
Sudah dua jam Ziko dan Diki mencari Letta namun tak juga bertemu membuat mereka bingung dan juga pusing. Bahkan mereka sudah menghubungi keamanan yang ada dirumah sakit itu, sampai pada penjaga bilang jika ada orang di loteng rumah sakit, tepatnya dibagian atas rumah sakit dimana tempat hellykopter pasien dari darurat.
Karena ada di CCTV Disana, tapi mereka tidak tahu juga karena sosok itu kurang jelas.
Dan disana lah Diki dan Ziko berlari cepat menuju loteng yang ada disana, tepatnya diatasnya lagi tempat hellykopternya mendarat diarah balkon. disana tempat tertinggi yang ada. Mata mereka menelisik dimana-mana hingga mereka menemukan satu sosok yang berada diujung sekali sembari menjeluntaikan kaki kebawah. Rambutnya mirip Letta yang mengayun mengikuti alunan angin yang dingin, lengan yang digift, dan tubuh yang kurus, membuat mereka mendekat hingga mereka mendengar suara gitar yang ada disana namun mereka tak sadar saking paniknya akan Letta yang tak punya kabar.
“Letta...!!!” Teriak Diki disana segera menarik Letta hingga Letta disana terkejut karena tubuhnya yang tertarik kebelakang.”Kamu ngapain si disini Lett.. kamu enggak boleh bunuh diri..”Ujarnya disana memeluk Letta erat.
“Aaaaa,. Sakit tolong lepas. ”Ujar Letta ketika tangannya ditarik kuat.”Ini tangan nanti kepenyek.”Ujarnya disana karena memanng tempat yang ditembak itu yang tertekan oleh Diki.
Diki disana pun meringis “Sorry.”Ujarnya meringis..”Lagian kamu si ngapain disini? Udah jam 2 ini kamu enggak tidur? Mau bunuh diri? Sadar Lewat, masuk neraka baru rau rasa..!”Tanyanya disana.
Letta disana pun mendelik.” Bunuh diri kepala kau, kalo hidup gue segampang itu dari dulu gue bunuh diri.. ngapain baru sekarang, waras loe?”Tanyanya disana mendengus lalu duduk.
“ Loe ngapain disini? Kita khawatir tauk..”Ujarnya Ziiko menyahut juga disana.
Letta kembali duduk diposisinya tadi.”Duduk mangkanya, jangan asal tarik aja.”Ujar Letta.
”Nan-nanti jatuh Let.. Yaallah itu tinggi banget.”Ujarnya meringis, disana sangat tinggi. Bahkan mencapai 20meter membuat jiwa jiwa manusia normal bergetar.
Letta disana menghela nafas dan menatap langit.”Gue Cuma rindu mama, soalnya tadi gue mimpi ketemu dia.”Ujarnya disana berbohong. Fasalnya ia keluar karena mau mencari angin saja, dan memimpikan ibunya itu setiap saat. Namun mimpinya adalah mimpi buruk, dimana kejadian mengerikan itu terjadi. Jiwanya tertekan baik dialam nyata maupun dibawah nyata.
Diki dan Ziko disana terpaksa duduk disisinya Letta meski dengan keadaan yang gemetar takut jatuh disana. Letta disana pun menyenderkan kepalanya dibahunya Diki. “Nanti kita main yuk ke wahana di Ancol ngajak Bara, Gue mau kesana main bareng kalian.”Ujarnya tersenyum membuat Diki mengangguk saja.
Ziko disana melepaskan jaketnya dan memakaikannya ditubuhnya Letta.”Loe tu masih sakit Let tapi bisa-bisanya kesini. Sini loe gue peluk, biar enggak kedinginan.”Ujarnya disana memainkan jaketnya dan memeluk Letta.
“Geli gue. jauh-jauh tolong..”Ketus Letta.
“Gue juga dingin bangs4t mangkanya gue meluk loe..”Ujar Ziko disana membuat Letta terdiam.”Gue udah dua jam nyari loe, loe ilang enggak taunya nangkring kek jangkrik disini. Anjim emang punya temen kek loe. Sport jantung terus gue.. “Ujarnya disana.
__ADS_1
“Itung-itung olahraga jantung.”Ujarnya Letta disana dengan memutar bola mata malas dan Diki yang mengangguk.
”Ralat, lebih tepatnya ngeprenk malaikat maut.”Ujarnya Diki datar.
Namun ucapan itu malah digelaki oleh Letta dan juga Ziko. Dikipun ikut terkekeh padahal tak tau lucunya dimana.
