
Samuel lemas, tak berdaya., pelipis, sudut bibir semuanya sudah berdarah. Tubuhnya juga terasa remuk meredam akibat pukulan pukulan itu, nYaris bagian bagian tubuh banyak terkena luka bakar dari mereka ada yang menggunakan bisboll yang sudah di panaskan dengan api.
Samuel menarik nafas dalam, tubuhnya mati rasa akibat terlalu sakit. Nyeri dihatinya lebih perih melihat sang istri yang menatap dirinya menangis pilu karena masih dipukul.
Demi apapun jika Purnama bisa berteriak menangis lebih keras sudah pasti dirinya lakukan. Tubuh miliknya seperti tak bisa ia kendalikan Barang sedikitpun. seperti memang diperuntukkan untuk menikmati kesakitan saja tanpa mampu melawan atau bahkan berteriak demi membela diri.
“Lepaskan dia..” bisik Samuel. Samar samar dirinya melihat semua berbayang.
Seakan tuli meraka bahkan melakukan hal yang lebih parah.
Bugh.. pang. Argh.. Samuel melotot melihat istrinya. Bukanya dilepas istrinya ditendang bagian kepala hingga kursi yang ia duduki terjatuh dan patah. Kepala istrinya tersentuh marmer hingga marmer sekarang sudah berdecak darah cukup banyak.,
INafas purnama tak beraturan, kepalanya sangat sakit dan nyeri. Tak bisa dirinya tahan lagi. Seperti ada yang menusuk dalam. Darah mengucur bagian kepala.
Samuel hendak membantu istrinya, tapi tubuhnya sangat lemas.” Purnama..” lirihnya nyeri.
Purnama disana terisak merasa pening dikepalanya. Bugh. Tubuhnya kembali Ditendang hingga terlentang menampilkan wajahnya yang menyedihkan. Itu yang melakukan tetap sama yakni pelaku menggunakan topeng, . kepalanya berdarah dengan banyaknya. Samuel menangis menatap istrinya. Teriska sangat sakit “ well tidkya buruk. Sekarang di pertunjukan terakhir..” ujarnya bertepuk tangan menatap Samuel dan Purnama bergantian.
Ia mengeluarkan pistol dan mengarahkan di kepala purnama. Samuel membelalakkan mata melihat hal tersebut. Samuel menggeleng lemah. Tapi semua seperti sangat cepat. Sosok itu terkekeh.” Ucapkan selamat tinggal kepada istrimu Samuel, dan aku hanya melakukan sebagaimana kamu lekakukan kedua orang tuaku dulu. Katakan selamat tinggal kepada istrimu Samuel.." Bibirnya menyeringai lebih dibalik topeng miliknya, siapa yang melihat akan tau jika disana adalah iblis. sayang sekali ia harus menutupi identitas dirinya.
" Tidak... Jangan
.!!?" Pekik Samuel memberontak dalam pikiran yang berkecamuk. Lemah Lemah.... Bahkan untuk bergerak diri tak mampu. Mati saja lah. " Bunuh aku saja, jangan dia dan keluargaku... Bunuh aku....!"
dor..
__ADS_1
“Bajing4n..! lepaskan istriiku Sialan..!” Samuel memberontak melihat istrinya sudah terkapar tak berdaya. Peluru menusuk tepat bagian otak sang istri.
Darah muncrat menimpa wajahnya. Samuel memberontak menghantukkan kepalanya pada marmer. Sangat marah pada dirinya sendiri. Mengeleng terisak. tidak Samuel tidak kuat lagi melihat istrinya yang terlihat menyedikan. " Tidak..." Istrinya, perempuan yang dicintainya mati di depan mata, dan tak bisa membantu dan memberontak barang sedikitpun.
” B4jingan apa yang kau lakukan... Purnama hiks hiks..” teriakan Samuel sangat keras dan juga terdengar nyeri, sangat menyedihkan. Sosok itu terkekeh lagi. purnama sudah meninggal dan Samuel terlihat sangat marah dan sangat kacau.
“Samuel Samuel. Aku tidak b4jingan awalnya tapi karena kau, aku menjadi b4jingan, andai dulu kamu tidak memperlakukan keluargaku begini. Pasti keluargamu masih bahagia sekarang.,” ujarnya pelan.
