
Kera baju dokter terangkat kuat oleh Jastin. Dokter menadi pias menatap Jastin.”Dokter bicara apa ha??? Dokter mau main main yah sama kami?”Jastin sangat menyayangi ibunya, mendengar kjabar tidak mengenakkan menambah kadar emosinya yang membludak.
“Jastin..!!!” Samuel menahan anaknya yang bertindak kasar pada dokter. Ia menahan tangan Jastin yang semakin mengeratkan kepalan tangan di bajunya. “ Lepas Jastin. Denger dulu apa kata dia.” Tegas Samuel menahan emosi anak.
Jastin mendengus melepaskan kera baju jas Dokter kasar. Dokter mundur menatap Jastin tak senang. Samuel menatap dokter tak enak.”Ehem.. maaf dok anak saya kurang ajar. Dia hanya khawatir kepada ibunya. Anak muda belum bisa mengendalikan emosinya. Maklum.”Ujar Samuel pelan meminta maaf pada dokter agar tak bermasalah.
Dokter mengangguk.” Baik pak Samuel. Saya maklum sebab berita ini cukup mengguncang ketenangan kalian. Saya ikut berduka atas apa yang menimpa nyonya Purnama.” Tegas Dokter pada Samuel sopan. Sudah menjadi makanan hari hari menghadapi keluarga pasien yang emosiomnal tinggi bak Jastin.
Jastin bukan orang pertama, bahkan ia pernah dipukul keluarga pasien saat ia mengatakan jika pasien sudah tiada. Dokter memiliki banyak kesabaran tanpa batas,
Carmon menghela nafas.” jangan menambah beban ibu kalian, jaga terus nanti saya akan antar obatnya. Saya permisi. “
“Terimakasih dok.” ujar Carmon sopan. Mengantar dokter keluar dari kediaman penuh dengan drama perhamilan milik Vuona.
Samiuel memasuki kamat ostrinya yang masih tertidur diatas ranjang dengan infus terpasang di sisi tangan miliknya., kedua perawat permisi keluar dan meninggalkan Samuel dan Jastin yang masuk. Jastin menatap ibunya nanar.
__ADS_1
Samuel menghela mnafas, ini adalah kedua kali ia merasakan hal yang sama, duylu adiknya yang hamil duluan, tapi sekarang anaknya? dulu adiknya memilih bunuh diri saat lelaki yang menghamilinya engga bertanggumng jawab. Tapi sekarang? Viona juga hamil diluar nikah dan lelakinya enggan menikahinya. Apa salah keluarganya sampai sampai anak perempuan mereka hancur dalam keadaan yang sama. Samuel mengepalkan tangan. Seingat Samuel ia sosok yang bahkan tidak pernah menyentuh perempuan lain. Tak pula ia ajarkan anak lelakinya mempermainkan anak perempuan, tapi mengapa semua kehancuranbejalan begitu mulus bak tak ada hambatan. Keluarganya lagi lagi hancur dalam keadaan yang sama.
Letta menyesap pelan Teh miliknya, menatap kebawah dimana banyak wartawan yang berhimpit himoitan hendak memasuki perkarangan rumah, menunggu keluarga keluar dari rumah. Letta tersenyum smirk melihat hal tersebut. Ini hal yang paling ia tunggu. Mereka akan hancur sedikit demi sedikit.
“Jadi bagaimana ini pa? kita enggak bsia keluar barang sedikitpun. Mereka udah kayak zombie tau nggak.,” Ujar Carmon kepada Samuel. Menatap ke bawah dari jendelanya.
Sedari pagi mereka dikagetkan dnegan banyak wartawan di depann rumah mereka. Tanpa tahu malu hendak menberobos keamanan keluarga. Untunglah gerbang milik Samuel sangat besar sehingga mereka tidak melakukan tindakan anarkis dan merusak perkarangan. Mereka tak pula bisa memanjat pagar untuk menapat berita.
" Papa nggak yau..."Samuel mengusap keningnya pening. Semalam ia tak bisa tidur karena masalah Viona yang hamil, dan pagi ini ia dipusingkan dengan mereka yang ada diluar sana. Semuanya terbongkar dengan luas.
