
hati sudah siang, Letta diam mengerjab menatap kearah luar kaca, ia baru ingat. Bara hari ini mengambil raport dan ia tidak bisa menemani. Menghela nafas mengerkab pelan. bukan tidak ingin, tetapi ia hanya ingin Bara aman tanpa merasa dirinya dibuang. Ia butuh beberapa waktu untuk menyelesaikan masalah dengan Ragiel. Iya Ragiel menjadi pokok permasalahan lagi,
Carmon sendiri hari ini belum bisa pulang karena tubuhnya terlalu lemas, ia butuh waktu untuk istirahat dan mungkin besok sore baru mereka bisa pulang. Carmon juga memesan tiketnya yang hari ini di cancel diganti besok.
Letta dan yang lain tak banyak bicara, tetapi Virgo, dia pulang lebih dulu dikarenakan tugas disinis selesai. Ia harus mengkompirmasi dipusat jika besok tuanya belum bisa rapat. Ia juga bertugas menggantikan tuannya untuk bekerja.
Seharian penuh Letta menjaga Carmon, dan Carmon hanya diam menikmati semua yang diberikan oleh Letta. Letta terlihat acuh dan tak acuh, tapi ia sangat perhatian bersamaan. Letta memang tidak bicara apapun, tapi tindakannya semakin meyakinkan Carmon jika dirinya nyaman dan senang.
Hari esok keduanya pulang, tapi siangnya Letta dan Carmon pergi ke pusat oleh-oleh. Carmon mengajak letta memasuki mall, dan Letta mengikuti saja. Saat masuk mall Carmon cukup kaget begitu juga dengan letta.
“Hanya dua kantai, aku bahkan jika memejamkan mata tidak akan tersesat diisini.” Gurau Carmon menghina tempat ini. Iy sebab mall ini hanya tiga lantai dan berukuran kecil dibanding mall ditempat nyam
Lettta mengangguk menatap keadaan, keadaan disini jauh dari mall kota mereka,” disini tidak ada pusat perbelanjaan oleh-oleh saja? Bukankah sudah bisa untuk mu menikmati atau membeli barang mewah? Disini tidak ada barang mahal atau bermerk.” Ujar Letta bergumam.
Carmon mengangguk.”ayolah.” keduajya perputar arah memilih kea arah tempat perbelanjaan oleh oleh, diiringi Baron dan orang kepercayaan untuk menghantar mereka, disana mereka diberikan pemandangan cinderamata yang tidak jauh beda dari tempat lain.
Tas rajut, tas, sendak atau lainnya yang terbuat dari anyaman. Semuanya terlihat bagus. Disana juga ada dodol, pepes, dan lain lain. Letta mengambil gelang yang hanya berisikan tali dan bola bola yang biasa saja dipinggir jalan.
“Itu bisa dibuat nama nona, misallkan nama nona diukir.”
Letta mendongak melihat sang penjual. Lelaki ringkih dan tua tersenyum kepadanya.
Letta mengerkab melirik sekitar, memang tidak ada orang membeli. Berbeda dengan tempat lain. Letta mengambil betuk yang sama sebanyak empat buah.” Buat masing masing gedang dengan nama, Bara. Ale, Are. Zaxi.” Ujar Letta pelan memberikannya.
Bapak penjual terlihat tersenyum cerah berbinar.”Tapi nona tidak masalah jika harganya sepulih ribu kan? sebab biasanya mereka mengatakan itu mahal.” Ujar bapak sopan.
Letta mendengarnya mengerjab, ini desa biasa jadi memang terbilang agak mahal tapi mahal jika orang yang tidak punya uang saja kan? dan lagi jika dikota harga sepuluh ribu itu cukup murah.
Letta mengapresiasi kan kejujuran dari sang penjual, jarang penjual menanyakan keberatan atau tidak dengan harganya.
Letta menggeleng tersenyum.,” tidak.”
" Baik. Tunggu sebentar yah Nina, saya ukir dulu!!!" Jawab penjualan semangat. Letta berdehem tidak menjawab. Penjual menghela nafas, pembeli ini sedikit sombong.
Ia kembali melihat yang lainnya, memilah milah yang mana yang bagus sembari sang bapak mengukir nama yang di minta. Mata letta terhenti di kalung, kalung yang berbentuk Kristal berwarna ungu tua. Letta menyukai itu, terlihat indah, letta mengambil satu lagi berwarna biru. Letta menggenggamnya dan mengambilnya. Ia juga mengambil beberapa lainya. Memasukannya kedalam keranjaang saat merasa cukup akan apa yang ingin ia beli sembari menunggu ukiran gelang dari penjual.
