Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Hancur kan


__ADS_3

Letta membuka matanya lalu melirik dimana Putra berada. Letta memejamkan mata, bukit bening terjatuh. Kembali ia kehilangan seseorang yang ia cintai. apa hidupnya harus semenyakitkan ini?


Aletta menguatkan kakinya hendak berdiri, mendekati Putra yang sudah tidak sadarkan diri. Tangan Letta gemetar mengusap wajah Putra yang pucat. Tangan Letta menekan denyut nadi Putra yang tidak lagi berdenyut. Letta merabawah wajah Putra degan kondangan air mata, memeriksa nafas Putra.


Letta semakin hancur dan terduduk. Letta mengusap air matanya nanar dan bergegas membuka ikatan tali di tangan Putra.


Ia mengambil pisaunya tadi dan menghancurkan rantai menggunakan kekuatan amarahnya. Letta mengusap kepala Putra yang jatuh dibahunya karena rantai sudah putus. Tidak ia lepas pisau yang menancap diperutnya Putra agar darah tidak bertambah banyak keluar.


Letta menggigit bibir bawahnya pelan. " Maaf. Maaf tidak bisa menjaga dan melindungi mu. Maaf karena aku kamu begini." Bisik Letta nanar menangis pelan menatap wajah Putra yang sudah pucat. Letta menangis dalam diam. Sangat sakit, dirinya gagal lagi.


Aletta menguatkan diri dan memeluk Putra dengan, Letta tidak kuat bahkan benar benar tidak kuat. Letta segera membawa tubuh Putra secara cepat menuju mobil miliknya.


Letta menaruh putra di bagian belakang dan segera mengemudi mobilnya secara brutal. Letta memilih salah satu rumah sakit terdekat disini. dan segera membawa Putra memasuki tangan UUD yang ada di rumah sakit tersebut. ..


" Panggil dokter kalian cepat!!!!"


Teriak Letta kepada suster yang berjaga di depan ruangan. Mereka tersentak kaget melihat Letta yang berpenampilan penuh darah bersama lelaki yang tertusuk dibagian bahunya. mereka sangat buruk hingga pengunjung lain histeris dan mundur.


Letta bak orang gila menangis lalu memasuki Putra ke ruangan UGD. Letta tau ini gila, tapi Letta ingin Putra ditangani. suster memasuki ruangan dan membersihkan lupa Putra. Menyuruh Letta keluar.


Letta menatapnhyalang perawat. bisa usahanya langkah kaki Leta keluar dari ruangan tersebut dengan tatapan yang sangat dingin dan juga aura yang mematikan, Leta menghisap air matanya nanar lupakan jika tangannya penuh dengan darah sehingga wajahnya pun sekarang berubah menjadi lebih merah dan banyak darah, " Ragiell." gumam Leta terkekeh seperti orang yang sedang kesurupan.

__ADS_1


Letta melewati banyak yang yang menatapnya ngeri. Letta tidak peduli, ia segera memasuki Mobil dan membeti pesan kedua orang tua Putra jika Putra berada di sini. Letta bergegas mengendarai mobilnya menuju rumah Ragiel.


Tiga jam.... Letta bahkan lupa makan lagi hingga malam hari, Letta benci dirinya yang lemah. Letta memegang setir erat, memecahkan jalanan yang semakin sepi karena sudah larut malam.


Rumah Ragiel terlihat, Letta mencari sesuatu di kotak mobil dan mengambilnya tanpa banyak bicara, memasuki rumah dengan tatapan lebih dingin dari biasanya, tangan Letta mengepal erat.


Letta sedikit aneh Karen penjaga rumah ini berbeda dari sebelum-sebelumnya. Mungkin orang baru.


" Ragiel... Keluar kau.....!" teriak leta Menggelegar di dalam Rumah seusai membuka pintu secara kasar. tatapan Leta menjuru ke seluruh ruangan terlebih lagi ruangan kerja milik Ragiel.


langkah tegas Letta menuju ruang kerja milik Ragil, aura ingin membunuhnya sangat-sangat kental dan menggila sesampai di depan pintunya pun, saat ia hendak dihadang oleh dua orang penjaga di depannya Leta sudah lebih dahulu menendang keduanya secara kasar lalu salah satunya ia pukul dengan pukulan yang memang sangat mematikan.


keduanya terkapar tak berdaya seusai ditendang dan dipukul oleh leta, peta menarik nafas dalam dan menendang pintu secara kuat.


letta melangkah mendekat di mana tempat Ragil berada, Leta mengangkat kuat dan mencengkram kerah baju jas milik Ragil "Apa yang kau lakukan lagi kali ini hhah??'' teriak Leta bertanya di hadapan Ragiel.


