Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
Juara


__ADS_3

Letta memejamkan mata miliknya menahan gejolak muak dan mual karena Carmon, melirik Carmmpon yang memukul pelan tangan Letta dibibirnya. Caron tak bisa bernafas, memberontak . Carmon menyeringai sejenak merasakan ada ide menggoda Letta agar ia terlepas dari Tangan Letta, dimana ia menjilat telapak tangan Letta.


Benar saja...


Letta merasakan telapak tangannya basah terkena lender kaget dan Brak... semua orang semakin kaget saat Letta menampar kepala Carmon kuat. kepala Carmon sampai menoleh terasa kebas bagian belakangnya. Cukup terkejut akan ulah Letta yang tak terbaca dan terlalu kasar. Leher Carmon mengeluarkan suara Krak.. cukup keras, siapa yang mendengar nya meringis ngeri takut tukang lehernya patah.


Prak.... beberapa bodyguard masuk dan berdiri di sisi tubuh Carmon menatap Letta penuh peringatan. Letta yang ditatap penuh peringatan tersenyum miring, Carmon mengangkat tangannya melirik Letta tajam.”Kau..!!!!”


Letta mendengus menatap lain arah. “Kau akan tau akibatnya..!!!!!” Tekan Carmon malu mendengus menatap lain arah. Besar niat dalam hati untuk membalas perbuatan Letta, tetapi sadar jika posisinya saat ini dimuka publik akan mencoreng namanya kelak.


Letta tersenyum miring tak mengindahkan ucapan Carmon. Oke katakana dirinya sombong tapi ia tak akan mengatakan apapun atau mengemis apapun dalam hal Carmon.


Setelah hal itu semua mendadak sunyi,. Carmon dikelilingi oleh Bodyguard.l berjaga-jaga jika dikasari lagi oleh gadis di sampingnya. Carmon sesekali melirik Letta yang tak bergeming. Carmon merasa pipinya memanas malu karena ditampar dimuka umum, ditambah Letta tak mengucapkan kata maaf sedikitpun. Tanganya terkepal dan bertekat dalam hati., jika suatu saat nanti ia pasti akan membuat gadis di sampingnya bertekuk lutut. Iya Carmon pastikan akan menghancurkan wanita ini, tapi nanti..


Beberapa menit kejadian berlalu, hawa mencekam membunuh hawa dingin di sekitar, semua orang seakan merasa sesak nafas jika bicara, dan memilih bungkam seakan naluri berkata jika hawa mulut mereka mampu membunuh diri sendiri. Ini cukup lebai tetapi memang kenyataannya aura Letta dan Carmon menyeruak menyempitkan rongga pernafasan orang-orang di dalam sana.


Siapa yang tak mengenal Carmon? Anak bungsu penguasa besar Samuel, yang digadang-gadang akan menempati kursi pimpinan pertama perusahaan Samuel, lelaki tertampan di asia. Siapapun mengenal ia yang berwatak keras na pemain wanita. Tapi lihat sekarang, dia ditampar perempuan yang tak tahu asal usulnya. Siapapun bisa yakin jika hal ini bisa jadi berita nomor satu pagi ini. lalu yang jadi pertanyaan orangorang, siapa gadis berani itu? Dan apa hubungan antara keduanya sampai Carmon tak berkutik, atau menahan para bodyguardnya untuk memberi pelajaran gadis itu?


Hanis dalam pikiran orang-orang olimpiade sudah selesai, dan para anak-anak sudah keluar. Ini olimpiade tingkat sekolah dasar, diselenggarakan pemiliki sekolah yang ditemoati oleh Bara, hadianya juga bukan main-main, mendali yang diberi akan diberi dalam bentukan emas asli, siapa yang tak tergiur coba?

__ADS_1


“,Moms..!!!!” Teriakan Bara memancing semua orang, anak lelaki yang lucu berlati kepada Letta tersenyum ceriah, seperti anak lain yang mendekati ibunya. Letta disana tersenyum bangkit dan menerima pelukan Bara dikakinya. Letta tersenyum membungkuk menatap wajah Bara yang terlihat bahagia.”Moms, Bara dapat juara satu olimpiade matematika.” Ujarnya Bara sangat terlihat dirinya bahagia.


Letta mendengarnyapun terlihat mengangguk santai.”Bagus. kau memang anak yang berbakat Boy. Moms bangga punya Bara.” Ujar Letta datar. Bara disana terkekeh ringan dan mengangguk bangga pada diri sendiri.


“ Pengambilan hadianya sebentar lagi Moms, Moms tunggu dulu yah,m soalnya hari ini lomba matematika Cuma penutup saja.”Ujar Bara pelan. letta mengangguk lagi mengusap kepala Bara. Bara menatap Letta yang tak tersenyum pun kembali bertanya.”Moms tidak bahagia yah? kenapa tidak senyum?”Tanya Bara dengan pelan. Terdengar lirih.


