
Letta mengangguk pahan ucapan Nio dan Milo, tatapannya jatuh pada file file keuangan, “waw keuangan kita tiga kali lipat meningkat yah satu tahun belakangan ini.” Gumamnya terkekeh.
“Jelas dong sebab kita satu satunya media terupdate masalah keluarga Samuel dan beberapa dari yang lain enggak ada yang berani buat Up kecuali kita. ajdi media kita tu bvener bener di incar. Ada banyak juga yang mau kerja sama dengan kita. tapi yah gue tolak.” Jawab Nio lagi,
Benar.. kasus kasus besar keluarga Samuel benar benar mnengguncang dunia, banyak sekali orang orang yang mencari tahu apa saja yang terjadi dengan keluarga tersebut sehingga media milik Letta benar benar dikejar masa dan diilirik besar besaran., itu juga membuat orang lain ingin bekerja sama.
“ Tapi mengapa loe tolak?”Tanya Letta lagi dingin
“Karna yang ngajak kita kerja sama terakhir kali itu Peter. Ketua penjahat dan sebaik baiknya penjahat tetap aja penjahat yang bisa ngelakuinnya kejahatan,” Ujar Nio lagi. Letta mendengarnya nama tersebut menatap Nio lagi dengan tatapan tertegun. Peter? Peter sih lelaki pemimpin dunia bawah dan pelindung keluarga Samuel?? Apa benar?
“ Paman kenal Peter?”Tanya Letta pelan kepada Nio.
Milo dan NIo menatap Letta dengan bingung ” Iyalah, kami sesama manusia jahat memang lah punya kontak, ada beberapa kali pesta dunia gelap jadi kami sering bersapa satu sama lain. “ Jawab Nio lagi bingung.
” Iya, Peter juga terkenal dengan mukanya yang terus berubah ubah di setiap pertemuan sampai enggak ada yang tau gimana wajah alisnya dia.” Lanjut Milo lagi kepada Letta.
Letta berdehem mendengarnya, menatap ke depan dengan dingin.” Lagian kenapa nanyain Peter? Kamu suka Peter?”Tanya Nio pelan kepada Letta.
Letta melirik Nio melotot.”menurut paman enggak usah Letta. dia tu manusia paling licik di antara paling licik. Sayang banget Tuhan nyiptain dia otak genius dan itu jadi penunjang dia buat ngelakuin semua kejagatan kejahatan yang dia milikin,” dengus Milo menyahut kepada Letta.
Letta mengernyitkan dahinya. “ hemmm dia segenius itu?”Tanya Letta pelan.
Milo dan Nio mengangguk.” Menurut loe orang yang benar benar jahat dan juga licik itu ada yang begok? Rata rata dari mereka punya otak genius sampek orang lain enggak bakal bisa membus otak dia.” Sahut Nio lagi menggebu.
Letta mengerjab pelan, mengangguk paham akan jawaban Nio.” Sebenernya gue udah tau siapa pelindung keluarga Samuel dulunya. Siapa pelaku yang nolongin Samuel yang ngehancurin keluarga gue. dia Peter dan gue yakin peter yang kalian maksud itu peter yang sama dengan Peter yang gue bilang.” Ujar Letta menyusun berkas yang dipegangnya tadi di atas meja.
Brak. Nio mengebrak meja, mendekati Letta dan duduk di sampingnya. Letta menggesekkan duduknya dan melirik nya dengan heran.” Sebenernya gue udah curiga sedari awal, tapi gue tepis soalnyakan orang jahat di dunia ini bukan Cuma satu,.” Jawab Milo pelan.”Lanjutin.” Ujar Nio masih penasaran dengan cerita milik Letta.
“Yah enggak ada lanjutannya, gue masih nyari dia dimana dan beberapa latar dia. Tapi gue sama sekali enggak nemu apapun soal dia kecuali data umum.” Ujar Letta lagi pelan dan malas.
“Ya jelas lah, dia kan namanya bukan Peter aslinya.” Sahut Nio.
__ADS_1
Letta melebarkan mata.” Gue udha tebak sih. Cuma kalian tau nama aslinya dia siapa?”Tanyanya Letta.
Milo dan Nio menggeleng serentak.” Loe taukan soal muka dia aja yang beranti ganti? Apalagi nama Letta. Nama dia itu Peter di dunia gelap tapi entah kalo di dunia nyata. Gue rasa sih pasti lah beda juga kan. dia emang nyimpan rapat rapat data pribadi dia letta. Kita sama sekali enggak nemu dia siapa.” Ujar MNio sulit di artikan. Menatap Letta dnegan tatapan sayu.
Letta mendengarnya ungkapan Nio dan Milo mengangguk pelan paham.” Dia selicik itu yah.” Gumamnya.
“ kalo nggak licik nggak jahat.” Ujar Milo terkekeh.