Wajah Ragiel bukannya takut atau marah, malah terlihat senyum remeh menatap Leta yang sedang marah, "Apakah lelaki yang mencintaimu itu sudah meninggal Letta??'' Tanyanya terkekeh.


" Bajqngan sialan..." plak.. Leta memukul kepala Ragil dengan kuat hingga Ragil mundur dan kepalanya terbentur dengan kursi, Leta menarik rambut Ragil dengan kuat dan membentur kepalanya dengan sudut kursi lebih kuat dari sebelumnya. " Apa yang kau ingin kan ha??? Aku sudah menjauhinya kenapa kau masih membunuhnya??" Teriak Letta murkah.


Ragiel memejamkan mata, kepalanya sangat penting dan darah sudah keluar memenuhi wajahnya. Ia terkekeh. " Wah wah apakah kau sudah mencintai nya Letta??" Tanya Ragiel santai.

__ADS_1


Letta menatap Ragiel sengit. " cinta, cinta, cinta. kau selalu berkata aku mencintai seseorang sedangkan aku sendiri tidak tahu apa itu cinta, Aku bahkan tidak tahu mencintai diriku sendiri, aku hanya berpikir jika mereka yang hidup di luar sana yang kamu bunuh itu tidak pantas untuk kamu bunuh dan aku mah di sini aku yang Kau jadikan alasan untuk membunuh mereka, jika begitu lebih baik kau bunuh aku saja bukan mereka. Bunuh aku Ragiel...!!!" Teriak Letta kuat di hadapan Ragiel.


Ragiel terkekeh melihatnya. " Kau mau ku bunuh Letta???" Tanya Ragiel lirih.


Leta menatap Ragil dengan tatapan yang sudah kosong. Menarik nafas dalam melepaskan sesak di dadanya. " Yah bunuh aku, jangan kau bunuh mereka! Bunuh aku!!?" Bisik Letta nanar. " Sudah cukup mereka meninggal, sudah cukup aku jadi alasan orang lain meninggal!!!!" Teriak Letta.


Ragiel menghela nafas menggeleng. " Aku tidak akan membunuhmu. karena aku menyayangimu Letta, aku menyayangimu... Melebihi diriku sendiri... Aku punya alasan untuk membunuh mereka." Ujar Ragiel lirih. terlihat sendu menatap Letta.


Letta tidak tau lagi wajah Ragiel benar atau tidak tapi dalam otak Letta tercetak jika Ragiel itu manusia iblis. Dia memakai topeng sandiwara. " sayang yang kau maksud itu adalah hal gila karena, kau mengatasnamakan kata sayang untuk menghabisi semua orang di sekitarku agar aku selalu tetap bersamamu karena, Apakah itu waras jawab Ragil Apakah itu waras???" Tanya Latta menekan kata katanya.


Ragiel terkekeh. " Aku ada alasan Letta..." Jawab Ragiel pelan.


" alasan apalagi Ragil, alasan apalagi selain obsesimu yang gila." Bisik Letta mendekati Ragiel. " Jika kamu tidak mau membunuhku maka aku yang akan membunuhmu kali ini. Aku yang akan membunuhmu!!!" Teriak Letta memukul tengkuk Ragiel kuat tapi dengan sengaja ia menancapkan jarum disana dan mengeluarkan cairan kuning.


Ragiel tersentak mundur menatap Letta. Letta menatapnya nyalang dan sadis. Ragiel memegang lehernya nanar. " Apa yang kau lakukan? Jika aku mati kau akan aku bunuh juga. Akita pergi keneraka bersama hahaha..." Ragiel tertawa gila kepada Letta. Ragiel tertawa senang menatap Letta yang menatapnya tajam. " Mari cucuku kita ke neraka bersama." Bisiknya lirih.


.


.


.

__ADS_1


hai semuanya, maaf ya Aku udah lama nggak Up udah dua hari ya karena, bukan nggak up mau cuma memang aku lagi sibuk ngurusin beberapa data dari alumni-alumni dan aku mah semacam pekerjaan ya tapi Saya insya Allah akan berusaha untuk menamatkan novel ini dalam bulan ini, kalau ada yang nanya kok novel yang sebelah masih jalan kak karena memang kalau yang itu sudah saya bikin jauh-jauh hari jadi saat saya senggang saya masih sempat untuk ngeditnya terus saya kirim kalau ini kan memang belum ada draftnya ya Jadi saya harus bikin lalu edit baru kirim. Jadi tunggu aja ya insya Allah saya akan rutin untuk update terima kasih m


__ADS_2