Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Diusir


__ADS_3

” Mama adalah wanita kuat dan juga pintar. Dia pasti akan bahagia kelak., kita hanya bisa berdoa agar mama bisa bahagia Dan memiliki kehidupan yang layak.” Bisiknya.


Jesika mengangguk. "Je selalu berdoa buat mama. Karena Mama adalah mamanya Je., je sayang mama dan akan selalu sayang mama. Selamanya.” Bnisik Jesika sayu dan penuh ketulusan.


Ziko mengangguk memeluk Jesika.” Om juga sayang Mama, mama nya Je, selamanya dan akan terus seperti itu. lebih dari sayang apapun.. “ Ziko memejam kan mata. Menyesal sampai detik ini dirinya tak bisa memeluk kekasih hatinya lagi sampai dia serapuh ini menjalankan kehidupannya. Ziko menghela nafas beberapa kali menenangkan batinya sendiri. Bersama dengan mereka yang menghilang ditelan hujan.


Langkah letta menuju mobil, mengendarai mobil dengan keadaan menggigil. Letta merasa tubuhnya sangat lelah dan kepala yang terasa pusing, letta menghela nafas pelan, perjalanan menuju apartemennya cukup memakan waktu selama satu jam setengah. Letta mengeleng menghalau rasa pusing.. Letta sangat jarang sakit. Jika sakit itu hanya satu atau dua tahun sekali.


Tubuh yang semakin menggigil karena basah. Letta mengaktifkan penghangat ruangan mobil, sampai di apartemen sudah semakin menggigil. Letta mengusap kepalanya kasar agar rambutnya yang kusut kebelakang. Letta bergegas menuju kamarnya. Kaki yang sakit dirinya seret dan letta memejamkan mata,. Kepalanya tambah pusing. Keadaan disekitar seperti berputar. Ini efek menangis ditengah hujan pasti. Letta menyesal jadinya kalo begini kan.


Ting. Lift yang dimasuki sudah terbuka. Letta segera menunju kamarnya, mata letta menyupit melihat seseorang yang tertidur di depan apartemen miliknya masih menggunakan seragam sekolah. Letta menghela nafas memegang kepala bagian belakangnya. Mendekat menatap gelandangan yang tertidur di depan apartemennya. Kakinya menyenggol lengan yang tertidur menutupi wajahnya itu.


“ hey..”panggil letta.


Sosok itu terbangun, membuka lenganya dan mengerjab menatap letta. Ia menguap dan bangkit. Tersenyum lebar.” Oh ayang kok baru pulang jam segini. Capek tau nungguin ayang dari sore disini sampek ketiduran.” Ujarnya manja menatap letta kesal. Tapi matanya bergiulir menatap keadaan letta yang kacau dan pucat.” Yaampun kok ayang kehujanan sih?? Nanti sakit loh.” Ujarnya menyusun rambut kecil menutupi bagian wajah depan letta.


Panas.. putra kaget menatap letta yang menatapnya sayu.” Ayang panas banget. Ayang demam?”Tanya putra khawatir. Air wajah putra yang tadinya lemas dan kesal sekarang menampilkan raut wajah cemas dan khawatir.


Letta menatap ya sulit di artikan

__ADS_1


Denyut sakit dikepalanya semakin sulit dikendalikan. Letta ingat dirinya bahkan belum makan seusai dari rumah Ptra kemarin, yang artinya ia memang belum makan sedari malam kemarin. Dirinya kan maggh.


“pergi.” Bisik letta kepada Putra dingin.


Putra menatap letta datar dan tegas,” nggak, apaan sih. Cepet masuk ayang sakit nanti masuk angin loh.” Ujar Putra kepada Letta.


Letta menjulak tubuh Puutra menjauh dari tubuhnya. menatap Putra lebih kejih.” Pergi nggak. Gue nggak butuh loe dan loe bukan siapa siapa gue. gue nggak suka liat muka loe. Gue muak.” Teriak Letta didepan wajah Putra.


Air wajah putra menjadi sangat keru, menatap letta sendu dan kecewa. Letta memalingkan wajah untuk mengusir raut wajah buruk dari Putra. Letta tak tega dan tak senang melihatnya. Letta membuka pintu apartemenya menggunakan sidik jari, sampai tubuhnya oleng. Letta terkaget sat tubuhnya hampir jatuh skaing pusingnya kepala dirinya.


Untung tangan kekar menahan pinggangnya. Letta merngis pelan saat tubuhnya di angkat dan digendong. Letta membola mata menatap siapa pelaku. Tentu letta memberontak kuat dan Putra kualahan dan melepaskan letta cepat agar dirinya dan Letta tak jatuh. Letta mendorong putra kasar hingga tubuhnya terbentur dinding. Putra meringis melirik letta yang sangat kejam kepadanya. letta menatap Putra nanar,” loe. Pergi..!” tekan letta.


Putra menggeleng mengusap punggungnya.” Nggk mau.” Tekannya tika mau kalah.