“ Seperti mati lampu yah sayang.. seperti mati lampu..!!!"
Cintaku tanpamu ya sayang bagai malam tiada berlalu
Janganlah, kau tanyakan besarnya cintaku
Ku persembahkan untukmu, hanya kepadamu
Luasnya laut tak seluas cinta yang ku punya
Tak sedalam cinta yang ku rasa, cintaku satu untukmu
Semua kaget dikala mendengar suara teriakan disisinya Letta tak jauh, membuat mereka menatap kearah sana.. Nampak sosok lain main gitar dengan keras dan asal. matanya menjuliti mereka.
“Berisik..!!” Ujarnya Ziko nyolot disana.”Bisa diem enggak..”Ujarnya disana.
“Enggak bisa, mau apa loe?”Tanyanya lelaki itu nyolot. “Kita didunia punya Ham, hak masing-maisng,” Ujarnya menujulurkan lidahnya.
“Suara loe tu jelek. Jangan sok-sokan deh loe..!” Ujarnya Ziko.
“Dih bukan sok-soan. sekarang gue tanya, Loe mampu enggak bos?”Tanyanya disana dengan delikan. “ Gue jamin loe enggak bisa kan ye kan? Suara loe kek trompet tahun baru ye kan? “Tanyanya disana dengan meledek.
Ziko disana menatapnya dengan tatapan tak terima.”Wah wah.. ngajak Ribut nih.”Ujarnya disana.
__ADS_1
“Kapan gue bilang mau ngajak rebut? Enggak ada tu, gue Cuma nyanyi loe yang nyolot yah gue bales.”Ujarnya disana dengan nyolot juga.
Ziko disana menatapnya dengan menyipitkan matanya.. “ Apa loe liat-liat..”Ujar lelaki yang memainkan gitar itu dengan takut, soalnya tatapan Ziko seperti mau membunuh.” Gu-gue mau tidur, bay-baay.”Ujarnya segera pergi meninggalkan mereka membuat Letta dan lain terkekeh.,
“Gue tandain muka lu ye..!” Teriak Ziki semakin membuat Diki disana tergelak dan Ziko mendengus..
Sedangkan si lelaki tadi malah menatap Ziko dari jauh miris, kakinya yang pincang dan juga luka di dadanya membuat ia tak bisa banyak bergerak. “Saraf, mana ceweknya Lesby, temennya juga homo kali yeh.”Ujarnya disana memilih pergi.
“Tuan.. kenapa berada disini?!!” Petanyaan yang memuakkan bagi pria itu.. ia memilih memasuki kamarnya saja.
................
Ziko memilih duduk disisinya Letta.”Jadi dari tadi loe bareng cowo itu Let?”Tanyanya si Ziko mendelik.”Tahan amat si loe denger dia nyanyi, suaranya dia ajak kek kapal tetanik numbur gunung es.”Ujarnya disana dengan mendelik.
“Emang loe udah dengar Zik gimana bunyi kapal tetanik nabrak gunung Es?|'’Tanyanya Diki disana mengejek.
” Yah enggak si, kan istilah doang. ”Ujarnya Ziiko disana meringis.”Tapi pasti hancur banget yeh kan.”Ujarnya lagi.
“ Tapi suaranya dia tadi bagus kok.”Ujar Letta menjawab disana.
Ziko dan Diki menatapnya dengan tatapan horror. Letta yang ditatap pun menatap mereka heran.’'beneran bagus serius, Cuma memang orangnya rada gila, mangkanya gitu. Salah yah?”Tanya Letta.
“Enggak salah si Let. Tapi seumur-umur kita dekat gitu loe enggak pernah tu muji gue.”Ujarnya Diki disana dengan nyolot.”Bahkan bagus kerja gue enggak ada tu loe bilang Diki si The Best atau apa gitu. Enggak ada, yang ada tu cuma muka datar kamu doang sama bilang ‘Bagus’ itupun berasa mau gempa dan kiamat dulu.”Ujarnya Diki tak terima.
“Fiks Let loe juga enggak pernah gitu sama gue. tolong jangan puji cowo lain didepan kita. Kita IRI.. Dunia akherat kita engak redho.”Ujar Ziko mendelik tak terima.
“Gue Cuma hilang apa adanya.”Ujarnya Letta.
” Tetep enggak boleh Letta..!” Ujarnya Ziko dan Diki serentak membuat Letta menghela nafas panjang.
__ADS_1
Lalu memilih memejamkan matanya dipelukanya Diki. “Diem. Gue mau tidur.”Ujarnya membuat Diki disana memeluknya juga dengan jelas nafas....