
“bisa. buktinya sudah 17tahun kita pisahkan?”Tanyanya Letta disana.
Are mendengar penuturan Letta mendadak murung. Letta melepaskan pelukan Areta kembarannya kasar lalu berkata.”Kalian terlalu sakit untuk ku gapai dan untuk ku kembali. Bukankah kakak yang bilang jika ia tak mengaggapku adik dan hanya kamu seorang saja?”Tanyanya Letta menatap Zaxi yang diam.
Zaxi disana hanya diam menatap Letta nanar ia merindukan dan ia tau jika dimata Letta penuh luka. Dan ia sadar jika luka terdalam Letta salah satunya ia yang paling banyak menorehnya.
Letta disana kembali duduk dan membuka bajunya menampilkan tangtop hitamnya dan juga lukanya yang berdarah. Tangannya yang digift pun disana ia gerakkan dan tak ia hiraukan. Zaxi terdiam menatap luka dibahunya Letta berdarah.
Diki mendekat dan segera mengambil kotak obat. “Loe enggak apa-apa kan?”Tanyanya. Letta hanya mengangguk dan mengusap lukanya sendiri.
Zaxi dan Are saling tatap merasa bersalah. “Maaf.”Gumam Zaxi disana dengan memelas kepada Letta.” Say-saya tidak sengaja.”ujarnya disana dengan lirihnya lagi. “maaf.”Ujarnya disana dengan lirih berkali kali.
“Saya?”Gumam Letta terkekeh sembari mengangguk, apakah seasing itu mereka saat ini?. Zaxi diam mendengarnya menatap Letta nanar.”Kita memang sudah seasing itu . Dan permintaan maaf kalian sudah ku maafkan, “Ujarnya disana lirih, bagian hati paling dalam Letta seperti digrogoti racun yang siap kapan saja untuk terkapar haus kematian. Zaxi diam menatap Letta dengan kepalan tangan.
Bara mendekati letta. Letta mengusap kepalanya dikala Diki mengobati lukanya.”Are You oke little boy?”Tanyanya lembut namun taka dan ekspresi..
Bara mengangguk.”Bara kuat dan akan jaga moms ketika ada yang nyakitin moms. Maaf Bara belum bisa jagain moms seperti moms jagain bara.”Ujarnya.
Letta terkekeh dan berkata.”Kau sudah sangat kuat. terus lah berlati untuk menjaga moms.”Ujarnya. Bara mengangguk dan memeluk perut Letta. Letta menatap kedua kakaknya namun mereka membuang muka kearah lain. Zaxi merasa cemburu kepada Bara. Ia tak suka Letta menyayangi orang lain. Harusnya ia yang disayang begini.
__ADS_1
Ia memilih pergi meninggalkan semua orang dengan memukul dadanya sendiri. Letta tak meliriknya. Ia hanya sibuk dengan apa yang ia lakukan saja. Are pun ikut pergi meninggalkan Letta yang luka. Ia tak tau harus apa jika begini dikalah semua orang menatapnya ingin membunuh.
Zaxi memukul dadanya berkali-kali untuk menabuh gendang ketenangan yang terusik menjadi sakit dan berjalan jauh hingga mobilnya,. hatinya sesak menatap Letta dan memukul stirnya berkali-kali sebelum ia jalankan. “Arfghh...”Teriaknya tak kuat, ia sangat menyayangi Letta. Hanya saja ia tak tau bagaimana caranya mengembalikan Letta yang dulu. Ia tak tau.
Letta disana menghela nafas dan bangkit.”Kalian tunggulah disini, aku harus keluar sebentar. “Ujarnya disana ingin menenangkan diri.
“Mau kami temani?”Tanya dari Ziko kepada Letta. Letta menggeleng disana dan memilih mengambil jaket lain, ia belum mandi kepalanya sakit hatinya panas, semuanya bersatu membuat kepalanya menjadi sakit. Sangat sakit.
Diki dan lainnya hanya diam menatap Letta pergi,. Letta memilih membawa mobilnya ditengah tangannya yang luka. Ia memilih menuju kesatu taman dimana ia sukai dan ia rindukan. Hanya memakan waktu dua puluh menit ia sudah sampai. Ia menatap kedepan dengan hampa, kosong dan juga tak bernyawa. Ia memilih keluar dan memakai kaca matanya.
Tak ada orang, sunyi dan juga sejuk. Disini adalah tempat taman lama yang sudah tak terurus.
Ini taman dimana keluarganya suka bermain. Alias taman depan rumahnya yang dibakar dulu., tak ada yang membuat rumah lagi disini, sebab tanah ini masih atas namanya, dibelakangnya ada rumah yang hangus namun masih berdiri angker dibekanagnya. Konon kata orang-orang mereka sering mendengar suara jeritan tengah malam.
