
Diiki menggeleng lelah.” Awalnya gue mau ngusir dia. Tapi nggak jadi karena.” Diiki menghela nafas menatap Ando penuh penyesalan yang menatapnya penasaran.
” Karena gue liat dia nangis dimakam ziko. Dia keliatan rapuh banget.” Ujar Diki lirih.
Hahaha... Ando malah tertawa terbahak bahak dan juga sangat kencang, tapi siapa yang mendengar tawa sumbang itu pasti tau itu hanya tawa pura pura, tidak terdengar bahagia, hanya dibuat buat,
Diki menatap ando bingung. Ando menghentikan tawanya, menghela nafas sejenak karena pipinya yang terasa kaku, Ando menatap diki remeh.”bagus lah. Tandanya hidupnya nggak bahagia orang jahat emang nggak pantes buat bahgia, bersyukurlah kalo gitu. Dia emang pantes dapetin hal jahat,, Bahkan gue harap dia dapet kesengsaraan yang lebih dari itu.” ujarnya dingin.
Diki menatap Ando nanar. Ia Tau jika Ando masih benar benar marah pada Letta, tapi ini keterlaluan.” Do..”
“Kenapa? Loe liat dia nangis nangis menyedihkan gitu loe kasihan dan udah maafin dia?” Ando menyanggah ucapan Diki cepat saat diki hendak memulai perkataannya lagi.
Ando mendengus sinis, melipatkan tangan di depan dada, bersandar di sandaran kursi menatap diki culas.” Diki loe neggak usah mikirin hal kayak gitu, jikapun dia sengsara, mati di depan kita nggak usah peduli sebagaimana dia lakuin sama ziko atau bahkan kita nanti. Dia nggak bakalan peduli sama kita. jadi simpan baik baik aja yah air mata loe.. jangan sampai loe nyianyiain air mat aloe buat hal yang nggak guna kayak gitu oke,.” Ujarnya dingin.
Diki menggeleng cepat menyanggah ucapan diki.”Nggak gitu Ndo. Ini lain dari yang kita fikirkan. Letta nggak gitu.” Bisik diki. Ando mendelik menatap diki.” Cuma liat dia nangis dan rapuh loe beralih pikiran dik? Loe waras dik? Bahkan dia lihat kita nangis, dia kehilangan temen paling berharga dan selalu bela dia tapi dia ngak peduli. Dia bahkan nggak nanya sama kita apa kita baik baik aja. Diki stop bicara dia gue muak.” Ando bangkit dari kursi kesal mendnegar ucapan diki mengenai letta.
__ADS_1
“justru ini penting Ando. Letta enggak seburuk itu. Gue tau. Gue denger tadi kalo sebenarnya dia sayang sama Ziko, dia sayang sama kita.” ujar Diki cepat. Ando mendengar tetap berjalan menjauh. Enggan dia mendengar ucapan diki yang membela letta.
Diki bangkit.”loe tau ngga sebenarnya yang dia lakuin itu buat kebaikan kita. dia nggak mau kita kenapa napa kalo kita ada di sekitar dia, jadi sahabat dia.?" Ujar Diki lagi keras. Dan itu mampu menghentikan langkah kaki Ando.
“Dia ngelindungi kita do.. loe ingat Letta pernah cerita sama kita kalo sebenarnya hidup dia dikekang sama Ragiel, dan loe enggak lupakan kita hammpir mati karena Ragiel dulu?? Hampir setahun lalu kita hampir masuk jurang dan kena bom. Andai dulu Letta enggak nyelamatin kita. kita udah mati Do. Itu bukti nyata kalo ragiel memang sekejam itu. Letta negajuhin kita karena enggakk mau kita jaid korban Ragiel lagi. dia nggak mau lagi ada korban,.” Ujar Diki nanar menjelaskan.
Ando melirik diki nanar.” Berarti Ziko mati karena ragiel?”
Diki menganguk cepat.,” dan itu artinya Letta masih tetap penyebab kematian Ziko Dik. Loe begok apa gimana sih? Gara gara dia kita kehilangan teman kita. gara gara dia Ziko Mati..” Pekik Ando menolak.
" Kota cuma kasihan. dia yang jahat...!"
