
Hari ini Letta melewati dengan benar benar bahagia. letta tak memasang topeng dingin atauapapun tak tersentuh seperti biasanya, dirinya menganggap Putra sebagai teman dirinya. Bukan tanpa alasan, Letta ingin malam terakhir bersama putra ini akan terkesan. Letta tidak akan bisa bersatu dengan putra tapi setidaknya mereka memiliki kesan yang baik.
Apakah Letta tidak takut jika Ragiel akan membunuh Putra karena dirinya malam ini bermain dengan putra?
maka jawabanya Letta takut, tapi biasanya Ragiel tidak pernah membunuh orang terdekat nya secepat ini, ia akan membunuh seusai Letta yang memang sudah sangat dekat kepada kawannya.
Dan berakhir hampir malam ini Letta dan Putra baru usai bermain." Kamu masih mau atau mau apa?" Tanya Putra.
Letta menggeleng. " Hmm pulang saja." Jawab Letta pelan.
Putra mendengus mendengar kata pulang di ucapkan oleh Letta “Kita makan saja lagi yuk. Aku laper.” Ujar Putra dengan lemas lepada Letta. Dirinya memegang perut penuh dramatis. Padahal perutnya tidak segepeng itu sampai sampai di jadikan akan agar terlihat menyedikan.
Letta berdehem mengangguk sana, sembari melangkah menuju motor Putra diparkir." Ayok..." Jawab Letta singkat, ia juga lapar.
Putra dan letta pun pergi menuju ke tempat makan.” Kalo makanya di alun alun kota aja gimana? Di sana ada tower, makan makanannya enak enak dan murah murah looh. Hehe maaf yah aku kan belum kerja jadi kalo makan di restoran nanti mahal banget.” Ujar Putra jujur kepada Letta agak malu. Putra berfikir lebih baik ia jujur di awal ketimbang bohong tapi ketahuan. Kan malu jika uang yang ia pegang kurang.
Letta mendengarnya mengermyitkan dahinya.” Biar gue yang bayar.” Tegas Letta.
Letta sudah lama tidak ke tower, bisa dikatakan tidak pernah lagi semenjak itu. Lagi pula tadi ia main semua wahana yang di simi oleh keduanya dan dibayar oleh Putra. Mungkin jika dirinya membayar makanan bukan hal buruk kan?
Putra menggeleng melirik letta di spion.”mana boleh begitu, itu namanya kamu melukai harga diri aku. Udha yah kita makan yang aku mampu aja disana. kamu engak akan kecewa., soalnya makananya emang bener bener enak, aku sering kok kesana makan bareng temen temen malam Minggu dibanding gabut.” Ujar Putra tegas tak mau dibantah oleh letta. Putra enggan membebani makanan kepada Letta. Toh ia juga yang mengajak Letta jalan jalankan. itu artinya Letta tangguh jawab dirinya lah.
__ADS_1
Letta hanya ,menghela nafas tak menjawab. Putra agak degdegan dan malu mengingat ucapanya yang jujur. Putra memang memiliki uang tapi uang yang dirinya punya saat ini ia harus gunakan di lain tempat atau untuk hal lain.
Sekitar tiga puluh menit putra memarkirkan motor di pinggir jalan, di arahkan tukang parker. Letta turun menatap ke sekitarnya, di bawah pohon besar disana ada banyak orang jualan. Letta ,melirik lagi ke belakangnya. Waw ini banyak sekali orang orang belanja dan jualan. Letta tidak tau jika disini ada banyak yang jualan dan banyak juga yang nongkrong disini.
“ayok ayoo.” Puytra memegang tangan letta.
Letta menaruh helmnya diatas poion. Melangkah memngikuti langkah Putra. Di antara banyak orang Letta salah satu yang tertinggi membuat dirinya dn Putra menjadi pusat perhatian. Oh apakah sudah dijelaskan Putra mengenakan apa hari ini?
Putra hanya mengenakan celana pendek sekitar di lutut berwarna Moca., baju kaos putih yang ditrutup hodie berwarna putih.
Wangi Putra itu tidak menyengat tapi ia harum, berbau maskulin seperti Biasa tapi tidak menyengat sekali. Hanya biasa saja, tapi nyaman.
Emang wakjah putra yang terbilang cantik dan imut menarik perhatian perempuan perempuan. Letta saja yang tidak terlalu cantik dilirik penuh minat oleh para lelaki. Letta berfikir dirinya tidaklah cantik karna kulitnya berwarna Tan. Dirinya hanya tidak sadar jika tubuh yang ia miliki benar benar di idam idamkan oleh perempuan atau lelaki lain. Bahkan sebagian iri sebab Letta lebih tinggi ketimbang mereka.
Letta menggeleng.” Sering mendengar seblak, tapi gue belukm pernah nyoba.” Jawab letta jujur.
Putra melotot mendengar jawaban letta.” Kamu belum pernah nyoba? Yaampun itu makanan sejuta umat letta, disukai banyak cewe yang bahkan minta putus kalo enggak diturutibn. Pokonya kamu harus coba. Ayo disini enak. Disini aku tau tempatnya.” Putra berseru heboh menarik lagi letta menuju yang ia ingin tujuh.