Letta melirik Bara dan mengerjab pelan. Bara menadadak murung melihat Letta yang tak menampilkan eksporesi bahagia. ”Moms tidak bahagia dan bangga pada Bara.”Lirih Bara menunduk mengaitkan telunjuknya kepada telunjuknya yang lain. Mata yang tadi tanpak binar bahagia menjadi murung dan juga redup terjadi mata yang berkaca—kaca, siap meluncurkan embun kelaharnya.


Letta menghela nafas. “Boy, kamu membangakan moms,” Ujar Letta tersenyum tyipis. Bara mendongak menatap Letta penuh harap. Letta membawa tubuh kecil Bara untuk duduk di pangkuannya dan memilih duduk kembali. Bara menatap manik mata Letta.”benarkah moms??” Tanya Bara lirih meminta penjelasan.


Letta mengangguk.”Kamu sangat berbakat. Terimakasih sudah membuat mama bangga.”Letta mengusap rambut Bara.


Carmon sedari tadi melihat semuanya, Carmons edikit teryegun mendengar ucapan Letta yang jauh dari biasanya, memang wajahnya datar dna hanya tersenyum culas, tetapi suara itu terdengar sangat tulus dan juga lembut, sangat kentara dalam wajahnya yang tak memberi emosi apapun, semua orang juga tau jika wajah Letta itu tak bahagia sama sekali, ia hanya menghargai.


“Paman..!!” Carmon mendengar suara anak yang didengarnya sangat familiar.. disana ada Jesika yang berjalan sembari menunduk, mengaitkan jari-jarinya. Matanya terlihat memerah menangis tetapi sudah diusap, pipinya juga ikut memerah. Carmon melambaiikan tangan tersenyum lebar pada ponakanya.”Haloo baby. Sini kenapa hemm? Kau mendapatkan juara pastikan?” Carmon melirik Letta setelah mengatakan hal itu, seakanakan mengatakan jika ia juga memiliki ponakan yang pintar, patut dibangakan bukan hanya Letta saja, iya pamer. Dan ia juga lelaki yang lembut serta sayang anak


Jesika mendekati Carmon. Jesika menatap pamannya merasa bersalah, “ Maaf paman. Tapi Je tidak menang,.” Lirih Jesika menunduuk tak enak, kembali menangis karena mengecewakan pamannya beserta orangtuanya nanti. Jesika takut, takut saat pulang nanti akan dimarah dan di maki oleh ibunya karena dia bukan anak yang berguna dan bodoh.


Carmon mengerjab malu mendengarnya, melirik Jesika yang menangis malas., tapi sesaat menghela nafas mengusap kepala Jesika.”Tidak apaapa tapi jangan menangis, kaukan memang bodoh seperti ayahmu jadi wajar saja..!” Ujar Carmon acuh tak acuh. Jesika seakin menunduk merasa hatinya semakin retak, retak hari ini semakin banyak. Retak karena pertengkaran orang tuanya, ibu dan ayah tak menghadiri perlombaannya,. Retak tak menapatkan juara, apalagi perkataan Carmon, itu semakin menghancurkan dirinya. Jesika merasa sangat-sangat gagal menjadi anak yang membanggakan.

__ADS_1


Letta yangs edari tadi menyimak mendleik menatap Carmon tak senang, menatap Jesika yang menangis disampingnya. Letta melirik Bara untuk turun. Bara tak melepaskan pelukannya karena malas. Letta menghela nafas tersenyum lembut pada Jesika.”Hay Je... apa kabar?”Tanya Letta tersenyum paksa pada Jesika yang tak melihatnya.


Jjesika yang mendengar suara pamiliar itu mendongak menatap Letta. Matanya membulat tak percaya.”Mama..!!!” Panggilnya berseru karena tak percaya. Letta mengangguk memberi isyarat untuk mendekat. Jesika mendekat tersenyum kepada Letta..


Letta mengusap kepala Jesika.”jesika melirik Bara yang diam saja tersenyum kecut.”Bara mendapatkan juara satu mengalahkan kakak kelas . Bara sangat pintar dan membanggakan Ma, pasti maka sangat menyayangi Bara yah kan? Andai Je juga bisa pintar dan membanggakan orang tua Je, pasti kedua orang tua Je sangat Ayang sama Je dan Buat beri waktu buat Jee meskipun hanya du


ikit..”Ujarnya berbisik lirih dan iri. Kentara.


Bara melirikknya tersneyum miring.


Letta mengangguk membenarkan saja.


.


.


.


Vote yah ges....

__ADS_1


__ADS_2