Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Lamaran


__ADS_3

Letta berdehem sejnak menatap Bulan yang melihat dirnya aneh.” Dulu sata kecil aku hanya tinggal makan buah, dan saat besar aku langsung saja memakanya tanpa membuka atau memotongnya, karena aku lapar tak ada alasan untuk memotong sebelum memakannya, lagi pula beberapa kulit buah seperti apel kan bagus untuk kulit.” Gumam letta pelan. mengedikan bahu acuh.”jadi kebawah sampek sekarang. jika mau makan buah yah tinggal makan.” Lanjutnya dengan santai tanpa beban,


.Yang dikatakannya suatu kebenaran, kan beberapa orang memang ada yang makan buah langsung makan seusai di cuci tapi juga ada yang dipotong. tak perlu di lebih lebih kan.


Bulan mendengarnya mengerjab kaget menatap letta sendu.”heheh enggak apa apa kok. Aku juga baisa memakan buah begini. Iya kan yah.” ia menyenggol lengan Hanes yang mengeleng ytapi kakinya menginjak kaki hanes. Hanes meringis menatap Bulan. Bulan melotot.


Hanes mengangguk dan mengambil potongan buah naga.” Hehe iya. Biasanya kami langsung makan aja kok sampek ke kulit kulitnya kami makan, contohnya buat durian kan.” Jawabnya.


Bukan malah tertawa hambar smebari mencubit perut sang suami, melotot mempringati suami.” Haha maklum yah letta. Ini Hanes tu suka banget bercanda, bercandanya bapak bapak emang dark.” Ujarnya dengan tak enak kepada letta.


Letta disana melihat semuanya dengan tatapan datar. Hanes meringis melototi sang istri.” Bunna semakin lama semakin sering yah KDRT.” Gumam Hanes menatap lagi letta nanar. Mengunyah kulit buah naga.” Nih bener kan kulitnya dimakan. Aku nggak bohong,.” Wajahnya benar benar masam mengunyah kulitnya buah yang dipegang.


Biar istrinya puas....


Bulan melotot dan terkekeh.” Iya dia emang gitu. Aneh hehe jangan heran yah letta, maklum..” ujar Bulan lagi dengan mata yang malu.


Putra sendiri membuang muka malu. Bisa bisanya dirinya memiliki sang ayah yang bersikap random dan memalukan. “ bukan ayah gue,” Gumamnya.


Hanes mendengarnya melotot menatap putranya,” Nggak jadi dilamar nih,” ujarnya dnegan mata melotot.


Putra disana menatap Hanes memelas.” Ayah ganteng banget hari ini. sayang ayah deh.” Ujarnya memelas. Hanes mendengus.


“Melamar?” sahutan dari letta mengalihkan atensi meteka disana. letta menaiki alis menatap mereka dengan tatapan tak senang.


Dipikiran Letta tidak mungkin benar kan? Putra melamarnya padahal dirinya sudah mendorong nya menjauh.


Buklan panic menatap letta.” Eh maaf banget yah nak kami datangnya ngagetin atau ganggu nak letta. Sebelumnya ka---..”


“ Intinya kalian mau ngelanar siapa?” potong Letta heran dengan mereka. Jangan sampai dipikirannya benar benar nyata. Bulan terdiam menatap letta takut, Hanes yang melihat istrinya pun berdehem mengalihkan atensi letta.

__ADS_1


Sebagai kepala keluarga sudah menjadi tanggung jawabnya membicarakan hal ini.” jadi begini nak Letta. Putra saya ini mau melanar nak letta, kami sebagai orang tua yah enggak tau menahannya dia, dia bener bener mau nak letta bisa menerima beliau sebagai kepala keluarga---,.”


“ pa...” tekan Bukan mnenatap suaminya nanar.


Hanes menatap sang istri dengan tatapan lelah.” Salah lagi? bagian mananya yang salah sih Bun? “ Tanyanya lelah, benar kan ucapannya tadi? emang ada yang salah?


“ Nggak salah. Cuma jangan to the point gitu dong. Kalo ditolak gimana? Kalo ditolak ayah yah yang salah.” Ujarnya dengan nanar. Nasib jadi seorang suami aku memang gini ya?


Mata Hanes melotot.”kok jadi aku?” tanyanya tak terma. Bulan tak menjawab. Mendenggus menatap lain arah saja.


Letta yang menjadi bahan pembicaraan terdiam menatap Putra yang juga menatapnya dnegan tatapan datar.


Letta nmenatapnya dingin.,”maksud kalian apa?” Tannya Letta lagi.


“ Emang belum jelas yah? yah aku mau ngelamar kamu buat jadi isri aku. “ ujar Putra ambik bicara dari kedua orang tuanya.


Putra menatap letta penuh keyakinan.” Yah..” suara Putra mendadak serak.


Letta melirik bulan dan juga Hanes yang melihatnya. Letta benar benar ingin mengusir mereka tapi rasa sopan santun miliknya benar benar di uji. Letta menggeleng.” Kalian sudah tau jawabannya. “ jawabnya lagi dengan dingin. Menghentikan diri agar tidak meledak.


“ Pasti diterimakan?” Tanya dari sebela kanan.


Letta menoleh kepada hanes yang menatapnya penuh penasaran. Bulan mengangguk.”pastilah. yakali enggak. Anak kita gitu.” Ujarnya terkekeh pelan.