“ Kau sialan, setan. Akan ku bunuh kau nanti, akan ku habisi kau sialan. Mati kau mati.. mati.. Akan ku balas semuanya bahkan sampai ke darah kau akan ku minum.! Kau ingat itu..!” Samuel berteriak menggila. Matanya sangat merah dengan ototo otot yang keluar di lengannya. Giginya bergemertak menatap marah sosok yang mempermainkannya. Sangat marah.
Sosok tersebut malah terkekeh sama sekali tak terintimidasi oleh ucapan Samuel yang memang benar benar emosi, seperti ucapanya hanyalah angin lalu yang senyap ditelan lalu, menatap Samuel yang seperti harimau mengamuk.
Samuel Ini sangat menggelikan dimatanya. “Kau bicara seolah kau tak bersalah saja. Ingat Samuel ini semua dimulai dari kau. Kau yang memulai semua kehancuran keluargamu. KAU PIKIR AKU TIDAK HANCUR HA SAAT MELIHAT KEDUA ORANG TUAKU MATI DIHADAPANKU HA? DIMANA HATI NURANIMU HA? DIMANA? APA KAU TIDAK MEMIKIRKAN KAMI ANAK ANAKNYA? TIDAK SAMUEL TIDAK..!!!” Teriknya juga menggila. Zaxi, dia zaxi. Zaxi menatap sengit Samuel yang masih menatapnya menggila dan tak terkontrol.
" Memohon ampunan sudah orang tua Ki lakukan. Tapi apa kau mendengarkannya,? Tidak! dan sekarang kau minta di dengarkan, apa kau sedang berbicara sampah???"
“ Ayahmu yang menyebabkan adikku terbunuh. Ayah---..”
“ Ayahku bahkan tidak menyentuh anakmu jika bukan anakmu menaruh obat perangsang sialan. Adikmu menjebak ayahku sampai mengandung.. adikmu j4l4ng sampah kepar4t. Adikmu yang tak berotak dan kau menyalahkan ayahku.” Teriak Zaxi. Mata zaxi sudah penuh derai air mata tapi terutup topeng yang dirinya pakai. Bayang bayang kejadian menyakiti dirinya berpuluh-puluh tahun meliputi pikiran. Didepan matanya melihat orang tuanya di bunuh, adiknya di perlakukan keji, semua yang terjadi bak mimpi buruk yang datang setiap waktu, semua waktu yang Zaxi lalui adalah waktu waktu buruk sebab semua kebahagiaan di renggut paksa dimalam itu.
Samuel menatap nyeri sosok tersebut, Tidak, semua tidak benar, adiknya tidak bersalah.,” adikku tidak bersalah, ayahmu yang salah, sudah beristri tapi masih tergoda. Apa salahnya menambah satu keluarga? Dia hanya menjadi istri yang penurut. adikku baik dan manis. Aku hanya punya dia sedari kecil, tapi karena ayahmu aku kehilangan dia, keluargaku satu satunya.” Ujar Samuel ikut berteriak.
“ mana bisa dia masuk ditengah keluargaku atau bahkan memaksa masuk ke dalam keluarga ku jika dia benar-benar perempuan baik!. Kau mengelak adikmu salah karena itu menghancurkan keluargaku? Kau bahkan tidak mendengar semua kebenaran Samuel. Kau menyalahkan kami karena kehilangan satu satunya keluargamu. Tapi kami! kami bahkan kehilangan semua keluarga kami, rumah kami, harta kami, masa kecil kami ibu kami kami. Kami kehilangan semuanya Samuel. semuanya.” Teriak Zaxi menggila. Zaxi benar benar marah mendengar omong kosong Samuel yang masih teguh jika yang salah adalah dirinya dan keluarga.
Menjambak rambut Samuel. Samuel terdiam merasa perih dikepalanya.” Kau lebih kejam Samuel. Ayahku menolak adikmu tapi tidak pernah menyuruhnya membunuh anaknya, dia berjanji akan merawat anak mereka. Tapi adikmu memilih bunuh diri Karen tidak sanggup. Samuel adikmu yang salah sedari awal, dia mati juga karena pilihannya bukan ayahku.” Bisik Zaxi nanar. Sangat nyeri.
__ADS_1
Samuel memejamkan mata.” Tidak.. adikku tidak bersalah. Dan Aku yang salah... tappi tidak seharusnya kau membuat anak anakku hancur begini, sampai membunuh istriku begini. Kau bisa bunuh aku tapi tidak dengan anak dan istriku. Tolong jangan menghukum mereka karena dosa dosaku. Kau bisa bunuh aku saja.” Bisik Samuel memejamkan mata nyeri. Air matanya mengalir deras di sela mata. Sangat sakit dan perih mengingat kesalahannya menghancurkan keluarganya.
