Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Famili


__ADS_3

Semua mengangguk pelan. Diki diam mengingat apa yang ia lakukan pada Letta,.” Gue juga curiga sama Letta. Apa dia yah pelakunya..” Biosiknya pelan.


“ Woy sembarangan aja loe ngomong. Nggak mungkin lah.” Tolak Tiger tak menerima apa yang dikatakan oleh Diki.


“Nggak gue juga setuju sama Diki. Ngeliat Letta nggak nangis sama sekali tadi, udah nambah bukti kalo sebenernya Letta pasti terlibat. Dia keliatan nggak ada beban.” Lanjut Ando yang mengingat perdebatan sengit antara ketiganya tadi.


“ Ngaco loe pada..!!” Tegas Tiger tak enak. Menyandaran tubuh menatap temannya tak senang.” Gue tau. Letta mungkin memang ngak nangis, tapoi dia juga sedih kehilangan sobatnya. Dia juga kehilangan, dia Cuma nggak tau berekspresi kayak gimana. Kalian udah tau gimana penderitaan dia selama ini, gue juga marah dan kecewa sama dia tapi bukan berarti gue juga setuju kalo dia yang bunuh Ziko.” Lanjut Tiger tak terima ucapan dari teman temannya yang menyalahkan Leta.


Diki mendelik.”Loe dukung dia banget yah Ger. Btw Ziko juga cek-cok paginya sama Letta Loh sebelum Ziko dan Letta pergi. Gue nggak tau apa yang dia cekcoki, tapi gue yakin kalo Letta pasti ada kaitannya sih.”Lanjut Diki tak senang.


Tiger menggeleng menolak tegas pemikiran Diki.”Pikiran loe singkat banget. Gue rasa kalian sering cekcok sama Letta Cuma gara gara dia sering diem atau nggak pedulikan omongan kalian, atau karena dia nggak senyum sama sekali sekalipun, semuanya. Tapi apa selama ini dia niat bunuh kalian? Loe atau siapa gitu? Nggak cuy, dia nggakk pernah kan? gue tau Letta, dia nggakk bakal kayak gitu. Gue jamin.”Biskknya Tiger tegas.”Gue tau kalian kecewa sama Letta,, gue juga, tapi ayolah berpikir jernih, berfikir luas. Mana mungkin Letta gitu. Apa juga untungnya dia bunuh Ziko?” Tiger menolk dengan suara lantang.


“Bisa apa. Toh buktinya dia nggak nangis.”Jawab Ando mendukung Diki.


“Nggak semua orang yang kehilangan orang lain nangis beg0, nggak semua, orang punya emosi masing masing. Loe nggak bisa nuduh dia Cuma gara gara sepeleh gini.”Jawab Tiger menatap Ando tajam. Baginya alasan Ando sangat tak berdasar..


“Bisa aja kalo dia kalap mata. Loe kok dukung dia banget si? So selama ini dia nggak ada kan nganggap kita temen. Gue jadi curiga kali sebenarnya loe suka sama dia.” Ando melipatkan tangan didepan dada menatap Tiger menyelidik.


Tiger mengusap kepalanya menatap Diki yang mengangguk dan Ando yang menatapnya menyelidik.”Plis lah. Otak kalian tu nggak harus jadi tolol kayak gini Cuma gara gara kehilangan sahabat kita. gue nggak ada perasaan sama Letta oke, tapi gue cukup yakin bukan dia. Ziko sosok yang selalu ada buat dia, selalu diam aja bahkan yang nggakk nuntut apapun dari Letta. Nggak ada alasan buat Letta bunuh Ziko. Kita udah tau masalah Letta dan Letta juga punya alasan kenapa dia nggak mau bareng kita terus. Lagian bukannya untung Letta bunuh Ziko tapi malah rugi, rugi dia kehilangan tekan paling baik dalam hidupnya.“ Tegas Tiger.


Semua diam saling lirik, membenarkan apa yang dikatakan oleh Tiger dalam hati.


‘Kita selidiki aja. Siapa tau kan?? kita nggak tau musuh tu biasanya paling bahaya ada di sisi kita sendiri. Pengkhianat.”Bisik Diki memutar bola mata malas pada Tiger.


Tiger mengangguk setuju.”Kalian bisa selidiki. Gue bantu malah. Tapi gue yakin kalo Letta nggak gitu. Gue kecewa sama dia tapi bukan berarti gue nuh dia. “ Tegas Tiger.


“Kalian masih lakuin tugas kalian yang disuruh letta?”Tanya Ando pada keduanya diki diam dan Tiger menoleh pada Ando.


