Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Kebenaran


__ADS_3

Letta menghela nafas, mengusap air matanya. menaruh bunga mawar putih di atas makamnya Ziko.” Ini.. nanti jika disana kamu ketemu Jesika. Bilang aku juga minta maaf.” Bisiknya pelan. Letta menatap lagi bunga itu nanar.


Lalu mengambil skulen yang ia beli tadi, ia taro di atas makam Ziko. Tersenyum sayu. “ itu bunga bisa hidup tanpa disiram, aku harap bisa menemani kamu di sini, cukup aku yang kesepian. Kamu jangan. Kamu orang baik, tidak seharusnya kamu pergi secepat ini. harusnya aku.” Bicaranya Letta sudah berubah karena terlalu larut dalam kerinduan.


Rindu itu normal, dan Letta manusia normal. Apalagi Ziko bukan hanya sosok teman biasa bagi Letta, dia luar biasa berarti dalam kehidupan Letta.


Letta lagi lagi memeluk nisan milik Ziko erat.”Mungkin kamu sudah tau apa yang aku lakukan kepada teman-teman kamu, Maafin aku Ziko. Sudah menyakiti teman teman kita. ini yang terbaik, cukup kamu yang menjadi korban, jangan lagi.” Bisik Letta pelan menatap sendu makam milik Ziko. Letta menggela nafas, menaruh pipinya di atas nisan Ziko. Menangis, membiarkan air matanya mengalir di atas nisan milik Ziko. Letta mengusap pelan nisan milik Ziko penuh kelembutan.


“ Jika tidak, mereka juga akan pergi seperti kamu. Aku tidak mau lagi kehilangan, aku tidak mau mereka pergi Ziko. Aku tidak mau mereka meninggalkan aku seperti kamu meninggalkan aku. Aku lebih baik di benci dibandingkan mereka pergi dariku, meninggal sepertimu. Aku tidak mau. Aku bahkan sangat menyayangi mereka melebihi diriku sendiri, karenanya aku tak mau mereka pergi. Biarkan mereka menjauhiku dan menganggap ku jahat,” Ujar letta lirih. Ia bicara selama Ziko melihat dan mendengarkannya.


Letta mengerjabkan mata pelan. merasa air mata menimpa bibirnya.” Ternyata air mata razanya asin yah air mata Zik. Aku baru tau.” bisiknya pelan. Selama ini dirinyua tidka lagi menangis., baru kali ini dirinya menangis, dan merindukan sosok lelaki yang paling berharga di hidupnya.


Letta diam masih dalam kerinduan mendalamnya.” Ziko... sekali lagi maafkan aku. “ bisiknya pelan.


Letta diam memejamkan matanya, memeluk makan Ziko nanar dan menangis terseduh seduh. Sampai dirinya tertidur dalam keadaan memeluk makamnya Ziko. Sadar tidak sadar Letta benar benar rapuh.


anak kecil yang merasa tidak di adili, di hakimi dan tidak memiliki tempat. Tempat yang selama ini merangkulnya telah pergi, dan dirinya merindukan tempat yang telah pergi” andai saja aku tidak egois karena ingin tetap berasa didekat mu Zik. Kamu pasti masih hidup sekarang. seharusnya aku memang tetap sendiri, dalam kesendirian. Memang tidak ada tempat yang seharusnya aku inginkan. Memang seharusnya aku sendiri.” Bikinnya dalam kesadaran yang menipis. Letta terlelap karena kelelahan.

__ADS_1


Di belakang letta, tepat dibagian pohon bunga kamboja di dekat makam Ziko ada Diki yang melihat semuanya, mendengar semuanya. Tak sadar Diki ikut menangis. Zaxi bisa melihat semuanya. Mendengar semuanya, bahkan bisa melihat berkali kali letta mengusap wajahnya. Menangis hingga bahunya bergetar. Kata kata Letta yang memilukan hatinya. Diki menangis dalam diam. Diki bahkan menggigit bibir bawahnya. Diki terduduk di bawah pohon dnegan menahan nafasnya agar tidak berteriak. Diki menangis memukul dadanya pelan. sangat sesak untuk ditahan. Diki tidak kuat.


