Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
hukuman


__ADS_3

“Lepas Jastin..!!! sakit..!!” Agatha berteriak keras memasuki mansionnya, memberontak dari cekapan Jastin tapi tangan Jastin memegang tangannya sangat erat, ini terlihat seperti penyiksaan, tangan Agatha terasa terbakar karena cekalan yang sangat kuat. kulit Agatha seperti terkelupas karena kasarnya Jastin. Tetapi Jastin tak mengindahkan apa yang ia bicarakan dan ia katakan, sejak dalam mobil Jastin hanya diam menariknya keras menuju kerumah. ini mengerikan, sungguh..!


Purnama yang diruang tamu menatap aneh pada keduanya.”Jastin, Agatha. Kalian kenapa?” Tapi Jastin tak menatapnya barang sedikitpun, terus melangkah lebar menyeret Agatha, Agatha menatap mertuanya dengan mata basah meminta tolong. Purnama diam menatap keduanya heran, menutup majalanya mengikuti lanngkah Jastin yang lebar khawatir.,


Jastin membawa Agahta ke kamar mereka berdua, menghempaskan tubuh Agahta ke lantai marmer keras nan dingin kasar. Agahta meringis merasakan lutut kaki dan tangannya terbentur keras dengan marmer yang terasa dingin menyengat.


Jastin menatap Agahta tajam.”Kayaknya saya kurang kasih peringatan yah sama kamu..!!!!! KAMU NGERTI APA YANG SAYA BICARAKAN TIDAK AGATHA?!!!!” Teriak kuat Jastin mengunci pintu. Purnama diluar berteriak keras menggedor pintu..


Agatha bergetar menunduk tak berani menatap Jastin. Jastin sangat kesal, menarik rambut Agatha menjambaknya keras. Rahang Jastin mengeras, pekikan Agatha terdengar lirih merasa perih keseluruhan dikepalanya.”Kamu beraninya menjambak wanita saya, seperti ini kamu jambak dia tadi kan?”Tanya Jastin dingin, wajah Jastin terlihat sangat mengerikan.


Agatha tak menjawab, mata Agatha tak mampu terbuka lagi karena perih menjalar diubun-ubunnya, wajah Agatha tertarik sangat kencang menahan kepalanya. Plas.. Jastin menampar wajah Agatha keras.”Ini kayak gini kamu tampar dia tadi??”


“Aghhh Lep—“


plA. PLa.... Plk.. Bog... Jastin menampar berkali kali wajah Agatha dan memukulnya sampai Agatha kehilangam kendali pada tubuh nya sendiri. Tubuh Agahta limbing, pipi Agahta penuh dengan warna merah kebiru-biruan bagian pipinya, sudut bibirnya berdarah, dan mata yang membengkak biru. Jastin tak bisa mengendalikan diri menendang tubuh Agatha keras bagian dadanya..


”Wanita sialan kau..! beraninya menyentuh kekasihku..!!!!” Teriak Jastin kuat. Amarah Jastin diluar kendali, sudah menahan sangat besar saat diluar dan melihat langsung bagaimana wanita dihadapannya ini melakukan kekerasan padanya. jika saja saat itu bukan tempat umum. Sudah Jastin pasti kan Agatha mati ditangannya.


Jastin kembali menendang Agatha kuat melampiaskan amarahnya.


Agatha tak lagi berteriak dan memberontak, hanya pasrah karena tubuh yang terlalu lemah dan shok, tubuh Agahta terpelanting karena perut, punggung dan dadanya di tendang. Agahta terkapar merasakan tulang miliiknya terasa parah. Semua tubuh terasa perih dan nyeri, baik ujung rambut sampai ujung kaki,


Jastin menginjak leher Agahta kuat, Agatha merasa tak bisa bernafas. Jastin membungkuk dan mendekati wajahnya pada kepada wajah Agahta yang sudah pasrah jika ia akan mati.”Kali ini kau selamat tapi lain kali, aku pastikan kau akan mati ditanganku,,,,!!!!” Bisiknya melangkah meninggalkan Agahta.


Agatha terkekeh menangis merasakan darah keluar dari mulutnya, menangis sesegukan. Hal yang paling menyakitkan bukan dari luka fisik yang Agahta datar, tetapi luka batin yang ditanam oleh Jastin. Agahta mencinta Jastin tanpa syarat, menyayangi tanpa dibalas, tetapi apakah mencintai sesoerang sesakit ini? apakah menginginkan bahagia harus merasakan hal semengerikan ini???


Mengerikan lagi harus diselingkuhi oleh sang lelaki tercinta, ia adalah wanita sah nya Jastin tetapi wanita lain yang malah di sanjung dan di bela.

__ADS_1


Agahta tidak tau, apa kekurangan lagi dari dirinya, cantik? Agahta cantik, keturunan jepang dan Indonesia itu tak diragukan lagi akan kecantikannya, kulit putih, mata sipit dan juga tubuh yang ideal,. Apalagi? Kekayaan? Kekayaan Agatha tak lagi diragukan, buktinya keluarga Sam malah menjodohkan keduanya kan? jika tidak menguntungkan tidak mungkin mereka direstui oleh keluarga.


Pintar? Agatha S2 di salah satu universitas ternama di luar negaranya. Kurang apa lagi?


Agatha lagi-lagi jarus dipatahkan akan kenyataan, pintar, cantik, kaya tak menjamin seseorang mencintaimu, menjamin dirimu diterima seutuhnya dalam mencintai, bahkan mencintaipun dilarang oleh seseorang dan mendapatkannya penyiksaan sedalam ini. tapi jika Agahta bisa mengakui.