Tiger mengangguk.” Itu udah tanggung jawab gue, udah jadi janji jadi gue bakal tepatin. Nggak ada hubungannya sama masalah ini, jadi selagi itu udah ajdi janji gue bakal gue selesaikan gimanapun caranya..!” Tega Tiger. Keduanya hanya memutar bola mata malas.

__ADS_1


“Bulshit. Loe suka sama Letta..!!!!” Tehas Anfdo datar.” Buang jauh jauh. Gue muak, gue nggak mau berurusan dengan Letta lagi. dia orang terjahat yang gue temui..!” Lanjut Ando tegas lagi pada Tiger. Menyirat kekecewaannya yang mendalam.


Tiger mengangguk pelan.”Itu pilihan loe, bukan pilihan gue. Gue nggak bisa menyalahkan orang lain tanpa dasar, gue akan mencari bukti siapa yang bersalah dalam kasus itu, jika hari itu tiba dan Letta tidak terlibat, jangan menangis dan menyesal. Terutama Loe Diki. “ Diki tertegun. iger menatapnya dalam dan datar, itu seperti menghunuskan ia dalam kebenaran.


“Loe adalah orang yang paling diandalkan oleh Letta, loe yang paling banyak memegang kendali dalam hidup Letta. Tapi loe juga malah menjauhinya dan meninggalkanya karena tuduhan yang nggak berdasar. Memukulnya seperti ia adalah lelaki, ia tetap pperempuan yang memiliki hati yang lunak, jangan sampai nanti loe menyesal.” Tegas tiger dan pergi.


Diki diam menatap Tiger menjauh, merasa matanya memanas, benar ia tangan kanan Letta, ia adalah orang kepercayaan Letta, tetapi ia malah menuduh dan menjauhi Letta. sekarang siapa yang menjadi tangan kanan Letta? Mengelola perusahaan perusahaan miliknya? Letta sudah tak punya sandaran lagi. diki sedikit menyesal, tapi lagi lagi rasa marah dan kesal menguasai dirinya. wajarkan jika ia marah?


...----------------...


Letta pergi ke apartemen miliknya dalam keadaan lemah, memasuki apartemen dan mengusap keningnya, menaruh sepatunya dirak sandal dan mengambil sendal rumah.”Moms. sudah pulang?” Letta tertegun merasa seseorang berdiri didepannya. Dengan suara putus-putus dan serak.


Letta diam melihat Bara berdiri menatapnya sendu, mata Bara terlihat membengkak dan basah, ditanganya ada boneka kelinci yang ia beri. Letta melirik di sampingnya ada Bambang yang melihat Letta dengan wajah sendunya.


”Maaf nona, saya lalai. Tuan muda tidak mau makan dan minum karena nona tidak pulang sejak kemarin, dia juga sudah menangis sedari kemarin. Aku sudah membujuknya tapi dia tidak ingin berhenti, jadi aku suruh istri untuk datang kemari membawa makanan dan membantuku merawat Bara. Di-dia ada didapur anda. Maafkan saya yang lancang, saya sangat khawatir sampai tidak bisa tidur.”Bisik Bambang melirik Letta,,.


Tak berselang dibelakang Bambang ada sosok wanita yang cukup ayu memegang lap meja tersenyum tak enak padanya. Letta tak bilang ia cantik tapi wajahnya terlihat sangat lembut, menggandeng seorang anak laki laki juga yang usianya hampir sama dengan Bara tapi sepertinya ia lebih tua sedikit. Keduanya membunguk menatap Letta gugup,”Maaf kan kami nona, kami lancang. Kami pikir nona belum pulang jadi kami berusaha membawa makanan untuk tuan muda agar tuan muda ingin makan. Suami saya takut tuan muda sakit.” Bisiknya pelan pada Letta. Anak lelaki menatap Letta takut sebab tatapan mata Letta sangat tajam bersamaan dengan auranya yang gelap, ia meremas tangan sang ibu tak nyaman.


Bara sedari kemarin menunggu Letta pulang, sejak Bambang menemaninya Bara tak melihat Letta pulang, dari sore, malam hingga ke pagi lagi. Bara sangat takut, Bara takut Letta membuangnya pada orang orang ini. Bara sangat menyayangi Letta.


Karena rasa takut Bara mendominasi, ia tidak bisa berfikir jernih. Ia berfikir Letta sudah tidak ingin dirinya lagi, membuang dirinya seperti orang orang kepada dirinya. Bara sangat sangat takut, jika ia nanti dibuang oleh orang orang ini, dia bersama siapa lagi?