Letta mendekat dan memukul dinding di samping Putra kuat melampiaskan kekesalannya. Putra memejamkan mata kuat merasa getar di dinding yang ia sanggahan saat ini begetar cukup besar. Letta menatap nanar Putra yang ketakutan. “ gue nggak suka di bantah. Atau bahkan gue bisa bunuh loe disini.” Suara letta sangat rendah. Dirinya terlampau marah kepada putra.


“ BUNUH AJA. BUNUH AJA AKU KALO ITU YANG BIKIN KAMU SENANG..!” Putra menatap Lteta dalam dan marah. Matanya sudah merah dna berkaca klaca. Kedua mata saling bertatap nanar. “sulit banget yah buat nerima aku? Karena umur iya? Iya aku tau kok umur kita beda jauh. Tapi itu bukan alasan kamu nggak bisa nerima aku, kalo semisal kamu memang nggak suka sama aku kita bisa jadi temen kok. Bisa jadi kakak adek atau apapun itu. aku nggak masalah yang penting bisa di samping kamu, liat kamu bahagia. Tapi aku nggak suka kayak gini, di usir dan dipandang buruk sama kamu. Apa aku kurang baik? Aku tau aku ngak pantes buat kamu, tapi aku bisa kok memantaskan diri buat kamu.” Suara Putra terdengar lirih.


Letta menatap kedua bola matanya nanar dan lirih. Letta sangat lelah. “Gue nggak mau. Sama sekali nggak mau kenal sama loe lebih dari nama, mau jadi adek, kakak atau bahkan teman. Gue enggak mau. Loe lebih baik pergi dari sini. Loe nggak ada tempat di samping gue. “ bisik letta menunjuk dada Putra datar.” Dan loe nggak pantes buat jadi temen gue, adik gue bahkan pacar dan kekasih gue. loe jauh dari yang gue minat Putra. Kekanakan, sok perhatian. Bahas alay, sok iya dan loe. Manusia yang paling menjijikan yang pernah gue kenal.” Ujar Letta dengan sinis. Mata putra snagat redup menatap letta, mendengar ucapan letta yang sangat menyakiti relung hatinya.

__ADS_1


“ loe nggak usah mimpi terlalu tinggi Putra. Loe pikir gue mau sama loe gitu? Cuih... “ ia meluda di samping puttra dan memutar bola mata malas.”loe lebih menjijikan dari kotoran.” Lanjut Letta dengan ketus.,


Hati Putra seperti diremas kuat oleh tangan tak kasat mata. Air matanya jatuh mendengar ucapan letta yang sangat jahat kepadanya. menangis dengan menahan isakan dan suara. Putra mengangguk paham. Kecewa, sakit dan pedihnya perasaan menyatuh.


Putra mengangguk pelan menatap letta nanar.” Nggak ada sedikitpun tempat yah buat gue yang semenjijikan itu?” Bisiknya lagi. masih bertanya agar meyakinkan diri jika ucapan Letta tidak seburuk itu.


Letta menggeleng pelan menatap dalam mata Puutra.”nggak. loe bahkan lebih buruk dari kotoran. Loe lebih rendah dari kotoran. Jadi mending loe jauh dari gue. gue nggak sudi punya tempat di samping kotoran kayak loe.!!!” Jawab Letta tampa hati.


Putra memegang dadanya, mengusap air mata yang jatih tak bisa berhenti. Menatap bola mata biru itu. tak ada yang berubah, tetap datar dan dingin. Mencari kebenaran dan kebohongan. Tapi dia tidak menemukan keduanya. Seakan tertutup rapat. Putra menggela nafas menatap lain arah. Mengangguk. “Makasih yah.” bisik Putra mennagis cukup tak tertahan. Hatinya sangat sakit. Demi apapun Putra bilang dirinya tidak bisa berbohong, dirinya sangat hancur. Putra melirik letta sejenak dan berbelok untuk pergi.


Kali ini Putra benar benar payah sebelum berjuang dan ini fakta yang membuat paling menyakitkan.


Letta menghgela nafas menatap Putra yang berjalan cepat pergi dari apartemenya dalam keadaan menangis. Letta bisa melihat wajah nanar dan hancur itu., matanya menangis dengan pilih. Letta menghela nafas mengepalkan tangan nanar. Mata Letta menyayu dengan kepala yang semakin sakit.


Biarkan dia menangis sekarang dibandingkan dirinya dan orang sekitarnya yang menangis karena kehilangan putra.


Letta menghela nafas lagi. ini pilihannya. Semua yang dikatakan tak bisa ia kendalikan, seperti air yang mengalir begitu saja. Ini jauh lebih baik ketimbang dirinya kehilangan lagi orang baik. Letta tak ingin orang baik menjadi korban berikutnya. Iya. Putra harus jauh dari dirinya. Malaikat maut.


Letta terduduk saat air mata jatuh. Ia tak suka dengan situais ini. Letta semakin merasa pening dan...

__ADS_1


bam.. ia jatuh pingsan. Semua jauh dari kendalinya. Emosi, kepala pusing, sedih,. Kecewa. Dirinya tumbang pada akhirnya, letta tak lagi kuat membopong dirinya.....


Letta hanya manusia biasa.


__ADS_2