Ukiran jadi seusai lima menit dibikin. Letta menatap gelang tersebut,. Bola bola berisikan lima disana, jadi nama mereka diujung terdapat love membuat Leytta tersenyum tipis. “ heheh maaf nona saya taba bentuk love soalnya jika kosong tidak terlihat cantik.” Ujar penjual agak Paham melihat tangan pelanggan mengusap pola love yang ia bikin.
__ADS_1
Letta mengangguk menberikan keranjang kecil miliknya. “waw nona dari jauh yah. “Ujar penjual menghitung pembelian dari Letta.
Letta mengangguk tidak menjawab. Penjual mengangguk ramah.”Keliatan si. Nona kayak bulek gitu hehe.” Ujarnya lagi terkekeh meski tidak dijawab. Letta mengangguk lagi sebagai jawaban. Penjual melihat kalung yang dibeli oleh Letta. Ada dua yang sama, dua lagi berbeda dengan bentuk hati dan satu kunci.
“Ini cantik. Katanya bisa membawa kebahagiaan untuk yang memakainya.”Ia menunjukan satu kalung berbentuk ktistal ungu.
Letta tersenyum tipis mendengarnya.”Iyakah?” Tapi suaranya seperti tidak tertarik.
Penjual mengangguk.”Ini terbuat dari Kristal dari desa kami, saya sendiri yang bikin dengan anak saya yang sebagai pengukirnya. Harganya cukup mahal ini 170ribu karena bahan yang dikenakan tidak berkarat, kami kau pakai emas tapi kendala di modal. Jarang sekali otang membeli ini, jika orang itu membeli pasti ia tau jika Kristal ini dipercaya membawa kebahagiaan untuk yang membeli.”Ujar nya tenang kepada Letta.
Letta mendnegarnya mentap kalung lain berwarna merah muda, putih dan juga hitam.”Jika warna merah muda dan hitam?”Tanya Letta.
Bapak melirik letta.”sama saja, semua warna sama kok nak, hanya beda warnanya saja. Yang membuat kami mempercayai hal tersebut karena ini diambil dari Kristal batu goa yang ada diair terjun kami, katanya yang bisa mengambilnya adalah orang orang yang suci termasuk kami, biasanya mereka tidak akan menemukannya sedangkan kami selalu menemuinya dengan berbagai warna. Kami ingin menjual mahal tetapi banyak yang tidak mempercayai ini dan berfikir ini mitos. Mangkanya pahatan yang saya jual ini jarang sekali laku. Jikapun laku paling hanya beberapa buah dalam satu bulan. “ Ujarnya mengelu kepada Letta.
Letta mengangguk paham. “Nona tidak mau ambil lagi? saya kasih diskon, sebagai diskon dari saya jika nona ambil lagi duanya akan saya diskon jadi dua ratus ribu deh. Soalnya saya mau bayar spp anak saya. Anak saya pembagian raport kemarin, tapi raportnya ditahan dan dia belum bisa ngambil kalo nggak bayar spp. Apalagi anak saya juara dua nangis terus karena malu. "Kembali penjual berbincang berharap kepada Letta yang membeli. Berharap wanita sombong ini mau membantu.
Letta mengangguk.”saya ambil semua.”Ujar Letta pelan. sebenarnya bukan kasihan, tetapi Letta sangat tau bagaimna rasanya susah dan membutuhkan uang. Letta pernah berada diposisi tersebut. Jika kasihan, Letta sangat jarang kasihan kepada orang lain.
Penjual menatap binar Letta.”Benarkah nona?”tanyanya dengan pelan.
Letta menerimanya dan mengeluarkan uangnya. Penjual tersenyum menerima uangnya. “Terimakasih nona..!!!” ia menatap letta binar dan bahagia. letta mengangguk pergi membawa barang yang ia beli. Penjual menghitung uang bahagia, tapi ia sedikit ganjal. Ia kembali menghitung dan tertegun menatap Letta yang sudah menjauh.
”Nona..!!!! uangnya kelebihan.!” Teriaknya.
Tapi sosok gadis yang membeli hanya menggerakkan tangan kode jika tidak apa. Sang bapak menatap punggung Letta berair sendu dan juga menggenggam erat uang tersebut. Air mata menetes dengan haru, uang yang diberi Letta sebanyak 1,700ribu sedangkan uang spp anaknya 1,400rb. Jika begini ia bisa membayar sppp sang anak dan membeli sepatu baru atau bahkan kebutuhan lain.
