan, mengghentikan bis di tepih jalan, diam sejenak menatap bis yang ia lewati, tersenyum tipis, ingat dimana masa ia tertawa bersama Ziiko dan kawan kawan, ia diam melirik seluruh tempat. Ia sejenak menghela nafas merasakan semakin banyak yang memasuki ruang bis.


Bis melaju sampai ke terminal berikutnya. Letta keluar dan memasuki terminal kereta api, memasuki kereta api dan diam sejenak menatap banyak orang yang menatapnya. Letta kalut, ia butuh sendiri, hatinya gunda dan juga resah, rasanya seska menggebu gebu, menghela nafas kembali ingat saat Diana Ziko duduk di sampingnya sembari membaca buku, dirinya yang diam saja melirik semua orang


Ziiko menaruh earphone ditelinga Letta. Letta tertegun dan diam melirik Ziko yang masih menatap buku. “ Bising, kau nanti sakit kepala.” Bisik Ziko.


Letta disana tersenyum dalam dirinya melirik sekeliling, benar Letta bisa bisa ditengah keramaian, tidak bisa mendengar suara terlalu bising, karena bisa memacuh pada jantung miliknya..


Bibir Letta menipis mengingat hal tersebut melirik jalanan, kembali keluar dari kereta api seusai ia masuki, melangkah menuju salah satu tempat.. langkah kaki Letta menjadi sangat berat, menatap nanar satu rumah. Rumah yang sangat kumuh dan juga rusak, langkah kaki Letta kembali memauski lebih dalam.


Rumah ini dari luar terlihat sangat mengerihkan dan angker. Saat masukpun tetap sama. kabar buruk dari orang rumah ini adalah rumah pembunuh, tapi itu benar lagi. Ada orang di dalam sini, dan isinya adalah pembunuh bayaran, tak ada yang keluar seusai masuk ke rumah ini. saat Letta masuk ia sudah di sambut beberapa lelaki yang bertubuh kekar, dan beberapa bekas luka ditubuhnya. Letta menghela nafas menatap mereka yang menghentikan aktifitas mereka.


” Letta?”


“Paman aku kembali gagal.”


Sosok yang dipanggil paman terdiam sejenak menatap Letta, Letta diam merasakan kepala miliknya dielus. Letta kembali memeluknya lebih erat.”paman bunuh aku paman, aku sudah tidak snaggup paman. Tolong." Lirih Letta sejenak.


Lelaki yang dipanggil paman diam, sebagian wajahnya penuh luka bakar, menampilkan warna putih dan merah yang secara acak, lalu ada bekas luka yang dijahit bagian pipi memanjang kesamping. Tubuhnya kekar penuh tato mengerikan, mata tajam yang ditatap akan menambah kadar getar takut.


“Kau lupa??? Masih ada tugas sebelum mati, jangan sia siakan hidupmu, sebelum kau bisa membalas rasa sakit keluargamu jangan dulu mati, sebentar lagi, hanya sebentar lagi. aku tau kau sudah bergerak sejauh ini. apa kau akan membiarkan perjuanganmu sia sia?” Tanyanya pelan.

__ADS_1


Letta menatap lelaki itu bengis. Mengingat Ziko lelaki yang selama ini selalu mengganti sosok abangnya, tersenyum dan selalu memberikan kehangatan meninggal didepan mata, meninggal karena dirinya adalah duka terbesar saat dewasa, Letta tik pernah merasa duka sebesar ini seusai kehilangan ayah dan keluarga,. Ini sangat sakit, sampai sudut hatinya menghentikan nafas yang ditarik paksa.


Letta diam menggeleng lemah, paman yang ia sebut tadi tersenyum mengusap air mata itu.” Sudah sangat jauh jika kamu menyerah sekarang Letta, sudah sangat jauh, sudah hampir dua puluh tahun, menangis, menjerit, keluargamu menjauhimu dan membencimu, dunia membuangmu keluar dari arenanya, Tuhan bahkan juga sudah membencimu karena ulah dan perbuatanmu yang luar biasa pemberontakannya. Dan kau baru mau mengalah sekarang??? kau lucu, dua puluh tahun itu bukan dua hari. Dan waktu selama itu tidak sesingkat mati, dan jika kau mati maka penderitaan yang paling sadis kembali menyerang pada pendosa. Kan aku sudah bilang kau bisa datang padaku untuk meminta kematian setelah kau menghabisi semua dendam mu.” Bisiknya mengusap pipi Letta.


Letta diam menatap lelaki tersebut, buliran kembali jatuh. Pipi Letta kembali basah. “Tapi ini terlalu sakit untukku lewati, ini terlalu sakit untuk bayaran balas dendam. “Letta berkata lemah. Sangat lemah, Wajahnya sangat sayu tak setegar biasanya.


Pria itu mengangguk.,”Iya memang ini bayarannya.,” Bisiknya pelan,


“Kau tau?? Tidak ada yang gratis di dunia ini, jika kau ingin hal besar maka pengorbanamu akan semakin besar, dan jika kau ingin sesuatu hal sesuai keinginanmu maka rasa sakit adalah bayarannya, tidak ada yang berjalan dengan mudah Letta, jika ada ini bukan hidup namanya tapi surga..!!!”


Letta tersneyum “Paman masih meyakinkan adanya surga?”


Ia mengangguk dan terkekeh,.”Aku yakini, tapi aku memilih menjadi penduduk neraka. Haha..” Letta tersenyum masam mengangguk. Paman yang diopanggil terkekeh melirik tiga temannya yang diam saja.”Lihat putri kita menjadi menangis hari ini., apa yang membuat ia menangis? Apa ia sedang jatuh cinta?” Ejeknya.


Bugh.. agh.. semua tertawa saat Letta memukul perut pamannya, letta tersneyum pelan, tak menghabisi rasa sedih miliknya, tapi ia butuh tubuh yang ia bisa peluk, aman dan nyaman, tapi tak akan diambil orang lain. Yah ia butuh sosok yang tidak menjadi ancaman Ragiel.


Aha.. Letta jadi kepikiran... Letta seperti mendapatkan pencerahan menjadi terdiam sejenak. Ah sial, kemana otak pintarnya, kenapa baru terfikir sekarang?


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa komen yah


__ADS_2