Plas.. kepalanya tertoreh karena jambakan terlepas. Samuel melihat sosok tersebut menjauh. Samuel bersiap dengan apa yang akan dilakukan. Samuel membasahi bibirnya yang basah. Menatap nanar sosok tersebut.” Bawa dia pergi dari sini dan letak dia dibelakang bangunan,” ujarnya kepada bawahannya.
“mau apa kau?”Tanya Samuel pelan kepada mereka.
Zaxi tersenyum miring dibalik topengnya. Tubuh Samuel diangkat orang orang suruhannya.” Pertunjukanya belum selesai Samuel, kau harus menyaksikan bagaimana dosa dosanmu dulu, seberapa keji dirimu memperlakukan keluargaku dulu. Nikmati dan hidupnya seperti kamu memperlakukan kami dulu.” Ujar Zaxi dingin.
Samuel hendak memgerontak. Menatap zaxi sulit di artikan. Menatap Purnama yang sudah terkapar penuh darah. Sangat menjinakkan dan juga mengenaskan. Samuel menangis lagi. Hati Samuel nyeri. Dirinya kehilangan sosok yang palking dirinya cintai. “Purnama. Maafkan saya hiks hiks.” Tubuhnya di angkat dan dibawa keluar rumah. Samuel pasrah karena tubuh lemahnya.
Berselang beberapa waktu ledakan kuat terdengar. Rumah besar miliknya terbakar di depan mata Samuel. Samuel mengepalkan tangan kuat menatap nanar rumah yang sebentar lagi hancur dan hangus. semua terlihat nyata dan tak tersisa apapun.
Bisikan menyahut ditelinganya.” Nikmati pertunjukan dosa dosamu Samuel... dan nantikan penyiksaan selanjutnya, sebab kesalahanmu dan dosa dosamu tidak hanya sampai di sana saja.” Bisik Zaxi pada Samuel.
Tersenyum bahagia memilih pergi meninggalkan Samuel. Samuel tak berkutik. Diam menyaksikan satu satunya rumah miliknya hangus. Samuel menitihkan iar mata palibng menyakitkan. Sangat sakit dan sulit ia bicarakan. “Purnama maafkan saya.” Ujarnya lirih. Menangis terisak karena merasa bersalah. Samuel memukul dadanya sendiri.
Kehilangan perempuan paling di cintainya karena dosa dosa masa lalu, Samuel tidak kuat. bahkan sekarang tubuhnya lemas dan lunglai bukan efek dari obat lagi tapi dari apa yang ia dapatkan.
Zaxi tersenyum puas, matanya berbinar binar memasuki mobil, rasa lega., puas dan bahagia menyatu karena membalas dendamnya. Melakukan apa yang ia impi impikan.
“ Sudah?”
Ia tersenyum melihat letta yang di sampingnya. Mengangguk dan membuka topeng yang ia kenakan. “ Terimakasih.” Bisik Zaxi pada sang adik agak kaku.
Letta berdehem menatap kedepan. Yah letta menyuruh Zaxi melakukanya. Letta tau seberapa besar keinginan sang kakak untuk membunuh mereka, seberapa besar dendam sang kakak kepada meteka melebihi dirinya sendiri. Jadi letta memutuskan sang kakak membalas semuanya malam ini kepada mereka demi menuntaskan semua dendam.
__ADS_1
Letta menghela nafas mellihat rumah terbakar habis tersebut.. ingat dengan rumahnya dulu. Inilah yang mereka lihat rumah dengan sejuta kenangan hangus tak terisa. Di sisi lain Zaxi bersyukur kepada letta yang tiba tiba datang mala mini ke kantornya untuk mengatakan recana ini. Zaxi kaget awalnya karena tiba tiba adiknya mengajaknya untuk balas dendam bersama.
Zaxi yang awalnya sudah menyerah karena kalah langkah dengan adiknya menjadi bersemangat dan berbinar.. tanpa pikir panjang karena Letta sudah menyesalikan semuanya dan dirinya hanya melakukanya saja. Zaxi puas.. dan Zaxi akan menantikan apa lagi yang Letta suruh nanti, Iya.. semua harus dibayar tuntas. setiap nyawa harus menikmati apa yang mereka tanam sejak dulu.