“Dia ngelakuin hal jahat biar kita mau jauh dari dia. Dia mau kita hinder atau dijauhi dari Ragiel. Enggak jadi target lagi. dia sendirian, dia kesepian dan dia nggak punya siapa siapa. Kalo loe di posisi dia apakah loe kuat do? Selalu sendiri? Ngejauhin orang orang baik di sekitarnya buat menjaga keselamatannya? Nggak boleh sayang atau bahkan Kenal? Do kita salah. Ziko memang korban tapi bukan berarti Letta pelaku. Letta disini juga korban., bahkan kita yang sekarang ikut jadi pelaku kejahatan, luka yang dilukai Letta do. Kita juga pelaku sekarang.” jelas diki meneteskan air mata lagi.
“loe enggak liat segimana dia rapu. Letta yang kita liat arogan. Robot. Diam, dingin. Semuanya palsu do, semua palsu. Dia manusia yang minim ekspresi karena dia nggak bisa bahagia. jika dia bahagia maka kosequensinya orang yang bikin dia bahgia itu mati. Bayangin hidup loe di tekan kaya robot gitu. Loe enggak bakal sanggup, jangankan loe. Gue bahkan lebih milih mati, buat apa hidup kalo hanya disakiti.”
__ADS_1
“Terus kenapa dia nggak mati aja?” tanya Ando kepada diki cepat.
“Karena dia nggak bisa mati sebelum dendam dia kebalas.” Tegas Diki. Ando terdiam merenung ucapan Diki.
Ando terkekeh sinis mendegradasi penjelasan Diki. “ Dia egois..” Andoo menunjuk bahu diki nanar. “ Salah dia nyimpan dendam begitu dalam, hidup udah punya takdir masing masing dan itu jalan yang dia pilih. Siapa yang salah? Dia egois tau nggak. Dia egois,. Demi dendam terbalaskan dia membuang semua orang yang sayang sama dia, demi dendam dia membiarkan dirinya terikat sama ragiel. Dia manusia yang tamak sama dendam,” dengusnya dan pergi melangkah hendak keluar.
“Loe enggak di posisi dia Do. Kita nggak ada di posisi dia. Loe pernah denger nggak jalan yang dia laluin? Kenapa dia milih jalan itu?”Tanyanya tegas.
Ando seakan tuli, mnasih tetap berjalan dengan rahang yang mengeras. Diki menatap ando menjauh nanar. “Loe bener dia egois. Tapi loe jauh lebih egois” Bisiknya pelan mengaku jika ucapan yang dikatakan ando kenyataan. Letta terlalu tamak dengan dendam hingga tidak bisa menghargai orang sekitarnya.
Di sisi lain. Ando memasuki kamarnya, membanting pintu kuat. menatap datar sembarang arah kamarnya.” Dia egois... pantesan nggak bisa bahagia. manusia punya dendam nggak bakal bisa bahagia, semakin besar dendam dia, semakin dikuasain sama dendam maka hidupnya semakin ngak bakal bahagia, dan semakin dikekang.
" Letta loe manusia paling buruk tang gue kenal. Gue benci sama loe letta. Gue benci” teriak Ando nanar. Untung kamar ini kedap suara. Jika tidak pasti semua tetangga sudah mendatanginya saat ini.
Ando dan diki memilih tinggal di sebuah rumah minimalis diperumahan yang mereka sewa perbulannya, jadi rumah ini hanya punya tiga kamar awalnya, tapi semenjak bara tinggal dengan mereka, mereka pun membuatkan satu kamar lagi di dekat kolam renang dibelakang. Terakhir Ando dengar Tiger membeli ini rumah atas nama Bara. Diki juga sering membawa Bara ke rumah orang tuanya agar bisa bermain dengan sepupu sepupunya. Ibu Diki itu sangat ingin punya cucu dari Diki, meminta Diki untuk segera menikah. Tapi Diki enggan, lebih tepatnya belum merasa pantas menikah, juga belum memiliki calon. Saat diki memperkenalkan Bara sedari awal mereka sudah sangat antusias dan menyayangi Bara seperti cucu mereka sendiri. Jadi diki juga bersyukur akibatnya dirinya tidak lagi ditanya kapan kawin, sebab kata orang tuanya jika dirinya mati kelak bara akan mewarisi semua harta keluarga. Kan kurang ajar. TapI itulah kebenarannya.
__ADS_1