Balas Dendam Karena Satu Malam

Balas Dendam Karena Satu Malam
42


__ADS_3

Seharian ini Diki dan lainnya tidak keluar dari apartemen akibat terkunci dari luar oleh Letta, padahal mereka belum makan Sedari semalam,.


dan betapa bahagianya mereka ketika tau ada Letta datang membawa mereka makanan setelah siang hari. Setelahnya Diki memilih pergi kekantor untuk mengecek kantor dan Ando serta Ziko memilih tidur.


Sampai dijam 12siang mereka berangkat menjemput Bara di sekolahnya bersama Letta Letta yang mengajak mereka karena tak suka mereka tidur saja dirumah ini, Letta tidak suka lelaki pemalas yang hanya suka main game dan sebagainya. Ia tak suka.


Ketika sampai didepan sekolah TK itu Letta keluar dengan kaca mata hitamnya, rambutnya yang terikat terterpa angin membuat dirinya sangat cantik. Matanya menandai semua hal yang ada disana untuk mencari sosok yang ia cari..


“Moms...!” Teriak sosok yang Letta cari, sosok mungil keluar dari sekolahnya melihat Letta.


Letta disana pun mengangguk dan membawanya masuk kedalam mobil, Bara disana nurut saja namun terkejut dikala mendapati dua mahluk yang tercengir kepadanya.”Loh om Ando dan om Ziiko juga ikut?”Tanya Ziko disana dengan mata bulatnya menatap mereka.


Ando dan Ziko pun menatap Bara dengan tatapan binar dengan gigi yang Nampak nyengir.”Ehh baby Bar hehe. Kita ikut kan kita satu rumah.”Ujarnya disana. Dia Ando dan segera membawa Bara kedalam pelukannya sedangkan Letta kembali menjalankan mobilnya menjauh dari sana,


Bara disana menatap Letta meminta penjelasan.” Jangan panggil Bara baby. Kan Bara sudah besar dan sudah bisa menjaga moms jadi panggil Bara. Bukan baby.”Ujarnya disana tak terima.


Ziko mencibir.”Mana ada besar. masih kecil juga.”Ujarnya disana mengejek.


“ih bukan Bara yang kecil, Om Ziko aja yang udah tua.”Ujarnya Bara membuat gelak tawa Ando menggelegar dan sang empu malah melotot tak terima.


"Mana ada---"


“Diem Ando.”Ujarnya Ziko. Namun sosok yang disuruh diam malah tambah tertawa terbahak bahak membuat suasana sangat hidup disana dan Letta ikut tersenyum.


“Yoyoyo.. kita hidup lagu yo biar suasananya hidup.”Ujar Ando menuju kedepan dan mau menghidupkan lagu. Namun belum sempat ia melihat Letta sudah menjawab.

__ADS_1


”Diisini tidak ada lagu dan tidak ku pasang.” Ujarmnya disana datar.


Ando disana mencibir.”Ceeek. datar amat hidup loe Let Let. Kek triplek. Masa lagu aja loe enggak ada. atau jangan-jangan loe enggak pernah nonton film My Heart?”Tanyanya disana kepada Letta yang menatapnya dengan tatapan datar.”Ternyata bener enggak pernah?” Tanyanya. Letta hanya diam membuat Ando disana menatapnya tergelak.


“Serius loe enggak pernah nonton Let?”Tanya Ziko disana membuat Letta memutar bola mata malas.”Eh bentar bentar.. Film yang Rachel dan Farel bukan si? Yang pelakornya Luna padahal masih kecil?”Tanyanya disana dengan semangat.


Ando mengangguk.”Iya. yang itu loe, yang Rachel beg0 mau aja sama Farel sedangkan Luna jahat banget bikin Rachel kehilangan Farelnya itu. Yang Cuma gara-gara penyakitan njirr. Sumpa demi apapun gue masih benci banget sama Luna meksipun Luna tu cewe dan gue akuin dia lebih cantik dibanding sama Rachel.”Ujarnya Ando semangat. Ia memang sangat menyukai Film itu dikala masih kecil. Bahkan sangat-sangat suka sampai sekarang.


“Iya woy.. gue sedih banget pas bajunya Rachel yang baru itu yah dijahit saka ibunya malah dikasih ke Luna Cuma gara-gara Luna mau bajunya. Terus pas Rachel sama Luka kecemplung ke danau Farel malah nyelamatin Luna.”Ujarnya Ziko disana dengan heboh.