Letta menatap Bara, mengusap air mata Bara dan membawa tubuh Bara dalam gendongannya, reflek Bara memeluk leher Letta. Menatap Bambang yang memilin ujung bajunya sendiri dan istri yang mendekati Bambang,” Kalian sudah makan?” Tanya Letta pelan. bibir Letta terlihat sangat pucat dan tak bertenaga.


Bambang menggeleng melirik istri yang tersenyum gugup.’” Say-Saya sudah menghidangkan sedari sejam yang lalu, tapi tuan muda didikan mau makan, jadi kami juga tidak ikut makan. Kami sangat khawatir dan takut.” Bisiknya istri Bambang. Suaranya bahkan sangat lembut.


Letta menghela nafas mengangguk, melirik Bara yang masih menangis dalam pelukan Letta, diam merasakan tubuh Letta hangat sangat menyayat hati Bara. Letta menatap lagi Bambang dan keluarganya.” Ayo makan.. Bara akan makan denganku, maaf sudah merepotkan kalian.” Ujar Letta.


Bambang mengangguk sedangkan istrinya mencubit perut suaminya, seakan letta sudah merepotkan beneran kan suaminya kerja jadi wajarlah.”heheh tidak kok nona, ini sudah tugas suami saya dan sudah tuags saya membantu suami saya.” Istri Bambang sangat sopan dan lembut. Wajar saja Bmabang sangat mencintai istrinya.

__ADS_1


Letta mengangguk membawa Bara menuju ruang makan, bersama dengan Bambang dan keluarganya. Menaruh Bara dikursi. Mereka tak ada yang duduk.”Kalian duduklah, makan bersama. “ Bara diam merasa Letta beraura lemah tak seperti biasa. Letta mengusap pipi Bara pelan.”Moms tidak kemana mana, kau harus makan, moms akan mandi sejenak, nanti ketika moms sudah mandi kau sudah harus selesai makan, jika tidak jangan harap moms akan kembali..!!!” Ancam Letta,.


Bara menahan tangis mengangguk. Letta menepuk kepala Bara.”Good Boy. “Letta melirik keliuarga itu sejenak.” Jika begitu aku permisi sebentar membersihkan tubuh.” Letta pergi meninggalkan mereka yang diam.


Bara menunduk langsung mengambil mangkok yang tadi disiapkan untuknya, sudah dingin tapi Bara mengambil jumlah besar dalam sendok dan mengunyahnya cepat. Air matanya tetap jatuh dan terisak tetapi makanya hampir habis.


Bambang menjadi iba.”Dia sangat keras paa anaknya.”Bisik istrinya.


Bambang mengangguk melirik anaknya yang diam menatap bara iba.


Bara mengusap air matanya sampai bulir nasi di pipinya melengket. Anak dari bambang terlihat mendekati bara dan mengusap pipi Bara. Bara mendongak menatap pria tersebut.”Jangan menangis, lelaki tidak boleh menangis. “Ujarnya. Bara mengngguk tetap menangis. Bambang terkekeh melihat itu.


Beberapa menit berlalu Letta datang dengan penampilan lebih fres.. bajunya berganti menjadi berwarna putih polos, dengan celana boxer rumahan, rambutnya terurai menampilkan kecantikannya. Letta duduk di samping Bara. Bara terlihat kesusahan meneguk tegukan terakhir nasi miliknya dan meminum air putih agar makanya cepat larut ditenggorokannya. Letta tersenyum tpis melihatnya. Bara menatap Letta dengan binar.


”Habis.. “Ia menmapilkan giginya yang tersusun rapi disempili daun kangkung disela gigi,.


Hal yang membuat Letta tertawa lepas. Bara tertegun, wajah ibunya terlihat lebih baik dari tadi, bara tersenyum malu saat Letta menguap pipinya.” Gigimu ada warna hijaunya. Itu sangat lucu.” Bisik Letta kepada Nya. Bara semakin memerah malu menyembunyikan pipinya yang memerah. Letta menggeleng.


Melirik Bambang dan keluarga, belum ada yang makan. Letta mengernyit heran.”Kenapa kalian nggak makan?”Tanya Letta pelan.


“Nona nggak nyuruh kami makan tadi.”Ujar Bambang polos.


Letta menatapnya datar.”terus saya harus mengingatkan kalian makan baru mau makan?”Tanya Letta geli,


Tapi mereka bertiga mengangguk. Letta terkekeh geli lagi dibuatnya.. mengangguk pelan.”kalian makanlah. Sembari mengobrol, kenalkan diri kalian.”Letta menaruh tangannya di dagu, sudah lama tidak berkumpul seperti ini secara keluarga bahagia. ini mengingatkanya pada keluarganya dulu


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2