Diki memilih pergi dari sana secepatnya dan menuju danau terdekat dari makam. Disana dirinya berteriak dan memeluk dadanya sendiri. Diki menangis mengusap kepalanya kebelakang. Terduduk di dekat danau.


“Letta maafin gue.” tangisannya tidak bisa berhenti. Dadanya semakin sesak, semakin memilukan batinnya. Diki menggeleng dan terus menangis sampai tenggorokannya sakit. Diki menghela nafas dan kembali menangis.


Diki tertidur di atas dedaunan pilu. "Letta maafin gue.” bisiknya lirih. Diki tidak bisa mengontrol diri. Air matanya tidak bisa dihentikan, terus mengalir deras bak air mancur, diki tidak bisa mengendalikan rasa bersalah dan kesedihan ini tolong. Sangat sakit.. sangat pilu.


Tadi Diki memiliki urusan di sekitar sini, dekat makan Ziko, jadi dirinya berbuat mengunjungi Ziko karena semenjak dia meninggal dia tak pernah kesini karena kesibukan,tapi yang ia dapatkan adalah letta yang turun dari mobil dengan kaki yang pincang. Dengan bunga yang dipelukannya., hendak Diki marah dan bentak tapi ia terlalu penasaran mengapa Letta kemari. Jadilah ia bersembunyi dan melihat apa yang letta lakukan. Diki melihat letta yang datang dan memeluk makan ziko terkejut. Diki hendak marah dan memaki letta. Tapi saat di dekat Letta dan makan Ziko, ia terkejut mendengar Letta menangis. Bahunya bergetar saat memeluk nisan Zkyo. Bahkan matanya terpejam nanar.


Diki tertegun mendengar bisik bisik yang Letta katakana, bahkan fakta yang ia terima. Diki mundur beberapa langkah, hanya berjarak satu setengah meter dari letta. Ia bisa mendengar semua curahan hati letta. Ternyata selama ini dia dan teman temannya salah, selama ini ia dan teman temanya menyalahkan Letta ternyata salah. Bahkan mereka tak jarang memaki Letta dengan perkataan jahat. D ditengah kesedihan dan kepedihan yang dirinya rasakan. Diki tidak bisa berkutik selain mendengar kebenaran yang ada, semakin dirinya tahu semakin dirinya merasa bersalah. Tubuh letta bergetar rapu, menangis tersedu-sedu kepada manusia yang sudah tiada. Manusia yang ia anggap rumah dan paling mengerti dirinya.


Fakta ini menyentuh relung hatinya. Letta ronbyot tak berprikemanusiaan, jahat dan tak memiliki ekspresi itu adalah manusia yang mementingkan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Yang dia lakukan hanya untuk keselamatan orang lain, bukan semata mata yang ia inginkan atau yang ia butuhkan.


Bahkan hal paling ia butuhkan bisa letta lepaskan asalkan yang ia butuhkan tak rusak.


Diki menghela nafas sesak, dadanya sesak, sangat sesak seperti tidak bisa lagi menekan kendali rasa sedih. Ingatan Diki mencekik, memukul, menampar dan memaki Letta membayang di kepalanya. Wanita sialan, lebih baik kau mati saja. Kau lebih pantas mati, mati mati mati..!!

__ADS_1


Argh.. Diki berteriak memaki dirinya sendiri, memukul dada kuat. Yatuhan. Diki benar benar tidak bisa menekan dirinya agar menghentikan tangisan dan sesak ini. semakin dirinya tahan maka rasa itu semakin sesak. Ingatan, bayangan. Semua menimpa dirinya untuk terus mengingat ucapan kotor nan buruk yang ia lontar pada Letta.


Hujan mengurangi bumi, tapi Diki rak ada niatan untuk melindungi diri, masih dalam posisi sama, memukul dadanya sendiri dan juga tanah untuk melampiaskan rasa sedih dan sakit. Air hujan menggerogoti tubuhnya ia biarkan. Biarlah hujan menjadi saksi betapa rapuh dan sakitnya kali ini. biar hujan menjadi saksi bagaimana jahatnya dirinya kepada Letta.