Letta hanya tersenyum-senyum melihat putra yang terlihat benar benar heboh. Tak jauh dari sana, ada banyak anak muda yang duduk emperan menggunakan tikar, ada juga yang diatas meja dna tempat duduk. Letta melihat makanan yang diajak oleh Putra.” Nah diisni enak.. disini kamu bisa pilih isinya, ambil yang kamu inginkan buat tambahan seblaknya. Tapi mie sama keryupuknya, sama sayap dan ceker jangan lupa. Out bumbu utama seblak.” Ujar putra mengambil piring dan memasuki beberapa bagian yang sudah dirinya ucapkan tadi. Letta menahan tangan Putra melotot. Putra mendongak melihat letta bertanya.
“Jangan ceker,. Aku nggak suka.” dimata Letta ceker itu benar benar buruk., dimana ayam berpijak pasti ia akan memijak hal buruk, seperti pup, sampah dan lain lain?
__ADS_1
Putra pun mengangguk, memasuki yang lain saja. Letta memasuki odeng, bakso udang dan lain lain yang dirinya tidak tau. Putra ikut memasuki apa yang diinginkannya. Nah udah itu kita tunggu yang kita dimasakin. Kita duduk disana aja ayo cepet. Nanti keburu didudukin orang lain.” Ujar Putra merangkul tangan letta.
Letta menganguk dan duduk dibwah tempat duduk, itu tidak ada atapnya hanya meja. Tempat duduk dibawah langit yang benar benar terlihat luas. Ini itu seperti lapangan yang luas jadi emang menambah kesan bebas. “Oh iya kita belum pesen minum. Kamu mau pesen apa??:”Tanya Putra heboh dnegan kelupaannya
Letta berdehem.”Jangan heboh banget, pesen sama aja.” Ujar letta risih dilihat smeua orang.
Letta seperti tante tante girang yang sedang berjalan dengan brondongnya
Putra terkekeh. “oke deh.. es jeruk dan susu kotak terbaik kalo letta pedes. Aku pesen dulu.” Ujar Putra melangkah menjauh memesan minum. Letta menghela nafas menatap ke langit, menyandarkan tubuhnya. ada banyak suara pengamen di sekeliling, suara bising iorang orang. Sudah berapa lama letta tidak menjalani hidup seperti manusia lainnya begini?? Ini untuk pertama kalinya Letta menikmati hidup tanpa memikirkan hal lain lain.
Letta awalnya sangat muak, dirinya ingin menjauhi Putra. Tapi putra terus datang dna berakhir menawarkan kesepakatan. Bukan tanpa alasan Letta menjadi jahat. Kadang jahat itu perlu untuk kebaikan. Letta hanya menjalankan tugasnya sebagai manusia yang baik. Kali ini ia biarkan untuk merasa bagaia sebelum dirinya kembali kesepian. Ragiel, aku harap kali ini Putra tidak kena imbasnya
Putra datang dengan minuman yang ia inginkan tadi, tapi ia juga tak lupa membawa sosis dan bakso bakar yang ukurannya besar saya ia tadi membeli minuman sekalian saja ia beli ini. Letta melihat putra yang tersenyum, ia juga menaruh tahu yang dibumbui cabe.”Ini itu makanan kesukaan Buna sebagai cewek. Kayaknya kamu juga suka deh,. Nanti kalo kamu dan aku udah nggak sama sama lagi, kamu bisa tau makanan apa yang enak dan menambah mood kamu. Kamu harus tau dan benar benar bisa menjalani hidup seperti orang lain.” Ujar Putra pelan dan penuh penekanan.
Hati lettya sedikit tidak nyaman mendengar ucapan Putra. Letta merasa seperti Putra berpamitan jauh. Letta ingat kata kata ini pernah di ucapkan oleh teman ya yang berakhir mati itangan ragiel. Letta menghela nafas membuang rasa tak nyaman di dadanya itu. “ Loe kayak mau pergi jauh aja.” Ujar Letta menepis hatinya yang tak enak.
Putra terkekeh,.”Kan emang mau pergi jauh dari kamu. Jadi hari ini kamu harus tau kalo seblak itu enak, dan ditengah tengah keramaian itu nyaman, banyak banyak mengekspresikan diri mau itu sedih senang, marah. Makanan bakso bakar itu nikmat. Letta aku bener bener pengen kamu bahagia meksipun enggak sama aku., aku pengen kamu kayak manusia lainnya. Jadi kalopun gue engak bisa sama loe. Gue harus pastiin kalo loe hidup dengan baik setelah gue pergi.” Ujar putra dengan lirih sembari membuka mika dari bakso bakarnya. Putra tidak bisa menatap wajah letta, putra takut ia akan menangis.
Putra itu bukan cengeng tetapi dirinya itu semacam lelaki yang berhati dan berjiwa lembut, sejak kecil ibunya selalu memperlakukannya dirinya dengan baik dan lembut tidak seperti anak laki laki biasanya, mungkin karna dirinya dulu sakit sakitan, berakhir ibunya tidak pernah mengajarkan dirinya dengan keras, apapun yang diinginkan diberikan. Putra di besarkan penuh aksih sayang dna kelembutan, jadilah pribadi yang lembut dan juga melankolis,
Yang lembut bukan berarti banci, tapi setiap manusia punya tarap masing-masing dalam kesedihan.
__ADS_1
Letta mendengar ucapan Putra merasa tenggorokannya tercekat. Rasa takut di dalma hatinya benar benar besar. Tidak letta tidak ingin kehilangan Putra. Letta memegang tangan Putra yang memegang Mika bakso.
“ Loe engak boleh ngomong gitu,” bisik letta. Tenggorokan letta mendadak kelu, seperti ada yang menganggap, suara Letta terdengar sangat tipis entah kenapa, hampir dimakan keramaian.