Ia menghela nafas mengusap air mata menghitung lagi uang yang diberi, “Ku pikir dia orang sombong saat ditanya mukanya suram tapi nggak taunya hatinya baik.”Bisiknya pelan. ia tersenyum dan akan menceritakan kepada istri dan sang anak dirumah kelak. Jika ia bertemu orang baik.
...----------------...
“Kau sudah selesai?”Taya Carmon melihat Letta mendekatinya dnegan sekantong permak pernik. Letta berdehem dan memasuki tokoh lain. Carmon mengikutinya dari belakang. Saat letta memasuki ruangan, smeua tatapan menuju keduanya bak artis papan atas. Letta menatap banyak tas dan sandal. Tak banyak bicara ia mengambil dua tas, ia juga mengambil dua sandal dan beberapa miniature. Carmon yang melihat ikut memilih dan mengambil. Letta beralih kearah makanan, ia mengambil bebas dan sesukanya, dodol, kripik, pepes, botok dll.
sedangkan Carmon hanya ambil sedikit sebab orang rumahnya tidak suka barang murah atau makanan jalan begini.
Jam tiga semuanya selesai, dan mereka pun menuju bandara, jam empat lewat tiga puluh mereka berangkat.. saat sampai dikota dijam tujuh malam. Letta dan Cramon pulang dengan jemputan yang sudah di sediakan.
“Moms..!!!!” Letta yang memasuki rumah keluarga Sam disabut oleh Bara yang berlari kearahnya. Bara memeluk kakinya dan membenanmkan kepalanya di perut miliknya.
__ADS_1
Letta berdehem merasakan hangat karena disambut saat pulang mengusap kepalanya. Bara menahan tangisnya mendongak.,” Moms kemarin aku juara satu loh.”bisiknya berharap Letta bangga,
Letta mendengarnya tersenyum tipis.” Moms sudah tebak sedari awal.” Ujar lettta.
Bara menatap Letta lingluing.”Benarkah?”
Letta berdehem menjatuhkan satu kakinya, berlutut agar tinggi mereka setara dan mengusap kepala Bara.”karena kamu pintar sedari awal, sudah pastilah anak moms dapat juara satu.”Ujarnya Letta terkekeh.
Bara ikut tersenyum malu melihat Letta.”tapi moms nggak dateng kemarin.”bisiknya pelan.
Letta menggenggam tangan mungil Bara menatapnya dingin.” Moms kerja buat sekolah kamu. Jadi paham yah.” Ujar letta lembut..
Bara melihat tatapan Letta mengangguk sendu.”maaf.” bisiknya merasa bersalah, merasa bersalah menuntut suatu hal pada Letta padahal Letta sedang berjuang untuk dirinya. Letta berdehem berdiri dari sana.
“Oleh oleh buat kamu sebagai hadiah nanti moms kasih yah.”Ujar Letta pada Bara.
“ Bara dapat oleh-oleh?”Tanyanya. letta berdehem lagi.
“asikk.. makasih moms..!!!!” Bara memeluk lagi kaki letta. Letta hanya tersenyum dalam mengusap kepala Bara.
Samuel melihatnya menjadi tertegun, dan Cramon yang sedari tadi berada disebelahnya menjadi hangat, benar, letta tidak pernah menunjukan kepeduliannya secara langsung tapi dia orang yang sangat baik, tidak banyak bicara dan juga memiliki tindakan sendiri.
Di ujung ruangan, ada Jesika yang mengintip Letta, ia tersenyum melihat Letta pulang, tatapannya menjadi terkejut saat matanya bertemu dengan manik mata Letta. Tapi Letta malah tersenyum dan memberikan kode agar menemuinya nanti dikamar. Jesika tersenyum mengangguk malu. Akhh Letta memang selalu saja membuat dirinya bahagia.
“Moms..!!!! beneran Jesika dikasih oleh-oleh juga? Owh cantiknya.” Jesika berbinar binar melihat kalung berwarna putih sangat cantik dari letta. Dan lagi ia diberi tas rajut dan beberapa makanan enak,
Letta mengangguk pelan berkata.”Iya... sini moms pakaikan.”Ujar letta kepada Jesika.
Jesika mengangguk semangat, mendudukan diri dihadapan Letta. Letta memasangnya dan tersneyum kepada Jesika. Jesika melihat bandul kalung berbentuk Kristal panjang. Tidak ada gayanya tetapi ini sanagat elegan dan juga cantik baginya. Jesika memeluk Letta dan berkata.”Makasih moms. Jesika suka banget.”ujarnya.
.
.
.
Hallo... tinggalkan jejak yah!
__ADS_1