Letta menatap rumit kedepannya. Wajar saja dari dulu dirinya tidak pernah tau siapa dalang dari Samuel, siapa penjaga keluarga Samuel, dia memang sekiuat itu dan segenius itu dlam bersembunyi. Letta mengetuk ngetuk pelan pahanya dan berdehe,.”Kalian punya cara nggak buat gue bisa ketemu dia?”Tanya Letta lagi.
“Nggak usha macem macem deh Letta. Dia itu bukan lawan yang bisa lo ajak bercanda. Kalo semisal keluarga Samuel sih masih oke oke aja tapi kalo Peter gue saranin jangan., mending loe diem aja deh serius Letta. Orang yang berurusan sama dia tu enggak ada yang panjang umur, dia aja di julukin sama manusia iblis, kalo dia benci orang maka dia bakal Rusakin muka si orangnya sebelum membunuh.” Bisik Nio lagi kepada Letta khawatir.,
Letta mengerjab pelan. mengangguk sok sok paham saja.,” Tapi kemarin Samuel dan dia udah bertemu dan kerja sama buat nyari dalang kerusakan keluarga Samuel sih. Gue rasa dia udah tau data pribadi gue.,” Gumam Letta ragu.
Nio dan Milo saling tatap, Menggeleng.”Gue rasa sih enggak, soalnya emnag data loe bener bener enggak ada salahnya di infut keluarga Ragiel;. Yang loe lakuin Cuma diem Letta nikmatin hidup loe. Biar kita kerjain tugas kantor loe sekarang.” ujar Milo menekan agak Letta tidak melakukan hal aneh aneh,.
.............
Sesai percakapan itu Letta hari ini berniat untuk kembali pulang kerumahnya. Pikiran pikiran mengenai Peter, jika Peter memang secerdas itu apa yang harus Letta lakukan??? Letta ingin sekali rasanya membunuh Peter saat sebelum dirinya meninggal.
“Ehhh Sorry.” Sosok yang menabrak Letta meminta maaf dan mengambil kunci mobil Letta yang terjatuh. Memberi kepada Letta.
Letta mendongak menatap sang pelaku. Saat ini dirinya berada di lobi apaertemen miliknya, dan lihat siapa ini? Letta mengangguk dan memilih meninggalkan si pria. Pria itu sangat tampan, lebih kepada matang dan seksi. Letta tidak ada niatan untuk menyukai dia tapi yang namanya wajah tampan itu kenyataan yang tak mampu terbantah.” kamu penghuni apartemen ini udah berapa lama?”Tanya si penabrak Letta tadi kepada Letta ramah.
Letta melirik sejenak dan menggeleng. Melangkah meninggalkan si pria yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.” Welll... selamat datang di dunia Peter Lettaa.”
Suara itu membuat langkah letta terhenti. Letta meliurik kebelakang dan letta kaget. Sudah tidak ada siapapun. Letta melangkah lagi kedepan dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu,sialan apa tadi Peter? Jika benar telinganya tidak salah dengar dirinya harus apa?
Letta berbalik menatap lagi tubuh peter yang tadi menabraknya tapi memang sudah tidak ada. Mengerjab sejenak dan meremas tangannya sendiri. Letta benar benar cemas, jika benar ia peter dirinya harus menjauhi semua orang yang ada du sekitarnya agar nanti tidak ada yang terkena dampak buruknya. dirinya harus mewanti siapapun agar tidak dekat dnegan dirinya. Perperangan sesungguhnya akan benar benar terjadi.
Bugh.. Letta kaget sampai mundur menatap sang pelaku. Mata yang tadinya melebar sekarang berubah menjadi datar melihat siapa yang mengusik dirinya. Tiba tiba matanya yang membesar tadi berubah menjadi tatapan datar menatap si pelaku.
__ADS_1
Si pelaku hanya menamplkan senyum konyolnya dna berkata.” Hehe ngapain disini? Em Mbak?” dirinya benar benar tidak tau pangilan apa yang pantas ia sematkan pada Letta. Dirinya adalah Putra.
Letta menghela nafas. memijit pelipisnya.melangkah menjauh tanpa ingin menjawab pertanyaan Putrra. Tapi tanganya malah dicelkal dan Putra bergegas berdiri di depannya dnegan tatapan sendu.” Hemm kayaknya kamu lagi pusing. Kamu butuh helling, penenagan atau refresing deh kayaknya.” Ujarnya kepada Letta. Letta diam menatap tingkah Putra datar, tampa disangkah tatapan mereka bertemu.