“Fiks gue enggak iklhas sama akhir ceritanya. Gue nangis kejer pas kecil.”Ujar Ziko. Letta disana hanya mendengar dengan Iri. Sebab ia tak pernah nonton Film itu, Letta tersenyum miris, mengingat masa kecil yang harus ia relakan untuk masa kelam, sedangkan Bara hanya menjadi penyimak yang handal.


“Iya kan.”Ujarnya Ando disana. Air matanya bahkan sudah jatuh. ” Mana Rachel jatuh dari jurang. Terus dia luka-luka dan lumpuh. Karena cintanya sama Farel dia mau kasih hatinya buat Luna huaaaa.. sumpah gue benci sama Luna benci-benci..”Ujarnya Ando disana dan memeluk Ziko. Letta semakin penasaran sama Film yang di bicarakan oleh kedua temannya ini. Letta jadi kesal.


Ziko memeluknya tak kalah erat.” Iya wey. Itu patah hati terdalam gue banget. Apalagi Radit yang suka sama Rachel rela mati, dia yang rela jemput pakek sepeda bututnya.. Sedih banget Filmya. Andai gue jadi Farel pasti gue mau sama Rachel aja.. “Ujarnya disana memeluk Ando juga.


Sampai pada Letta mau ngerem mobilnya ketika diturunan, namun mobilnya tak terrem lagi membuat ia tetap tenang. Soalnya ini turunan tajam. Ia panic ketika merasakannya, ketika tau mobil itu remnya blong.. atau kabelnya tadi sudah tusak?


Tapi bukanya tadi tidak? Pikirannya meracau mengingat kemana-mana hingga tikungan semakin tajam-tajam mobil semakin tak terkendali.


“Astaga.. Letta loe kenapa? Mau ngajak mati bareng loe?!!!” Tanyanya Ziko disana dengan panik merasa guncangan mobil yang tak terkendali itu, pelikan mereka terlepas karena terantuk kursi.


Letta segera memeluk Bara erat membuat semuanya disana panik.”Letta kenapa? Bilang. Jangan bikin panic?!!!! Loe engak suka kita bicara film at—“


“Mobil kita rusak, remnya blong.”Jawab Letta dengan datar tak menunjukan kepanikannya.

__ADS_1


Ziko dan Ando membulatkan mata.”Astaga. Kenapa loe enggak bilang..!!” Teriak Ziko. Letta tetap diam dan mengendalikan sekuat tenaganya. Sebab jalan disana masih sepi membuat ia harus bisa mengendalikan sebelum ada mobil lain. Ia harus tenang.


”Terus ini gimana?!!” Teriak Ando memeluk Ziko takut. Letta disana pun ikut tak tenang sebab mobil sudah semakin tak terkendali..


“Ambil Bara cepet.!!” Teriak Letta membuat Ziko segera mengambil Bara dan memeluknya. Bara disana tetap diam menggigil gemetar. Tak menangis karena tak tau harus apa. Ia tak paham apapun.


“Kalian loncat dirumput depan cepet..!!!” Teriaknya membuka pintu mobil.


Ziko menggeleng.”Gila..!!!”


“Cepetan bang4s4t. nanti kalian bisa mati..!!” Teriak Letta tak tertahan.


Namun mereka tetap kekeh tak mau keluar." Terus kita biarin Loe mati gitu? "


”Cepetan..!!!!! didepan ada gapura yang enggak bisa dihindar dan kita bisa mati..!!” Teriak Letta kuat hingga memukul setirnya..


“Enggak Letta.!! Matipun sama-sama..!!!” Teriak Ando disana tak terima melihat kedepan. Letta yang tak tahan pun membuka pintu mobilnya dan Ando dan Ziko tak seimbang. Disanalah Letta berdiri melihat kebelakang melepaskan setirnya, mendorong mereka hingga mereka keluar dan terjatuh diarah rerumputan ilalang..


Dan Guar....


Mobil yang Letta bawa menabrak gapura yang berbentuk bunga disana, dan itu memang ditengah jalan untuk perkelongan. Ia tak mampu hingga ia merasakan kepalanya terantuk keras dengan dasbor.. ia merasakan pening dikepalanya namun ia tetap bangun maski penglihatan nya buram..


.


.

__ADS_1


. kalo rame nanti ku up lagi...


__ADS_2