Di sisi lain. Letta yang merasa rintikan hujan menyerang pun mengusap air matanya. menatap makam Ziko tersenyum.” Sepertinya gue harus pulang zik.. sampai ketemu yah hehe.” Ia terkekeh,. Mencium Nisan sejenak lalu mendekat kemakam Jesika yang tak jauh dari sana. Dengan keadaan basah kuyup ia berjalan menuju makan jesika, tidak peduli hujan semakin deras dan dirinya sudah basah. Tangannya mengulurkan bunga mawar merah di atas makam yang masih basah. Tersenyum sejenak mengusap makan jesika.” Kamu sudah bertemu dengan ibu dan ayahku belum? Aku harap iya, sebab mereka orang baik. Dan kamu pasti jauh lebih bahagia di sana ketimbang di Bumi. “ bisiknya pelan.


Alasan besar didiri letta mengapa penyesalan dirinya tak sebesar penyesalan kehilangan Ziko setelah kematian Jesika adalah. Karena jesika anak broken home, tak ada yang mengharapkannya, tidak ada yang menginginkannya. Memeluknya atau memberikan kasih sayang. Jesika dilahirkan penuh luka, dibesarkan penuh lebam dan hidup dengan kepahitan. Jesika memiliki kedua orang tua yang lengkap, tapi tidak memiliki peran orang tua. Jastin ayah yang acuh, bahkan tidka pernah memberikan peran seorang pahlawan. Ibunya? Bahkan selalu menyiksanya, memukul, membentak jesika untuk melampiaskan kekesalannya.


Jesika dimaki oleh kakek dan neneknya. Jikapun jesika hidup, dirinya akan mendapatkan luka sangat banyak. Keluarga Samuel sudah hancur. tak yakin letta jika jesika akan diperlakukan layak, atau bahkan jesika akan diperlakukan jauh lebih buruk dari ini. dan itu alasan mengapa bagi letta jesika lebih baik hidup dengan kedua orang tuanya di alam baka, disana hidupnya akan aman, nyaman dan tidka mendapatkan penyiksaan yang lebih banyak lagi dari ini.


Letta terkekeh sejenak.” Mom belikan kamu bunga mawar merah sebab bunga merah melambangkan diri kamu, merona dan juga cerah. Cerah memikat setiap orang untuk memiliki kamu. Kamu anak baik dan seharusnya bahagia. anak baik harus hidup dengan baik... mama sayang kamu.” Bisik Letta. Letta menghela nafas mengandalkan wajahnya merasakan hamparan hujan menerpa wajahnya.


Letta kembali menghela nafas. bangkit dan pergi meninggalkan makan jesika. Tak Letta sadari. Jesika ada di sisinya. Menatapnya tersenyum bahkan memeluknya.” Je juga sayang mami. Je sudah bertemu kakek nenek. Mereka baik dan je sudah bahagia... “ bisiknya menatap Letta menjauh dengan keadaan basah kuyup. " Tapi dia sedih lihat keadaan mama dan paman Tante..." lanjutnya lirih.


Air mata jesika keluar deras dan nanar. Di sampingnya ada Ziko yang menarik tangannya dna tersenyum mengusap kepala Jesika. Ziiko jauh menangis lebih perih.


Menatap sosok yang paling dirinya cintai menjauh dengan diri yang rapuh. Ziko menghela nafas dan tersenyum kepada jesika.” Ayo kita pergi. “ bisiknya.

__ADS_1


Jesika mengangguk dan pergi bersama Ziko.” Tapi mama bagaimana? Mama sedang bersedih?” dijalan Jesika mendongak menatap Ziko nanar dan sayu. Ziko menghentikan langkah lalu menatap Jesika dnegan lembut.” Mama adalah wanita kuat dan juga pintar. Dia pasti akan bahagia kelak., kita hanya bisa berdoa agar mama bisa bahagia Dan memiliki kehidupan yang layak.” Bisiknya.


Jesika mengangguk. "Je selalu berdoa buat mama. Karena Mama adalah mamanya Je., je sayang mama dan akan selalu sayang mama. Selamanya.” Bisik Jesika sayu dan penuh ketulusan.


__ADS_2