Di luar. Viona bergegas pergi dari rumah subuh subuh sebelum keluarganya bangun, tak ingin mendapatkan kekerasan dan wajah kecewa mereka. Viona memilih ke kampus untuk ujian semester yang akan segera berlangsung.
Tadi Viona juga menyempatkan ke tempat penmual bubur untuk sarapan sejenak, tadi saat ia dirumah ia tidak sempat sarapan, apalagi pipinya yang merah me,mar harus ia tutup dengan poundation, ia harus makan yang lunak.
Siang ia masuk kekampus, tapi yang anehnya hampir semua mata menatapnya dengan tatapan tak enak, ada yang menatapnya melotot da nada yang bersiul, ada yang menatap jail da nada yang menatapnya merendah. Beberapa ada juga yang tidak peduli.
__ADS_1
“ cewek.. ciit cuit. Main sama abang yukk..” Viona menegang saat tanganya ditahan oleh seseorang dan dikatakan dengan ucapan yang tak senonoh semacam itu. viona menatap pria sebagai kakak tingkatnya melotot.” Apaan si lepas..!”! Viona melawan, melepaskan cengkaraman dengan memberontak.
Tapi bukannya terlepas, Viona malah merasakan perih, cengkaramnnya bertambah kuat. lelaki itu terkekeh melihat Viona remeh.” Ayolah.. main sama kita, kita bayar kok. Gue liat liat badan loe mulus juga. Seksi. Aw.” Tatapan lelaki itu tertuju pada dada Viona. “Gede banget ternyata.” Ujarnya dnegan wajah mesum.
Viona menatap lelaki itu kaget, terasa dilecehkan ia menutup dadanya yang bahkan ia tutup dengan baju longgar selalu. Viona bukan gadis gadis yang suka memamerkan buah dadanya. Dada Viona itu cukup besar diukuran tubuhnya.. itu membuat ia tidak pervcaya diri sedari ia smp. Mangkanya ia tutup. Tapi tunggu dulu, dimana lelaki ini tau.
Viona melengos pergi menahan buliran air mata. “ neng. Janganlah sok jual mahal, kita udah tau kok permainan ranjang loe. Gue jadi nafsu aw.” Ujar salah satu teman dari yang tadi, ia terkekeh” Kita bisa main sekaligus bertiga gimana. Kita bayar kok, loe mau berapa?”Tanyanya menyolet dagu Viona.
“Lepasin..! Jangan kurang ajar yah,” Viona berteriak menahan tangannya diatas dadanya. Ia menatap nanar kakak tingkat yang melecehkan dirinya. “ kalian apa apaan si ha???? Gue nggak ada masalah sama kalian..!” teriak Viona sampai parau. Ia bahkan menangis.
Lelaki itu menatap Viona datar, namanya adalah Sugi, ia memang terkenal playboy dan suka tidurt sana sini dengan cewek manapun. Ia menatap Viona bengis, menarik baju Viona kasar. Viona kaget menahan bajunya.” Loe dasar Poy0k. Anjim emang sok jual mahal, padahal diluar sana ngedesah sama pacar orang. murahan yah murahan aja jangan sok jual mahal kali..! Jijik banget gue liat tingkah munafik loe...!” Ujarnya dnegan sinis.
Viona membuka mulutnya lebar menatap pria itu nanar.”Kal kalian ngapain. Lepasin gue anjir, gue mau masuk kelas..” Ia mengalihkan diri. Tubuhnya mendadak bergetar karena mereka mengatakan hal itu. apa mereka sudah tau dirinya hamil diluar nikah? Jika iya maka VIona harus kabur.
“ Nggak bisa, sebelum main nggak bisa pergi dari kita. dikit aja desah ah gitu.. uh..” Sugi tertawa disambuut dnegan teman temannya.
__ADS_1
Viona menatap datar Sugi yang sudah sangat kurang ajar, anak anak sudah menggerumbuni Viona. Viona mengepalkan tangan. Plak.. mengumpul kebraniannya dan menampar wajah sugi. Semua orang menganga dan menitup mulut kaget. Sejak kapan si kuman bisa bertindak kasar begitu?