Letta disana menghela nafas dan mengingat. Ia yang menunggu diatas bersama Are bermain congkak, ibunya yang memasak brownis dan kukes membawa mereka makanan dan minuman, para kakaknya yang berenang bersama. Kakamya Faris yang suka jail dengannya dan membawanya ikut mencebur. Ayahnya yang melihat Are ketinggalan akhirnya membawanya ikut berenang.
Nafas Letta baik turun memejamkan matanya ,ingatakan pusaran dan semuanya mengelilingi otaknya hingga ia ingat bagaimana semua keluarganya mati dihadapan nya sendiri. Ia tak kuat namun disinilah tempat ketika ia sedang ribut dengan Zaxi. Ia merindukan keluarganya hiks hiks.
Ia membuka matanya menatap kekolam, senyumnya terbit dengan air mata yang jatuh.”mOms.. Alle rindu.. Kakak.. papa/”Gumamnya mengigit bibir bawahnya hingga berdarah saking eratnya,. Ia menjambak rambutnya dan menangis lagi bagai orang gila. Ia terkekeh menatap lain arah. Ia melihat kakaknya yang menghampirinya. Kakak keduanya yang sudah meninggal.
__ADS_1
“Jangan bersedih.”Bisikan angin membuat matanya tertutup dan menghela nafas dalam, merasakan elusan angin yang ia anggap itu milik kakak keduanya, kakak yang sangat ia cintai dan ia sayangi. Ia disana menghela nafas dan menghapus air matanya. Sangat nyaman.”Kakak jangan tinggalkan Ale. “ Gumamnya disana sesegukan.
Ada sosok pria yang melihatnya sedari tadi maski ia tak tau apa yang dilakukan Letta, ia memilih duduk disisinya Letta dan menatap wajah Letta yang terlelap dengan pekat. Ia disana menatapnya tanpa jedah hinga air matanya jatuh. Ia mengusap pipi letta yang basar dan mengusap kepala Letta sayang., ia disana menjatuhkan air matanya dan menatap kekolam dimana tempat Letta pandangi.
Hinga ia tak sadar ketika ia tertidur disana. akibat lelah dan depresi yang ia miliki, tekanan yang paling sakit itu adalah tekanan dari keluarga yang ia sayangi. Dan disana pula Letta tertidur hingga sore padahal ia belum makan, mungkin efek obat tidur masih sangat pekat ditubuhnya yah.
Ketika merasa tubuhnya sakit Letta pun mengerang dan menggerutkan keningnya, sangat silau membuat ia mau tak mau harus bangun. Matanya lengket akibat tidur sambil menangis. Disaat ia membuka matanya ia melihat salah satu sosok pria disisinya yang membuat ia diam. Ia adalah Zaxi. Kakaknya. Apakah kakaknya tadi mengikutinya?
Ia diam menatap kewajah kakaknya. Wajahnya ikut memerah dan bulu mata basah yang artinya ia juga menangis. Letta kembali terdiam dikalah merasakan jas ditubuhnya. Jas kakaknya membuat ia tersenyum, ia menatap kedepan ternyata senja. Hahah rumahnya dulu memang bagus ada senja didepan mata akibat dataran tinggi.
Sosok Zaxi sama dengan Letta, ini adalah tempat ternyaman mereka pulang, tempat ternyaman mereka kembali dan menenangkan diri, tadi ia mengikiti Letta ketika Letta keluar dari apartmen, dan ia pun kesini dan menatap Letta sedari jauh.
Ia diam-diam pura-pura tidur jetika Letta bangun, sebab tak mau berdbeat. Ia mau dekat dengan sang adik, ia mau memeluk adiknya membuat ia memilih pura-pura tidur disisi Letta. Kadang diam adalah salah satu cara yang terbaik untuk dekat bukan?
Letta disana mendekati kakaknya dan tersenyum. Ia memakaikan jasnya ditubuhnya dan ketubuh Zaxi.
Cup.. ia mencium kepala Zaxi sayang dan cukup lama. Air matanya mau jatuh karena rasa sayang teramat dalam dan tulus. Setelahnya ia memilih pergi dari sana.
Kepergian Letta membawa air mata Zaxi yang tertahan akibat ciuman itu. Zaxi mohon jika ini mimpi tolong jangan bangunkan ia. Biarkan ia tertidur selamanya. Tolong kembalikan dan itu terlalu singkat baginya. Zaxi mengepalkan tanganya supaya tak terisak. Ia sangat merindukan sang adik. Kenapa adiknya begini? Ketika sudah jauh Letta barulah ia menangis memukul dadanya ,meratapi adiknya itu.
__ADS_1
Ia tau adiknya menyayanginya juga..!
“Moms.. Dad. Maafin Zaxi. Zaxi gagal.. kak maafin Zaxi.”Gumamnya disana memukul dadanya lirih dan sakit. Ia tak sanggup untuk bicara barang sedikitpun akibatnya. Sungguh ia merindukan sang adiknya yang tadi.