Penyiksaan paling berat yang Agahta rasakan adalah ketika orang yang paling di cintai kita menduakan hati nya untuk wnaita lain, membela pasangannya dan mengabaikan cinta paling tulus miliknya. Agahta katakan pengkhiatan paling sakit ketimbang tak dibalas akan rasa cinta balik.


Agatha menyesal sudah mencintai Jastin sedalam ini. Rasanya ingin mengubur dalam rasa ini, tetapi rasanya terlalu sulit... Sangat sulit dan tidak mungkin.


“ Agahta..!!!” Suara Purnama melengking keras saat Jastin keluar dari kamar dengan keadaan sangat kacau. Purnama hendak mencercah anak dengan banyak pertanyaan, tetai keadaan Agatha yang menyedihkan angsung menyita perhatian utamanya.


Purnama masuk kedalam kamar, mengabaikan Jastin yang pergi entah kemana. Purnama memeluk kepala Agahta yang terkapar “Agatha kamu kenapa ?”Tanya Purnama lirih,.


Agatha menatap nanar menatap Purnama. Tangisan Agatha menderai, merasa piluh akan hidupnya. Argi menatap Agatha menangis pun ikut menangis. Agatha menangis lirih.”Sakit banget yah sayang??? Bagian mana sini kita ke dokter.”


Purnama menarik tubuh Agahta untuk dibawa ke kasur.. Agatha mengangguk menyiayakan sakit yang ia rasakan, tapi tak mengatakan jika sesungguhnya sakit ini tak akan ada obatnya bahkan Jastin sendiri yang mengobatinya sebagai pelaku utama.


...----------------...


Di sisi lain anak kecil yang sedari tadi di dalam restora diam menatap nanar keributan yang ada didepan restoran. Tangannya terkepal bergetar merasa sakit dibagian hati miliknya.


“ Kenapa diam aja? Makannya nggak enak yah? maaf tadi paman sedang ke toilet.” Ujar Carmon yang baru saja tiba.


Jesika menggeleng tersenyum kepada Carmon yang datang, pulang dari perlombaan Carmon membawa Jeskita ke suatu mall untuk membeli hadia Jesika agar ia tidak bersedih lagi, bersama Bara dan Letta, tetapi keduanya sedang direstoran sebela untuk membeli sushi. Bara ingin mencicipi malanan khas jepang tersebut sedangkan Jesika tidak menyukai nya, ia bosan dan lebih ingin makan di restoran seafood.


Carmon menatap heran pada jesika yang terlihat ingin menangis, ada apa? Ia melirik arah yang sedang ramai, dimana wnaita sedang dibawa koleh pengaman mall, ia menghela nafas.” Ada keributan yah? jangan takut ada paman disini.”Ujar Carmon mengusap kepala Jesika.

__ADS_1


Jesika diam menatap nanar nasi miliknya. Rasa laparnya sangat kacau. Sangat menyesakkan, mengetahui ayah dan ibunya berada di mall untuk bersenang-senang sedangkan ia? Ia hanya butuh waktu sejenak tetapi tidak ada yang ingin datang. Mengatakan jika mereka sibuk padahal berbelanja sepuas hati.


Ibu yang sibuk dengan temannya, ayah sibuk dengan selingkuhannya, Jesika menjadi sangat sadar jika kedua orang tuanya sangat tidak menyayanginya, hanya sayang dengan dunia mereka sendiri. Hati Jesika semakin memburuk akan yang ia lihat tadi. Ayahnya selingkuh beneran kan?


“Jesika kamu mau ganti menu saja?”Carmon bertanya lagi karena wajah sang anak seperti ingin menangis.


Jesika menggeleng menatap pamannya nanar,” Paman, Jesika itu anak nakal yah? mangkanya ayah dan ibu tidak suka Jesika?” Tanya Jesika lirih dan juga dalam.


Carmon yang mendengarnya tertegun tak mampu menjawab. Mata Jesika terlihat penuh sayu dan kesedihan. Carmon tidak tau apa yang terjadi sampai anak terlihat sangat sedih.


Carmon mengusap kepala Jesika.”Kenapa??? kenapa bertanya seperti itu??” Tanya Carmon.


Jesika mengeleng menatap nanar Carmon.”Baik, terimakasih jawabannya paman.”bisik Jesika.


Carmon tertegun mendengar Jesika yang menjawab perkataannya. Carmon jadi meringis, tak tau harus bicara apa pada sang anak kecil. Carmon bukan sosok penyayang yang bisa menenangkan seseorang sangat mudah.


Sedangkan Jesika? Jesika sangat tau jika sesoerang menjawab dengan cara menanyakan hal lain itu artinya adalah kejujuran yang nyata. Kejujuran yang akan ditutupi dengan kata manis. Jesika sadar kika Carmon pamanya tidak akan mungkin menjawab hal yang sesungguhnya jika sebenarnya ia memang tidak diterima dan disayang oleh kedua orang tuanya. Bahkan semua orang mungkin?


Di sisi lain Letta yang sedang mengantri makanan untuk Bara menatap datar drama yang terjadi, mengepalkan tangan dengan seringainya yang terselip dimatanya. “ Ih Moms, kasihan sama dia moms..”Ujar Bara memegang telunjuk Bara.


Letta terkekeh mengangguk menatap antrian miliknya. Oke itu cukup menjadi drama yang menyebalkan.


.


.


.

__ADS_1


.


Udah tinggal kan jejak?


__ADS_2