Putra disana tersenyum.” Ayook. Gue ada saran rekomendasi loh buat loe.” Ujarnya dnegan kekehan menarik Letta menuju motornya yang terparkir di depan gedung
Letta hendak menolak, tapi Putra sudah membungkam mulutnya Letta menggunakan tangannya dengan pelan menatap letta dengan tatapan rumit.” Kali ini untuk terakhirnya gue emm aku.. aku ajak kamu main, kita bebas dan kamu harus berpekresi bahagia sama aku. Aku mau ini adalah perjalanan pertama aku sama kamu, tak apa yang terkahir yang terpenting aku pernah ada kenangan bersama sama kamu penuh kebahagiaan. Kali ini aja Yah.. gue janji udah kali ini gue enggak akan ganggu kamu lagi, enggak akan minta kamu buat nerima kamu lagi, aku akan pergi jauh dari kehidupan kamu.” Bisiknya pelan mengusap pipi Lta dingin.
Perut Letta seperti ada yang bergejoplak, mual disentuh lelaki masih ada, tapi tatapan pura menhipnotis dirinya, tatapan penuh dengan luka dan juga kelembutan. Letta benar benar tidka bisa mengelak segera mengangguk.” Ini yang terakhir?” Tanya Letta penuh penekanan.,
Putra mengangguk tersenyum masam.” Iya.. setelahnya aku akan pergi jauh.. “ jawab Putra.
Letta menggeleng pelan.” Jangan pergi, cukup jauhi aku. Karena kamu tidak tau apa yang aku pikirkan, semua yang terbaik untuk kalian, dan berbahagialah.” Bisik Letta serak.
Putra terkekeh dalma hati. Putra tidak pernah berbohong akan perasaannya. Umur mereka memang jauh berbeda tapi itu bukan alasan Putra mencintai orang yang salah. Dirinya benar benar tahu jika letta jauh diatasnya usianya. Tapi siapa yang mampu membatasi cinta ditolak ukur umur atau agama? Tidak pernah ada yang ingin sejak awal tapi cinta itu tumbuh sendiri. Letta dengan sejuta pesonanya menjerat Putra jauh lebih erat.
Putra mencintai Letta tamnpa syarat, ,melihat Letta yang terus frustasi melihatnya dirinya tak lagi ingin berusaha. Terakhir meminta ayah dan ibunya melamar letta berujung di hempas dan di usir menyadarkan Putra.
Letta menaiki motor bead metik milik Putra, kakinya benar benar panjang jadi terlihat aneh. Letta menatap Putra yang berdiri diam dengan tatapan tercenung.”kamu ngelamun? Ada masalah?” Tanya Letta kepada sang teman.
Putra kaget menatap Letta lagi.” Eh sorry tadi gue enggak pokus ajdi ngelamun. “ ujarnya terkekeh menaiki motor miliknya.
Letta mengangguk pelan. putra mengeluarkan motornya dan membayar parkir. Seusianya Putra melajukan motornya.” Kamu mau kemana? Ada tujuan yang belum tercapai nggak?”Tanyanya Letta kepada Putra pelan.
Putra terkekeh. "Kita ke dufan aja skuy.”ujarnya kepada Letta. Letta mengangguk setuju. Sudah lama sekali dirinya tidka pernah kedufan terkahir di usia 4 tahun lalu. Dan sekarang dirinya sudah dewasa.” Kamu kok enggak sekolah?”Tanya Letta kepada Putra.
Putra mendengarnya menggeleng.” enggak, soalnya kami udah selesai ujian akhir semester selesai jadi Cuma ada turnamen aja lagi di sekolah. Aku enggak ikut tournament lagi kan juga mau tamat hehe tinggal nunggu nilai ujian nasional aja lagi.” jawabnya dengan santai.
Letta mengangguk pelan mendengarnya. Putra tersenyum melirik Letta dari spionnya.” Hmm kalo ngomong gini aja yah hehe. Aku suka.” Bisiknya lagi.
Letta mendengarnya terdiam, melirik Putra dari spion.” Kadang tu apa yang kita suka enggak harus kita miliki, dan apa yang kita suka nggak harus selalu kita dapatkan Putra. Karena dasarnya manusia itu enggak sempurna.” Jawab Letta dalam batin.
__ADS_1
Letta benar benar merasa bersalah, membuat putra jauh darinya sangat menyakitkan. Putra memiliki sedikit peran dalma hidupnya tapi Letta benar benar merasakan ketulusan Dari dirinya. Putra baru saja ada di kehidupannya tapi putra mengajarkan dirinya arti cinta sesungguhnya. Cinta dalam mencintai.
Motor bead biru milik Putra terparkir di Difan.”Gila... banyak beut mobil, dimana nih parkiran motor.” Gumamnya. Letta terkekeh emang benar disini rata rata semua orang bawa mobil, hanya beberapa saja dan bisa di hitung jari. Seusia mencari parkiran motor yang rindang keduanya memasuki dufan, membayar karcis masuk tenang dan mengantri. Letta hanya ikut saja dibelakang Putra. Saat memasuki dufan Letta diberi sambutan beberapa patung binatang langkah dan beberapa hal lain. Seperti tanaman buatan, beberapa juga anak anak yang berfoto dengan objek tulisan dufan disana.