Letta menggeleng.” Saya menolak..!!” kedua orang tua Putra melotot tak percaya kepada letta.


“ Kan udah ayah tebak Put. Jadi enggak usah memaksa keadaan deh, yang dipaksa tu enggah baik Put.” Tegas Hanes kepada putranya. Putra diam menatap letta nanar.


“Tapi coba pikir pikir lagi deh letta. Anak saya ini meskipun lebih muda dibandingkan kamu dia itu sangat setia dan bisa menghargai seorang perempuan, kalo masalah uang atau ekonomi dia itu bakal mewarisi tanah tanah kami. Kamu enggak akan rugi kalo sama anak saya.,” Bulan amsih meyakinkan letta. Bukan apa apa, dirinya sangat tau bagaimana Putra mencintai letta ini.

__ADS_1


Letta menghela nafas, menggeleng pelan. “bener kata istri saya itu Letta. Saya tau kamu sama Putra emang enggak ada panetes pantesnya. Tapi coba Mari kita paksa pantaskan. Pasti kalian akan pantas hehe.,” Hanes menyahut lagi dengan wajah polos dan minta diptampolnya.


“ ayah..!!” Tekan Putra kepada ayahnya yang terlihat main main. Ini keadaan serius tapi ayahnya masih saja bicara ngelantur kemana mana dirinya seperti tidak memiliki harga dirinya, masa dirinya dibilang tidak pantas dengan Letta? emang apa sih yang membuat dirinya tidak pantas?


Hanes menatap Putra mendelik.” Yang dibilangin ayah bener. Kamu sama letta engak pantes tapi coba aja kali ye.” Ujarnya mendengus.


Letta menghela nafas menatap keluarga ini.”’ saya tidak suka dengan Putra. Jadi lebih baik kalian pulang saja jika berharap saya menerimanya. “ jawab letta tegas.


Bulan mengerjab mengusap perutnya yang membesar.” Termasuk demi tante dan anak yang di kandung ini nak? Kamu tau tante ini ngidam banget loh liat kamu dan Putra nikah.” Ujarnya dengan memelas.


Tante?? Letta terkekeh, apa Bulan tidak bercanda memanggil dirinya tante lagi. Terus apa tadi? “ apa masalahnya dengan kandungan anda?? Lagi pula jika putra ingin menikah,. Menikah saja dengan perempuan lain yang bisa mencintai dia dan memberikan dia kebahagiaan. Bukan dengan saya. Saya luka, bisa memberikan dia sebuah Hal buruk. Jadi kalian sebagai orang tua lebih baik pikir pikir lai jika melakukan sesuatu.” Ujar letta tegas.


“Enggak. Aku yakin Letta, kamu udah nolak aku di dekat kamu tapi aku harap kamu nggak nolak niat baik aku. Aku bener bener tulus dan suka sama kamu.” Tegas Putra menatap letta berani.


“tapi saya engak.” Ujar letta.


Putra menatap Letta terkunci.” Diibaratkan rumah yang digembok, mau kamu paksa membuka dengan seribu kunci milik kamu, tapi itu bukan kunci milik gembok saya. Itu akan tetap tidak akan bisa dibuka, yang dipaksa bukan hal baik, makan saja jika dipaksa akan muntah apalagi perasaan, yang ada malah muak.” Tugas Letta pedas pada Putra,.


“Aku bisa buka gembok itu secara paksa.. “ tegas Putra mendekati letta. Letta menatap putra mendekat hanya mengerutkan keningnya.


Putra berjonglok dihadapan letta menatap letta dalam.” Aku mungkin emang enggak pantes buat kamu tapi aku akan belajar buat bisa jadi pantes buat kamu. Kamu enggak perlu terpaksa. Hanya jalankan saja. Aku akan benar benar memberikan kamu cinta dan sejuta kebahagiaan letta,” ujarnya dnegan tulus.


Letta bangkit dan menatap Putra dingin.” Putra kamu sudah melewati batas.” Ia mnenghela nafas menatap Bulan dan Hanes yang menatap Putra ibah. “ Sebaiknya kalian pulang saja., saya benar benar masih menghargai umur kalian yang diatas saya.jangan sampai saya bicara kasar dan menyakti hati kalian.” Lanjut Letta lagi.


Bulan menatap letta kaget. Mereka di usir?? “ Letta... tolong pertimbangkan lagi.,” ujar Bulan membujuk.


Tapi Letta malah menatap lain arah dan memalingkan wajah. Hanes yang paham menhamn sang istri dan menatap Letta lagi dalam dan lekat.” Baik kami akan pulang.” Ujar hanes serius. Harga dirinya sebagai lelaki dan kepala keluatga sedang di[ermainkan. Dirinya bangkut dan membantu Bulan untik berdiri. “ Yah.” Putra menatap ayahnya lemas. Hanes menggeleng dan menarik tangan Putra untuk keluar apartemen., Letta hanya diam menatap putra yang maish menatapnya penuh harap dan Hanes yang merangkul istrinya.


“ saya tidak tau apa yang membuat kamu bisa melakukan hal buruk ini, tapi saya yakin itu pasti ada alasannya. Jadi saya harap kamu tidak benar benar melakukan hal buruk ini demi ego kamu yang tinggi, jika alasannya adalah umur seharusnya kamu tau jika umur tidak menjadi patokan baik dan pantasnya seseorang..” Sebelum Hanes pergi dia mengucapkan bait itu dengan letta.

__ADS_1


__ADS_2